Pengalaman Anakku Operasi Amandel di RS. Bina Husada Cibinong

Operasi Amandel Anak di RS. Bina Husada Cibinong
Recovery pasca operasi amandel anak

"Amandel mah jangan dioperasi, nanti anaknya tambah sakit-sakitan. Kan fungsinya buat melawan penyakit. Kenapa gak minum herbal lamandel aja. Anakku cocok lho, jarang bengkak lagi".

Jika mendengar saran seperti itu, aku cuma bisa tersenyum, mengiyakan. Padahal lidah ini sudah tak tahan ingin menjawab panjang kali lebar sama dengan luas. Gimana ya? setiap anak kondisinya berbeda, daya tahannya beda, gak bisa minum obat yang sama.

Kasus anakku ini sudah lama, sejak kelas satu SD. Kala itu dokter tidak menyarankan untuk operasi pengangkatan amandel, karena berat badannya masih kurang, terbilang kurus. "Tunggu sampai gedean lagi ya. Kira-kira umur 10 tahun. Sekarang perbanyak saja minum air putih, vitamin, dan banyak makan buah sayur, kuatin imunnya".

Dalam perjalanan waktu, kami lakukan saran dokter. Pernah mencoba memberinya terapi herbal, tapi tiap bulan ada saja sakitnya. Ingusan, batuk berdahak, mengeluh sakit di bagian leher, sulit menelan, kadang nyeri sampai ke telinga, kemudian demam. Kasihan melihatnya. Kalau tidur pun jadi mendengkur. "Ih, perempuan kok ngorok?"


Jangan Abaikan Amandel Bengkak, Konsultasikan ke Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT)


Operasi Amandel Anak di RS. Bina Husada Cibinong
Pemeriksaan THT

Sampailah usianya memasuki 11 tahun, berat badannya sudah ideal, aku kembali membawanya ke dokter spesialis THT di RS. Bina Husada Cibinong. Ditangani oleh dr. Herly Permadi Agoeng, Sp.THT-KL yang super baik,
friendly, komunikatif, dan pembawaannya ceria, bahkan kita boleh berfoto. Bikin anakku percaya diri.

Dalam konsultasi tersebut, dokter menerangkan, amandel bukan satu-satunya pelindung imunitas anak. Masih ada sistem lainnya yang bisa melindungi tubuh anak dari penyakit. Tujuan operasi pengangkatan amandel justru baik, membuang sumber infeksi. Jika sudah sering bengkak, jangan dibiarkan, malah akan menimbulkan masalah baru pada hidung dan telinga, bisa mengganggu tumbuh kembang anak.

"Bu, ini amandelnya sudah lengket ke tengah, kasihan. Nanti bukan hanya diambil jaringan amandelnya saja ya, tapi polip di bagian hidungnya juga harus dilaser supaya tidak menghambat jalan pernafasannya. Sekalian, sebentar kok prosesnya", saran dokter.

"Jadi kapan operasinya, dok?", tanyaku. Bersyukur karena masalah hidung dan tenggorokan anakku jadi ketahuan semua.

"Besok lusa juga bisa. Hari Kamis. Tenang aja, rawat inapnya cuma sehari aja kok, bisa langsung pulang besoknya, asal badannya tetap sehat, tahan dulu jangan sembarangan jajan. Bagaimana?", ujar dokter.

"Hah, langsung dok?", sahutku sambil melirik Selma, khawatir dia kaget.

"Ya, lebih cepat lebih baik. Selma gak usah takut, pokoknya habis operasi kamu boleh makan apaaa aja, kecuali yang pedas-pedas dan panas. Makan es krim? Bolehhh.. Enak kaaan jadi gak dilarang-larang lagi. Semangat ya!" bujuk dr. Herly.

Mata anakku berkaca-kaca, seperti terharu mendengar ucapan dokter. Entah dia merasa bahagia bakal bisa beli es krim sepuasnya, atau kaget, lusa mendadak harus dioperasi. Sepertinya bercampur aduk.

"Besok Selma harus periksa ke dokter anak dan dokter anestesi dulu. Jika semua oke, Kamis pagi langsung datang ke ruang UGD, untuk mendaftar kamar dan operasi. Insyaallah operasi akan dilaksanakan habis zuhur jam satu. Jangan lupa kamu puasa dulu 6 jam sebelum operasi. Ini surat rujukannya ya", jelas suster.

