Ingin Menikah? Lakukan Cinta Terencana Agar Keluargamu Bahagia

Ingin Cepat  Menikah? Lakukan Cinta Terencana Agar Keluargamu Bahagia
Hampir semua mata memandang pernikahan sakral antara pangeran Harry dan Meghan Markle, Sabtu kemarin. Banyak yang terpana dengan keanggunan dan ketampanan pasangan mempelai tersebut. Dan kemudian berangan-angan agar bisa cepat menikah seperti itu.


Ingin Cepat Menikah? Lakukan Cinta Terencana Agar Keluargamu Bahagia


Salah satunya Dul alias Abdul Qodir Jaelani. Anak bungsu Ahmad Dani yang dulu sempat mengalami kecelakaan lalu lintas dan menewaskan puluhan orang. Masih ingat sosoknya? Dia baru saja merayakan kelulusan sekolah Home Schooling tingkat atas.

Saat ditanya wartawan, apa kegiatan selanjutnya?

Tak disangka, dia menjawab hal sesuatu yang cukup mengejutkan. Dul ingin segera menikah mudaBahkan Dul sudah meminta izin kepada kedua kakaknya, Al dan El, agar bisa melangkahinya. 

Maia Estianty, sang ibu, menanggapi keinginan anak bungsunya tersebut dengan santai: “Anaknya sih sudah keliatan baik, sholeh. Kalau sudah siap, sudah kerja, punya uang, ya silahkan. Ayahnya saja menikah di usia 24 tahun”.

Dul tertawa mendengar jawaban ibunya.

Awal mendengar beritanya saya sudah sedikit heran. Aduhh, kok jadi banyak banget sih yang ingin menikah muda? 

Apa Dul itu asal ucap saja? Apa tidak belajar dari pernikahan orangtuanya? Kenapa tidak punya impian lainnya? Atau hanya ingin mengikuti trend menikah muda seperti yang sering kita dengar beritanya di televisi? *mulai nyinyir.

Ternyata oh ternyata, selanjutnya Dul menjelaskan bahwa sebenarnya dia ingin menikah pada usia 23 tahun. Lebih muda dari usia yang ditetapkan oleh pemerintah, yaitu 25 tahun.

Ingin Cepat Menikah? Lakukan Cinta Terencana Agar Keluargamu Bahagia


Oalah, ya kalau begitu sih tidak apa-apa juga, hehe.. 

Toh masih ada waktu beberapa tahun lagi sambil menjalani 5 transisi kehidupan remaja (Youth Five Transitions) agar menjadi Generasi Terencana, seperti :

1. Melanjutkan sekolah (continue learning)
2. Mencari pekerjaan (start working)
3. Memulai kehidupan berkeluarga (form families)
4. Menjadi anggota masyarakat (exercise citizenship)
5. Menjalani praktek hidup sehat (practice healthy life)

Masih banyak waktu untuk meniti karir seperti kedua kakaknya. Al yang sudah mantap meniti karir sebagai model dan bintang iklan. Serta El yang mantap menimba ilmu di negeri orang.

Ingin cepat menikah sih tidak masalah, asal jangan sampai seperti kejadian pernikahan dini ala sinetron Agnes Monika dulu. Menikah karena hamil duluan, akhirnya dinikahkan secara paksa. Tidak ada kesiapan mental, sosial, spiritual, bahkan finansial, membuat kedua pasangan muda itu hidup berantakan.

Kenyataannya banyak yang begitu juga, bukan?

Seperti yang diungkapkan Ibu Eka Sulistya Ediningsih selaku Direktur Bina Ketahanan Remaja BKKBN RI dalam acara Meet Up BKKBN bersama Komunitas Blogger Plus Communitydi Museum Penerangan TMII Jakarta tanggal 15 Mei 2018 lalu. 


Ingin Cepat Menikah? Lakukan Cinta Terencana Agar Keluargamu Bahagia


Beliau merasa prihatin dengan maraknya pernikahan di bawah umur akhir-akhir ini, seperti tanpa cinta terencana. Hal ini harus dihentikan, karena menikah di usia muda biasanya belum memiliki keterampilan dan pekerjaan yang mapan, reproduksinya pun belum matang, apalagi jiwanya belum stabil.

Untuk itu, beliau mengajak semua masyarakat turut mendukung terbentuknya keluarga yang berencana dari cinta yang terencana. Saatnya bangun generasi yang muda, yang terencana.


Ingin Cepat Menikah? Lakukan Cinta Terencana Agar Keluargamu Bahagia

Stop menikah dini dibawah usia 20 tahun, jangan melakukan sex sebelum menikah, dan jauhi narkoba. Saatnya ucapkan Salam Genre, Salam Generasi Terencana

Ini juga termasuk untuk kalian, wahai generasi muda...

