Hati-Hati, Begini Akibat Buruk Jika Menumpuk Pakaian Tak Terpakai. Bagaimana Solusinya?

Plastik wayang laundry pakaian


Pernah gak merasa bingung saat membuka pintu lemari pakaian? Bukan bingung mau pakai baju yang mana, tapi bingung mengamati susunan baju di hadapannya. Nampak banyak pakaian lama menumpuk di bagian paling bawah, entah kapan akan dipakai kembali. Kalau sudah begini mau diapakan ya?

Toh tidak setiap hari dia gunakan baju-baju ini. Mendadak bingung lihatnya, mana sudah terlihat jadul, sebagian bau lemari dan lainnya bau kamper. Lhaa, salah sendiri, inilah akibat buruk jika suka menumpuk pakaian.

Tumpukan pakaian lama-lama akan lapuk, kotor, dan menulari penyakit ke pakaian lainnya. Apalagi jika ditinggali tungau, kecoa, atau dipipisin tikus, hiyy makin jijik aja. Kalau sudah begini, salah siapa coba?

Memang sejujurnya, ini gara-gara godaan diskon yang seringkali menjerat hati untuk segera membelinya setiap mampir ke toko baju, selalu ada bisikan: "Wih, asyik nih, mumpung murah, beli ah. Nanti kalau harganya keburu naik, jadi mahal, menyesal deh”.

Plastik wayang laundry solusi merapikan pakaian lama


Padahal kala itu kita sadar masih ada gamis ungu, atasan tunik, blazer, celana kulot, dan puluhan jilbab, tapi kalau lihat koleksi yang baru pengennya langsung beli. Sampai di rumah baru deh berfikir ulang, makin banyak saja pakaian yang menumpuk. *Telat yaa..

Dalam hati kecil sih tak bisa bohong, takut juga sih dengan kondisi begini. Teringat nasihat seorang guru bahwa semua barang yang kita miliki ini akan dimintai pertanggung jawabannya di akhirat nanti. Semakin banyak barang yang ditumpuk, semakin lama perhitungannya. *Ishh..

Mawar ingat pada dalil yang disampaikan ustad kala itu, dalam hadist Rasulullah SAW: “Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga dia ditanya tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya”. (HR. Tirmidzi).

Allah juga kan tidak menyukai orang yang boros dan berlebihan, karena itu perbuatan syaitan, waduh.. 

Sebagaimana firman Allah Ta`ala :

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُواْ إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُوراً

Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya. (QS. Al Israa` : 27)


Solusi Agar Pakaian Tidak Mubazir Menumpuk.


Mungkin kita pernah rasakan ya, guys. Bikin mumet lihat baju lama teronggok tak terpakai. Kalau sudah begitu, bagaimana solusinya agar pakaian tidak mubazir menumpuk? 

Sebaiknya lakukan langkah-langkah berikut agar kita terhindar dari sifat buruk ini, antara lain:

1. Jangan tergoda membeli pakaian baru lagi sebelum yang lama dikeluarkan.

Memang perempuan itu tak akan tahan melihat pakaian yang bagus dan murah. Namun pada saat ingin beli, pikirkan kembali manfaatnya, seberapa pentingnya untuk digunakan, jangan-jangan masih ada yang bagus di rumah. Please, tahan, jangan mudah tergoda.

Tapi masa sih kita tidak boleh punya baju bagus?

Sebenarnya boleh kok berbelanja dan memiliki koleksi barang yang bagus, Allah saja menyukai keindahan. Saat beribadah pun dianjurkan menggunakan barang yang indah, tidak kotor, tidak bau. Asalkaaaan.. jangan berlebihan, jangan menumpuk, jangan mubazir. Ini yang tidak disukai Allah.

Lagi-lagi ada dalilnya di dalam Al-Quran surat Al A`raaf ayat 31: “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah disetiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”.


2. Dijual sebagai pakaian Preloved

Siapa bilang pakaian yang sudah pernah dipakai tidak bisa dijual lagi? Banyak lho yang sudah membuktikan kalau menjual barang bekas layak pakai dan masih bagus itu sangat menguntungkan.

