8/28/2017

Allergy Expert: Bijak Mengatasi Alergi Pada Anak Sejak Dini

Allergy Expert: Bijak Mengatasi Alergi Pada Anak Sejak Dini
Seminggu ini, anak-anakku sedang batuk pilek, terutama Syadid si kecil, ingusnya terus aja meler. Ditambah lagi kulitnya ruam kemerahan seperti kena alergi. Tidak dipungkiri, cuaca di tempat kami memang benar-benar panas dan berdebu. Kalau sudah begini Syadid tuh suka jadi malas main, rewelnya minta ampun, aktifitasnya juga jadi berkurang, maunya nempel saja digendonganku.


Allergy Expert: Bijak Mengatasi Alergi Pada Anak Sejak Dini


Ditambah kakaknya, Shidqi, yang ikut mengeluh batuknya membuat dirinya sesak, maklumlah memang sejak kecil dia selalu begitu, ada keluhan pada bagian paru-paru, ditambah kakinya selalu saja muncul bisul-bisul kecil, muncul nanah dan rasanya nyeri. Itu juga bertanda imunitasnya menurun. Kalau sudah begitu, Shidqi minta izin untuk tidak sekolah. *Hufft..


Gimana gak pusing dengan masalah yang dialami anak-anak kami. Yap, jujur, anak-anakku memiliki bakat turunan alergi dari ayah bundanya. Gak bisa kena debu dan panas, kulitnya mudah sekali bereaksi gatal atau ruam. 

Dokter anak langganan kami menyatakan, jika ayah ibunya ada gejala alergi, maka anak-anaknya pasti juga gampang kena alergi. Katanya anak yang mudah alergi itu susah gemuk dan sering sakit-sakitan. Jika alergi selalu datang berulang itu menjadi penghalang aktifitas anak-anak, sehingga bisa menyebabkan kesuksesan terhambat.

Lagi-lagi masalah kesuksesan, siapa sih yang tidak mau anaknya sukses? Hampir semua orangtua mengharapkan generasi penerus mereka hidup sukses dalam karir maupun rumah tangga kelak. Tetapi bagaimana jika anak kita memang ditakdirkan memiliki bakat alergi?

Meskipun bisa bersabar, tetapi kalau ada omongan orang lain yang suka membanding-bandingkan kualitas kesehatan anak kita, ya tetep saja emosi, ngedumel:
Salah siapa?
Salah teman-teman guwe?
Salah diri guwe?
Salah suami guwe?
*beuhh, berasa Cinta di AADC

Kenali Alergi Lebih Ahli


Apa benar alergi dapat menghambat kesuksesan anak?

Yayaya.. Secara logika sih benar. Bayangkan, hanya karena kena debu, dingin, kemudian anak batuk, pilek, kemudian lesu, semangat bermain dan belajar berkurang. Belum lagi alergi makanan, mendadak buang air terus menerus, muntah, anemia, lalu lemas, dan malas beraktifitas. Begitu seterusnya.

Allergy Expert: Bijak Mengatasi Alergi Pada Anak Sejak Dini

Lalu harus bagaimana?

Selain tetap mendukung aktifitas dan kepercayaan diri si kecil, kita harus bisa mempersiapkan makanan yang bergizi agar mereka sukses bebas alergi. Ada baiknya kita kenali alergi lebih ahli.

Beruntung pada minggu pagi kemarin, aku sempat mengikuti Special Day For Mom, mengupas Allergy Sharing Session dengan tema: “Jangan Biarkan Alergi Menghambat Kesuksesan Si Kecil”. Sesi ini ditayangkan Live di Facebook Nutriclub Indonesia selama 1 jam.

Acara ini bertujuan agar para mom, bunda, dan orangtua bisa kenali alergi sehingga dapat mengatasi lebih ahli, lebih mengerti, lebih bijak dan tenang menghadapi masalah alergi.

Acara yang juga melibatkan ahlinya masalah alergi anak, yaitu DR. Dr. Zakiudin Munasir, SpA (K) selaku Konsultan Alergi Imunulogi Anak membahas indikasi alergi, dampak alergi susu sapi terhadap kesehatan si Kecil dan solusi untuk alergi, didukung oleh Nutrilon Royal Soya bersama ibu Dyah Basorie selaku Brand Manager Nutrilon Royal Soya.

Allergy Expert: Bijak Mengatasi Alergi Pada Anak Sejak Dini
Dokter Zaki menjelaskan, kita bisa mengenali alergi dari gejala dan melihat riwayat dari ayah dan ibunya. Jika ayah dan ibu membawa bakat alergi, maka 80% anak akan mengalami alergi. 

