NarasiLia.com

Berbagi Pengalaman dan Tips Gaya Hidup

3.3.16

Ketika Kecerdasan Naturalis Anak Harus Dipersiapkan

Beberapa bulan ini ayah senang menanam sayur di halaman, di depan rumah mungil kami. Ide ini berawal ketika ayah tertarik melihat seorang temannya memasang foto pada grup sosial media, tentang keberhasilannya panen sayuran dari hasil kebun, di halaman depannya sendiri.
Kelihatannya asyik banget bisa punya kebun sayur sendiri. Hidup natural. Ayah berujar kepada saya, hal ini harus dicoba, sepertinya kita juga bisa. Awalnya saya kurang mendukung karena biasanya ayah kurang telaten. Namun ayah tak peduli, dia tetap ingin membuktikannya.
Ayah mulai rajin mengumpulkan gelas air mineral bekas, membeli paralon, bibit sayur mayur, nutrisi tanaman, sekam dan potongan kain flanel. Belajar melalui internet dan tak disangka, berhasil.

Ketekunannya telah membuat kami bisa merasakan nikmatnya sawi segar tanpa pestisida dalam menu tumis sawi cumi, buatanku. Sawinya hasil dari memetik sayur tanaman ayah. Rasanya lebih manis. Kebayang kan nikmatnya?
Ternyata hal ini membuat pengaruh besar untuk Selma, anakku, yang juga ingin bisa menanam pohon seperti ayah. Dia membayangkan jika dia rajin menanam seperti ayah, rumah kami akan penuh dengan pohon tomat, cabai, sawi, anggur, jeruk, jambu, dan apapun yang bisa dipetik sendiri.
“Jadi bunda tidak usah belanja lagi,” katanya penuh antusias. Aih, lucunya kamu, nak.
Manfaat Belajar Menanam Sejak Kecil
Saat ayah sedang menanam, Selma selalu menemani dan membantu ayah. Saya pun membiarkan Selma mencoba, toh juga nanti cuci tangan jika tangannya kotor.
Belajar menanam sejak kecil sangat bermanfaat untuknya. Tentu saja akan meningkatkan keterampilan motorik halusnya, mendidik kemandiriannya, membentuk tanggung jawabnya, dan mengembangkan kecerdasan naturalisnya agar semakin baik.
Hasil survey dari Multiple Intelegence Playplan, kecerdasan naturalis Selma menempati kondisi yang harus diasah. Apa sih kecerdasan naturalis itu? Yaitu kecerdasan berfikir dan belajar memahami tentang alam di sekitar kita seperti tanaman, hewan, lingkungan, gejala alam, musim, dan angkasa. [Baca juga: Morinaga MI PlayPlan Solusi Stimulasi Anak Cerdas]
http://lialathifa.blogspot.com/2016/03/ketika-kecerdasan-naturalis-anak-harus.html
hasil survey Selma
Jadi kecerdasan bukan hanya pintar membaca, berhitung, menulis, dan bersosialisasi, tetapi cerdas terhadap lingkungan juga sangat diharapkan. Pas banget Selma diajak untuk belajar bercocok tanam.
Manfaat lain jika mengajak si kecil belajar menanam adalah:
v Dapat menambah kosa kata dalam ucapannya. Dia akan semakin mengenal kata dan kegunaannya apa itu tanah, sekam, pot, bibit, nama sayur, nama buah, nama pohon, dan lain-lainnya.
v Menurut penelitian, bercocok tanam akan menimbulkan rasa ceria, semangat ingin tahu, memunculkan hormon serotonin yang dapat mengontrol kegiatan fisik dan suasana hati. Hati senang, jiwa tenang dan badan pun sehat.
v Mengajak anak untuk mendapatkan pengalaman dalam mencintai alam sekitarnya. Membekali anak agar dapat menjaga dan melestarikan dunia agar tetap hijau dengan tanaman. Anak-anak menjadi tahu berbagai bentuk tanaman seperti daun, batang, akar, biji, tanah, sekam.
v Mengajarkan tanggung jawab terhadap tanamannya agar terus dipelihara dan tidak mati. Sekaligus melatih gerakan motorik halusnya.
v Dengan menanam sayur diharapkan anak jadi mengenal macam-macam sayuran dan menyukai sayur. Tak enggan lagi jika disuruh makan sayur. Anak-anak jadi faham darimana sumber makanan berasal. Sayur dan buah adalah makanan sehat.
Dan berharapnya sih, anak-anak menjadi cerdas berkarya dengan tanaman di masa depannya, bahkan bisa memanfaatkan menjadi peluang usaha. Seperti almarhum Bob Sadino yang sangat sukses itu. Yaa, atau minimal bisa mengurangi uang belanja sayuran seperti yang Selma bilang, hihi..


