Saat Anak Muntaber, Berikan Bakteri Baik!

Cerita ini adalah pengalaman saat anak pertamaku mendadak terkena muntaber. Baru disupai makan sedikit, tiba-tiba muntah. Lalu dia berlari-lari terburu-buru membuka celana dan masuk ke WC. Brott.. mencret seperti bubur. 

Itulah yg dialami Shidqi anakku. Awal gejalanya sudah ketahuan saat kami akan berangkat sholat Idul Adha. Tapi karena sudah terburu-buru, kami pikir hanya masuk angin, akhirnya kami tetap melaksanakan sholat. Ternyata kata ayahnya, dia minta ke kamar mandi dan muntah disela-sela kami mendengarkan ceramah.


Sejak itulah, sampai di rumah, muntah beraknya masih saja, membuat kami ikut lemas melihat Shidqi bolak balik WC hanya untuk muntah dan BAB. Minum saja membuat dia muntah. 

Makan pun tak mau, karena dia merasa akan muntah lagi. Rayuan kami berikan padanya. Dia hanya menjawab :
“Siqi mau bobo aja.”
“Bunda, Siqi mau imung air anget.”

Bersabar Saat Anak Muntaber


Saya pilu melihat kesabaran dan kepasrahannya. Jadi menyesal saat teringat saya sempat memarahinya dan membentak agar jangan muntah di kasur, apalagi sempat juga pup di atas kasur. Duh..duh.. 

Tapi subhaanallah, yang membuat kami bersemangat kembali, melihat sosoknya yang mulai ringkih tapi dia tetap mau melaksanakan sholat jika kami ajak sholat, padahal usianya masih 3 tahun.

Tahukah kawan? dia meminta sholat dalam keadaan duduk. Kami terperangah. Bagaimana mungkin? Masya Allah, mungkin inilah bukti kekuasaan Allah. (Q.S Al 'Alaq: 5 Allah SWT berfirman "Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya".)

Memang sih dulu dia pernah melihat saya sholat dalam keadaan duduk dan tertatih-tatih saat sujud. Waktu itu lutut saya melendung tersiram air panas dan selama hampir sebulan saya melakukan sholat fardhu, sunnah, dan tarawih dalam keadaan duduk. 


Tapi inilah hikmahnya, kami jadi terharu, tanpa diajari ternyata anak langsung belajar dengan melihat contoh.


Saya jadi pasrah, sabar dan berusaha tenang, hanya Allah SWT yang akan menyembuhkannya. Tetap memperlakukan Shidqi dengan baik.


Ini hari keenam dia masih menderita, kami pun tak henti-hentinya berusaha. Tetap memberikan makanan lunak dan air putih serta minuman pengganti ion tubuh. Saya tak ingin membawanya ke dokter. 


Kenapa? tega? aahh..lebih tega jika memberi dia obat antibiotik dan semacamnya itu. Saya ingin memberikan obat muntah berak yang alami saja terlebih dahulu dan tetap memberikan makanan yang baik.


Alasanya sejak kecil dia sudah terlalu sering diberi obat-obatan, karena memang dia sering sakit. Apalagi BABnya tidak ada indikasi darah, sehingga tak perlu obat antibiotik pencegah infeksi. Mungkin ini hanya gejala syndrom pergantian cuaca yang tak menentu.  


Dan pernah saya baca di salah satu buku panduan, jika anak mengalami muntah dan mencret itu merupakan aksi tubuh menolak kuman dan racun dalam tubuh, dan dikeluarkan melalui muntah ataupun mencret.


Berikan Bakteri Baik


Tak diduga, petunjuk pun datang. Awalnya ada keinginan hati menelepon teman lama, Dina namanya. Dia seorang dokter. Padahal saya hanya ingin menyampaikan ada reuni untuk angkatan kami. Ternyata dia menanyakan kabar Shidqi. Tahu keadaan Shidqi sekarang, dia menyarankan untuk memberi Lacto-B, dijual bebas di apotik.

Aduh.. tak terpikir sama sekali, kenapa tidak memberi dia pengobatan alami? dengan memberi bakteri baik untuk melawan bakteri jahat di saluran pencernaannyaBakteri Lactobasillus. Biasanya terdapat dalam produk youghurt, keju, Yakult.


Bergegas kami belikan Lacto-B. Sekalian Imboost sebagai penambah kekebalan tubuhnya. Saya juga menduga dalam kedua produk tersebut mengandung salah satu mineral yaitu Zink.

Alhamdulillaah. Ternyata sedikit ada perubahan. Saat ke 3 (tiga) kali minum, muntah dan mencretnya seperti di rem. MAMPET!!! dan sudah mau makan. Dan Shidqi sudah bisa bernyanyi lagi dan tertawa-tawa. Subhanallaah.


"Shidqi mau sholatnya berdiri? udah sehat? udah gak lemes?", tanyaku.  
"Iya udah cehat, gak emes lagi".
Terimakasih kawan, terimakasih ya Allah.

Saat Anak Muntaber, Berikan Bakteri Baik!

Hadiahnya kami ajak dia berwisata ke Taman Mekarsari, biar semakin tahu makan buah-buahan itu perlu, agar pencernaannya pun sehat selalu.