Namun jenis alerginya belum tentu sama, misalkan ibunya alergi asma kemudian anaknya belum tentu kena asma, bisa saja si anak alergi kulit seperti eksim atau ruam kulit. Jika ayahnya punya alergi dingin, ruam kulit, mungkin anaknya mengalami reaksi alergi dingin atau asma. 

Dengan kondisi seperti itulah, kita harus lebih bijak mengatasi alergi pada anak sejak dini.

1. Gejala Alergi:

Alergi itu adalah reaksi penolakan terhadap protein asing yang tidak bisa dicerna dengan baik oleh tubuh. Akibatnya memunculkan melalui reaksi tubuh, seperti bersin, pilek tak kunjung sembuh selama 12 hari, batuk, asma, biduran di kulit, eksim, muntah, diare atau bahkan sembelit, ada darah pada anus dan tinja, bahkan tinggi badan serta berat badan tidak bertambah.

Kenali alergi dengan melihat seringnya penyakit yang datang berulang. Jangan anggap anak batuk pilek itu hanya hal biasa, cek apakah ini memang alergi atau karena kena bakteri dan virus. Apa memang kulitnya eksim berulang, bisul, dan sebagainya karena makanan atau karena psikis.


sumber: www.nutriclub.com/allergyexpert

Bahkan anak yang diare belum tentu karena dia keracunan atau kena bakteri. Bisa jadi karena alergi susu sapi. Gejala umumnya, tinjanya berdarah, muntah. Tapi anak yang seperti ini tetap bisa bermain dan ceria, tanpa merasakan demam dan mulas. Berbeda dengan anak yang kena disentri yang biasanya diare diiringi dengan perut mulas dan lemas. Disentri kan disebabkan karena kuman.


2. Pemicu Alergi:

Biasanya pemicu alergi bukan saja dari makanan, ada beberapa faktor menjadi pemicu munculnya alergi pada anak, seperti tabel dibawah ini:

Pemicu Dalam
Pemicu Luar
Susu sapi, telur
Debu, jamur lembab
Seafood
Serpihan sayap kecoa
Kacang-kacangan
Udara dingin
Obat-obatan, antibiotik
Bulu atau air liur hewan.


3. Dampak alergi jika dibiarkan

Pada tahun 2000, pihak kesehatan sepakat agar para penderita alergi harus menjauhi makanan pemicu alergi. Tetapi anak malah mengalami malnutrisi.

Jika anak malnutrisi, maka dampaknya menghambat tumbuh kembang dan mempengaruhi kesuksesannya di masa depan. Jika kurang gizi, daya tahan anak akan menurun, jadi lesu, kurang percaya diri, tinggi badan dan berat badan tidak naik, akibatnya semakin alergi.

Apalagi anak yang alergi susu sapi, biasanya akan mengalami diare atau muntah, dikhawatirkan dia akan mengalami anemia berat, sehingga sel darah merah yang diperlukan tubuh pun berkurang, akibatnya anak akan mengalami malnutrisi.



4. Solusi Mencegah Alergi 

Karena berdampak pada masalah gizi anak, akhirnya diadakan uji analisa kembali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang diberikan makanan pemicu alergi dalam porsi sedikit demi sedikit, ternyata mampu menyesuaikan diri terhadap gejala alergi tersebut.

Dan pada tahun 2015, praktek pemberian makanan pada anak alergi diubah. Sesuai catatan Dr. Gary Wong dari New England Journal of Medicine, Anak alergi tetap boleh diberikan makanan apa saja, tanpa khawatir terhadap makanan pemicu alergi. Dengan bebas makan apa saja, lama kelamaan anak akan toleransi terhadap makanan yang mereka makan, alergi pun berkurang.

Feed your children and hope that they will eat

Begitu pun pada tahun yang sama, IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) mengeluarkan panduan untuk pencegahan alergi dan merekomendasikan hal sebagai berikut:

1. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, hal ini bermanfaat untuk mencegah munculnya penyakit alergi.

2. Jika dokter sudah mendiagnosa alergi si kecil, sebaiknya berikan formula hidrolisat parsial hingga 4-6 bulan untuk mencegah alergi kulit seperti dermatitis atopik, tetapi bukan pada asma.

