NarasiLia.com

Berbagi Pengalaman dan Tips Gaya Hidup

27.9.17

Merawat Luka Bocor Pada Kepala Anak

Luka Kepala Anak Bocor dan Perawatannya
Malam tadi Syadid jatuh dari kursi yang dia naiki, mirisnya kepala Syadid mendarat duluan mengenai piring makan kakaknya, Shidqi, yang memang sedang menikmati makan malamnya persis di dekat adiknya itu.
Prang...!
Niatnya si kakak ini memang makan sambil jagain Syadid. Aku yang juga sedang berada di dekatnya juga selalu mewanti-wanti: “hati-hati dek Syadid, udah ah jangan naik-naik lagi”. Tapi namanya anak batita yang memang masanya tidak bisa diam, anjuranku malah diabaikan.
Beberapa saat kemudian, terjadilah kecelakaan kecil itu. Kepala berdarah karena jatuh. Membuat kami agak panik, piring makan yang terbuat dari beling kaca itu pecah terbelah menjadi beberapa bagian, nasi dan lauknya pun ikut berserakan.
Syadid menangis, kakaknya segera memeluk kepalanya, tapi ternyata malah banjir darah. Ya Allah, kepala Syadid robek membentuk garis sayatan, kira-kira sepanjang telunjuk jari orang dewasa, mengeluarkan darah, mengucur tanpa henti. Aku sudah pencet dan menutupnya dengan kain baju, kain kassa, sampai pembalut herbal, tetap saja darahnya mengucur. 

Merawat Luka Bocor Pada Kepala Anak

Untungnya Syadid masih bisa berdiri, tidak pingsan, tidak muntah-muntah, menandakan berarti hanya luka sayatan. Tidak ada efek benturan kepala yang fatal. Tetapi begitu aku perhatikan, lukanya dalam dan lebar menganga.
Shhh, jangan ngilu ya bacanya..
“Cari bekicot, segera tetesin lendir bekicot”, teriak suamiku saat kami gantian menggendong Syadid.
“Aduh, malam-malam begini mana keliatan bekicotnya”, sahutku gusar.
Suasana sempat panik. Shidqi segera membersihkan pecahan piring, Selma membantu mengambilkan kain kassa, aku menggendong Syadid saat suamiku bersiap-siap memakai celana panjang untuk keluar rumah. Seisi rumah mondar mandir saja kesannya, satu keluarga ikut sibuk.
“Ayah, kalo kaya gini kita bawa ajalah ke UGD. Nyari bekicot takut malah kelamaan, bahaya kalo darahnya banyak keluar begini ini”, saranku. Mulai gak sabar karena tangisan Syadid menjadi-jadi.
“Ya, sudahlah. Cepetan bunda ganti baju”.
Secepat kilat aku menyambar jilbab, cukup menggunakan daster panjang yang ada saja dan memakai jaket. Tak lupa menyiapkan baju salinan Syadid, dan mengambil dompet. Tak lama kemudian kami pun pergi meninggalkan kedua anak kami lainnya di rumah, menuju rumah sakit terdekat.
Bismillah, tolong kami ya Allah. Titip kedua anak kami di rumah, dan lancarkan perjalanan kami menuju rumah sakit.