Jadi, bagi kalian yang masih jomblo, atau yang kemarin habis putus cinta, jangan sedih ya. Come on, wake up. Let’s move on, life must go on. Sebaiknya lebih banyak bersyukur, karena kita masih diberikan banyak waktu untuk menjadi Generasi yang Terencana.


Menikah itu ada perjanjian, ada campur tangan Tuhan di dalamnya


Pernikahan itu bukan hanya perihal cinta. Bukan hanya ada pesta meriah, berbusana yang gagah dan indah layaknya dongeng, atau seperti pangeran Harry dan Meghan tadi. Tetapi menikah itu ada banyak perjanjian, ada campur tangan Tuhan di dalamnya. Hati-hati, jangan hanya bisa janji, namun tidak ditepati.

Yang penting, menikah itu jangan karena niat balas dendam, atau karena ingin bisa bayar hutang, dan jangan dipaksakan karena niat negatif, karena akhirnya malah tidak bahagia, seperti kisah Siti Nurbaya korban hutang orangtuanya.

Jadi menikahlah dengan cinta terencana agar keluargamu bahagia.

Kenapa Sih Harus Cinta Terencana?


Sesuai aturan pemerintah dalam UU No. 52 tahun 2009, sebaiknya keluarga dibentuk dari cinta yang terencana. Cinta terencana itu meliputi mencintai: diri sendiri, pasangan, keluarga, bangsa, dan negara.

- Rencanakan cinta terencana dimulai dengan mencintai diri sendiri : 

Mencintai diri sendiri caranya dengan mempersiapkan diri menjadi berkualitas, banyak menuntut ilmu, tingkatkan ibadah, memiliki keterampilan, dan menjadi pribadi yang baik di masyarakat.

Sebaiknya menikahlah dalam usia yang pas. Untuk perempuan minimal berusia 21 tahun, sedangkan laki-lakinya minimal berusia 25 tahun. 

Usia ini dianggap sudah cukup matang, punya tanggung jawab dan ideal untuk menjalankan 8 Fungsi Keluarga, antara lain:
1. Fungsi Agama
2. Fungsi Sosial Budaya
3. Fungsi Cinta dan kasih sayang
4. Fungsi Perlindungan
5. Fungsi Reproduksi yang matang dan sehat
6. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan
7. Fungsi Ekonomis
8. Fungsi Pelestarian Lingkungan.


- Rencanakan cinta terencana dengan mencintai pasangan: 

Mencintai pasangan bukan hanya diawalnya saja, namun selamanya. Ikrarkan dalam jiwa bahwa kita akan selalu memberikan kasih sayang, menjaga kesuciannya, ketentraman, kenyamanan, perlindungan, saling membantu dan merawatnya.  

Tidak salah lho mencari pasangan berdasarkan bibit-bebet-bobotnya. Jika pasangan kita cerdas, beriman, baik secara sosial, maka keturunan kita juga insyallah akan menjadi generasi yang sukses dalam segala hal. Carilah pasangan hidup yang akan menjadikanmu beruntung. 

Sebagaimana pesan Rasulullah SAW dalam sebuah hadist yang artinya: "Perempuan itu dinikahi karena 4 (empat) faktor. Karena hartanya, nasabnya, kecakapannya, dan karena agamanya. Jika semua belum sesuai, ambillah agamanya agar engkau beruntung" (HR. Bukhori, Muslim, Annasa'i, Ibnu Majah)


- Rencanakan cinta terencana dengan mencintai keluarga: 

Menikah itu adalah perjalanan kehidupan berkeluarga. Menyatukan dua individu yang berbeda, yang nantinya akan memiliki tugas dan peran sebagai suami-istri, sebagai ayah-ibu, sehingga terbentuk keluarga yang berkualitas yang memiliki ketahanan dan kesejahteraan di sana.

Menikah itu harus didasari niat baik, untuk membentuk keluarga sakinah, mawaddah dan kasih sayang. Keluarga adalah wadah pendidikan anak-anak pertama. Bentuklah keturunanmu yang bermartabat dan sukses siap menghadapi tekanan-tekanan kehidupan. Bangsa ini menanti Generasi Terencana (Genre), generasi yang berkualitas.

Dan ada baiknya miliki anak dengan jarak lahir yang terencana, minimal 3 tahun sekali. Manfaatnya anak-anak mendapatkan hak tumbuh kembangnya dengan optimal, masa usia emasnya terpenuhi dengan baik, mereka puas mendapatkan ASI 2 tahun penuh, dan perhatian serta kasih sayang sebelum mendapatkan adik.


