Lagu Isi Piringku, Cara Asyik Makan Sehat Bareng Si Kecil

Si kecil susah makan, apalagi sama buah dan sayur? Wah, itu tidak berlaku di rumah kami. Setiap beli mangga, apel, jeruk, pisang, alhamdulillah anak-anak doyan semua. Kalau sayur harus pakai trik memasaknya, sehingga tanpa dipaksa mereka tetap akan lahap makannya.


Caranya gimana? Aku punya tips dan trik supaya mereka gampang dikasih makanan sehat apa saja, salah satunya menjadikan ISI PIRINGKU sebagai pedoman porsi makanan sehat. Dari situ, aku sudah tak khawatir lagi dengan kesehatan anakku. Walau kelihatannya mereka kurus-kurus, tapi tenang saja toh asupan makanan minumannya cukup.

Kok bisa? Bisalah, nanti akan aku jelaskan. Jangan diskip dulu, ya. Sekarang kita kenalan dulu sama Gerakan Isi Piringku.

Gerakan Isi Piringku yang diluncurkan Kemenkes RI pada akhir tahun 2017 lalu, menggantikan slogan gizi 4 sehat 5 sempurna yang sudah basi. Tujuannya agar sajian dalam isi piringku ini diharapkan bisa menentukan masa depan generasi bangsa lebih sehat. 

Isi Piringku menjadi pedoman yang pas sebagai ukuran nutrisi yang dibutuhkan tubuh dalam sekali makan. Dalam satu piring, dibagi menjadi 2 bagian:


👉  50% untuk kebutuhan makronutrien (karbohdirat, protein, dan lemak), terdiri dari: 

      - 2/3 makanan pokok

      - 1/3 lauk pauk hewani dan nabati

Sumber makanan: nasi, ubi, singkong, kentang, roti, daging ayam, telur, daging, ikan, tempe, tahu, kacang-kacangan.


👉  50% untuk kebutuhan mikronutrien (vitamin dan mineral), terdiri dari: 

     - 2/3 sayur mayur

     - 2/3 buah-buahan

Sumber makanan: bayam, kangkung, labu, wortel, brokoli, apel, jeruk, jambu biji, pisang, semangka.



Jumlah penyajiannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan energi masing-masing orang. Terlalu panjang untuk diuraikan, perlu konsultasi gizi untuk merumuskan. Tapi yang paling penting, ada pesan dalam Isi Piringku, yaitu perbanyak makan sayur dan buah. 

Manfaat banyak makan buah dan sayur bisa membantu penyerapan zat gizi, memperlancar peredaran darah, dan mencegah penyakit degeneratif yang tidak menular, seperti obesitas, hipertensi, stroke, gagal ginjal, jantung koroner.

Isi Piringku mengajarkan, sebaiknya jangan cuma makan 1-2 sumber makanan saja, tetapi ada 4 pokok bahan makanan yang harus disertakan. 

Coba perhatikan tabel di bawah ini, menu mana yang lebih sesuai dengan pedoman ISI PIRINGKU?


Contoh Komposisi Menu Yang Tepat tepat dalam porsi  'Isi piringku'

Nasi Uduk

• Nasi santan
• Orek tempe, tahu bacem, telor kecap
• Tumis kacang panjang, Oseng wortel, bakwan kol wortel.
• Buah jeruk


Nasi Goreng

• Nasi minyak
• Ayam suwir, Telur, Ati ampela
• Kacang polong, Sawi putih, Acar wortel timun
• Pepaya potong


Nah, supaya bangsa ini semakin sehat, bukan saja makan makanan bergizi, tetapi pola hidup sehat juga harus dibiasakan, sesuai tumpeng Pedoman Gizi Sehat (PGS), yaitu jangan lupa untuk selalu:

- mencuci tangan pakai sabun, 

- membiasakan minum air minimal 6-8 gelas sehari, 

- olahraga secara teratur minimal 30 menit, 

- dan mengurangi asupan gula.


Tips Menanamkan Kesadaran Makanan Sehat Dari Rumah Sejak Dini


Pernah memperhatikan gak, kenapa ya orang Indonesia tubuhnya banyak yang pendek-pendek? Banyak yang bilang karena kurang gizi, turunan, benarkah?

Yap, ada benarnya juga. Ternyata negeri kita yang subur makmur ini, masih termasuk dalam 5 besar negara bermasalah gizi. Ada sekitar 36,4% penduduk Indonesia mengalami stunting (tubuh pendek).