Kepala Syadid Dijahit


Selama perjalanan, Syadid sudah tenang, tak menangis lagi. Tanganku masih menempelkan lukanya dengan pembalut herbal, terlihat kumpulan darah terserap pada pembalut itu, kulihat pada lukanya itu darah sudah tidak mengucur deras.
Tapi begitu tiba dirumah sakit dan saat lukanya dibersihkan dengan air steril infusan, wah darahnya kembali mengucur, kain-kain kassa terlihat penuh darah semua. Ah, aku yang tadinya sudah tenang dan tegar, kembali lemes, lututku sedikit gemetar.
Dokter memeriksa, lalu bilang kalau luka sayatan di kepala Syadid itu cukup dalam dan menganga, sebaiknya kepala Syadid harus dijahit saja. Aku sempat memberikan usulan, adakah cara lain agar tidak dijahit, pakai salep Dermabond misalnya..?
Yang pernah aku baca, salep Dermabond itu berfungsi seperti lem menutup dan menyatukan luka, seperti dijahit saja. Tapi tetap gak bisa, karena kondisinya berbeda dan sedang tidak sedia di apotik.
Akhirnya, kami pasrah sambil meneguhkan hati agar kuat menemani Syadid yang sudah menjerit-jerit saat dikeliling banyak orang, ada dua orang suster, dokter, aku dan ayahnya.
Setelah dibersihkan, rambutnya dicukur sebagian, lalu luka Syadid dibius lokal agar tidak terlalu sakit saat dijahit nanti. Meskipun pelayanannya cukup lama, karena Syadid berontak melulu, darahnya pun langsung berhenti setelah mendapat 6 jahitan. Luka jahitan itu ditutup potongan kassa sulfat dan kain kassa bersih. Kepala Syadid dibebat agar jahitannya terlindungi dari colekan tangan mungilnya.
Alhamdulillah, sudah tenang deh hati kami. Syadid pun langsung bisa tertidur ketika aku susui. Dokter mengatakan kepada suamiku, sebenarnya kalau mau tuntas sebaiknya juga harus di CT-Scan, mengecek kondisi kepalanya ada luka dalam atau tidak.
Tapi karena kami jelaskan hanya jatuh dari ketinggian sekitar setengah meter saja, insyaallah gak sampai gegar otak. Akhirnya kami boleh pulang, meski tetap harus mengobservasi selama 6 jam ke depan, adakah ada gejala muntah, pingsan, atau hal-hal yang tidak biasa, sebaiknya segera bawa kembali ke rumah sakit.
Biaya tindakan tadi sekitar 500 ribu, berikut obat, serta biaya dokter total semuanya adalah Rp. 723,900,-. Biaya jahit luka tadi sebagai gambaran saja. Biaya ini tentu saja berbeda pada setiap rumah sakit. Rumah sakit “Harapan Sehati” di kawasan Bojong Gede kabupaten Bogor ini masih baru dibuka sejak beberapa bulan yang lalu.

Perawatan Kepala Setelah Dijahit


Setelah selesai, kami dibekali obat parasetamol sebagai obat anti nyeri dan demam, syrup amoxicillin sebagai antibiotik, framycetin sulphate Tulle sebagai kassa berisi obat penutup jahitan, kain kassa husada, dan salep pengering luka Gentamicin Sulfate 0,1%.

Merawat Luka Bocor Pada Kepala Anak

- Parasetamol diberikan 3 kali sehari, manfaatnya untuk membantu menghilangkan rasa nyeri jahitan dan mencegah demam.
- Syrup amoxicillin juga diberikan 3 kali sehari, diminum hingga habis, untuk menghindari infeksi.
- Luka jahitan sebaiknya tidak selalu terkena air, agar cepat kering. Jika tetap terkena air dan basah, segera ganti balutan perban dengan yang kering dan bersih.
- Cara mengganti perban: Bersihkan luka jahitan dengan cairan antiseptik seperti betadin, jangan alkohol. Lalu tutup dengan kassa framycetin sulphate hingga menempel dan tutup lagi dengan kain kassa perban, kemudian rekatkan dengan plester.
- Saat membersihkan luka disarankan mencuci tangan dulu dengan sabun antiseptik dan menggunakan sarung tangan seperti yang dilakukan paramedis.
- Setelah tiga hari, luka bisa dioleskan dengan Gentamicin Sulfate 0,1% agar semakin cepat kering. Seminggu kemudian, benang jahitan bisa dibuang oleh dokter.
- Selama perawatan berikan sumber makanan tinggi protein, seperti putih telur, ikan gabus, susu, madu. Perkuat imunitasnya agar terhindar dari infeksi lebih lanjut.

- Berikan juga suplemen Probiotik sebagai pendamping daya tahan tubuh melalui ususnya, karena antibiotik yang diminum bisa mengurangi bakteri baik.