- Rencanakan cinta terencana dengan mencintai bangsa dan negara: 

Apalagi bangsa ini sedang membutuhkan anak-anak yang dilahirkan nanti menjadi generasi bangsa yang bisa diandalkan dalam menghadapi Indonesia Emas pada tahun 2045. 

Hayooo, jangan lupa. Menikah itu bukan hanya untuk diri kita sendiri ya, tetapi ada sumbangsih kepada bangsa dan negara di masa depan lho!

Jika kita bisa membentuk keluarga dan generasi yang sehat, cerdas, dan ceria, maka semua itu diharapkan bisa menjadi pemegang kendali keutuhan dan kemakmuran bangsa Indonesia ini.

Masa sih kita mau menyumbangkan generasi yang lemah secara fisik, mental, dan spiritual, serta finansial? Jangan sampai ah, kapan Indonesia bisa mampu bersaing dengan Negara maju jika sudah begini terus kondisinya?


Ingin Cepat Menikah? Lakukan Cinta Terencana Agar Keluargamu Bahagia
contoh keluarga lemah secara finansial

Untuk selalu mengingatnya, Pemerintah menetapkan tanggal 29 Juni itu adalah Hari Keluarga, Hari Kita Semua. 

Dalam hal ini, BKKBN RI (Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia) diberi tugas, bukan saja mengatur urusan kelahiran anak melalui kontrasepsi, namun tetap bertanggung jawab akan perkembangan keluarga.


Ingin Cepat Menikah? Lakukan Cinta Terencana Agar Keluargamu Bahagia


BKKBN RI berharap dengan terbentuknya keluarga yang baik dan sehat secara jasmani, rohani, sejahtera dan berkualitas serta didukung dengan lingkungan yang kondusif, maka terbentuk pula pondasi generasi bangsa yang maju, tangguh, dan kuat. 

Dengan banyaknya generasi bangsa yang maju, tangguh, dan kuat, maka akan tercipta ketahanan nasional, persatuan, dan kesatuan bangsa.

Saya pun mendukung hal ini.

Seperti saya dan suami, sebelum menikah kami berdiskusi melakukan cinta terencana, sama-sama sudah memiliki keterampilan dan pekerjaan, mapan secara mental dan spiritual, tujuannya memang ingin mewujudkan keluarga yang bahagia. 

Meskipun kami menikah di usia sekitar 27 tahun, kata orang mah ketuaan, namun alhamdulillah kami mampu melewati pernikahan ini dengan baik.


Ingin Cepat Menikah? Lakukan Cinta Terencana Agar Keluargamu Bahagia
berkeluarga yang berencana

Kami ingin menjalani kehidupan rumah tangga yang bahagia dan sentosa, seperti syair lagu Mars Keluarga Berencana berikut ini:

Keluarga Berencana, sudah waktunya
Janganlah diragukan lagi
Keluarga berencana, besar maknanya
Untuk hari depan nan jaya

Putra putri yang sehat,
Cerdas dan kuat
Kan menjadi harapan bangsa

Ayah ibu bahagia, rukun raharja
Rumah tangga tentram sentosa

Ingin Cepat Menikah? Lakukan Cinta Terencana Agar Keluargamu Bahagia
aku dan ketiga anakku

Untuk memiliki keturunan pun, kami sepakat merencanakan kelahiran berjarak 4-5 tahun. Saya minta tidak cepat-cepat hamil pada suami karena harus merawat anak-anak sendiri. Maklum deh tidak ada asisten rumah tangga. Saya tak mau terlalu lelah. 

Dan menurut saya memiliki anak dengan jarak yang cukup jauh dapat memberikan kesempatan saya mencurahkan kasih sayang secara penuh dan menyiapkan mental mereka. Bersyukur, suami mau lho ikut merencana jarak kelahiran.


Tips Membangun Keluarga Bahagia dan Terencana


Bersamaan dalam acara ini, kami juga kedatangan psikolog Roslina Verauli, M.Psi yang menambahkan materi tips dan kiat membangun keluarga bahagia, sehat dan terencana. Beliau sangat menyambut gembira Hari Keluarga pada tanggal 29 Juni 2018 nanti. 

Ada pertanyaan yang diajukan beliau: ingin cepat menikah, tetapi sudahkah menyiapkan visi misi bagaimana membentuk keluarga nanti? Mau keluarga yang seperti apa? Mau membangun keluarga yang bagaimana?