Plastik wayang laundry solusi merapikan pakaian lama


Lihat saja pengalaman artis sekelas Jessica Iskandar, Ashanty, Aurel, yang pernah mengadakan bazar baju bekas layak pakai. Hasil penjualannya justru fantastik. Keuntungannya mereka berikan untuk membantu kaum dhuafa. Keren kan?

Terinspirasi? 

Kita pun bisa seperti itu kok. Tanpa harus membuka bazar, cukup jualan di e-commerce seperti Carrousel, Bukalapak, OLX, dan lainnya. Hasil penjualannya bisa kita sumbangkan atau niatkan untuk membantu meringankan beban orangtua membayar uang sekolah dan cicilan rumah. *Insyaallah, berkah..


3. Disumbangkan

Pilahlah pakaian yang masih layak dipakai, yakin deh masih banyak masyarakat di pelosok sana yang membutuhkan pakaian, banyak yang tidak bisa membeli pakaian seperti kita, bahkan sering kekurangan pakaian. 

Apalagi bagi orang-orang yang terkena musibah, pasti mereka senang banget dapat baju untuk ganti. Sudah sepantasnya kita bantu dengan menyumbangkan dan berbagi melalui pakaian bekas layak pakai ini.

Memang sih yaa, mau ngasih barang kesayangan itu beraaat banget rasanya. Pasti banyak pertimbangannya: ”sayang ah, kan belinya mahal, bisa buat kenang-kenangan, belum tentu ada lagi, siapa tau bisa dipakai lagi kapan-kapan”.

Hmm, benar kan? Ya, kan?

Ssttt.. jangan begitu. Bahaya deh kalau kita tak mau berbagi. Allah tidak suka dengan orang yang selalu menumpuk harta dan pelit. Begini ancaman-Nya pada dalam QS. At-Taubah ayat 34-35 : 

"Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (akan mendapat) siksa yang pedih".

"Pada hari itu dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”.


Cara Memilah Pakaian Layak Pakai Agar Pantas Dijual dan Disumbangkan


1. Luangkan waktu untuk menyortir pakaian mana yang masih pantas dijual dan disumbangkan. Jika ada yang sobek dan rusak, kita masih bisa memodifikasi agar terlihat baru dan cantik. Misalkan diberi resleting baru, dijahitkan renda dan manik-manik hingga menjadi bernilai jual tinggi.

2. Biasanya pakaian lama itu berbau apek dan sedikit kusam bernoda, sebaiknya cuci hingga bersih. Berikan pewangi pakaian, lalu disterika hingga rapi, sehingga orang yang membeli maupun menerimanya menjadi senang. Kalau tak mau repot, kalian bisa titipkan di jasa cuci setrika.

Plastik Wayang Ukuran Laundry


Masukkan pakaian yang sudah rapi dan wangi tadi ke dalam plastik laundry ukuran besar. Tujuannya agar tidak kotor terkena debu, noda, dan bebas basah. Dengan memakai plastik, bisa menambah tampilan baju jadi terlihat lebih mahal, lho.

3. Gunakan plastik yang bening, tebal, dan mengkilat agar terlihat eksklusif, tidak murahan, dan tidak cepat robek. Gunakan plastik laundry mulai ukuran 30 x 50 cm, karena pas dengan ukuran pakaian.

Kita bisa memakai plastik laundry merek Wayang, alasannya karena plastik ini lebih tebal dan tidak berubah warna jika digunakan lama. Dibuat dari biji plastik pilihan dan plastik jenis PP (Polypropylene) yang bukan daur ulang, jadi dijamin tidak luntur ke pakaian, pakaian tetap terlihat bagus dan layak pakai. Bikin kita tenang, gak malu-maluin dong..!

Plastik Wayang Laundry


Harganya juga tak mahal. Aku sering beli di toko plastik, di toko perlengkapan ulang tahun, atau di pasar impres. Bahkan di onlineshop juga banyak yang menjualnya. Kalian juga bisa menggunakan plastik wayang yang memiliki sealer dua lapis, jadi benar-benar kuat, pakaian terjaga kerapihannya, dan tidak mudah jebol.

Tapi, jangan lupa untuk tetap bijak menggunakan plastik ya, mengunakan Plastik PP Wayang berulang kali juga boleh, karena plastik ini lebih kuat, bisa dipakai terus menerus dan tetap terjaga kualitasnya. Kalau pun memang harus membuang sampah plastiknya, tetap tidak boleh sembarangan. Harus tetap dibuang pada tempatnya, penting!