Manfaat Lendir Bekicot


Kembali pada cerita sebelumnya, ketika tadi kami menyebut-nyebut lendir bekicot. Memakai lendir bekicot pada luka sayatan itu sebenarnya adalah resep orang dulu, uwak (kakaknya almarhum ayahku) yang mengajari kami pada jaman aku kecil.
Ternyata manfaatnya keren lho. Bekicot alias keong racun, konon memiliki kandungan protein tinggi pada lendirnya tersebut. Di negara Asia bahkan dijadikan perawatan kulit wajah. Bahkan dapat mengobati luka berdarah. Hayo, berani mencoba?
Dulu kaki abangku tersayat beling saat bermain, ditetesi lendir bekicot, sembuh tanpa dijahit.
Teteh aku pun pernah jatuh ketika bermain berlomba lari, dahinya membentur tanah berbatu, darah mengucur, kalau kata ibu mah itu bocor, ditetesi lendir bekicot, sembuh juga tanpa bekas luas.
Lututku tersayat lempengan besi penutup peti jeruk, juga ditetesin lendir bekicot, hasilnya tertutup rapat tanpa dijahit.
Begitu pun aku besar, giliran anak keduaku yang jatuh mengenai alisnya. Selma mencoba naik sepeda ayahnya yang berukuran besar, malah jatuh meniban bagian kepala dan kabel rem sepeda menyayat alisnya.
Merawat Luka Bocor Pada Kepala AnakKarena aku gak ditemani suami, gak bisa mencari bekicot, aku jadi panik, segera kubawa ke klinik terdekat. Akhirnya dijahit deh. Seminggu kemudian benang jahitannya dilepas, dan menyisakan bekas seperti kelabang berkaki kecil.
Lah ironisnya, beberapa tahun kemudian Selma kembali jatuh dari tangga sekolahan kakaknya, alisnya membentur ujung tangga, robek lagi di tempat yang sama. Duh..
Tapi kali itu alhamdulillah sedang musim hujan, bekicot banyak berkembang biak di sela-sela akar pohon pisang. Suamiku juga sedang ada di rumah, jadi bisa segera mencari bekicot ukuran besar, mencuci bersih, lalu memecahkan bagian ujung cangkang, dan menetesi alis Selma dengan lendir yang keluar perlahan dari pecahan cangkang itu. *maaf ya bekicot..
Alhamdulillah, ini manjur lho, beberapa jam kemudian darahnya berhenti dan lukanya merapat, tanpa perlu dijahit. Bekasnya juga bagus, membentuk parut halus, bukan seperti kelabang. Gak kebayang deh, kalo alisnya Selma dijahit lagi, bentuknya kaya apa setelah sembuh nanti, apalagi untuk anak cewek.
Lumayan kan lendir bekicot itu digunakan untuk pertolongan pertama dalam kecelakaan luka berdarah sebelum pergi ke dokter. Jadi kalau sudah begini, pengennya sih ternak bekicot ya? Haha..

Tips Menangani Luka Berdarah Di Bagian Kepala


Kepala itu meskipun berkulit tipis dan langsung bertemu tulang tengkorak, tetapi sejatinya tetap memiliki pembuluh darah yang tipis dan rentan mudah robek serta mengeluarkan darah jika sedikit saja terkena sayatan benda keras.
Kalau saja tidak ada efek gegar otak, mungkin luka tersebut tidak akan membuat kita panik luar biasa. Yang bikin takutnya kan kebayang si anak akan amnesia, kerusakan otak, bahkan kebutaan.
*Beuuh.. Begini ini nih kalo pernah nonton sinetron Indonesia, yang temanya keseringan langsung lupa ingatan begitu kepalanya kejedot..
Ini tips dan solusi yang bisa aku simpulkan dalam menangani luka berdarah pada bagian kepala, terutama untuk anak-anak :
1. Jangan menyalahkan siapa-siapa.
Namanya anak-anak ya memang begitu deh, resiko jatuh selalu saja menghantui. Siapa juga yang mau anak-anak jatuh, kan katanya anak aktif itu baik dan berani belajar. Gak usahlah komentar: “gimana sih? Kemana aja ayah ibunya? Ngapain sih? Bla.. bla.. bla..
2. Jangan panik.
Tetaplah bersikap sabar dan terus mengingat Allah, agar semua tetap berjalan baik tanpa hambatan apa pun. Sekali lagi, jangan panik.
3. Bersihkan luka.
Bersihkan lukanya dengan air mengalir hingga darahnya berhenti. Ini kalau berani ya. Lalu tetesin obat anti luka agar terhindar dari infeksi bakteri.
4. Tutup luka dengan kain bersih.
Sebaiknya segera tutup lukanya dengan kain-kain bersih sambil ditekan pada permukaan luka sayatan, agar darah tidak banyak mengalir. Biasanya sih katanya 10 menit kemudian darah akan berhenti. Lalu berikan obat seperti betadin, tutup lagi dengan kain kassa, dan plester hingga tertutup dengan baik.
5. Sediakan bekicot atau Dermabond
Hehe, ini sebagai alternatif saja. Jika ketemu bekicot, boleh deh dicoba ambil lendirnya untuk menutup luka. Kalau Dermabond kayanya belum populer di kalangan umum, masih harus dengan resep dokter, tapi bagus juga nih kalau kita punya sebagai P3K.

