Kenali dan Cegah Demensia (Pikun) Dini Dengan 9 Kegiatan Ini

Kenali dan Cegah Demensia (Pikun) Dini Dengan 9 Kegiatan Ini


"Kunci motor di mana sih, perasaan tadi naronya di sini. Oiya, liat kacamata gak, aduh kemana ya, tadi ada di meja kok sekarang gak ada?". Pernah gak kalian seperti ini, aku seriiiing, katanya sih itu gejala demensia dini, alias pikun di usia muda. Bah, gak percaya, masa sih bisa? Itu karena terburu-buru berangkat deh, ini itu belum siap, apalagi kalau si kecil malas berangkat sekolah.

Tapi lama-lama kepikiran juga dong, bisa-bisanya aku jadi kurang konsentrasi begini, apalagi kalau lagi banyak dateline terus si kecil riweuh ganggu ini itu, otak tuh berasa berat ngebul gak bisa inget dengan cepat. Bicara jadi plentat plintut, sampai si kakak menegaskan, "bunda kalo ngomong tuh yang jelas, ngomongnya diterusin, jangan tiba-tiba diam".

Waduh, iya nih jangan-jangan sudah ada penurunan daya ingat. Sempet malu sih sama ibu mertua yang sudah berusia tujuh puluh lebih, beliau tuh daya ingatnya kuat banget, sampai gunting kuku pun tau tempatnya, semua tertata rapi. Apa karena gak ada yang berantakin rumah lagi kali ya? Hehehe..


Kenali Demensia Dini Hingga Alzheimer


Dari beberapa penelitian dan artikel yang pernah aku baca, ternyata beneran lho, di usia muda pun kita bisa terkena demensia dini. Demensia itu adalah gejala penurunan daya ingat (pikun), mempengaruhi perilaku dan emosi hingga merubah cara berfikir jadi sempit.

Jika tak segera diatasi bisa mengarah ke penyakit Alzheimer seperti yang dialami mantan Presiden Amerika Serikat Ronald Reagen. Seperti yang dikutip dari Alzheimer's Disease International, gejala penyakit ini dapat dimulai hilangnya ingatan, suasana hati cepat berubah, kesulitan menemukan kata dan kalimat yang tepat untuk suatu objek, bahkan suka nangis tiba-tiba tanpa alasan, nahloh..!

Termasuk sulit mengingat nama dan wajah teman lama, sering ketuker menyebut nama-nama anak dalam waktu bersamaan, lupa menaruh kunci, kacamata, bicara mulai blepotan, tidak dapat merangkai kalimat dengan baik, sulit menentukan sikap, mudah resah, apatis, itu sudah pertanda.

Apatis itu maksudnya gimana? Ya itu terlalu cuek sama lingkungan, termasuk hal yang kita ciptakan untuk menghilangkan trauma pun ternyata bisa memicu kita jadi pikun dini. Sebagai contoh, kita sempat stress karena suatu masalah keluarga, rekan kerja, pacar, nah kita pengen tuh melupakannya agar kita kembali happy (kalo kata orang bijak mah lupakan masa lalu), eeeh ternyata gak bagus juga, karena otak kita gak diajak mengingat memory lama, akibatnya jadi sering lupa.

Terus sebaiknya gimana?

Sebaiknya jangan berlebihan dalam melupakan sesuatu, kisah pilu masa lalu cukup dijadikan spion agar menjadi pelajaran berharga, warning. Kita juga harus bisa mengendalikan stress, imbangi dengan kegiatan yang bikin kamu bahagia, jangan terlalu serius, bercandalah, jangan berlebihan takut, karena syaraf otak kita harus tetap dijaga kewarasannya.


9 Kegiatan Mencegah Demensia Dini Sejak Awal


Kenali dan Cegah Demensia (Pikun) Dini Dengan 9 Kegiatan Ini

Sebelum terlambat, ada baiknya kita waspada mulai sekarang. Jangan sampai membuat kita beneran jadi pikun, pelupa, bahkan Alzheimer. Yuk kita bisa coba cegah dengan hal-hal berikut ini:

1. Asupan Sehat Bergizi

Makan dan minumlah sumber yang bernilai gizi baik untuk kesehatan otak. Mengandung vitamin E, zat besi, vitamin C, betakaroten, asam lemak tak jenuh, omega 3, dan antioksidan. Seperti kacang almond, tempe, alpukat, buah berry, brokoli, pepaya, tomat, bayam, produk susu dan ikan. Tidak merokok dan minum alkohol.