Saat menjadi penyuluh gizi pada kisaran tahun 1999 lampau, aku pernah menemukan fakta di desa Cianjur banyak yang kekurangan gizi, terutama defisiensi (kekurangan) protein. Bertubuh pendek, moon face, rambut kemerahan, mata terlihat lesu. 

Mereka begitu bukan karena tidak makan. Tetapi ironisnya, sumber makanan yang baik justru lebih banyak dijual daripada dikonsumsi sendiri.

Bapak dan ibunya menganggap kalau makan nasi, ikan asin, dan kuah mie instan itu sudah lebih dari cukup. Sedangkan telur, ikan, daging, hasil bumi lainnya dijual untuk tujuan tabungan masa depan. Membeli perhiasan, membangun rumah, atau membuat hajatan untuk pernikahan anak gadisnya, itulah masa depan.

Anak-anak berhak mendapat makanan sehat agar tumbuh besar secara optimal. Setiap anak butuh makanan sehat 3 kali sehari, butuh banyak buah dan sayur, juga butuh makanan yang kaya protein, omega 3, DHA. 

Sebagai ibu yang baik, kita harus banyak belajar dan memahami, makanan bergizi apa saja yang baik diberikan sejak dini, terutama untuk anak usia sekolah 4-6 tahun. Kita harus menyiapkan makanan sehat.


1. Makanan sehat dimulai dari belanja yang sehat dan tepat

Cara mendapatkannya, kondisi tempat membelinya, dan kebersihannya mempengaruhi kualitas makanan.


2. Makanan sehat bisa dilihat dari cara penyimpannya.

Penyimpanan yang baik berasal dari suhu yang tepat agar tidak cepat busuk. Bahan makanan daging, ikan, dan seafood lebih baik disimpan dalam keadaan beku.


3. Makanan sehat berasal dari cara pengolahan yang tepat.

Memasak lebih baik tidak terlalu lama agar zat gizinya tidak cepat rusak. Buah potong lebih baik dibanding diblender. Menumis, mengukus, membuat pepes, adalah lebih baik dibanding merebus dan menggoreng.


4. Makanan sehat berasal dari cara penyajian dan makan yang baik.

Cara penyajian makanan menentukan daya nafsu makan seseorang, apalagi jika dikunyah dengan tenang dan tidak terburu-buru, pencernaan menjadi lebih sehat dan zat gizi menyerap dengan baik.


Sekarang pertanyaannya adalah:


“Bagaimana solusi menangani anak yang tidak suka makan nasi, sayur dan suka pilih-pilih makanan, padahal sudah sesuai pedoman gizi? Bagaimana nanti tumbuh kembangnya?"


Hmm, biasa deh, permasalahan anak usia dini memang tidak ada habisnya, tak biasa sarapan, ogah makan sayur, maunya makan nugget dan ayam goreng saja. Malas makan karena kenyang donat, sering dehidrasi karena kurang minum, dan suka jajan.


Yuk, kita sama-sama mengevaluasi dan lakukan tipsnya:

1. Berikan contoh yang baik 

Memberikan contoh adalah solusi utama, agar semua anggota keluarga semakin sehat. Biasakanlah sejak kecil. Dan jangan memaksa anak mau makan sayur, tapi ayah ibunya tidak suka makan sayur, *hayoo..

Supaya anak suka makan sayur, kita bisa suguhi sajian yang kekinian, seperti membuat pie salad, kentang kukus isi gado-gado, somay ikan sayur, muffin brokoli, nugget ayam wortel, dan minuman smoothies pepaya wortel yang menyegarkan


2. Kenali Makanan Lokal Yang Kaya Gizi.

Ajaklah anak-anak mengenal makanan yang baik untuk tubuh mereka melalui cerita, belanja bareng, dan bisa ajak bersama-sama mencuci buah dan sayur di dapur.


Kenali sumber makanan lokal, banyak kok sumber alam yang bisa dibanggakan, namun sayangnya masih banyak yang gengsi kalau makan makanan 'kampungan'. Sering dibilang otak tempe lah, padahal tempe kan makanan bergizi yang murah meriah.

Untuk anak yang tidak suka makan nasi, tak perlu dipaksa. Kan bisa diganti dengan roti, ubi, jagung, singkong, kentang, talas, keladi. Silahkan saja dijadikan sumber makanan pokok. 