Keesokan harinya, aku mengantar Selma ke dua dokter sekaligus sesuai anjuran suster. Kondisi anakku diperiksa, ditanya riwayat penyakitnya. Alhamdulillah hasilnya bagus, artinya operasi pengangkatan amandel bisa langsung dilakukan segera.


Proses Operasi Pengangkatan Amandel, Cepat dan Singkat


Tepat jam 06.00 esok pagi di hari Kamis, kami sampai di UGD untuk menunggu daftar masuk ruang kamar rawap inap. Membawa semua berkas rujukan dari dokter di poli. Selma sudah dalam keadaan berpuasa untuk enam jam ke depan. Kami berdua menjalani test antigen, hasilnya negatif. Untuk proses operasi, pasien pun mendapat fasilitas tes swab PCR, gratis.

Operasi Amandel Anak di RS. Bina Husada Cibinong

Walau terlihat tegar, tapi kutahu hatinya sedang berkecamuk, rapuh. Menjelang pukul 12 siang, suster datang, memasang infus, dan menyuruh ganti baju khusus operasi berwarna putih, seketika ekspresinya terlihat murung. Matanya melirik kepadaku, bibirnya bergetar menahan rasa ingin menangis.

"Banyak dzikir, mbak. Biar kamu tenang. Jangan tegang", bujukku sambil mengusap punggungnya dan membantu berganti baju.

Tak berselang lama, Selma dibawa menggunakan tempat tidurnya menuju kamar operasi. Saat berpisah di pintu masuk, dia terisak-isak. Dia takut dan meminta ditemani sejenak saja. Untung dokter Herly mengizinkanku berada di dalam, agar Selma tidak tegang dan tidak mempengaruhi tekanan darahnya saat dioperasi nanti.

Operasi Amandel Anak di RS. Bina Husada Cibinong
Mengajak welfie biar happy dan tenang

Setelah Selma mulai tenang, suster memintaku untuk menunggu di luar. Tak terasa, hampir 45 menit, operasi selesai. Wow cepat juga ya. Aku pun kemudian dipanggil masuk ke ruang konsultasi, bertemu dokter. Beliau memberikan hasil amandel di dalam tabung kecil. "Silahkan dibawa pulang, mau buat koleksi di meja belajar? Boleh. Atau mau ditanam juga boleh".

Operasi Amandel Anak di RS. Bina Husada Cibinong
Amandel (Dok. Pribadi)

Aku tersenyum sambil menerima tabung kecil tersebut. "Bagaimana kondisi anak saya, dok?".

"Alhamdulillah bagus, walau tadi darahnya sempat nyembur karena sebelumnya dia tegang, tapi bisa kami tangani. Benjolan di hidung juga sudah dilaser. Habis ini ibu boleh menemaninya, sepertinya pengaruh obat biusnya sudah mulai berkurang, jadi dia akan terbangun sebentar-sebentar."

Aku mengiyakan perintah dokter. Dan benar saja, kehadiranku disambut tangisan Selma, tangannya mengelus-elus lehernya, dia mengeluh sakit. Matanya setengah terbuka, kemudian kembali terpejam, tertidur. Oalah, masih nge-fly ternyata.

Hampir satu jam kami berada di ruang recovery ini, lalu kembali pindah ke kamar rawat inap. Selma baru benar-benar tersadar menjelang maghrib. Suster mulai menyarankan agar Selma makan bubur sumsum dan minum obat sirup oral, terdiri dari:
• Obat batuk hitam,
• Proris anti demam dan nyeri
• Antibiotik Cefixim
Ditambah Breathy natrium klorida, obat tetes hidung, agar jaringan di dalamnya cepat kempes setelah dilaser.


Biaya Operasi Amandel Anakku


Operasi Amandel Anak di RS. Bina Husada Cibinong
Kamar anak kelas 3 (Dok. Pribadi)

Alhamdulillah, walau kami menginap di kamar kelas 3, kami dapat kamar yang luas dan nyaman, dekat jendela. Pasiennya cuma bertiga. Tidak ada yang berisik, hanya terdengar sayup-sayup suara televisi, drama Indosiar, tontonannya emak pasien sebelah. Suasananya benar-benar homey dan nyaman. Selma jadi puas beristirahat.