http://lialathifa.blogspot.com/2016/03/ketika-kecerdasan-naturalis-anak-harus.html
menunggu bunda menjemput, Selma berbagi susu kepada teman

Tak diduga, bersyukur, ternyata sekolah TK tempat Selma belajar juga akan mengadakan belajar menanam bibit sayur dalam pot. Sekolah akan melaksanakan acara ini setelah anak-anak berolah raga pagi. Wah harus didukung nih, pasti anak-anak semakin semangat dan ceria.
Persiapan Mendukung Anak-Anak Bercocok Tanam.
Saat kepala sekolah sedang mengajak guru mempersiapkan aneka bahan tanaman di depan kelasnya Selma, saya memberanikan diri mengajukan diri berperan serta di dalamnya. Saya selaku orangtua mendukung kegiatan ini dengan dengan senang hati.
http://lialathifa.blogspot.com/2016/03/ketika-kecerdasan-naturalis-anak-harus.html
persiapan media belajar bercocok tanam
http://lialathifa.blogspot.com/2016/03/ketika-kecerdasan-naturalis-anak-harus.html
mengantar Morinaga Chil-Go ke sekolah
Saya langsung tawarkan dukungan berupa pemberian minuman sehat dan praktis dalam botol yaitu Morinaga Chil-Go! susu cair pertumbuhan yang bisa diminum oleh seluruh anak-anak setelah mereka bercocok tanam nanti. Seperti Selma di rumah yang selalu menagih jika selesai membantu ayahnya.
Kepala sekolah dan para ibu guru sangat menyetujui hal ini. Namun mereka tetap menyarankan agar jangan terlalu merepotkan saya karena masih repot mengurus bayi, adiknya Selma. Baik sekali ya guru-gurunya Selma.
“Tenang bu, ini hanya membagikan saja kok”, jawab saya. “Kebetulan ada dukungan untuk kegiatan berbagi susu kepada anak-anak temannya Selma. Apalagi besok kan bercocok tanam, pas banget selesai belajar mereka bisa menikmati susu Morinaga Chil-Go!”.
http://lialathifa.blogspot.com/2016/03/ketika-kecerdasan-naturalis-anak-harus.html
serah terima, sah!
“Dari kantornya bunda ya?”, tanya salah satu ibu guru. Saya hanya menjawab dengan senyuman penuh misteri, hehe..
Selain dikenalkan sayur, anak-anak juga harus dikenalkan minuman sehat. Sehingga mereka dapat memilah apa yang mereka harus makan dan minum untuk kebutuhan tubuhnya. Cocok kan, ya kan?
Pada usia sekolah, anak-anak membutuhkan zat gizi tinggi untuk mendukung aktifitasnya, seperti karbohidrat sebagai energi, protein untuk meningkatkan kinerja sel tubuh, lemak, vitamin dan mineral, serta inulin sebagai prebiotik yang dapat menyehatkan saluran pencernaan.
http://lialathifa.blogspot.com/2016/03/ketika-kecerdasan-naturalis-anak-harus.html

Alhamdulillah, saya mendapat dukungan penuh dari pihak Morinaga Kalbe Nutritionals dengan dikirimi ratusan susu botol yang praktis, bentuknya cair, siap diminum anak-anak.
Minuman sehat ini sudah cukup memenuhi syarat dalam penambah sumber gizi bagi anak-anak usia sekolah karena mengandung inulin 1000 mg, protein, lemak, karbohidrat, serat pangan, 9 vitamin dan 6 mineral.
http://lialathifa.blogspot.com/2016/03/ketika-kecerdasan-naturalis-anak-harus.html

