Maret 23, 2016

Cukup Satu Tetes, Sabun Anti Kuman Ini 10 Kali Mencegah Cacar Air


Seringkali kita akan menghindari seseorang yang terkena cacar air. Bahkan penderita cacar air pun dikurung tidak boleh keluar kamar. Aduh, kasihan. Alasannya karena takut menular dan tertular.
http://lialathifa.blogspot.com/2016/03/cukup-satu-tetes-sabun-anti-kuman-ini.html


STOP, buang semua kekhawatiran itu. Ayo, kita mulai gerakan anti kuman!. Musim pancaroba seperti sekarang ini memang berdampak kuat pada penyebaran kuman yang juga semakin giat berevolusi dan berkembang pesat.

Caranya dari hal sederhana, yaitu selalu menjaga kebersihan badan dengan sabun anti kuman. Tentu saja mencuci tangan, mandi, istinja (alias cebok) menggunakan sabun. Betul?

Bahkan cacar air Selma pun lebih cepat sembuh karena bantuan sabun anti kuman.

Jadi ingat siang itu, sepulang sekolah, Selma kaget setelah menemukan bintil-bintil lembek di punggungnya. “Apa ini, bunda?”.

Saya perhatikan seksama, satu persatu, menyentuh bintil perlahan-lahan. Ya Allah, ini sih cacar air. “ Selma ketularan siapa ya?”, tanyaku.

“ Alka kan sakit cacar juga, bunda”, jawabnya. Ooh iya, jangan-jangan tertular dari anak tetangga yang kebetulan sempat main ke rumah, saat itu dia memang belum betul-betul sembuh.

Jujur, saya agak ketar-ketir sama cacar air ini, soalnya ada adik bayi di rumah ini. Kalau ikut ketularan juga, aduuh, nambah deh tugas saya.


Satu hal lagi kepikiran. Saya punya tiket gratis. Jika voucher gratis berenang di waterboom dalam waktu dua minggu ke depan tidak mempergunakan, bakal hangus.

Sayang banget kan? senilai 400 ribuan, gitu. *Dih, dia lebih mentingin voucher. Biarin, ha..ha..


Tahu rasanya jika terserang cacar air?               
Rasanya tidak enak. Sangat tidak nyaman. Bahkan saya sampai sesak nafas. Saya terserang cacar air saat hamil anak pertama, pada usia kehamilan tujuh bulan. Akhirnya saya menginap di kamar isolasi Rumah Sakit swasta, selama seminggu.

Kata dr. Reino Rambey, Sp.OG (dokter yang menolong Shidqi lahir ke dunia), saya masih beruntung dapat segera dirawat oleh pantauan dokter secara intensif dan sudah hamil tua.

Jika saja  terkena virus cacar air pada saat hamil muda, virus akan menyebar ke selaput otak, sesak nafas bertambah, dan kejang-kejang, kemungkinan akan mengalami cacat janin. *Na’udzubillah min dzaalik.

Saya dirawat dengan pantauan empat dokter spesialis sekaligus lho. Duh, dokternya kaya reuni, lumayan banyak juga ya, hehe. Ada: 

  • dokter spesialis kandungan (Sp.OG), 
  • dokter spesialis kulit dan kelamin (Sp.KK), 
  • dokter spesialis jantung dan pembuluh darah (Sp.JP), 
  • dan dokter spesialis penyakit dalam (Sp.PD).

Nah bagi yang belum tahu, begini rasanya jika terkena cacar air:
·  Pada kulit muncul bintil-bintil kemerahan, terasa gatal, perih, panas. Ada rasa ingin menggaruk-garuk
·     Gampang gerah, jadi memang enak jika berada di ruangan AC
·     Badan meriang, agak linu, bahkan akan disertai demam tinggi.
·     Mual, nafsu makan berkurang, malas minum.
·     Tidur juga tidak nyenyak, takut bintilnya tertekan.
·     Nyeri dada kadang diiringi sesak nafas.

Lebay? Tidak juga. Memang kalau terserang penyakit, rasanya pasti tidak karuan, apalagi saat hamil. Bagi yang sudah pernah merasakan, pasti akan sama jawabannya dengan saya.

Nah, kembali kepada cerita Selma.

Benar saja, esok hari, bintil-bintil di punggungnya mulai menyebar. Dia mulai demam, nafsu makan menurun, dan terlihat mulai gusar. Senyum cerianya hilang.

Tapi alhamdulillah dia masih mau minum air putih dan teh manis hangat. Saya berharap agar dia terhindar dari dehidrasi.


Perawatan Bagi Penderita Cacar Air
Seingat saya, dokter pernah menjelaskan kalau cacar air dapat menyerang jika kondisi daya tahan tubuh sedang lemah. Ada penelitian hampir 90% virus ini juga menyerang bagi seseorang yang belum memiliki imunitas terhadap cacar air.