3. Pemberian makanan padat dapat diberikan mulai usia 6 bulan secara bertahap sesuai usianya bertumbuh.

4. Diet terhadap makanan tertentu tidak diperlukan lagi, asalkan porsi sedikit.

Hal ini juga dibenarkan dokter Zaki, beliau mengatakan seiring bertambahnya usia anak, reaksi alergi akan berkurang. Selama tumbuh kembang si kecil tetap kita pantau, pemberian asupan nutrisinya dijaga dengan seimbang, dan dukungan moril cukup baik, maka alergi anak lama kelamaan akan hilang dengan sendirinya.

Jika alergi berkurang, aktifitas belajar mereka pun berjalan dengan lancar. Otomatis, kesuksesan akan menyambut mereka di masa depan.

Menyiapkan Asupan Gizi Anak Sukses Bebas Alergi


Dokter Zaki menambahkan, anak yang alergi susu sapi tetap bisa mendapatkan nutrisi dari susu, tetapi alangkah baiknya berikan susu formula soya. Eh, tapi jangan keliru ya bu, formula soya itu bukan seperti susu kedelai biasa.


Allergy Expert: Bijak Mengatasi Alergi Pada Anak Sejak Dini
ini sari kedelai, bukan susu formula soya

Kandungan bahan dan gizi pada formula soya sangat berbeda dengan perasan sari kedelai yang dibuat sendiri. Susu formula soya adalah soya yang sudah diformulasikan oleh para ahli agar dapat diterima oleh bayi dan anak sehingga asupan gizinya tetap seimbang. 


Allergy Expert: Bijak Mengatasi Alergi Pada Anak Sejak Dini
Contoh susu formula soya

Pemberian susu formula soya bukan saja dalam bentuk minuman cair dalam botol atau gelas ya, bu. Ternyata susu formula soya bisa ditambahkan dalam pembuatan masakan lainnya, seperti untuk bahan saus, bahan krim, bahan pengganti santan, dan lainnya. Jangan khawatir untuk kreasikan menunya.

Pada kesempatan ini, chef Deny Gumilang dari Master Chef Indonesia mengajarkan para Royal Mom, cara membuat dan menyajikan menu makanan yang lezat untuk anak-anak dengan bakat alergi. 

Antara lain:

1. Creamy Omega Pasta

Resep bisa dibaca di : Resep Lezat Untuk Anak Alergi Susu Sapi

Resep yang pertama bisa disajikan untuk sarapan, makan siang, atau makan malam. Bahan-bahan yang ada pada Creamy Omega Pasta pun sangat kaya gizi. Ada pasta mengandung sari bayam, ikan kembung fillet, daging asap wortel, jamur, olive oil, kacang polong, jagung manis pipil, kaldu sayur, dan susu formula Nutrilon Royal Soya.


Allergy Expert: Bijak Mengatasi Alergi Pada Anak Sejak Dini

Pemilihan ikan kembung menurut chef Deny karena memiliki kadar omega yang tertinggi dibanding ikan-ikan lain, seperti salmon. Selain mudah didapat, harganya pun lebih murah, rasanya enak, dan gurih, sehingga anak-anak suka rasanya. Cara membuatnya praktis dan pasti disukai anak-anak.


2. Royal Berries Mousse In The Glass

Resep bisa dibaca di : Resep Lezat Untuk Anak Alergi Susu Sapi

Resep yang kedua bisa disajikan sebagai dessert atau untuk cemilan sore. Bahan-bahan yang ada pada resep kedua ini lebih banyak mengandung buah-buahan yang terasa asam manis, jika dipadukan dengan krim yang lembut, akan terasa lebih nikmat dan kaya gizi. Seperti: buah strawberry, blueberry, biskuit rendah protein, krim.
Allergy Expert: Bijak Mengatasi Alergi Pada Anak Sejak Dini

Penyajiannya sangat menarik, apalagi jika dihidangkan dalam keadaan dingin. Anak alergi pun bisa makan menu penutup seperti es krim tetapi ini sangat kaya gizi.

Selesai demo masak, chef Deny mengajak ibu-ibu yang ada di studio untuk mengikuti Royal Cooking Competition. Dibagi menjadi 5 tim yang terdiri dari 2 orang. Ada tim Supermom, Bombastis Mom, Funtastik Mom, Amazing Mom, dan Wonderfull Mom. Mereka diberi tugas memasak kembali resep Creamy Omega Pasta.

Selesai memasak, langsung dinilai oleh tim juri yang terdiri dari dokter Zaki, ibu Dyah, dan chef Deny. Semua bagus-bagus penyajiannya dan rasanya juga disukai para juri. Namun pemenangnya diperoleh oleh tim Supermom, sedangkan tim favorit pilihan pemirsa di rumah diperoleh oleh tim Wonderfull Mom. Wow, selamat yaa, kalian mendapatkan voucher belanja.

