Pelajaran Hidup Nia Ramadhani di Keluarga Konglomerat

Hikmah Pelajaran Hidup Nia Ramadhani di Keluarga Konglomerat

Andai a a a a aku jadi orang kaya
Andai a a a a nggak usah pake kerja...

Itulah sepenggal syair lagu yang tenar pada tahun 90an. Membuatku dulu ikut berkhayal enaknya jadi orang kaya. Banyak uang, gak usah pake kerja, mau jalan-jalan ke luar negeri, mau naik mobil mewah, gampang. Bahkan pengen punya jodoh dan menikah dengan anak konglomerat, masa depan pasti bahagia.

Tapi apa daya, mana ada golongan konglomerat yang mau berjodoh denganku. Wajah pas-pasan, tinggi cuma 160 centi, bukan selebriti dan tak punya nilai gengsi. Kalau pun iya ada, bakalan juga dikatain netijen: "ih kok mau sih, gak level gitu".

*Haha, mari tertawa!

Tidak seperti Nia Ramadhani, berwajah cantik, bertubuh tinggi langsing, bak bidadari, pekerja keras, artis terkenal, dan mapan secara finansial. Tak heran dia pun bisa berjodoh dengan Ardi Bakrie, anak konglomerat dari bapak Aburizal Bakrie, orang terkaya di Indonesia menurut majalah Forbes pada tahun 2007.

Tapi apakah benar pernikahan Nia Ramadhani dengan anak konglomerat 100% bahagia? Nah, di sini bakal aku ajak kalian merenung. Hal ini juga dibahas dalam buku Novel "Cerita Ade", karya dirinya bersama Pidi Baiq yang sudah dilaunching akhir November kemarin.


Suka Duka Menikah Dengan Anak Konglomerat


Hikmah Pelajaran Hidup Nia Ramadhani di Keluarga Konglomerat

Iyap, Nia Ramadhani membuat buku novel semacam biographi mengenai dirinya. Ade, adalah panggilan kesayangan, si bungsu yang sudah ikut menyokong perekonomian keluarganya sejak usia 5 tahun. 
Di dalam buku ini banyak perjalanan yang diceritakan,  bagaimana kehidupan dirinya hingga dewasa ini. Berharap bisa menjadi hikmah bagi para pembaca dan membuka tabir apa yang sebenarnya terjadi.

Sejak kecil Nia memang pekerja keras, semua pernah dia coba, mulai sebagai penari latar, figuran, pemain sinetron, hingga model. Kemudian bisa bertemu dengan Ardie Bakrie karena dikenalkan oleh kakaknya Nia. Saat itu ia tak langsung menanggapi, justru khawatir apakah dia bisa hidup bersama anak konglomerat yang notabene dicap playboy, banyak teman wanita. Nia yang sudah punya pendirian kuat, tidak mudah takluk dan silau.

Namun akhirnya Nia Ramadhani luluh setelah melihat kesungguhan Ardi. Mereka menikah pada tahun 2010 dengan mahar seperangkat alat sholat dan uang senilai 2.015 rupiah. Cukup mengejutkan bukan? Sedikit amat. Kenapa gak aji mumpung gitu lho. Itulah bukti kalau Nia Ramadhani tidak memanfaatkan keadaan. Mahar sederhana tetap membuatnya bahagia dan langgeng hingga sekarang.

Sekedar informasi ternyata angka 2.015 adalah hasil penjumlahan tanggal 1, bulan 4, dan tahun 2010 pernikahan Nia dengan Ardie. Dia memutuskan menikah muda karena memang sudah ingin vakum di dunia entertainment yang dilakoninya sejak usia lima tahun. Nia banyak bersyukur perbedaan usia hampir 11 tahun tidak menjadi penghalang, mereka mampu menjalani pernikahan tanpa banyak drama.

Meskipun begitu, kisah kehidupan menikah dengan keluarga kalangan atas tidak seindah yang kita fikirkan. Awal mulanya Nia pun harus berusaha keras menyesuaikan diri agar bisa berbaur sesuai tata krama di sana. Saking polosnya, Nia sering jadi bulan-bulanan ledekan suaminya sendiri. Dipanggil kampungan, tak bisa kupas julit salak, dan lainnya.

Lama kelamaan jiwa Nia merasa lelah. Terjerat kasus narkoba terpicu ada rasa sedih dan kurang percaya diri berada di dalam keluarga ini, diakuinya seperti dituntut agar selalu bahagia. Selain depresi ditinggal pergi selamanya oleh ayah kandungnya, ternyata Nia dan Ardie kurang komunikasi. Kegelisahan jiwanya tidak bisa dibagi. Nia Ramadhani cenderung diam, tak ingin menambah beban suaminya yang sangat sibuk dengan pekerjaannya.

Hikmahnya, setelah adanya kasus ini, hubungan dengan sang suami mulai berubah. Nia bisa mengungkapkan isi hatinya melalui tulisan di kertas yang dibacakan langsung di depan Ardie, demikian sebaliknya. Cara ini membuat mereka intropeksi memang ada yang salah dalam perjalanan rumah tangga. Terlihat baik-baik saja, tetapi mereka tetap butuh oase, mata air di tengah gersangnya padang pasir.

Sejak itu mereka sering meluangkan waktu bersama. Seperti saat olahraga agar tubuhnya bugar, jalan-jalan, perayaan ultah orangtua, dalam kegiatan sekolah ketiga anaknya, di berbagai podcast, bahkan saat pre soft launching buku. Kini keduanya semakin terlihat mesra.