Kebaikan gizi di dalam susu cair pertumbuhan Morinaga Chil-Go! adalah mendukung kecerdasan multi talenta dan pertahanan ganda bagi tubuh anak. Apa sih itu?
Maksudnya periode emas yang sedang dialami anak usia dini ini harus didukung dengan nutrisi yang penting sehingga dapat membantu fungsi kognitifnya dan melindungi anak-anak dari berbagai macam penyakit. Generasi platinum harus selalu tangguh.
Kecerdasan multi talenta dapat didukung dengan nutrisi seperti:
Ø Vitamin B Komplek, Yodium, Zat besi. Merupakan vitamin dan mineral yang berperan aktif dalam system syaraf otak, sehingga mendukung konsentrasi belajar anak-anak.
Ø Kolin dan Inositol. Zat gizi ini bertugas mendukung otak dalam berfikir, mengingat, berbicara, bergerak, dan menyimpan memori.
Sedangkan pertahanan tubuh ganda dapat diperoleh dari zat gizi seperti:
Ø Kalsium yang tinggi yang bertugas dalam kesehatan tulang dan gigi.
Ø Prebiotik Inulin 1000 mg yang merupakan sumber makanan bagi bakteri baik dalam usus, serta serat pangan yang dapat membantu kesehatan pencernaan anak-anak
Ø Zinc adalah zat gizi yang dapat membantu meningkatkan sistem imunitas dalam tubuh anak.
Ø Serta vitamin A, C, dan E yang sering dikenal dengan antioksidan, merupakan vitamin yang dapat melindungi sel tubuh dari serangan penyakit sehingga tubuh sehat berfungsi dengan baik.
http://lialathifa.blogspot.com/2016/03/ketika-kecerdasan-naturalis-anak-harus.html

Susu Morinaga Chil-Go! diproduksi oleh Kalbe Nutritionals, kalau dulu lebih dikenal dengan nama PT. Sanghiang Perkasa. Morinaga Chil-Go! didukung atas kerjasama dengan perusahaan terkemuka Morinaga Milk Industry Co.Ltd, Jepang. Perusahaan yang telah mendapat lisensi sehingga mempunyai reputasi tinggi.
Kini, sudah ada pusat produksi PT. Kalbe Morinaga di Indonesia lho. Kalbe Nutritionals dirintis sejak tahun 1982,  bagian dari PT. Kalbe Farma TBK yang khusus memproduksi makanan dan minuman.
Kalbe Nutritionals telah mendapatkan sertifikat HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point), dan memperoleh sertifikat ISO 14000, hal ini pertanda bahwa kualitas produk semakin terjamin. Produk Kalbe Nutritionals juga diekspor dan diterima baik oleh konsumen Asia seperti di Malaysia, Vietnam, Srilanka, Kamboja, Maldive dan Filipina. Kini Morinaga Chil-Go! dapat dibeli dimana saja.
Dalam kegiatan ini, sehari sebelumnya pihak sekolah mempersiapkan aneka bahan tanaman dan pendukung lainnya. Beberapa guru mempersiapkan sekam, campuran tanah bernutrisi ke dalam bak besar, mengaduk-ngaduk rata, dan kemudian membagi-bagi ke dalam beberapa nampan untuk delapan kelas. Guru lainnya bertugas merendam bibit sebelum digunakan.
http://lialathifa.blogspot.com/2016/03/ketika-kecerdasan-naturalis-anak-harus.html

http://lialathifa.blogspot.com/2016/03/ketika-kecerdasan-naturalis-anak-harus.html
pembagian media untuk tiap kelas
Sedangkan guru kelas membuat label nama seluruh siswa dan siswi pada masing-masing pot tanaman. Aneka sayuran seperti bayam, kangkung, pokcoy, sekop plastik (pakai sendok nasi), juga disiapkan untuk tiap kelas. Tongkat berlabel nama kelas pun sudah diberi potongan bambu dan label yang dilaminating untuk ditancapkan ke dalam tanah tempat area penyimpanan pot yang sudah ditanami nanti.
http://lialathifa.blogspot.com/2016/03/ketika-kecerdasan-naturalis-anak-harus.html
media pembelajaran sudah siap
Dan tentu saja saya ikut mempersiapkan lima dus Morinaga Chil-Go! yang berisi total 180 botol susu yang terdiri dari tiga rasa. Ada rasa stroberi, vanila, dan coklat. Pastinya semua siswa-siswi mulai dari kelas playgrup, kelas A, hingga kelas B akan bertambah semangat dan suka dengan kegiatan ini.
http://lialathifa.blogspot.com/2016/03/ketika-kecerdasan-naturalis-anak-harus.html

