NarasiLia.com

Berbagi Pengalaman dan Tips Gaya Hidup

23.5.16

Saatnya Ciptakan Meja Makan Punya Cerita



Meja makan punya cerita?
Bagaimana ceritanya?
Saatnya Ciptakan Meja Makan Punya Cerita

Teringat saat saya kecil dulu, tepat jam 7 malam, ayah dan ibu selalu menyuruh kami berkumpul untuk bersantap makan malam bareng dalam satu meja makan. Kami berlima harus duduk dengan posisi masing-masing yang sudah paten tidak bisa ditukar.

Meja makan kami bentuknya bundar, kami pasti duduk membentuk lingkaran. Sehingga kami suka menyebut meja bundar. Kami menganggap kegiatan makan malam bersama itu bagaikan konfrensi meja bundar Asia Afrika.

Konfrensi ala-ala kami itu juga tak kalah bersejarahnya. Di dalam lingkaran meja itu, kami mempunyai nostalgia cerita yang pasti akan dikenang sepanjang hayat. Meja makan jadi punya cerita.

Yap, di meja makan kami banyak punya cerita. Salah satunya saat kami, ketiga anak-anak ayah ibu, pernah bertengkar gara-gara berebut jengkol goreng. Halaah, gak mewah banget kesannya. Hahayy..

Eh, tahu gak sih, jengkol goreng yang hanya ditaburi garam halus itu rasanya nikmat banget kalau dicampur nasi hangat. Makanya ketika jengkol goreng di atas piring tinggal 1 keping, seketika ketiga tangan kami mendadak menyatu serentak hendak mengambil jengkol.

Eits, siapa yang duluan yang dapat ya?

Saya sih mengalah, maklum si bungsu yang manis dan kalem ini tahu pasti kedua kakaknya masih kepengen jengkol satu-satunya itu.

Nah benar saja,
" Aa duluan."

" Ihh, teteh juga duluan."

" Tuh liat, tangan aa sampai duluan."

" Sama."

" Hushh, hushh, sudah..sudah..!! jengkol aja direbutin. Kalau berebut, tinggal dibelah saja, dibagi dua, selesai kan?" sahut ibu melerai.

Bayangkan ceritanya. Ramai di meja makan.

Bahkan ada cerita lain, ketika saya diwanti-wanti ayah untuk tidak membuka sambal cakwe di depan ibu, nanti malah kecipratan, weleh malah beneran kena mata ibu. Huhuhu, kena marah deh.

" Tuh bener kan?", ayah nyaris teriak, karena air sambal memuncrat dan ibu merasa kepedesan di bagian mata.

Aduh, saya sangat merasa bersalah. Padahal siapa juga yang mau bikin mata ibu pedih. Kenapa bisa kebetulan gitu ya?



Meja makan punya cerita penuh nostalgia.


Bukan hanya saat makan, tetapi meja makan punya cerita saat ayah dan ibu selalu memberikan nasihat dan contoh-contoh etika yang baik kepada kami. Berdiskusi tentang tujuan kuliah maupun saat saya memutuskan memilih calon suami.

Meja makan juga merupakan tempat dimana saya dan kedua kakak pernah mengerjakan PR bareng, mendengarkan sandiwara radio bareng, bahkan menjadi tempat main monopoli bareng.

Di tempat itu telah menyimpan berbagai kenangan indah, seru, sedih, dan gembira.

Sayang, kebiasaan itu sempat tidak bisa saya teruskan dalam keluarga kecil kami. Kenapa?

Alasannya kami tidak punya meja makan. Jadi dulu belum punya tempat makan bersama, sebisanya dapat tempat saja. Jujur, kami makan bareng di meja makan saat di restoran saja.
Saatnya Ciptakan Meja Makan Punya Cerita

Namun karena duduk bareng itu membawa hal baik dan dapat menguraikan nilai negatif menjadi positif, kebiasaan berkumpul saat makan akhirnya kami mulai lagi.

Meskipun gelar tikar, tetapi saya dan suami tetap membuat itu layaknya "meja makan". Bahkan anak-anak kami malah mengganggapnya seperti sedang piknik.

Di sini kami membuat suasana akrab dan santai. Sehabis makan, anak-anak boleh bercerita apapun tentang kegiatannya sepanjang hari. Meskipun Shidqi dan Selma juga berebut ngomong, tapi kami berusaha tetap mendengarkan satu persatu.

Saatnya Ciptakan Meja Makan Punya Cerita

Mungkin contoh kebiasaan baik dalam keluarga seperti ini ditangkap oleh Tupperware. Melalui meja makan, keluarga punya cerita, punya nostalgia, harus merasa saling dekat dan akrab.