Satu hal lagi yang membuat aku semakin cinta dengan plastik PP Wayang, plastik ini foodgrade lho jadi bisa juga dipakai untuk menyimpan makanan. Aman. Multifungsi banget deh!

plastik wayang ukuran laundry


Mulai sekarang, jangan salah pilih plastik ya! Meskipun gambarnya ada yang berbeda namun pastikan itu merk Wayang, karena memang sudah berganti label, ada gambar batik dan gunungan serta wayang kulit. Pastikan ada logo Sertifikasi ISO 9001, Sertifikasi Halal MUI, dan Indonesia Best Brand Award sebagai penghargaan produk pilihan selama 7 tahun, sejak tahun 2011 hingga 2018.

4. Terakhir, jangan lupa, niatkan semuanya karena Allah, insyaallah kita malah akan mendapatkan pahala berlipat ganda dan terhindar dari segala keburukan. Pastinya sih jauh dari sifat syaitan yang terkutuk.

Yuk, mulai sekarang kita benahi pakaian di dalam lemari dan manfaatkan menjadi barang yang lebih berguna. Semoga dengan kegiatan ini kita menjadi golongan manusia yang dicintai Allah SWT, aamiin ya robbal aalamiin.


51 komentar:

  1. Biasanya aku kalau beli baju 2, keluarin 2 , beli satu keluarin satu. Jadi nggak numpuk. Kadang kalau nggak beli baru tapi sudah bosen ya kukasih aja sama si 'mbak'. Aku seneng lemari berkurang, mbak juga seneng.

    By the way baru tau ada plastik merk wayang ya. Apa aku yg gak ngeh sama
    Merk ya? Main beli dan buka bungkus aja ya. Jadi kadang gak ngeh sama merknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, sama-sama bahagia ya mbak 😊👍

      Hapus
  2. Tipsnyaa sangat manfaat banget mba salah satu alternatif ya selain kasi ke orang juga mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bun, senang ya bisa berbagi

      Hapus
  3. Aq bangettt ini pgn jual prelove tp ga jadi2 ujung2nya tetep aja aq bagikan ke yg membutuhkan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insyaallah pahalanya berlipat-lipat kak

      Hapus
  4. Cara paling cepat disumbangkan ke orang lain yah.
    Kalo cwo sih tahan gak beli2 baju. Cwe kayaknya susah deh hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Soalnya cowok model bajunya gitu-gitu aja 😁

      Hapus
  5. Ahh jleb banget mom, jangan berlebihan yaa intinya. AkuApribadi jg yah mulai selektif banget membeli baju nih, jangan sampai ga bs jawab kelak ketija dimintai pertanggungjawabannya. Btw ternyata plastik Wayang ada yg seukuran baju lainnya yah ku baru tau hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya setidaknya bisa hemat untuk yang lain hehe. Ada mbak, ukuran laundry lainnya juga ada

      Hapus
  6. lemari aku udah penuhhhhhh juga, udah saatnya nyortir, kalau abis nyetrika bingung dah ga bisa masuk, emang tandanya harus ada yg disumbangin

    BalasHapus
  7. Wih, pas banget ini beberapa hari lalu aku kan bongkar lemari. Ubek2 cari pakaian dll yang udah ga muat lagi di akuh ups hahahaha udah ndutan sekarang :( AKu kasihin ke sodara di Bandung aja. Tentu dipilih yang masih bagus dong, ga sobek dll warnanya juga oke. Oooh jadi plastik Wayang ini sudah halal dari MUI ya dan food grade juga? Gorengan ga bakalan kisut dong ya kalau dimasukkan ke plastik ini. Pakaian juga lebih rapi jali :) TFS.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya plastik Wayang sudah dapat beberapa penghargaan juga

      Hapus
  8. Baca artikel ini aku kayak dengar tausiyah aja, dikeluarin ayat-ayat yang penting. Penggunaan plastik memang harus bijak ya Mak, karena mengurangi limbahnya juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya termasuk limbah pakaian kalo dah lapuk, sebelum rusak sebaiknya diplastikin dulu