Semakin tak sabar untuk ikut serta melihat seluruh anak-anak bercocok tanam, seperti apa yang keriuhan dan kegembiraan mereka?, Selma saja yang tubuhnya agak demam tetap semangat minta sekolah, dia tak mau ketinggalan. Sudah mewanti-wanti saya agar tetap mengantarnya ke sekolah.
Oke, tunggu kelanjutan ceritanya ya!

[Baca juga: Belajar Menanam Sayur Yang Menyenangkan Bersama Morinaga Chil-Go!]


29 komentar:

  1. waah,, ibu ini begitu menginspirasi :)
    saat sekarang banyak anak2 yang mainan gadget, ibu mencetuskan untuk mengajarkan untuk bercocok tanam..keren

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih bu, memang anak harus terjun ikut menanam shg dia lebih mengenal lingkungan alamnya :-)

      Hapus
  2. padat euy postingannya..top!

    BalasHapus
  3. Waaah seru sekali diajarkan berrcocok tanam di sekolah. Anak-anak pasti suka tuh, apalagi sambil minum Morinaga-Chil-Go!

    BalasHapus
  4. kecerdasan didapat, anak-anak senang & sehat dengan morinaga

    BalasHapus
  5. Sayur tanam sendiri emang lebih enak ya mak. tempat saya adanya daun singkong pepaya, luntas,dll yang ga butuh perawatan. *dasar males* :)

    Pasti anak2 seneng ya Mbak? Apalagi ada susu morinaga gratis :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.. disamping rumah juga ada mak pohon pisang, males juga saya, kalo ayahnya rajin. Alhamdulillah mak, pastinya senang :)

      Hapus
  6. si ibu sampe over bagasi di motor :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe, demikian pak, demi anak-anak, apa sih yang gak bisa, kalo bisa dibelakang ditambah, ups!

      Hapus
    2. luar biasa.. semangat bu !

      Hapus
  7. aku selalu tertarik ni baca postingan tentang morinaga dikaitkan dengan pengembangan diri di lingkup sehari hari..hihii kreatif

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih mak, aku juga tertarik :)

      Hapus
  8. asiiik, habis cape nanam minum susu, segar!

    BalasHapus
  9. Keren banget mbak.. inspiring!

    BalasHapus
  10. Mbak Lia emang sosok yang memberikan inspirasi, salut juga untuk anak2 yang support belajar alam bersama

    BalasHapus
    Balasan
    1. uhuk.. mbak chris biasanya anak2 lbh semangat kalau sama teman2nya :-)

      Hapus
  11. Ternyata bercocok tanam punya manfaat besar buat kecerdasan anak2 jg ya. TFS Mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama mbak, iya aku jg baru ngeh stl survey kecerdasan anak ternyata ada yg disebut kecerdasan naturalis :-)

      Hapus
  12. Mba, bahagianya yah bisa berbagii..aku kadang kecerdasan naturalis suka klupaan diasah :D anak2 suka bercocok tanam,biar cinta alam jg :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah pas bgt ada Morinaga Chil-Go! dan pas bgt sdg ada program menanam :-)

      Hapus
  13. Saya baru ngerti nih artinya kecerdasan naturalis.. bulan lalu di sekolah anak sy jg pelajaran menanam2 di pot.. sy pikir buat kegiatan outdoor saja. Ga nyangka manfaatnya byk ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. dulu saya juga anggap kegiatan di luar kelas aja, ternyata ini dikategorikan mengasah kecerdasan naturalis :-)

      Hapus
  14. Morinaga sudah ISO 14001 ya? Wah berarti komitmen terhadap lingkungan ya Mbak? Keren.

    BalasHapus

Agar tidak spam pada komentar, gunakan akun Google kamu. Atau kirim email ke: info.narasilia@gmail.com. Thank you ❤

Pengikut:

Lia Lathifa's Medium Audience Badge