NarasiLia.com

Berbagi Pengalaman dan Tips Gaya Hidup

9.9.18

Cegah Stunting, Masalah Gizi Anak Saat Menuju Indonesia Sehat

Cegah Stunting, Masalah Gizi Anak Saat Menuju Indonesia Sehat
"Yang kecil, barisnya di depan, yang tinggi di belakang". Suara dibalik microfone menggema ke seluruh lapangan, menyuruh siswa siswi berbaris rapi hendak melaksanakan upacara bendera.

Bagi yang bertubuh pendek mau tidak mau harus mematuhi aturan, melangkah maju dengan enggan, ada perasaan malu, apalagi jika disusul dengan seruan ramai dari teman-temannya yang di belakang. 

"Anak bayi barisnya di depan, sana!". Tawa canda terdengar riuh rendah.

Hal ini memang menjadi 'bencana' bagi seseorang yang mengalami tubuh pendek, jika seringkali menerima ejekan dari teman-temannya, ada perasaan berkecamuk mengutuk nasib mengapa dirinya memiliki tubuh pendek.

Bukan hal yang aneh, selama berpuluh-puluh tahun Indonesia memang lebih dikenal dengan penduduk bertubuh pendek, kerdil. Berbeda dengan postur tubuh bule dari luar negeri, bahkan di negara gingseng saja, sudah banyak yang bertubuh tinggi, padahal masih merupakan penduduk Asia.

Tahukah anda, dalam ilmu kesehatan hal itu disebut Stunting

Stunting adalah kondisi dimana anak-anak memiliki ciri-ciri tubuh pendek dibandingkan dengan teman seumurannya, daya tangkapnya kurang konsentrasi, dan seringkali tertinggal. 

Di Indonesia, kasus Stunting ini masih banyak yang mengalaminya, bahkan pada tahun 2013 saja ada sekitar 37,2 % atau sebanyak 9 juta anak mengalaminya. Akibatnya banyak hambatan di masa akan datang. 


Cegah Stunting, Masalah Gizi Anak Saat Menuju Indonesia Sehat
source: www.sehatnegeriku.kemkes.go.id

Orang yang tubuhnya kerdil biasanya mengalami kegagalan tumbuh kembang yang optimal, tidak sesuai pedoman kesehatan. Hal ini bisa disebabkan asupan gizi yang kurang sejak dia masih di dalam rahim ibunya, kurangnya sanitasi atau kebersihan diri dan lingkungan.

Stunting masih menjadi ancaman untuk kemajuan bangsa, karena dikhawatirkan perkembangan otaknya pun terganggu, daya tangkap kurang, sehingga akan mempengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah, di tempat kerja di saat-saat usia produktif nanti.

Untuk menuju Indonesia Sehat pada tahun 2020 nanti, Kemenkes Republik Indonesia mengajak seluruh masyarakat untuk membantu mencegah stunting di kemudian hari, manfaatnya supaya mereka mampu siap menghadapi kompetisi global secara emosional, sosial, fisik, dan mental, serta mampu berinovasi.

Penyebab stunting bisa dipengaruhi dari ibu yang lemah, kurang asupan gizi yang baik saat hamil, dan ketika bayi lahir pun tidak mendpat kesempatan hidup sehat di 1000 hari pertamanya.

Stunting bukan berarti lahir dari bapak dan ibu yang pendek. Ada kok anak yang bapaknya pendek eh dianya menjulang tinggi. Stunting tidak selalu dipengaruhi dari genetik. Paling penting adalah bagaimana membangun keluarga yang sehat, bersih, dan bahagia.

Kasihan jika setiap anak yang lahir memiliki berat badan dan tinggi yang tidak sesuai. Padahal mereka berhak menjadi generasi Indonesia sehat, kita semua ingin memiliki anak yang bisa membanggakan, setidaknya ada sumbangsih untuk kemajuan bangsa, Indonesia masih butuh generasi maju. 



Cegah Stunting Dengan 3 hal ini:


Pemerintah sebenarnya memiliki program Pencegahan Stunting agar Indonesia Sehat yang bisa kita terapkan pada kehidupan sehari-hari. Bisa dimulai dari 3 hal, yaitu perbaikan pola makan, pola asuh, dan sanitasi lingkungan. 

Apa saja itu?

