be a good life and happy family

Bijak Konsumsi Gula, Maksimalkan Konsentrasi Anak

main di pinggir kali Ciliwung (dok)
Memiliki buah hati yang cerdas dan terampil adalah dambaan setiap orangtua. Salah satu upaya agar harapan tersebut tercapai adalah dengan membimbing dan mendidik mereka sejak kecil. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk menstimulasi perkembangan otak dan kejiwaan mereka. Memupuk kemandirian, etika sopan santun, taat beragama, dan yang paling penting adalah bagaimana menciptakan konsentrasi pikiran mereka dalam menyerap berbagai ilmu yang diterima.

Shidqi, Sharah (sepupu), Selma
Ayah dan bunda adalah guru pertama bagi anak-anak. Pertama kalinya mereka melihat, mendengar, merasakan dunia adalah melalui tuntunan orangtua. Di masa inilah kesempatan kami sebagai orangtua untuk mengajarkan segala hal. Pelajaran yang anak-anak terima adalah merasakan alam ciptaan Tuhan. Sejak usia batita, mereka diajak ke kebun binatang, ke hutan pinus mengumpulkan rontokan bunga kering, ke pinggir sungai penuh bebatuan dekat rumah kami di Bogor, atau membolehkan mereka bergembira kala mandi hujan. Saat itulah mereka diperkenalkan berbagai nama, warna, aroma, bentuk, jenis, besar kecilnya, dan sekaligus menghitungnya. Dengan kalimat sederhana, sesuai dengan daya tangkap mereka, kadang sambil bernyanyi dan menari.

ini menara, bunda.. (dok.pribadi)
Rumah kami mirip ruangan taman kanak-kanak. Setiap benda ditempeli potongan karton yang bertuliskan namanya masing-masing, seperti kulkas, meja, pintu, jendela, galon, lemari, toilet, dan sebagainya. Sekaligus dalam kosakata Indonesia-Inggris-Arab. Tujuannya agar mereka belajar secara visual dan terpola dalam otak. Setiap melewati tulisan tersebut, saya sebagai ibu pun membacanya dengan kencang, agar mereka ikut membaca dan mendengar. Selain itu dengan memberikan kertas kosong membuat mereka berani menuangkan imajinasi untuk belajar melukis dan menulis. Bahkan mengajak Shidqi menyusun balok-balok dan menemani selma bermain puzzle ukuran besar sungguh mengasyikan, karena dapat melatih konsentrasi mereka lebih terarah.

Dinding kamar juga ditempeli berbagai macam gambar dan poster buah, sayur, jenis kendaraan, huruf, angka, hijaiyyah, dan urutan makanan 4 sehat 5 sempurna. Sangat perlu mengajarkan pentingnya makanan sehat terutama susu, mengenalkan makanan minuman rendah gula dan manfaatnya. Pada prakteknya, saya memberikan jus buah dan susu tanpa gula tambahan seperti Anmum Essential 4, sebagai upaya mencegah kelebihan gula yang diterima tubuh dari berbagai makanan lainnya.

beli susu  (dok.pribadi)
Sebab jika konsumsi gula berlebih, produksi buang air kecil meningkat sehingga anak akan sering pipis bahkan mengompol. Gula juga menyebabkan karies gigi pada anak-anak, obesitas, diabetes. Membuat insulin bekerja ekstra menetralkan kadar gula dalam darah, sehingga jatah untuk kebutuhan syaraf otak menjadi berkurang, inilah yang menyebabkan konsentrasi otak menjadi terganggu.

Setiap berbelanja kami selalu memperhatikan komposisi nilai gizi pada setiap kemasan, agar dapat mengatur kadar kebutuhan gula setiap hari. Jajanan kami batasi agar mereka tahu bahwa makanan buatan rumah tak kalah nikmat, lebih sehat dan bersih. Mereka dilibatkan ikut membantu di dapur. Senang rasanya melihat mereka selalu lahap makan buah dan sayur. Mungkin, pembiasaan makan dan minum dengan asupan gula yang rendah, dapat membangun pola pikir mereka bahwa makanan yang kurang manis itu juga adalah makanan enak.

Puzzlenya bisa jadi tikar (dok.pribadi)
Semua yang kami lakukan berdampak positif. Ketika anak kami yang pertama memasuki sekolah, ternyata dia mampu menjawab pertanyaan sang guru, dapat membedakan warna, berhitung dengan cepat, dan bisa membaca beberapa kalimat dengan baik. Begitu pula adiknya yang masih berusia batita, sering ketagihan bermain Educational Giant Floor Puzzle hadiah dari susu Anmum Essential. Dari sinilah kami menilai bahwa mengoptimalkan konsentrasi anak bukan hanya tercipta dengan duduk rapi dan tertib di bangku belajar. Akan tetapi dengan suasana santai dan gembira justru membuat anak mudah berkonsetrasi belajar. Untuk itu, mari biasakan hidup cerdas dan sehat tanpa gula berlebih!


Tulisan ini dibuat untuk diikutsertakan dalam  lomba :
WRITING COMPETITION ANMUM BUNDA INSPIRATIF bersama Ibu Ibu Doyan Nulis
Selma dengan buku antologi Curhat Bisnis nih (dok.pribadi)




6 komentar:

  1. Kadar kebutuhan gula setiap hari harus dicermati ya, Mbak... setuju banget.

    Semoga Writing Competition Anmum Bunda Inspiratifnya sukses ya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyap tentunya bijak sesuai keperluan pak

      oiya, terimakasih sudah berkunjung ke blog kami, makasih juga semangat dan doanya :)

      Hapus
  2. Seru bangeeet...
    Oya Bun, itu beli anmum berapa dapat mainan? lucu iih...pengen. Aku nggak pernah ngumpulin dan perhatiin kalo ada hadiahnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe..makasih mbak Arin, dptnya kalo beli 6kardus mbak, di carefour, tapi kynya udah lewat deh periodenya.. kemarin ikut seminar IIDN di hotel mulia, eh dapet juga, hehe alhamdulillah

      Hapus
  3. Cakeeepp... Seneng kalo liat emak pinter kayak begini.. Salam buat anak-anak, dari tante Rani yang imyuutt.. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. dapet kecupan maniiiis dari keponakanmu Shidqi Selma, muaaah..muaaahh.. #kecup basah belepotan ^_^

      Hapus

Hallo teman, terimakasih banyak sudah membaca dan berkunjung ke sini. Tinggalin jejak dong dengan komentarmu, seneng banget rasanya.

Eh iya, tapi mohon maaf, komentarnya tetap dimoderasi agar terhindar dari spammer. Jika ingin berdiskusi lebih lanjut, monggo hubungi saya via email di: bunda.shidqi@gmail.com

Author

Foto saya

Supermom, blogger, publisher, pengelola onlineshop, lulusan bidang nutrisi, mencintai kehidupan sederhana dan harmonis, suka naik kereta, makan rujak, dan penikmat musik klasik. Contact Person: bunda.shidqi@gmail.com

Follow This Blog