2. Cukup Tidur Berkualitas

Orang yang tidur kurang dari 7 jam sehari dapat mengalami risiko 30% lebih tinggi terkena demensia, karena selama tidur, otak diizinkan untuk mengembalikan daya ingat, membersihkan racun termasuk beta-amiloid yaitu protein otak yang dapat menggumpal dan menyumbat penyebab penyakit Alzheimer.

Kurang tidur juga dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah dan peradangan otak. Jadi jangan paksakan diri untuk melek atau begadang, beri waktu untuk istirahat dan tidur. *Yuk, bobo!


3. Dance / Olahraga

Melakukan olahraga rutin bukan cuma bikin badan sehat dan fit, ternyata bisa menurunkan kadar hormon kortisol dan epineprin penyebab stress, membuang racun-racun yang menumpuk dalam aliran darah, sehingga oksigen darah ke otak tercukupi. Otak pun sehat berkonsentrasi.

Oya termasuk dance, gojet tiktok, itu juga bisa mencegah demensia lho, asal jangan pamer aurat dan berlebihan ya, gak baik juga. Kenapa bisa begitu? Coba bayangkan, sebelum gojet itu otak dipaksa untuk menghafal gerakan untuk disesuaikan dengan musik, membuat koordinasi syaraf gerak dan memory jadi seimbang.


4. Beribadah

Bagi muslim muslimah, rajin beribadah bukan sekedar sholat dan membaca AlQuran, tetapi alangkah baiknya setiap gerakan tubuh saat ruku, sujud, maupun lidah saat berucap dzikir dan doa, otak pun diajak untuk berfikir, merenung, menafsirkan, mencoba memaafkan dan mengikhlaskan keadaan yang tak membuat kita bahagia. Insyaallah jiwa, raga dan pikiran pun ikut tenang, bebas, tidak takut menghadapi apa pun yang akan terjadi.


5. Banyak Membaca dan Mengajarkan

Banyak membaca artinya banyak belajar, otak diajak mikir. Media membaca bisa berupa novel, cerpen, komik. Hal ini merangsang emosi kita menjadu empati dan simpati, membuat kita ikut bahagia, sedih, gemes, dan sebagainya, bahkan bisa menjadi acuan oh ternyata kita gak sendiri, semua orang pasti mengalami.

Selain membaca, alangkah baiknya kita membagikan ilmu yang bisa kita sampaikan melalui pertemuan, kuliah, pengajian, bahkan tulisan.


6. Bersosialisasi dengan kawan

Kelamaan di rumah bikin stress? Pastinya, apalagi kalau kita tidak sampai bertemu kawan dan sodara satu server, bikin mulut bungkam dan akhirnya jarang bicara. Bukan saja di rumah, dimana pun kalau kita tidak berusaha bergaul, bersosialiasi, mengeluarkan unek-unek, lama kelamaan juga akan stress, kikuk, dan bicara pun grogi.

Bersosialisasi bukan berarti kebanyakan main dan nongkrong ya, tetapi ada baiknya bertegur sapa, sekedar mendengarkan cerita orang lain, tertawa bareng, melepaskan hormon stress. Bahkan chatting, menelepon, atau membalas komentar sosial media atau blog pun termasuk bersosialisasi


7. Mengasah otak dengan games jadul

Kok bisa sih main games jadul cegah demensia? Eh jangan salah ya, permainan jaman dulu itu justru lebih mengasah otak lho, seperti contoh teka teki silang, sudoku, Solitaire, Mahjong, Spider, catur, dan sebagainya. Permainan ini mengajak otak mengatur strategi, berfikir cepat, dan menyeimbangkan otak kanan maupun kiri.

Aku berkaca pada ibu mertua yang suka main games jadul yang ada di komputer, tua-tua tapi jago. Jujur beliau tuh masih kelihatan energik, gak ngerepotin minta diambilin ini itu, segar, daya ingat mantap. Mungkin sebagian orang ada yang risih kalau liat nenek kok main games? Ealahh, why not, selama tidak menyusahkan anak cucu biarin aja sih, mereka juga gak lupa waktu.