1. Perbaikan pola makan

Seperti yang kita singgung sebelumnya, penyebabnya Stunting adalah kesalahan asupan gizi yang tidak seimbang sejak di dalam kandungan ibu, bahkan hingga lahir dan berusia 2 tahun. Anak tidak mendapat nutrisi yang baik di masa keemasannya, di masa 1000 hari pertama.

Akibatnya si kecil terlihat sering cengeng, rewel, lesu, lemah, kurang konsentrasi, kurang darah, mata rabun, sebentar-sebentar mencret, batuk, pilek, karena tubuhnya lemah kekurangan zat gizi makronutrien dan mikronutrien.

Kalau sudah begitu otomatis perkembangan otaknya jadi terganggu, daya tangkap belajarnya menurun, memiliki IQ rendah, langkah geraknya kurang, dan akan membuatnya jadi minder, tidak percaya diri.

Untuk itu semua ibu dan anak-anak harus memperbaiki pola makannya semakin baik. Bisa kenali dengan Konsep ‘Tumpeng Gizi Seimbang’ pengganti slogan 4 sehat 5 sempurna.


Cegah Stunting, Masalah Gizi Anak Saat Menuju Indonesia Sehat
Tumpeng Gizi Seimbang

Tumpeng ini menggambarkan pola hidup sehat yang ideal bagi setiap anggota keluarga. Selain makanan, kesehatan itu juga harus didukung dengan: 

1. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan menjaga kebersihan
2. Berolahraga teratur seperti jogging, bersepeda, berenang, dan lainnya.
3. Rajin memantau berat dan tinggi badan
4. Rutin minum air putih minimal 8 gelas sehari.
5. Makan makanan pokok sebanyak 3-8 porsi
6. Makan sayuran 3-5 porsi
7. Makan buah-buahan sebanyak 3 porsi
8. Makan sumber protein hewani dan nabati sebanyak 3 porsi
9. Serta membatasi konsumsi gula-garam-lemak


Agar mendapatkan hasil yang optimal, sebaiknya sajikan makanan dan minuman yang sesuai tumpeng gizi seimbang dengan prinsip gizi seimbang dengan “Isi PiringKu”

Apalagi ini? yaitu pedoman porsi sekali makan yang harus dikonsumsi. Isi piringku bisa menjadi patokan seberapa banyak yang bisa kita habiskan dalam beberapa menit.

Bisa dibayangkan kan, bahwa makanan pokok dan lauk pauk harus seimbang dengan sayuran dan buah-buahan. 50 % sebagai sumber makronutrien dan 50% lagi sebagai sumber mikronutrien.

Cegah Stunting, Masalah Gizi Anak Saat Menuju Indonesia Sehat
source: www.sehatnegeriku.kemkes.go.id
Manfaat makronutrien bagi tubuh adalah sebagai sumber kalori, protein, dan lemak. Sedangkan mikronutrien adalah sumber vitamin, mineral, dan serat alami. 

Dalam Isi Piringku ini, tergambar dari 2 bagian penting, terutama pesan yaitu perbanyak sayur dan buah. 

Ada apa saja di dalam ‘Isi Piringku’? Begini pedomannya:

👉 50% untuk kebutuhan makronutrien (karbohidrat, protein, dan lemak), yang berasal dari sumber makanan seperti nasi, ubi, singkong, sagu, jagung, kentang, roti, daging ayam, telur, daging, ikan, seafood, tempe, tahu, kacang-kacangan.
Yang terdiri dari: 
- 2/3 makanan pokok
- 1/3 lauk pauk hewani dan nabati

Artinya, sebaiknya anak-anak diberikan lebih banyak karbohidrat, sebagai sumber energi, karena biasanya mereka lebih banyak bergerak, lincah, dan bereksplorasi. Sedangkan protein hewani dan nabati dibutuhkan hanya 1/3 piring saja. 

👉  50% untuk kebutuhan mikronutrien (vitamin dan mineral), yang berasal dari sumber makanan seperti bayam, kacang panjang, daun ubi, kangkung, labu, wortel, brokoli, tauge, apel, jeruk, jambu biji, pisang, melon, nanas, semangka, anggur, dan lainnya.

Terdiri dari: 
- 2/3 sayur mayur
- 1/3 buah-buahan


Supaya anak suka makan sayur, suguhi dalam bentuk kekinian, seperti nasi goreng badut, salad buah potong, kentang kukus isi gado-gado, somay ikan wortel, bolu brokoli, nugget ayam bayam, dan minuman smoothies pepaya tomat yang menyegarkan

Cegah Stunting, Masalah Gizi Anak Saat Menuju Indonesia Sehat

           
Perlu dipahami, perut anak-anak itu masih kecil bentuknya, tidak bisa dipaksakan untuk melahap semua makanan dalam porsi besar. Sebaiknya berikan dalam porsi kecil tapi sering. 