Mertua Yang Baik Membuat Nia Ramadhani Semakin Bangkit


Hikmah Pelajaran Hidup Nia Ramadhani di Keluarga Konglomerat

Dalam buku ini, Nia Ramadhani juga menuliskan bangganya memiliki ayah mertua seperti Abu Rizal Bakrie. Sang ayah datang menemui mereka di tempat rehabilitasi narkoba. Nia dan Ardi sangat ketakutan untuk bertemu dengan sang ayah. Ya wajar sih ya, namanya juga sedang merasa bersalah: "wah bakal diapain nih sama orangtua? Kena marah deh," gitu kira-kira.


Tapi di luar dugaan, sang ayah malah memberikan nasihat bijak, gak ada kata-kata dan nada murka. Ayah Bakrie bilang: “jika ada orang yang mengatakan hidupnya sempurna, tidak berbuat salah, itu tidak benar. Mana ada, setiap orang pasti punya masalah dan kesalahan. Bahkan orang yang benar-benar bahagia, mereka masih tetap memiliki masalah. Setiap orang pasti melakukan kesalahan dan hal negatif. Ga ada yang benar-benar suci. Kalian sama sekali gak bikin Papa malu. Papa akan selalu ada buat kalian”.

*Wuaaah, salam hormat deh buat ayah Bakrie, panutan orangtua nih, jadi gak usah marah ya pak, cukup maafkan dan nasihatkan..!

Begitu pun sebelumnya, dirinya sangat sayang pada ibu mertua. Beliau lah yang membimbing saat Nia tidak tahu bagaimana bersikap di meja makan, tidak tau memutar kursi jet, dan lainnya. Ibu mertua menjadi penyelamat dirinya. Beliau banyak mengajarkan bukan mengejeknya. Hal ini menjadi inspirasi Nia Ramadhani dalam mengasuh ketiga anaknya.

Jadi ingat dulu pertama kali aku tinggal di rumah mertua. Ibu mertua banyak mengajarkanku tentang rumah tangga, walau sesekali suka diledekin tapi kuterima dengan lapang dada. Makin bertambah tahun, hubungan kami jadi sangat dekat.


Latar Belakang Terbitnya Buku Cerita Ade


Beberapa ulasan diatas adalah sebagian kisah yang Nia Ramadhani ceritakan dalam buku barunya ini. Tulisan ini tadinya hanyalah tempat healing selama dia melaksanakan terapi. Sama seperti aku yang suka nulis di blog sebagai terapi, berusaha jadi blogger perempuan yang baik dan hikmahnya jadi berteman banyak dan hebat seperti kak Alaika Abdullah yang pernah menjadi Narasumber Literasi Digital

Kembali ke soal buku Cerita Ade. Nia memang tidak ada niat untuk menerbitkannya. Namun kemudian terbersit kenapa tidak? Jika buku diterbitkan, banyak yang baca, semoga menjadi hikmah baik bagi masyarakat. Kemudian Nia menghubungi Pidi Baiq, menurutnya gaya tulisan beliau sangat cocok dengan karakter dirinya sehingga diajaklah bekerjasama. 

Hikmah Pelajaran Hidup Nia Ramadhani di Keluarga Konglomerat

Buku Cerita Ade sudah bisa dipesan mulai 
Soft launching tanggal 28 November 2022 kemarin di Fan Campus Cisarua Bogor. Tempat dimana Nia dan suami di rehabilitasi. Dalam acara tersebut, semua keluarganya termasuk mama, kakak, ayah dan ibu mertua hadir. Tentu saja sang suami juga selalu setia mendampingi.

Suasana acara sangat mengharukan, aku turut menyaksikan di Live Instragram milik @ramadhaniabakrie. Semua anggota keluarga ikut memberikan kata sambutan dan dukungan. Lalu dilanjutkan foto bersama dan membagikan bingkisan kepada yang berhak bersama Baznas. 

Jika kamu juga ingin membaca buku #CeritaAde selengkapnya sudah bisa dipesan melalui online shop Tokopedia atau Shopee. Kamu juga bisa baca informasinya di instagram @cerita.ade. Selamat membaca!



2 komentar:

  1. Sempat heran dengan berita Nia di penjara karena tahunya selama ini, hidupnya bahagia. Perempuan cantik, tubuh ideal, hidup mapan,artis, istri pengusaha, dan lainnya. Mengejutkan pastinya saat dengar kabar Nia mengonsumsi narkoba. Dari sana jadi belajar pasti hidup bagaimana pun ada sisi gelapnya, jadi ambil pelajaran sajalah. Terima kasih sharingnya!

    BalasHapus
  2. Memang seharusnya keluarga itu ya seperti itu, saling menguatkan, saling support di saat ada anggota keluarganya yg terpuruk. Bukan malah dijauhi, dianggab beban dan pencoreng muka keluarga. Yg ada mereka yg terpuruk malah akan semakin down dan lebih jatuh lagi.

    Salut untuk keluarga Bakrie ini. Setidaknya bagi mereka, anggota keluarga tetep nomor satu yg harus dilindungi dan ditolong. Salah satu faktor yg bikin Nia dan Ardie jadi bisa bangkit dan jadi lebih baik lagi setelah kasus kemarinšŸ‘

    BalasHapus

Ingin berkomentar? Gunakan akun google anda agar mencegah spam. Jika ada pertanyaan khusus, silahkan kirim email ke: info.narasilia@gmail.com. Thank you ❤