8. Lakukan Hobi dan Menyusun Barang Dengan Rapi

Ini anjuran berlaku buat yang gak pernah diganggu anak-anak ya. Kalau masih ada anak kecil sih jangan harap barang bisa ada di tempatnya. Sudah diatur rapi, tetap aja bakalan pindah tuh barang, haha. Ampun deh!


9. Tadabur Alam

Ini semacam piknik, refreshing melihat pemandangan alam. Mata yang luas memandang ke kebun teh, ke pantai, membuat otak akan relax. Dan kalau bisa singgah ke daerah melihat situs-situs bersejarah agar jiwa semakin adem menjiwai semesta.



Review Bermain Games Jadul di Solitaire.Org


Kenali dan Cegah Demensia (Pikun) Dini Dengan 9 Kegiatan Ini

Terus, kamu sudah coba yang mana? Hampir semua kegiatan aku coba, kecuali menata rumah jadi rapi dan tadabur alam, masih corona. Tapi aku setuju kalau ada orang lain memilih cara membahagiakan dirinya dengan bermain games. Kita tidak boleh menghakimi orang lain, ini yang benar, itu yang salah. Selama tidak merugikan, sebaiknya didukung saja.

Aku pun jadi tertarik untuk kembali mencoba bermain permainan di Solitaire.Org sekedar bernostalgia. Wah ternyata tidak seperti yang kubayangkan, permainan di Solitaire.org ini penampilannya tidaklah ketinggalan jaman. Kartu Solitaire bukan lagi cuma gambar King dan Queen romawi, tetapi ada yang bertajuk Nelayan dan Fish.

Kenali dan Cegah Demensia (Pikun) Dini Dengan 9 Kegiatan Ini

Langkah permainannya tetap sama, diberi waktu dan score, tapi ada tantangan lain yaitu mengumpulkan ikan-ikan dibalik urutan angka kartu. Profil King, Queen, dan Jack pun diganti dengan para nelayan yang memakai pakaian berwarna matching. Seru juga nih!

Oya, sejujurnya aku tak begitu suka berlama-lama bermain kartu solitaire ini. Lanjut bermain Mahjong, permainan kartu nenek moyang China itu lho. Kalau di komputer kan pilihannya huruf kanji dan bunga, tapi kalau di Solitaire.org ada yang bertema ala-ala memasak. *Aaaahh, aku sukaaa sekali.. 😍

Kenali dan Cegah Demensia (Pikun) Dini Dengan 9 Kegiatan Ini

Kita diajak memasang-masangkan sesuai pesanan masakan, seperti main dinner dash gitu, tetapi ini Mahjong. Sebagai contoh, aku harus memilih 3 masakan steak yang diberi asparagus dan daging. Kalau main ini aku gak akan bosan. Sangat mengasyikkan....

Kenali dan Cegah Demensia (Pikun) Dini Dengan 9 Kegiatan Ini

Keistimewaan main di Solitaire.Org itu GRATIS alias gak bayar, kita tak perlu download, gak memakan memory gadget, cukup sediakan paket data atau wifi. Games di sini pun ditambah musik, pewarnaan gambar yang eye catching, dan level yang menarik untuk terus dilanjutkan.

Bagaimana, apakah kalian juga ingin mencobanya? Yuk, hilangkan stress dan cegah demensia dini mulai dari sekarang. Selamat main di ➡️ SOLITAIRE.ORG






20 komentar:

  1. Apa kegiatan ini juga berlaku untuk pelupa? Hehe, saya juga sering bermain solitaire yang gak pernah ketinggalan zaman.

    BalasHapus
  2. Hai kakak,aku Dennise.Artikelnya manfaat banget ya.Usia sudah 1/2 abab seperti aku ini perlu prepare dalam cegah demensia dengan berkegiatan.Supaya jangan pikun sebelum waktunya,he...he..he.Aku mau coba nih main games di Solitaire.Org

    BalasHapus
  3. Saya setuju nih, main game online asah otak cegah pikun. Saya termasuk yang bermain game di kala bosan. Apalagi kalau bermain kayak mahjong, main kartu, lalu cari benda hilang. Saya suka

    BalasHapus
  4. Ini selalu diingatkan sama mamah dan almarhumah mertua. Keduanya sering bilang kalau udah lansia harus diusahakan tetap aktif. Biar gak mudah pikun. Ternyata memang benar, ya