[Baca Juga: EMINA Cheese Stick, Solusi Praktis Buat Anak Aktif Yang Susah Makan]

Jangan heran jika mereka susah makan, karena bisa saja stress harus menghabiskan makanan dalam porsi banyak. Anak malas makan bisa jadi karena trauma, lho. Takut diomelin..*uhuk!

Sebaiknya, berikan 3 kali makanan utama dan 3-4 kali makanan snack sehat. Normalnya berikan jeda waktu setiap 2-4 jam sekali. Jumlah penyajiannya disesuaikan dengan kebutuhan energi masing-masing anak.

Cegah Stunting, Masalah Gizi Anak Saat Menuju Indonesia Sehat


Pastikan dalam porsi yang sedikit, tapi sering. Misalkan nasi semangkuk kecil, ditambah ½ potong daging, ½ porsi tempe/tahu, dan 1 mangkuk sayur, atau segelas kecil jus buah.

Sebagai contoh lihat table di bawah ini:
Jam
Makanan/Minuman
07.00
Nasi goreng isi telur, bakso, wortel cincang
08.30
Segelas susu
10.00
Snack pudding buah mangga
12.00
Nasi, telor pindang, tahu bacem, sayur bening bayam labu jagung
14.00
Snack buah potong/ kue pisang
16.30
Snack biscuit dan jus buah
19.00
Nasi, bola-bola ayam cincang, tempe orek kecap, sayur sop wortel brokoli
20.30
Segelas susu sebelum tidur

Jangan lupa variasikan dalam penyajian, karena kandungan nutrisi yang ada dalam satu jenis makanan bisa jadi tidak ditemukan dalam jenis makanan lainnya. Sehingga dapat membantu pemenuhan gizi seimbang pada si kecil.

Jangan sering berikan mereka jajanan instan sembarangan, karena kadar gula, garam, dan lemaknya sangat tinggi, seperti chitos, mie kremes, oreo, beng-beng, dan sebagainya. Membuat mereka kenyang sebelum menyantap hidangan makanan utama yang sehat.

Padahal anjuran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pun penggunaan Gula-Garam-Minyak Goreng per hari harus dibatasi, secara berurutan adalah 4 sendok makan, 1 sendok teh dan 5 sendok makan.

Nah, tugas ibu menjaga agar mereka tidak minta jajan atau ngemil makanan manis, sebelum waktu makan. Setidaknya beri jarak sekitar 2-3 jam, agar perut mereka kembali lapar dan nafsu makan meningkat.

Jika memang benar-benar ingin membelikan jajanan, pastikan berikan manfaat susu sebagai penambah cairan dan nutrisi pada tubuh. Salah satunya berikan susu pertumbuhan yang mengandung zat nutrisi penting yang menunjang prestasinya seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.

Susu kan penting, antara lain untuk:
- Menunjang kesehatan tulang dan gigi, seperti kalsium dan vitamin D
- Mengoptimalkan perkembangan otak, seperti minyak ikan, omega 3 & 6
- Membantu mempertahankan daya tahan tubuh, seperti vitamin C dan zink
- Membantu menyehatkan saluran pencernaan, seperti serat pangan, inulin, dan vitamin B kompleks

Cegah Stunting, Masalah Gizi Anak Saat Menuju Indonesia Sehat


Manfaatnya jika kita memberikan si Kecil susu 2x sehari, insyaallah nutrisi harian mereka terjamin dengan baik, selain dari makanan pokoknya. Biasakan minum susu di rumah, dan sediakan susu UHT dalam bekal si Kecil untuk menghindari jajanan tidak sehat yang berlebihan saat ia beraktivitas di luar rumah.


2. Perbaikan pola asuh


Yuk, mulai perbaikan pola asuh terhadap anak-anak, tebalkan mereka dengan iman dan taqwa, jauhi zina dan sex bebas, serta hal-hal buruk lainnya. Persiapkan mental mereka untuk selalu hidup baik dan optimis, rajin berolahraga, pandai bersosialisasi, dan rutin beribadah.