      Hapus
  9. Mba Liaa, makasih banyak nih jadi reminder buat aku. Aku pribadi dulu senang banget numpuk baju. Beli tapi ga dipake. Kadang beli lagi hanya dipake bbrapa kali trus beli lagi. Hiks. Pas renovasi kmrn, aku hibahkan hampir 70 persen baju aku yang jarang dipake tapi masih bagus. Kuatir seperti yang mba bilang. Skarang lemari bajuku bisa dihitung jari tapi aku happy:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah 70% sudah disumbangkan, kereeen mbak Alida, alhamdulillah ya tetap happy

      Hapus
  10. Berkat Marie Kondo lemariku bener2 berkurang mba. Banyak banget dulu baju yang cuma numpuk aja. Akhirnya dikasihin ke yang butuh. Coba dulu udah kenal plastik wayang ya jadi bisa lebih cakep pas dikemasnya.. Nanti deh pas sortir2in baju lagi jadi bisa lebih rapi.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cantik banget ya Maria Kondo tuh. Hehe iya aku juga gak nyangka plastiknya begitu

      Hapus
  11. Mbaaaa, makasih ya tulisannya jadi semacam pengingat buat aku supaya gak numpuk2 lagi pakaian atau apapun di rumah. Selain memang dilarang, bikin debu juga sementara di rumah pada rawan alergi debu, huhu.

    Alhamdulillah beberapa tahun ini sudah membiasakan mengosongkan lemari, mengirimkan banyak yang sudah gak dipakai namun masih layak ke Saudara di Kampung Nenek. Seneng lihat mereka seneng saat dikasih, padahal nilainya gak seberapa.

    Btw baru tahu Plastik Wayang ini, bisa ya buat bungkus pakaian atau jilbab yang mau dibagi-bagikan juga supaya terlihat lebih rapi dan bersih. Harus coba nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener neng, kelamaan disimpan malah jadi berdebu, lapuk dan aroma itu yang gak enak

      Hapus
  12. Alhamdulillah saya gak numpuk2 pakaian barunya, hanya aja banyak pakaian yg udah kekecilan. Mau kasih orang kok ya berasa gak tega kasih pakaian bekas pakai. Tapi ya itu, pakaian jadi numpuk. Dilema saya mbak. Punya solusi kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo udah gak layak sih ya jangan disumbangin, tapi jadiin lap dapur aja 😁

      Hapus
  13. Bajuku dipake sampe rusak. Jadi kalo mau disumbangkan tuh udah gak layak wkwk. Tapi ini Ada beberapa yang mau kusumbangkan karena udah ga cocok. Lebih bagus pake plastik ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha itu mah dijadiin lap aja, kecuali kalo emang koleksimu kebanyakan dan udah males pake

      Hapus
  14. Pakaian ini tanpa disadari memang menghiasi isi lemari. Ngga tau-taunya lemari udah full aja. Aku mulai sortir-sortir udah sejak 2 tahun lalu. Pokoknya yang udah jarang kupake y aku kasih aja ke orang, sodara, mbak ART, sodaranya teman, dll. Ada rasa senang tersendiri loh kalau liat apa yang kita berikan ke orang bisa menuai manfaat. Semoga upaya meminimalisasi pakaian berbuah keberkahan ya Mba Lia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin ya robbal aalamin, iya masih banyak yg butuh pakaian tanpa kita sadari

      Hapus
  15. Aku selalu bongkarin lemari dus, ceck pakaian yang ga dipakai. Sebagian buat lap yang sudah rusak, yang bagus kasih orang yang butuh. Klo diplastikin gini rapi ya

    BalasHapus
  16. Aku tidak pernah ada yang dijual mba, biasanya disumbangkan kalo pakaian bekas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah tetap bermanfaat ya mbak

      Hapus
  17. saya senang untuk disumbangkan jika ada pakaian yang berlebih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, barokallah ya mbak, jadi gak mubazir

      Hapus
  18. Alhamdulillah di komplek sini tiap ramadan ada acara bazar baju layak pakai mbak. Jadi lemariku ngga banyak baju tak terpakai hehehe

    BalasHapus
  19. Multifungsi ya. Aku juga pake plastik cap Wayang tapi untuk membungkus camilan.