Ciptakan Kembali Keakraban Keluarga Dengan Tupperware Petite Blossom Agar Meja Makan Punya Cerita


Jadi teringat ucapan bapak Edwin Jonathans, Product Manager Tupperware Indonesia saat acara Gathering Blogger bersama Viva.co.id Jum’at kemarin mengatakan bahwa tradisi makan bersama dengan keluarga adalah hal yang sangat penting dan bernilai positif. Membangun kebersamaan keluarga yang hangat dan akrab. Sehingga kebiasaan baik ini sebaiknya dimunculkan lagi.
Saatnya Ciptakan Meja Makan Punya Cerita

Hal ini pun didukung oleh penjelasan Ibu Ajeng Raviando, M.Psi tanpa disadari meja makan itu merupakan sarana mengakrabkan kembali anggota keluarga yang sempat renggang.

Kesibukan orangtua, anak-anak, dan anggota keluarga lainnya adalah salah satu alasannya. Apalagi jika sudah diganggu dengan gadget, biasanya asik sendiri.

Saatnya Ciptakan Meja Makan Punya Cerita

Jika tradisi hilang, orangtua maupun pasangan hidup kita tidak ada lagi kesempatan tanamkan nilai baik serta visi misi dalam keluarga. Bahaya sekali jika malah terjadi generasi yang acuh.

Untuk itu kita diharapkan dapat mengembalikan lagi tradisi santap bersama keluarga di rumah dalam satu meja.

Nah, Ibu Rina Sudiana selaku Product Manager Marketing Tupperware akhirnya mengenalkan kepada kami produk terbaru yaitu Tupperware PETITE BLOSSOM.

Saatnya Ciptakan Meja Makan Punya Cerita

Produk cantik minimalis berwarna hijau segar ini dipersembahkan untuk keluarga kecil yang ingin memulai tradisi makan bersama di meja makan. Pastinya punya cerita.

Terdiri dari wadah nasi, sup kapasitas 1.2L, lauk pauk, saus, dilengkapi tutup dan sendoknya.

Tutupnya dibuat unik agar uap panas bisa keluar perlahan membuat makanan aman dan tetap hangat. Bagian atasnya juga dibuat cekung agar sendoknya bisa "nyangkut".

Eh, ada lagi 3 (tiga) keistimewaan manfaat Tupperware Petite Blossom yaitu bisa digunakan sebagai:


  • wadah penghangat makanan melalui microwave, 
  • untuk wadah penyajian yang cantik,
  • dipakai untuk penyimpanan dalam kulkas.
Asyik banget ya. Lebih asyik jika nanti digunakan saat berbuka puasa atau bersantap sahur.

Ditambah lagi manfaat lain jika kita makan bersama adalah:


  • Membuat nafsu makan bertambah. Meminjam istilah orang Jawa: mangan ora mangan ya kumpul. Bentuk psikologi yang nyaman dan gembira memang membuat kita jadi ikut berselera makan. Bagus nih untuk anak-anak yang sulit makan.
  • Menciptakan bounding fisik maupun jiwa. Kedekatan diri bisa terjadi karena adanya kontak mata, ucapan minta tolong, terimakasih, sama-sama merasakan nikmatnya makan tanpa harus merasa dibeda-bedakan.
  • Menjadikan tempat untuk saling bercerita, bertukar fikiran, dan bermusyawarah dalam banyak hal.

Seperti yang dilakukan acara gathering blogger ini. Acaranya dibuat seperti keluarga bertemu di meja makan. Terhidang aneka makanan seperti bakso malang, rujak, mie goreng, untuk dapat disantap bersama. Terasa seru, bersahabat dan penuh semangat. Para blogger seperti reuni keluarga kecil. Asyiknya lagi ada sesi tanya jawab, games, dan doorprize. 
Saatnya Ciptakan Meja Makan Punya Cerita


Saatnya Ciptakan Meja Makan Punya Cerita

Wuihh hadiahnya keren-keren. Pulang pun kami para undangan membawa salah satu wadah Petite Blossom yang cantik.

Di sana pun saya sempat mengenal sesuatu yang baru kepada bayiku yang amat penasaran sama Tupperware Petite Blossom. Saya bunyikan semua alat makan di sana. Menciptakan suara-suara berbeda agar meja makan punya cerita untuknya juga dengan cara yang berbeda.

Saatnya Ciptakan Meja Makan Punya Cerita

Jika sudah dimanja seperti ini oleh Tupperware, yuk kita ciptakan kembali kebiasan baik santap bersama dengan meja makan punya cerita.

Saatnya Ciptakan Meja Makan Punya Cerita


Bagaimana cerita anda? meja makannya punya cerita juga kah?