Ingin Cepat Menikah? Lakukan Cinta Terencana Agar Keluargamu Bahagia
@bkkbnofficial


- Apa seperti keluarga Bart Simpson?
Ayah yang pengangguran, ibu yang cuek, anak-anak yang bermasalah.

- Apa mau seperti keluarga Super Hero?
Setiap hari ada saja masalah yang harus diselesaikan bersama.

- Atau anda mau memilih seperti keluarga Cemara?
Keluarga yang sederhana namun tetap tegar dan tangguh menjalani suka dukanya kehidupan.

Semua pilihnya keluarga Cemara.
Ingatkan dengan lagunya?
Harta yang paling berharga, adalah keluarga.
Istana yang paling indah, adalah keluarga
Puisi yang paling bermaksa, adalah keluarga
Mutiara tiada tara, adalah keluarga

Lalu bagaimana agar dapat mewujudkan keluarga yang bahagia?
Ibu Roslina menegaskan ada 3 kunci sebagai dimensi yang dapat membuat keluarga kita stabil, bahagia, sehat dan terencana.

Antara lain:
a. Fleksibel
Dalam suatu hubungan janganlah terlalu kaku, posesif, apalagi mengekang gerak pasangan. Seringlah memahami situasi dan kondisi, jangan berlebihan, jangan pula cuek.

Termasuk mendidik anak, sebagai orangtua kita harus memahami psikologi anak pada tahapan usianya. Sebaiknya tarik ulur, jangan terlalu menjadi orangtua yang otoriter, apalagi terhadap anak remaja yang akan merasa risih setiap kali ada orangtua, “Let me go, jangan selalu dekati aku..!

b. Kedekatan
Keluarga itu hidup bersama dalam satu atap, setiap saat saling bertemu. Di sinilah kehidupan bersosial dimulai, sebuah keluarga harus memiliki tujuan dan nilai kehidupan yang sama dengan didasari komitmen jangka panjang. Sebaiknya keluarga itu harus memiliki kedekatan yang baik, agar terbentuk keutuhan keluarga yang kuat dan harmonis.

c. Komunikasi Positif
Nah ini yang juga penting. Di dalam keluarga, komunikasi yang baik dan positif harus dilakukan, jangan sampai ada prasangka dan dusta. Dengan berkomunikasi, dunia tak akan sepi. Saling mendengarkan, menyampaikan pesan yang jelas, membuka diri, fokus pada topik, dan respek yang tinggi adalah contoh komunikasi positif.

***

Alhamdulillah saya dan suami sudah menjalankan 3 kunci dimensi tersebut. Sekarang saatnya kalian, para calon pasangan berkeluarga. Yuk, mulai sekarang Lakukan Cinta Terencana Agar Keluarga Bahagia. Cintai keluarga menuju Hari Keluarga yang bahagia sehingga bangsa kita mampu menuju Indonesia Emas.

Untuk lebih banyak mendapat informasi tentang keluarga bahagia, kita bisa kunjungi sosial media BKKBN Official atau website www.bkkbn.go.id




43 komentar:

  1. Semua keluarga pastinya ingin seperti keluarga Cemara ya. Sederhana tapi bahagia. Ehh mau dibuat film lho sinetron jadul itu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, sinetron keluarga cemara fenomenal banget ya, sampe diingat-ingat terus

      Hapus
  2. saya sudah punya dua istri, apa mau rencana nyari istri lagi neng ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah wah wah wah :D

      Hapus
    2. banyak terjadi perceraian ..karna kurangnya persiapan , maka sebaiknya rencanakan dari awal agar pernikahan dalam keluarga kita bahagia yang selalu dalam naungan keberkahaNYA....

      Hapus
  3. Tak mudah memang untuk melangsungkan pernikahan. Tapi memang harus dilakukan dengan persiapan yang bagus ya mba. Termausk psikologis

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mbak, semua harus ada persiapan yang matang

      Hapus
  4. Aku dulu nikah muda, ga ngerencanain sih, takdir Alloh. Tapi sebelum nikah, terus ngerencanain hidup ke depan dulu sama pasangan, alhamdulillah sekarang kita bersyukur, hidup kita cukup sesuai rencana yang kita inginkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah yang penting keduanya ada kesepakatan yg baik, fleksibel, dan komunikasi yang nyambung biar langgeng

      Hapus
  5. Nikah emang harus direncanain matang2, liat kejadian hamil diluar nikah trylua kdrt dan cerai bikin geleng2 kepala gemasssh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. miris dan pengen nangis liat tingkah mereka yg free sex

      Hapus
  6. Aku menikah muda, insya Allah cintanya mah terencana, hahaha.. kuncinya turunin ego, komunikasi, dan fleksibel.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyap, begitu yg dipesankan ibu Roslina supaya keluarga langgeng

      Hapus
  7. Sip lah. Semoga selalu bahagia dunia akhirat bersama keluarga ya Mba Lia.