    BalasHapus
  5. Aku dah melakukan sebagian besar tips nya kayaknya. Semoga dojauhkan dari penyakit demensia. Aamiin

    BalasHapus
  6. saya paling takut terkena demensia

    takutnya ngerepotin orang2 sekitar dan tentu saja anak2 saya

    karena itu saya ngeblog

    dan sekarang mau main ke Solitaire.Org untuk main games yang asyik

    BalasHapus
  7. Gak heran sebenarnya mengapa sekarang dan beberapa tahun terakhir semakin banyak orang Indonesia demensia. Soalnya apa-apa tanya Mbah Google. Dulu biasanya orang akan ekstra berpikir untuk memanggil memori-memori lama. Sekarang apa-apa baru berapa detik langsung tanya Google. Kita terlalu mengandalkan teknologi, sehingga malas mikir.

    Asah otak lewat games ini salah satu cara cerdas sih menurutku. Apalagi kalo gamesnya kayak hidden objet games ya, di Solitaire ada. Ini bagus banget buat mengurangi risiko demensia.

    BalasHapus
  8. Wah main games jadul ternyata manfaatnya bisa mencegah demensia dini ya. Aku kadang main game juga sih, tapi kelemahanku mengingat wajah orang tu masih aja kambuh. Kadang merasa kenal eh taunya bukan orang yg kukenal dan sebaliknya orang yg udah kukenal pas ketemu malah nggak kusapa. Lupa gitu lo ini siapa... Tuh kan aneh.

    BalasHapus
  9. Pikun ini memang salah satu penyakit yang menakutkan menurut saya. Apalagi untuk mereka yang sudah melewati usia 50an tahun seperti saya. Masalahnya pikun itu bisa berkepanjangan dan merepotkan orang lain. Ya Allah. Semoga tidak terjadi dengan saya. Dengan menulis, mengajar, dan mengkonsumsi vitamin, mudah-mudahan bisa menghambat atau setidaknya menghindari pikun, seperti yang sudah diuraikan di atas.

    BalasHapus
  10. yang belum bisa aku lakukan yaitu tidur dengan cukup, saat ini banyak begadang kerjain dateline, padahal tidur yang cukup merupakan salah satu mencegahan demensia dini ya

    BalasHapus
  11. Wah saya juga suka banget permainan kartu ini baik di dunia online maupun offline. Beberapa game di solitaire sudah saya coba mainkan, seru ya yang permainan kartunya.

    BalasHapus
  12. Ahya ternyata kurang tidur juga bisa ya menjadi penyebab dimensia..note deh hrs kurangi tidur larut malam aka begadang ya

    BalasHapus
  13. Banyak gerak dan bermain game yang mengasah otak memang sngat bagus untuk mencegah demensia. Bahkan menahan lajunya. Saya pernah mengalami karena stress berat dan berhasil melaluinya.

    BalasHapus
  14. Hampir semua kegiatan ini sudah saya lakukan juga,kak. Semoga nantinya bisa cegah demensia dini ini. Bermain games biasanya pun saya lakukan pakai PC terutama di selang tumpukan kerjaan agar tetap ada rileks dan menghibur diri.

    BalasHapus
  15. Asah otak, kelola stres dan jaga pola tidur itu ada pengaruhnya juga ya buat mencegah dari demensia. Yuk semangat pola hidup sehat

    BalasHapus
  16. Tipsnya mengurangi demensia bagi saya bermanfaat, klo membaca Quran bagi saya juga resep meminimalisir lupa

    BalasHapus
  17. Waduh, ternyata bisa nyerang yang masih muda juga ya mba. Aku tu paling lupa pas sholat tiba tiba lupa rakaat berapa, atau tiba tiba lupa mau ngapainya ke dapur. Dan itu sering...

    BalasHapus
  18. ah iya, demensia atau pikun bisa dicegah ya mbak
    selain dengan menulis, say juga main game buat mencegah pikun

    BalasHapus
  19. Ku setuju Lia, emang semua harus diambil positifnya ya
    gadget ini memudahkan berkomunikasi - memudahkan memantau apa pun itu - dan menulis which is meminimalisir pikun atau dementia

    BalasHapus
  20. gadget dan game maksudnya

    BalasHapus

Gunakan akun google anda jika ingin berdiskusi atau bertanya. Atau silahkan kirim email ke: info.narasilia@gmail.com