Jangan malu makan nasi jagung. Jangan minder kalau cuma makan singkong dan ubi rebus. Energi si kecil juga masih bisa diperoleh dari asupan protein dan lemak. 


3. Jangan biarkan jajan sembarangan

Anak-anak itu suka banget sesuatu yang manis, menarik, dan baru. Biasanya jajanan kan banyak mengandung gula, akibatnya akan membuat anak malas makan nasi atau sayur karena sudah merasa kenyang.

Tugas ibu menjaga agar mereka tidak minta jajan atau ngemil makanan manis, sebelum waktu makan. Setidaknya beri jarak sekitar 2-3 jam, agar perut mereka kembali lapar dan nafsu makan meningkat. 


4. Biasakan minum air putih

Anak-anak itu seringkali dehidrasi, cepat haus. Membiasakan minum air putih adalah hal yang baik untuk kesehatan anak-anak. Apalagi banyak kemasan air putih yang menarik untuk anak-anak, seperti kemasan Aqua ini.

Jangan sampai mereka lebih memilih minuman manis, karena minuman yang mengandung gula akan membuat anak jadi malas makan. 


5. Buat Suasana Menyenangkan Dengan Berdendang Lagu Isi Piringku.

Ya, Nutrisi Bangsa sengaja menciptakan lagu Isi Piringku dan memperkenalkan kepada anak-anak PAUD bertujuan agar mereka mengenal pentingnya hidup sehat dengan makan makanan bergizi yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral.

Selain itu lagu Isi Piringku mengajarkan biasakan mencuci tangan, minum air putih, dan susu. Diharapkan dengan lagu ini anak-anak lebih mengingat dan paham sehingga mereka sadar sejak kecil.



Bunda bisa lihat di youtube @nutrisibangsa
https://www.youtube.com/watch?v=9ywtyq_Q7cI, jangan lupa LIKE ya! Perhatikan deh syairnya:

Aku anak sehat dan cerdas
Gemar makan buah sayur, karbohidrat, dan protein
Cukup minum air dan susu
Tak lupa cuci tangan pakai sabun
Ingat..
Isi Piringku..
Isi piringku..


Yuk, jadikan anak kita sehat dan cerdas dengan asupan makanan minuman bergizi sesuai pedoman Isi Piringku dengan cara yang menyenangkan. Info lengkapnya follow Instagram @isipiring_ku ya!



28 komentar:

  1. Wow menarik sekali program isi piringku ini apalagi untuk anak, hemm lucu dan kreatif pasti anak gak ragu lagi buat makan. Apalagi sepiring isinya sudah komplit, paket lengkap gizi seimbangnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, terimakasih banyak ya

      Hapus
  2. kalau sudah ada si kecil, sudah harus pintar-pintar mengolah menu yah. Biar si kecil tercukupi nutrisinya. Salut deh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya harus muter otak cari tips dan trik supaya mau makan sehat

      Hapus
  3. Lagunya seruu.. anakku yang 2 tahun aja bisa hapal loh. Jadi semangat makan sehat deh

    BalasHapus
  4. iya kalau dari kecil sudah terbiasa makan makanan yang sehat, kelak dia akan terus pilih makanan yang sehat dan kaya nutrisi, ogah jajan di luaran yes

    BalasHapus
  5. Iya ini harus dimulai dari sejak dini ya biar anak terbiasa makan dengan berbagai varian makanan dari kecil. Pengalaman banyak anak yang ga suka sayur karena pembiasan dari kecil kurang diberi sayuran...

    BalasHapus
  6. Parents kudu pantengin tips ini ya
    supaya anak2 tercukupi gizi dan nutrisi nya dgn baik dan seimbang
    aakk, makasi sharingnya mak.

    BalasHapus
  7. Untuk tips lagu isi piringku kayaknya tepat banget buat dicoba mbakk.. Anakku juga susah banget kalau dikasih sayur, buah pun sukanya yang itu-itu aja. Barangkali dengan mendengarkan lagi itu bisa memancing nafsu makan sayurnya.. Tfs ya mbak..

    BalasHapus
  8. Biasanya memang harus puter otak kalau anak gak suka makanan tertentu. Bisa dibikin bento atau disembunyiin ke bahan lain. Harus cari banyak cara supaya anak mau makan :)

    BalasHapus
  9. Lagunya asyik hihihi, anak-anak saya jadi suka nyanyiin, pas juga saya ajak nyanyi menjelang makan, jadi anak-anak mau makan sayur.