Anak-anak memiliki gizi yang seimbang tidak akan terkena stunting, akhirnya bisa beraktifitas dengan baik, dan melakukan pola hidup bersih. Semakin banyak terciptanya anak generasi Indonesia sehat, semakin banyak anak yang berprestasi di masa depan.

Jangan lupa, peran ibu sangat penting dalam membentuk pola asuh dan mencegah stunting ini. Sudah saatnya ibu menimba ilmu agar dirinya dan keluarganya sehat, bisa mengkonsumsi makanan bergizi dan seimbang, memberikan ASI hingga 2 tahun, menyiapkan MPASI (makanan pendamping ASI) dengan baik.

Tidak lupa untuk turut serta mendukung program Pekan Imunisasi Nasional, agar generasi Indonesia Sehat memiliki kekebalan tubuh yang optimal sehingga tercegah dari penyakit menular.


3. Perbaikan Sanitasi Lingkungan

Siapa sih yang tidak ingin lingkungannya bersih dan nyaman? Semua pasti mau dong hidup dengan udara yang sejuk, banyak pepohonan, bebas nyamuk, tersedia air bersih, dan suasana indah.

Untuk itu alangkah baiknya, stunting bisa dicegah bila semua masyarakat bahu membahu menciptakan lingkungan yang sehat, hijau, bersih, bebas asap rokok dan membuang sampah pada tempatnya.

Tak lupa peran serta ibu-ibu PKK dan para medis sangat diharapkan untuk membantu dan membimbing para ibu-ibu di kota maupun desa agar tercipta pemerataan kesehatan yang adil dan makmur.


Itulah ketiga hal yang dapat mencegah pertumbuhan Stunting meningkat di masyakarat. Pemerintah khususnya Kementrian Republik Indonesia berharap pada tahun 2020 nanti Indonesia sudah menjadi sehat, masyarakatnya siap menyongsong kemajuan global tanpa gagap teknologi.

Salam sehat...!

44 komentar:

  1. Dulu pas TB sekitar umur 2 tahunan lebih, anak saya pernah dibilang dokter kayak anak stunting, Bun. Langsung disuruh kebut pemenuhan gizinya. Ngeri juga sih emang efek jangka panjangnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah mamanya hebat bisa ngebut kejar pemenuhan gizinya, semoga anak-anak kita senantiasa sehat ya mbak, bebas stunting

      Hapus
  2. Thanks for sharing Bunda... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama terimakasih sudah mampir untuk membaca tips generasi maju ini, bunda Amy :)

      Hapus
  3. Setelah anak2 gede >10 tahun malah milih2 makannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin bosan disuguhinnya itu-itu aja bang

      Hapus
  4. Anakku yang pertama mba yang masih suka pilih-pilih makanan.. bilangnya "aku ngga suka" dan kao yang kecil kebaikannya.. Ahamdulillah makan apa saja yang aku siapkan mau.. kreasi makanan yang bikin anak mau makan, khususnya yang kurang suka makan sayur dan buah.. tips dan jadwal pemberian makanannya sangat membantu nih mba.. thanks for sharing

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya harus kuat ,membujuk anak supaya doyan makan ya mbak. terimakasih sudah mampir

      Hapus
  5. Wah aku jadi lapar mbak.., anak harus sehat dan cerdas juga berakhlak baik, awal mulanya dari asupan gizi makanan :)

    BalasHapus
  6. Informatif banget nihhh... banyak orang tua hanya sekedar memberi makan tanpa tahu asupan gizi yang penting ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, jangan asal memberikan asupan makanan

      Hapus
  7. Tetanggaku ada yang anaknya kecil bgt, malah setinggi balita badannya padahal udah kelas 2 SD. Kasian sih emang liatnya, jd ga bisa tumbuh optimal

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga orangtua bisa segera memperbaiki pola makannya, jadi si anak bisa tumbuh optimal

      Hapus
  8. Jadi orang tua memang butuh tau banyak informasi, terutama yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak. Lebih spesifik lagi asupan gizinya.
    Gizi yang baik akan jadi basic perkembangan anak

    BalasHapus
  9. Urusan isi pirig kliatan sederhana tapi teryata memang sangat berpengaruh ke tumbuh kembang anak. Aku slalu upayakan anakku syuran juga mba walaupun pelan pelan tapi dia suka kayak pecel dan sop ayam

    BalasHapus
    Balasan
    1. sederhana dan kadang susah susah gampang, haha..