Esok siang, dokter Herly datang, memeriksa bagian dalam tenggorokan dan menyenter bagian lubang hidung Selma. Beliau berkata: "Alhamdulillah sudah terlihat putih-putihnya, artinya proses penyembuhannya bagus, tinggal tunggu sampai seminggu ke depan, lalu kontrol ke sini lagi ya!".

"Terimakasih banyak dokter".

"Sore ini Selma sudah boleh pulang. Atau kamu masih mau bobo di sini? Gak papa sih kalau masih betah," kelakar dokter.

"Mau pulang aja, dok", pinta Selma

"Oke, nanti di rumah banyak istirahat ya. Makan makanan bernutrisi tinggi untuk mencegah infeksi. Makanan lunak, boleh yang dingin-dingin, susu dingin, jus buah dingin, es krim susu. Jangan makan panas dan pedas. Obatnya diteruskan sampai habis. Sehat terus ya, Selma. Dokter pamit".

Operasi Amandel Anak di RS. Bina Husada Cibinong
Obat yang diminum dan diteteskan (Dok. Pribadi)

Kami sangat lega dan senang. Proses kepulangannya pun mudah. Untuk biaya proses operasi pengangkatan amandel ini total sekitar 16 jutaan. Ada pun rinciannya adalah:
• Kamar kelas 3: Rp. 270.000 (2 hari)
• Biaya rawat, Lab, dan obat-obatan: 4 jutaan
• Biaya kunjungan dokter spesialis:  200 ribuan
• Biaya Bedah Sedang: 11 jutaan (sudah termasuk biaya ruang bedah, ruang recovery, anestesi, obat-obatan)
Alhamdulillah semua disetujui asuransi kantor, kami semakin lega karena tidak ada selisih apa pun. Katanya sih di sini juga bisa pakai BPJS, tapi kami sudah terlanjur pakai Generali.

Seminggu di rumah, Selma sudah semakin sehat dan enak menelan. Dan sampai kini tidak lagi mendengkur saat tidur. Sudah jarang demam. Suaranya tidak sengau lagi. Semoga cerita pengalaman ini bermanfaat buat kalian yang juga ingin melakukan operasi amandel. Jika sudah kronis, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter THT ya!



18 komentar:

  1. Uwowwww ya biayanya, emang operasinya lumayan sih.
    Saya juga punya amandel nih, sejak kecil masalahnya.
    Tapi nggak berani operasi.

    Pertama, keluarga kami dulu, biar kata keluarga nakes, tapi paling parno sama operasi.
    kedua, biaya, hehehe.

    Dulu sering banget saya bermasalah dengan pernafasan, dan saya kalau batuk, udahlah sembuhnya lama, menyiksa banget karena lendir menutup pernafasan hidung dan tenggorokan, huhuhu.

    Jadinya kudu jaga kesehatan banget, jaga imun.
    Alhamdulillah sih sekarang udah jarang sakit :)

    Semoga kita semua selalu sehat ya, terutama adik Selma :)

    BalasHapus
  2. Paling seneng kalau ketemu dokter yang vibes positif kaya dokter Herly gini, bikin anak gak takut terlebih jika mendengar harus operasi, walau operasi kecil tetap saja bikin nyali ciut hehe

    BalasHapus
  3. Alhamdulilah biayanya diganti ya?
    Saya dan kakak saya juga punya amandel yang sering bikin masalah
    Tapi hanya kakak yang diangkat amandelnya karena bengkaknya hampir menutupi kerongkongan

    BalasHapus
  4. Saya pernah mengalami bagaimana amandel yang infeksi berulangkali tuh menganggu banget. Ada suatu saat sampai minum pun rasanya perih. Jadi gak bisa makan. Otomatis kondisi tubuhpun menurun. Mau bergerak dan bekerja juga sangat tidak nyaman. Akhirnya ya harus dioperasi. Karena membiarkan sesuatu yang terus mengganggu di dalam tubuh, efeknya pasti gak baik kedepannya.