    Isi piring sehat itu penting emang ya, Apalagi anak-anak sedang dalam masa pertumbuhan yang butuh nutrisi cukup untuk mendukung tumbuh kembangnya :)

    BalasHapus
  10. sejak pandemi, saya mematuhi isi piringku untuk meningkatkan imunitas tubuh

    karena banyak dokter menganjurkan demikian, dan alhamdulilah jarang sakit sesudah selalu mengonsumsi karbohidrat, protein dan sayur sesuai aturan isi piringku

    BalasHapus
  11. Iya klo memasak pakai bahan² fresh hasil masakan jadi enak dan lezat ya mbak

    BalasHapus
  12. Alhamdulillah saya pun beruntung banget punya anak-anak yang suka sayur dan buah. Kalau dulu, saya coba kenalin sayur duluan saat MPASI, karena katanya kalau dikenalin buah dulu jadi cenderung enggak suka sayur. Tapi enggak tahu sih itu commonsense atau beneran,hehehe Cuma cara ini memang berhasil banget buat anak-anaknya ibukutu,hihi.

    BalasHapus
  13. Sebetulnya sangat sedih dengan fakta Indonesia ini masuk 5 besar negara dengan masalah gizi buruk, padahal dikenal subur makmur gemah ripah loh jinawi ya mbak. Harapannya tentu saja semoga penyuluhan2 yang diberikan menyadarkan petani tak hanya menjual tapi juga mengkonsumsi untuk diri sendiri setiap bahan pangan yang mereka hasilkan untuk kesehatan gizi mereka.

    Semoga pedoman ISI PIRINGKU ini diterapkan secara menyeluruh oleh masyarakat kita ya. Aamiin

    BalasHapus
  14. Cara penyajian dan pengolahan makanan bisa menarik perhatian anak-anak juga ya, makanya isi piringku ini bagus diterapkan buat jaga kesehatan juga

    BalasHapus
  15. Dalam satu piring kalo bisa sih memenuhi beragam nutrisi ya. Anak-anak semakin sehat dan senang sih jika diberikan makanan yang dibuat menarik. Ibu harus cerdas tentunya bisa menyiapkan yang terbaik untuk si kecil.

    BalasHapus
  16. Apa tubuh pendek itu karena keturunan juga ga mbak ? Ohya saya jadi salfok sama bentuk makanan bentonya menarik ya mbak

    BalasHapus
  17. Isi piringku dibutuhkan masyarakat untuk konsumsi gizi berimbang

    BalasHapus
  18. Ini solusi banget buat anakq kak, selama ini dia jarang mau makan makanan 3x sehari. Next q mau coba menerapkan gerakan ini semoga anakkq suka

    BalasHapus
  19. Wah isi piringnya lengkap banget, pasti kandungan nutrisi Dan vitaminnya cukup banget nih. Happy deh kalau punya anak Suka makan begini

    BalasHapus
  20. Setuju mba semua makanan Sehat berasal dari ptoses yg bersih dn Sehat juga jadi peer nih setiap hari memberikan ke keluarga makanan bergizi yg sesuai dg isi piringku utk tumbuh kembang anak2

    BalasHapus
  21. Jangankan anak-anak kecil Mbak, anak-anak saya yang sudah memasuki usia dewasa susah banget disuruh mengkonsumsi sayur dan buah. Jadi terpaksa sering saya akali dengan sayur goreng kremes/renyah.

    BalasHapus
  22. Sip bunda...
    Isi piringku!! Apalagi mada pandemi gini makanan harus baik. Biar anak2 suka makan ini itu plating might be eye catching

    BalasHapus
  23. Ikutan ilmunya isi piringku ya mba, supaya nutrisi kebutuhan harian bisa tercukupi, semoga pedoman isi piringku ini diedukasi ke semua lapisan supaya sehat sehat semuanya.

    BalasHapus
  24. Wiiiih bun, domain name kita mirip nih. Masalah yang dihadapi pun nyaris sama.

    Sama-sama bermasalah dengan anak ya g gak doyan sayur

    BalasHapus
  25. Lucu banget mba bentuk makananya di buat kek kelinci, anak pasti dengan senang hati menyantap ya. Makasih banget mba, sharing perentingnya, aku memang butuh banget nih heheh memersiapkan diri.

    BalasHapus

Gunakan akun google anda jika ingin berdiskusi atau bertanya. Atau silahkan kirim email ke: info.narasilia@gmail.com