      Hapus
  10. Makin nambah info untuk gizi asupan makanan Anak nih.
    Pengalamanku waktu harus atur pola makan Alfath yang sempet alergi dairy food cukup berharga, banyak yang komen "repot yaa punya anak alergi", tapi sesungguhnya itu ajang untukku untuk terus mencari tahu info dan ilmu lebih banyak lagi. Setelah sempat "tertinggal" berat badannya, setelah usia 3 tahun Alhamdulillah akhirnyadapat mengejar ketinggalan BB-nya dengan effort luar biasa tapi leganya juga luar biasa, alergi semakin hilang, gak ada pantang2 makanan atau minuman lagi tapi tetap dipantau terus. Gak nyangka kalau Dunia Motherhood akan se-berwarna ini, haha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah Alfath punya mama yang peduli dan hebat deh

      Hapus
  11. Generasi maju tanpa 3 masalah yang paling berat adalah obesitas. Malas olahraga sukanya main gadget dan makan jung food. Mau tidak mau si abak diet dan di ajak olahraga bersama keluarga dan teman seperti jalan pagi atau main sepak bola

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ,mbak, ternyata masih banyak kasus obesitas anak yang dapat menghambat perkembangannya

      Hapus
  12. Iya mba kebutuhan gizi anak hrus kita penuhi walapun kdang pusing ngatur menunya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. insyaallah kalau udah tau ritmenya gak pusing lagi ngatur menunya

      Hapus
  13. Masalah gizi ini dapur emak ya sumbernya, kadang kita lelah asal bikin menu dan anak kenyang, duh

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, perlu belajar lagi deh nih untuk masalah gizi anak dan pola makannya

      Hapus
  14. Anak2ku aku suruh suka semua makanan. Meskipun mungki agak 'kejam' hihiii tapi mereka ga bikin rempong tiap makan. apa aja masuk perut lah haha alhamdulillaah. Tentu didukung asupan begizi lainnya ya seperti susu. Betul juga kata mb Lia nih kasih anak porsi kecil atau sedang biasa aja yang penting sering. Tq infonya ya baus bermanfaat :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih sudah berbagi cerita, memang sebaiknya porsi kecil tapi sering :)

      Hapus
  15. klo keponakan saya itu paling ga suka sayuran.udah dicoba macam-macam tetap aja ga mau

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini perlu trik khusus supaya dia gak tau kalau di dalam makanan favoritnya ada terkandung serat sayur

      Hapus
  16. Jadwal makannya boleh nih dicontek. Stunting ini masih jadi masalah di Indonesia. Kirain karena genetik aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. stunting itu bisa jadi karena orangtuanya juga stunting, tapi intinya bisa dicegah mata rantainya agar anak tidak tumbuh pendek lagi, yaitu dengan pola gizi yang seimbang

      Hapus
  17. Membantu banget nih dengan panduan lengkap gizi seimbang dan contoh sederhananya

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih banyak atas kunjungannya :)

      Hapus
  18. Terlalu kurus salah, terlalu endut salah hehe, yg sedang2 ajaaaa... #singing
    Pokoknya anak sehat dan tumbang sesuai milestones sih mbak kalau aku yaaa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. yups, kayanya tau nih lagu, haha
      Yoi dong, sehat dan baik tumbuh kembangnya harus didukung dari asupan yang sehat dan seimbang juga

      Hapus
  19. Soal stunting ini, sedih juga karena masih banyak anak2 Indonesia yg ngalamin stunting. Semoga dengan kehadiran SGM UHT yg harganya sangat terjangkau bikin anak2 Indonesia makin suka minum susu

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin, semoga generasi Indonesia semakin maju

      Hapus
  20. masalah saki sekarang itu, ga suka makan nasi mbak, jadi aku kasih penggantinya aja, seprti roti atau bahan gandum lainnya. makasih sharingnya ya mbak .. menunya oke banget itu, bsia jadi panduan menu sehari anak anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak papa lagi gak suka nasi, cari sumber karbohidrat lainnya..

      Hapus
  21. Waini, klo kenyang sm jajanan pantes anak jd ga doyan makan makanan utama ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya udah kena jajanan duluan, akhirnya malas makan nasi dan lauknya

      Hapus

Agar tidak spam pada komentar, gunakan akun Google kamu. Atau kirim email ke: info.narasilia@gmail.com. Thank you ❤

Pengikut:

Lia Lathifa's Medium Audience Badge