    BalasHapus
  5. Sehat-sehat selalu ya Selma.
    Alhamdulillah dukungan dari keluarga, dokter dan suasana di rumah sakit jadi penyemangat ya untuk lekas pulih.

    BalasHapus
  6. Beruntung dapat dokter yang baik, sehingga anak ketika ingin operasi amandel udah ga takut karena dokternya bisa menenangkan hati anak

    BalasHapus
  7. Selma anak hebat. Alhamdulillah operasi amandelnya berjalan lancar ya mbak. Biayanya juga lumayan kalo keseluruhan. Untung juga udah di cover sama asuransi kantor. Moga kita semua sehat terus yaa

    BalasHapus
  8. wah kakak Selma ternyata habis operasi amandel ya, semoga selanjutnya sehat teruss yaa

    BalasHapus
  9. Alhamdulillah adek Selma sudah dioperasi amandel nya mbak ya
    Perlahan semoga pulih
    Memang kalau saat lagi dibutuhkan lalu bertemu dokter yang baik dan perhatian atau tidak menakutkan, jadi penambah semangat sekaligus motivasi utk dapat melakukan operasi ya mbak

    BalasHapus
  10. Sebenernya agak gimana ya kalau lihat anak dioperasi tuh, tapi kalau gak dioperasi kasian ke anaknya. Semoga lekas sembuh yaa buat anaknya..

    BalasHapus
  11. Syafakillahu sholihaa..
    Semoga Allah mudahkan dan sehatkan kembali, gak ada sakit-sakit lagi..

    Memang anak kalau sudah sakit tuh..rasanya hati orangtua bagaikan patah yaa.. Rasanya ingin menggantikan sakit sang anak. Tapi anaknya alhamdulillah, tabah dan kuat. Semoga menjadikan keberkahan di kemudian hari..

    BalasHapus
  12. Semoga selalu sehat2 ya mba. Masih bingung ya kenapa bisa timbul amandel padahal gejalanya hampir sama dengan penyakit biasa..

    Semoga setelah nih selalu sehat ya de Salma..

    BalasHapus
  13. Alhamdulillah Selma udah selesai operasi amandel. Semoga abis ini sehat terus ya. Seneng gak setelah itu jadi bisa puas makan es krim? :D

    BalasHapus
  14. Anaknya punya amandel, di musim begini jadi khawatir juga karena anak hobi minum minuman dingin. Duh operasinya mahal banget, tapi enggak heran karena ini organ dalam dan termasuk penting. Semoga lekas membaik anaknya, terima kasih sharingnya!

    BalasHapus
  15. Beneeer mba. Kondisi masing2 anak itu ga sama. Ada yg memang amandel hrs diambil, drpd dia sakit2an trus. Aku termasuk yg dioperasi amandel kls 1 SD. Krn dari bayi udh sakit2an. Tidur ngorok Krn amandel sering bengkak. Kalo kata papa, seminggu sehat, 3 Minggu sakit. Gitu aja siklusnya. Akhirnya dokter tht bilang wajib diambil amandelnya, tp nunggu kls 1 SD.

    Naah anakku yg nomor 1 nih, ada masalah juga di hidungnya. Pernah diperiksa adekku yg dokter tht . Tapi Krn si Adel jauh di Sibolga, jadi belum sempet lagi mau cek legkap. Anakku cuma mau Ama tantenya 😂. Kalopun hrs operasi, mau dioperasi, cuma mau sama adekku. Yo wislaah tunggu aps mudik panjang ke Sibolga 😅. Untungnya dia blm separah kayak aku dulu

    BalasHapus
  16. Mbak, pertama kali ketahuan sejak kelas 1 SD itu gimana awalnya?

    Alhamdulillah tapi sekarang sudah ditangani sama dokter yang tepat ya. Mudah-mudahan sehat terus anaknya. Biaya operasinya lumayan juga ya hehehe

    BalasHapus
  17. Sehat selalu ya Selma, memang kalo anak sakit sudah pasti bikin orang tua panik ya kak, Alhamdulillah ikut lega sekarang sudah bebas dari amandel, semoga lekas pulih seperti semula y

    BalasHapus

Untuk mencegah spam, yuk gunakan akun google untuk berkomentar. Jika ada pertanyaan khusus, silahkan kirim email ke: info.narasilia@gmail.com. Thank you so much ❤