    BalasHapus
  8. Waah alhamdulillah.. kalau sudah menjalani 3 dimesi tersebut. Semoga samara yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin y robbal aalamiin, terimakasih doanya :)

      Hapus
  9. Owalah Dul Duuull kuliah dulu lhaaa hehe.
    Sblm menikah emang harus ada planning supaya kehidupan rumah tangga bisa harmonis selalu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya sebagaimana Rasulullah mewasiatkan 4 hal kriteria pasangan hidup ya :)

      Hapus
  10. memang hrs terenacna ya itu yg aku ajarkan pd anak2, dan aku sih selalu bilang nimati sendiri dulu , apa yang kamu ingi raih krn kalau sdh berkeluarga akan fokus pada anak2. akhirnya ay gitu deh anak2ku sih santai saja menikmati hdpnya dg apa yg akan diraihnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah alhamdulillah, terimakasih sharingnya ya mbak :)

      Hapus
  11. Bagus nih materinya. Kadang masih banyak hal-hal euforia aja yang dipikirkan daripada yang hakiki ya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, banyak yg mengira menikah itu mudah dijalani tanpa rencana :D

      Hapus
  12. Pernikahan memang harus terencana dan selanjutnya serahkan kepada Allah, sedih kalau lihat keluarga berantakan finasial,kasian anak-anaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mbak, banyak sekarang kejadian yang berantakan

      Hapus
  13. Keluarga yang berkualitas,mesti memiliki rencana ya, agar ke depan lebih baik

    BalasHapus
  14. Yes mba sekarang nikah muda kayak jadi tren gitu ya. Padahal belum tentu semuanya sanggup dan siap mental maupun finansialnya.. Setuju banget sama Mba Roslina Verauli, ortu mesti fleksibel. Di dalam keluarga juga mesti hangat ya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, ajaran orangtua harus fleksibel, jadi anak-anak pun siap menghadapi tekanan hidup

      Hapus
  15. mbakk nulis lirik di atas gak sambil nyanyi kann hihihi ya ampun dah lama gak denger lagu itu :-)

    BalasHapus
  16. Alasan financial yang di ajukan orangtua Ada benarnya. Biar bisa bertanggungjawab

    BalasHapus
    Balasan
    1. jaman sekarang gak bisa hanya modal cinta ya kak, eaa haha

      Hapus
  17. Aish itu ada pasangan baru hihi.. bicara soal keluarga berencana kadang suka aneh sama jaman sekarang, dulu banyak anak mereka hidup bahagia, sekarang belum punya anak udah bubar jadi suami istri.. intinya cinta ya mba.. cinta yg tulus menerima semuanya karena Allah

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, jaman sekarang serba maunya instan, melek tekhnologi, beda jaman dulu yg lebih banyak sabar hehe

      Hapus
  18. Jadi teringat sinetron Agnes Monica dan Syahrul Gunawan 'Pernikahan Dini' hehehe 😊 Memang deh usia itu harus cukup dewasa dan matang juga secara fisik dan mental. Zaman duluuuu ya nenek2 kita masa sudah menikah di usia belasan tahun. Zaman sekarang mah beda berkarier dulu baru menikah. Urusan finansial juga penting biar bisa melengkapi dan menopang kehidupan berkeluarga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Intinya harus siap finansial, mental, sosial, spiritual ya mbak :)

      Hapus
  19. Aww..aww aku masih terbawa suasana pernikahannya pangeran Harry, cinta terencana penting banget nih mba, nggak cuma untuk yang baru mau nikah, yang udah lama nikah juga yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha, iya, aku pun masih suka stalking mbak, kok selalu bikin melted deh

      Hapus
  20. mau banget terencana dengan pangeran hihihi. Dengan adanya perencanaan menghindari kegalauan nantinya karena ada tanggung jawab saat mendapatkan hadiah buah hati dari Allah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahaha, suami kita adalah pangeran kita ya mbak..

      Hapus
  21. Kalau mau kekuargs bahagia & sejahtera, memang sebaiknya direncanakan ya

    BalasHapus

Hai, terimakasih sudah membaca ulasanku. Boleh dong isi dengan komentarmu, biar lebih seru..

Tapi, mohon maaf komentarnya tetap dimoderasi, supaya blog ini aman dari spam. Ingin berdiskusi lebih lanjut, hubungi email : bunda.shidqi@gmail.com