6. Ke klinik atau rumah sakit terdekat.
Jika darah tidak juga berhenti, keputusannya memang harus segera ke dokter, agar dapat ditangani dengan baik. Jangan lupa siapkan uang untuk membayarkan tindakan atau bawa semua kartu jaminan kesehatan.
7. Makan makanan tinggi protein dan vitamin C.
Selama perawatan berikan sumber makanan tinggi protein, seperti putih telur, ikan gabus, susu, madu, belut. Perkuat imunitasnya dengan vitamin C, berikan buah-buahan segar, agar terhindar dari infeksi lebih lanjut.
***
Itulah tips menangani luka berdarah pada bagian kepala anak-anakku.
Semoga tulisan ceritaku ini bermanfaat ya, doakan Syadid semoga lekas sembuh dan sehat kembali. Semalam sih udah ceria lagi, ketawa-tawa lihat video kereta kesukaannya, anak hebat, meskipun sesekali manja dan cengeng, hehe.
Salam Sehat...


21 komentar:

  1. dulu pas ngajar hampir tiap minggu ada aja
    yg kebentur tembok, jatuh didorong teman mpe habis koprol dari meja
    bener mbak jangan panik yg penting darahnya distop dulu
    cuma cari bekecotnya susah, semenrata kadang pakai kunir

    BalasHapus
    Balasan
    1. yaa allh serem banget anak-anak ya mas.. bekicot sebagai P3K aja sebenarnya :)
      Oh kunir bisa ya, thank for your sharing

      Hapus
  2. Semoga lekas sembuh ya buat Syadid
    Aku harus simpan baik-baik nih info diatas, disekelilingku rata-rata anak kecil yang lagi aktif-aktifnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, semoga bermanfaat ya untuk anak-anak

      Hapus
  3. Ya Alloh, moga lekas pulih ya dek syadid
    Bermanfaat bgt mb, info share pengobatan pasca kejedot ini
    Seenggaknya ada gambaran obat apa aja yg pas buat ngehindarin infeksi yg cocok buat si kecil

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah sudah lepas jahitan, tante.
      Terimakasih doanya :)

      Hapus
  4. Semoga anaknya cepat sembuh ya mba. Ini penting banget neh, apalagi anak sedang aktif-aktifnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, sebagai P3K cocok sekali :)

      Hapus
  5. Sering nih meleng dikit padahal, udah luka aja. Alhamdulillah bekicot ada di tanaman depan rumah. Makasih sudah berbagi. Bermanfaat 👌

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama, terimakasih sudah mampir ya :)

      Hapus
  6. Mbaa, beneran aku baca ikut deg2an banget. Ya ampun kasian si kecil, untunglah tertangani dengan baik ya. Aku baru tahu tentang bekicot nih mba. Tapi agak susah kayaknya mencari di daerah rumahku. Makasih sharingnya ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama mbak, semoga bermanfaat.
      Alhamdulillah Syadid sudah sehat dan lepas jahitan :)

      Hapus
  7. Ya Allah syadid, semoga cepet sembuh ya...

    BalasHapus
  8. Baru tau euy kalo lendir bekicot bisa mengobati luka. Bisa jadi referensi niy

    BalasHapus
  9. Saya baru tahu manfaat lendir bekicot. Tp kalau di sini pasti bingung carinya di mana. Semoga lekas sembuh, ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. biasanya disemak-semak pohon pisang, tanah yang lembab, gitu mbak :)

      Hapus
  10. Ya ampun, kasian banget. Gak tega liatnya.. ☹️ semoga cepet sembuh. Aku baru tau lho lendir bekicot ternyata berguna banget. Musti aku inget baik2 ini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe sekarang sudah lepas jahitannya mbak :)
      terimakasih sudah mampir

      Hapus
  11. Pengalamannya jadi informasi yg berharga buat orang lain, mbak, terutama cara penanganan luka akibat benturan, trims udah berbagi

    BalasHapus

Agar tidak spam pada komentar, gunakan akun Google kamu. Atau kirim email ke: info.narasilia@gmail.com. Thank you ❤

Pengikut:

Lia Lathifa's Medium Audience Badge