20 komentar:

  1. Hiks.. ikutan terharu, bunda... Tapi emang bener, anak kadang malah mengajarkan orangtuanya. Kebiasaan Aira, kalau sudah tiba waktunya sholat, ia langsung melakukan gerakan sholat sebisanya dia di depan kami, orangtuanya. Hehehe... Soalnya terkadang kami masih asik dengan aktifitas project sampai-sampai sholat tidak tepat waktu. Padahal biasanya kami yang selalu mengajaknya sholat saat adzan sudah terdengar. Hehehe, dia malah jadi reminder kami sampai sekarang. Jadi malu... Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, dede Aira pinter ihhh..Insyaallah menjadi anak yang cantik dan sholehah

      iya mbak, itulah kepolosan jiwa anak-anak yg masih suci, Selma juga suka berisik kalo dah denger azan, manggil ayahnya.. "ayah, ahan, ahan (red.azan)!!"

      Hapus
  2. Terharu saya bacanya Mak saat Shidqi sholat duduk. Waktu itu umur 3 tahun yah. Subhanallah...

    Salam sayang buat shidqi dan dedek Selma :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, anaknya sering sakit2an, tapi subhanallah, adeeem, anaknya gampang diarahkan.. Makasih ya mbak Ainie #eh bener gak manggilnya? ^_^

      Hapus
  3. terima kasih ya mbak atas infonya,kemarin anakku yg kecil (1th) kena disentri. Tinjanya berlendir dan berwarna hijau.Kasian banget melihatnya:(

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 mbak Chris, semoga bermanfaat, saya juga sempat panik, tapi akhirnya jadi pengalaman, untuk selalu bijak memberikan obat alami.

      Semoga dede lekas sembuh yaa..jika belum ada perubahan hendaknya konsultasi dokter ya mbak, dan selalu berikan cairan berupa air putih dan sop agar tidak dehidrasi

      Hapus
  4. Aduh bun....sekarang dede (2thn) muntah dr td pgi...BABnya br sekali sich...tp td muntah bnyk lngsng kluar BAB dkit....pdhl br sembuh dr diare...skrng sedih lg liat dede ky gini...mdh2an info dr bunda bisa mnyembuhkan dede aaammmmiiinnnn.....

    BalasHapus
  5. ini pertolongan pertama sebenernya mbak, asal anaknya mau minum, mudah2n tdk sampai dehidrasi. Jika sakit berlanjut hubungi dokter ya mbak, get well soon dedek hebat :)

    BalasHapus
  6. Masya Allah ukhti..bnr2 sharing yang manfaat.
    Saat ini si bungsu saya juga lagi kena sakit yang sama.
    Bnr2 remuk hati pas liat dia bolak balik ke kmr mndi utk pup yang keluar seperti bubur itu.
    Mana biasanya dia lincah dan doyan maem plus ngemil itu jadi lemes dan ga nafsu makan.
    Sependapat saya dengan ukhti soal dokter dan obat.
    Ya walaupun sudah sempat ke dokter yang kebetulan tetangga, beliau jg menyarankan utk dikasih lacto B dan menjauhkan antibiotik krn jstru makin mmprlambat penymbuhan.
    Doakan ya ukhti si bungsu cepat pulih sperti sedia kala..aamiin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih mbak, semoga si kecil lekas sembuh yaa, perbanyak minum air putih juga agar tdk dehidrasi, terimakasih sudah mampir :)

      Hapus
    2. Mba lia, si adek shidiq sembuh dri muntaber setelah bbrpa hari minum lacto-b ?? Makasi yaa infonya ^^

      Hapus
    3. kayanya 2 hari kemudian stop dan sehat mbak, tidak lupa juga saya beri minuman gula garam sih, supaya gak dehidrasi

      Hapus
  7. Kl utk anak usia 7 bln bs konsumsi lacto B jg ya?anak saya skrang ini terserang muntaber

    BalasHapus
    Balasan
    1. lactoB sifatnya utk pertolongan pertama, aman utk anak-anak

      Hapus
  8. bunda kalo untuk orang dewasa usia 21th mempan gak ya kira* lacto-B nya?

    BalasHapus
  9. pake norit atau diamampet udah belum? mudah2an bisa, ditambah aja dosisnya. Komposisinya hanya vitamin mineral dan bakteri baik aja kok.. kalau sudah terjadi dehidrasi segera ke RS

    BalasHapus
  10. Terima kasih infonya.salam buat sidiq moga jdii anak soleh

    BalasHapus
  11. saya kalo diare atau muntah-muntah, atau habis minum satu set antibiotik juga konsumsi yogurt mbak. harapannya bisa menggantikan bakteri baik yang mungkin ikut keluar bersama buangan tadi atau mati karena kena antibiotik.

    BalasHapus

Hai, terimakasih sudah membaca ulasanku. Boleh dong isi dengan komentarmu, biar lebih seru..

Tapi, mohon maaf komentarnya tetap dimoderasi, supaya blog ini aman dari spam. Ingin berdiskusi lebih lanjut, hubungi email : bunda.shidqi@gmail.com