24 komentar:

  1. Jadi inget zaman waktu sekolah dulu, kami sekeluarga selalu makan bersama di meja makan. Makan bersama di meja makan memang rasanya akan terasa lebih nikmat dan hati juga senang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul sekali mbak.. makan bareng bikin hati senang, lahap deh :-)

      Hapus
  2. memang kesibukan orangtua biasanya jadi hambatan makan bersama di jaman ini. sayang banget sebetulnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga dgn hal ini orangtua bisa mengurangi kesibukannya dan terjalin kembali makan bareng ya mbak :-)

      Hapus
  3. seru banget acaranya, meja makan memang perlu untuk keluarga, tapi meja makan ku sekarang lagi beralih fungsi jadi meja kerja mbak. kadang kami kumpul di meja makan untuk bercerita

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe wah saking banyak kerjanya nih mbak Ev.. gak papa yg penting keluarga tetap punya cerita di meja makan meskipun sdg tdk makan

      Hapus
  4. Bagus ya ide acaranya mba, jd mkn bareng semeja ^^ halo ade bayi pasti, bakal punya cerita panjang soal meja makan kelak ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, sungguh mengesankan.. semoga adik bayi juga kelak meneruskan kebersamaan dlm satu meja makan

      Hapus
  5. jujur kangen ama jaman waktu masih tinggal ama ortu :(.. makan bareng pasti ga pernah ketinggalan.. skr udh nikah, malah makan bareng ini ga pernah kita lakuin mbak.. pulang kantor aja selalu malam, udh makan masing2 di luar.. sabtu minggu kita sering makan di luar memang, tapi ya itu, ga di meja makan rumah jadinya :D.. palingan baru kumpul lagi makan bersama di meja makan itu kalo mudik ke rumah ortuku d medan ato kalo lg di rumah mertua..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, semoga kampanye meja makan punya cerita ini membuat kita mulai menciptakan kehangatan baru di dalam rumah ya mbak. Biar jadi nostalgia yang indah seperti mbak kangen sama keluarga :-)

      Hapus
  6. Sejak kecil keluarga saya nggak punya meja makan, mbak Lia. Kami tetap makan bersama tapi duduknya acak, bapak jongkok di dapur, ibu duduk dikursi, saya dan adik di kasur. Maklum rumah kami waktu itu cuma kontrakan yang terdiri dari dua ruangan yang sempit hehe.

    Sekarang setelah saya berkeluarga, ada meja makan tapi lebih berfungsi sebagai meja setrikaan, kalau makan kumpul di ruang tengah didepan TV, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe tapi tetep bersuasana hangat ya mbak :-)

      sama dong, kumpul di ruangan serbaguna hehe

      Hapus
  7. Kalau di rumah biasanya meja makan kayak yang ada di ruang rapat. Besar dan bundar hahahahha, seru juga kalau minimalis, bisa sebagai alternatif kalau ruangannya tidk terlalu luas

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe nah begitulah bayangannya.. kalo minimalis, tikar pun jadi pak :D

      Hapus
  8. Kebiasaan makan bersama keluarga memang jadi sarana mendekatkan diri. Sayang, dulu keluargaku nggak menerapkannya. Justru belajar dari keluarga suami nih. Acaranya seru banget. Sampai ke Jogja nggak yaa. Hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga sampe juga di Jogja ya mbak Gess.. keluarga mbak Gess keluarga harmonis, bisa mulai dari sekarang ya makan bareng keluarga :-)

      Hapus
  9. Makan bersama itu memang menyenangkan, bisa untuk saling sharing ketika ada masalah :)

    BalasHapus
  10. Seru banget cerita meja makannya. Tuperware emang oke ya?

    BalasHapus
  11. yang penting kebersamaannya ya mbak. makan di meja makan kan istilahnya aja

    BalasHapus
  12. Di rumah saya sih ada meja makan, tapi org2 di rumah lebih seneng duduk di lantai makannya, depan tivi hihihiii

    BalasHapus
  13. wah kalo saya masih seru gelongsoran mbak hehehe.... kalo meja makan terlalu western banget budayanya hehe

    BalasHapus
  14. makanya saya kurang setuju dengan lirik lagu, "makan jangan bersuara" :p Karena sebetulnya, saat makan bersama selalu ada cerita yang seru bersama keluarga hehehe

    BalasHapus
  15. Selamat ya Mbak..menang euy..meskipun bukan lomba blognya yang menang. Tetapi menang di media sosialnya

    BalasHapus
  16. Wah aku juga pake tuh produknya, enak sambil selonjoran duduk di bawah, berasa piknik hihi

    BalasHapus

Agar tidak spam pada komentar, gunakan akun Google kamu. Atau kirim email ke: info.narasilia@gmail.com. Thank you ❤

Pengikut:

Lia Lathifa's Medium Audience Badge