Jika kalian penasaran belum sempat melihat acara lengkapnya, atau mungkin ingin mengetahui lebih banyak tentang alergi agar lebih ahli, langsung saja kunjungi Nutriclub Indonesia. 


Banyak sekali informasi tentang penanganan dan cara mengatasi alergi pada bayi dan anak. Cek di :
Website        : www.nutriclub.co.id/allergyexpert
Facebook      : Nutriclub Indonesia
Instagram     : @Nutriclub_ID
Twitter          : @Nutriclub_ID
Youtube        : Nutriclub Indonesia

Semoga bermanfaat dan kita bisa lebih bijak mengatasi alergi pada anak sejak dini. Allergy Expert.

Jika menurut anda tulisan ini menarik, jangan lupa dishare ya...! 
Thank youu 😉

17 komentar:

  1. Langsung mau praktek bikin creamy pastanya, anak-anakku suka ikan kembung

    BalasHapus
    Balasan
    1. gampang sih ya, apalagi ikan kembung gampang dicari :)

      Hapus
  2. pengen cobain kasih soya buat anakku..
    ikan kembung kayak omega ga kalah sama salmon alhamdulilah selama ini suka beli kembung hehehe harganya murce

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyap, ayo makan ikan kembung :D

      Hapus
  3. Jangankan anak-anak yang besar aja suka mba. ups.... lumayanlah buat nyemil ha,, ha,, ha,

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha iya ya mas, kalo makan beneran mah kita butuh nasi :D

      Hapus
  4. Ternyata ya, ikan kembung yang murah meriah, kandungan omeganya tinggi ya

    BalasHapus
  5. What, ikan kembung omeganya tertinggi? Harus beli nih besok-besok..:D

    TFS, Mbak:)

    BalasHapus
  6. Repot memang mba kalau anak kena alergi orang tua harus pintar memilih asupan yang tepat

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, harus ekstra ngerti thd alergi anak

      Hapus
  7. anakku juga baru sembuh dari panas selama 7 hari diikutu bintik merah, batuk dan flu.Usianya baru genap 2 tahun tanggal 26 kemarin.
    Susu kedele alternatif untuk menjaga daya tahan tunuhnya dan itu yang saya berikan untuknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga sehat terus ya mbak utk keluarga di sana

      Hapus
  8. Si bungsu hampir sebulan ini gatal-gatal disekujur tubuhnya. Sudah tiga kali periksa ke dokter. Katanya alergi. Padahal sebelumnya tidak ada riwayat alergi. Disuruh berpantang makananpun sudah, namun masih belum sembuh gatalnya. Ada yang bilang sakit gatal itu lama sembuhnya. Disitu saya merasa sedih.

    BalasHapus
  9. Bayi ku alergi susu sapi mom, pernah coba nutrilon soya 1 bungkus dan pup nya keras. So aku beralih ke nutramigen. Alhamdulillah di atas 1 tahun sudah berkurang alergi nya dan sekarang sudah bisa minum susu enfagrow

    BalasHapus
  10. Wah makasih ya Mba ulasannya, anakku Alfath alergi susu sapi berdasarkan eliminasi menu yang aku makan dari semenjak melahirkan, ASI yg mengandung alergen bikin anakku kulitnya merah2 dan seiring waktu jd suka batpil alergi. Alhamdulillah skr semakin banyak ilmu dan opsi yg didapat, salah satunya dari postingan2 seperti ini,bikin makin optimis. Nuhuuun.

    BalasHapus

Hallo teman, terimakasih banyak sudah membaca dan berkunjung ke sini. Tinggalin jejak dong dengan komentarmu, seneng banget rasanya.

Eh iya, tapi mohon maaf, komentarnya tetap dimoderasi agar terhindar dari spammer. Jika ingin berdiskusi lebih lanjut, monggo hubungi saya via email di: bunda.shidqi@gmail.com

Author

Foto saya

Ibu rumahan, penyuka impian, blogger, hobi naik Commuterline & busway. Penikmat rendang, rujak dan kopi. Pengagum musik Josh Groban. Lulusan akademi gizi yang aktif di dapur sendiri. Admin Sosmed Pempem-Bebibum Clothdiapers. Anggota berbagai komunitas online. Contact Person: bunda.shidqi@gmail.com

Follow By Email