    BalasHapus
  20. Jlebb banget baca ini. Jadi inget mau beberes lemari enggak jadi-jadi. Hiks
    Terima kasih sudah diingatkan dan untuk tipsnya juga yang patut dicoba.

    BalasHapus
  21. wah kece banget ya plastik wayang packaging barunyaaa. Aku sampe pangling loh.. Hihihi

    BalasHapus
  22. Wah plastiknya multifungsi banget ya mbak..

    BalasHapus
  23. Solusi nih untuk atasi pakaian numpuk dirumah mba.thanks tulisannya bermanfaat bngt

    BalasHapus
  24. Hehehe...aku jarang nyumbangin baju bekas. Baju2 bekas aku kubur. Soal harta memang jgn ditumpuk ya.Harta itu habis dimakan dan dipakai. Tapi ide nya bagus juga loh. Dibungkus pake plastik jadi keliatan rapih. Apalagi plastiknya yang bagus. Aku juga pake sih plastik cap wayang ini tapi seperlunya aja

    BalasHapus
  25. Sesuatu yang berlebihan ternyata banyak mudharat nya ya mba dan berbagi adalah solusi terbaik..
    Pakai plastik wayang, berbagi jadi terlihat indah

    BalasHapus
  26. kunjungan perdana salam kenal

    BalasHapus
  27. Kadang saya merasa bersyukur sekarang udah nggak kerja lagi.
    Saya dulunya kerja nggak pakai seragam, pakai baju biasa.

    Dulu, baju buat yang berjilbab itu mahal-mahal, terlebih gaji saya ya gitu deh, dan badan saya lumayan bongsor.

    Jadinya tiap bulan saya beli baju dan celana buat dipakai kerja.
    Kebayang numpuknya hahaha.

    Sekarang saya liat harga baju untuk muslimah jauh lebih terjangkau, kalau saya masih kerja, dijamin lemari bakalan nggak muat gara-gara saya beli bajuuuu mulu hahaha.

    BalasHapus
  28. sangat menginspirasi bu di rumah juga banyak pakaian tidak terpakai Insya Allah sutu hari akan disumbangkan juga

    BalasHapus
  29. wah aku ngalamin juga yang kayak gini. biasanya dalam beberapa bulan suka banyak kaos dari berbagai kegiatan. bahkan yang masih di plastikin. nah, biasanya pula aku minta tolong si Mpok (asisten rumah) untuk membagikan ke anaknya atau ke siapa aja, dia yang atur.

    BalasHapus
  30. Haahaaa dulu saya seperti itu tapi sekarang tidak lagi karena baju biar sedikit yang penting dipakai semua. Jangan ada yang sampai menumpuk...😂😂😂


    Haahaaa!😂😂 Plastik Wayang...Mungkin benar. Tetapi akan lebih bagus plastik untuk pakaian ketebalannya 0,7 atau 0.8

    Wayang 0,3 sampai 0,5...Pertahanannya nggak bakal lama...😂😂😂

    Jadi Intinya ketebelan plastik bukan merek..Meski wayang juga bagus produk dari PT.Panca Budi Tbk.😄😄


    Haahaaaa!!! Terang aja tahu aku pengusaha Plastik..😂😂😂😂😂🏃🏃🏃

    BalasHapus
  31. dan ini aadalah kebiasaanku :( ternyata ada efek samping

    BalasHapus
  32. kalau aku gak pernah sampai numpuk, kalau beli baru ada satu yang lungsur, beli dua , yg lungsur dua. dan yang lungsur itu amsih bagus jd bisa diberikan ke org2 yg membutuhkan

    BalasHapus
  33. Lemari saya juga menumpuk, baju lama tersusun banyak sekali. Apalagi setelah tidak kerja dikantor lagi. Baju itu jarang terpakai.
    Dulu memeng paling doyan beli baju baru.

    BalasHapus
  34. Ya Allah ... Itu aku, mbak :'( suka numpuk baju yang nggak kepala. Mau dikasih orang kok sungkan, mau dipake lap pel masih sayang, tapi mau dipake udah bosen. Akhire numpuk mubazir gitu. Makasih ya tipsnya

    BalasHapus
  35. Mantap kaka saya banget wkwk

    BalasHapus