Penularannya biasa terjadi karena adanya:
  • kontak fisik, persis seperti yang Selma alami. Bisa terjadi karena penderita menyentuh kulit orang lain, dan sebaliknya. 
  • bahkan dari percikan batuk atau bersin si penderita, virus cacar air ini dapat menyebar.


Biang keladinya bernama Varicella Zoster (namanya keren nih). Virus ini biasa menyerang anak-anak, tapi tidak menutup kemungkinan, orang dewasa pun terkena, seperti saya dulu.


Pencegahannya kita harus selalu menjaga imunitas tubuh, rajin berolah raga, konsumsi makanan dan minuman sehat , serta menjaga kebersihan tubuh dengan mandi. 


Bahkan kita bisa ikutkan program imunisasi cacar air (berisi virus varisella zoster yang telah dilemahkan) pada anak usia 1-12 tahun.

Alhamdulillah, kondisi Selma tidak terlalu parah. Sehingga masih bisa saya rawat di rumah sambil terus mencari informasi, beberapa alat tempur disiapkan sebagai pencegah penyebaran cacar air.

Ini tips saya ketika merawat Selma:

1. Memisahkan tempat tidurnya
Berhubung Selma masih suka menclok sana-sini tidurnya. Kali ini, saya arahkan dia untuk tetap menempati salah satu tempat tidur yang dikhususkan untuk dirinya.

Setiap dua hari sekali, seprai diganti agar kuman tidak berkumpul. Kebayang kan, kita tidak akan tahu dimana bintilnya akan pecah dan mengenai spreinya.

Kondisi kasurnya dibuat nyaman, sehingga dia dapat beristirahat yang cukup. Sambil dibacakan dongeng tentang kesehatan. Agar dia menjadi cerdas menjaga kesehatan tubuhnya nanti.


2. Memakaikan baju yang nyaman
Selma selalu saya pakaikan baju dan celana panjang berbahan kaos dan katun yang menyerap keringat. Agar kulitnya tidak kegerahan dan tidak bertambah gatal serta panas. Rambutnya pun saya kuncir.

Apalagi jika sedang demam. Jangan deh dipakaikan baju yang agak tebal, malah akan menambah kerewelannya.


3. Menyediakan obat anti nyeri dan demam
Obat sirup yang mengandung parasetamol tetap saya sediakan di lemari obat. Agar saat Selma demam tinggi, saya berikan sambil disuapi terus dengan air putih. Sekaligus mengurangi rasa nyeri di sekujur tubuh.

Demam tinggi bisa terjadi pada 2 - 3 hari ke depan. Disertai cepat munculnya bintil-bintil merah berisi air di kulit. Selma mulai diserang bagian punggung, jari tangan, lengan, dada, perut, kemudian paha, jari kaki.


4. Menyuguhkan bubur manado
Iya, saya membuat bubur manado untuk Selma. Bagi saya bubur ini makanan yang pas disantap bagi anak yang sedang sakit dan malas mengunyah. Berharap staminanya tidak drop.

Bubur manado merupakan bubur dengan berbagai campuran beras, wortel, bayam, jagung pipil, kaldu ayam, daging ayam, serta tambahan daun serai. Ditambah abon dan kecap manis, nyam..nyam.


5. Banyak minum jus buah dan air putih
Penderita cacar air itu, selain butuh asupan energi yang tinggi, juga butuh asupan vitamin dan mineral. Terutama vitamin A, B, C dan E. Antioksidan alami dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuhnya dari virus.

Pilihlah buah yang segar seperti pisang, pepaya, jeruk, kiwi, jambu biji, strawberry yang diyakini banyak mengandung vitamin A dan C. Jus buah juga pasti disukai karena mudah diminum, tinggal sruput deh.

Jangan lupa selalu tawarkan minum air putih, agar demamnya tidak terlalu tinggi dan tidak kekurangan cairan.


6. Mandi dengan air hangat dan sabun mandi anti kuman
Pernah mendengar kalau kena cacar air tidak usah mandi?. Saat kecil dulu, saya pernah mendengar petuah orangtua yang melarang anak dimandikan. Meski pun saya tidak tahu alasannya.

Dengan berani, sekarang saya mematahkan opini itu. Saya sangat anjurkan Selma untuk mandi sejak awal, tentunya dengan air hangat dan sabun mandi anti kuman seperti sabun Lifebuoy clini-shield10

http://lialathifa.blogspot.com/2016/03/cukup-satu-tetes-sabun-anti-kuman-ini.html
Pakai air hangat justru akan membantu menurunkan panas tubuh, meringankan rasa gerah dan gatal. Tidak akan kedinginan maupun mengigil.

Percaya deh, kulit yang bersih setelah dimandikan, justru akan membuat anak menjadi nyaman, bobonya nyenyak, dan tidak rewel.


Penderita Cacar Air Boleh Mandi

Begini logikanya. Jika anda sehat, tapi tidak mandi sehari saja, apa yang dirasakan?. Pastinya badan akan terasa lesu, lemes, gatal, susah tidur, uring-uringan, bau lagi.

Nah, bagaimana dengan penderita cacar air yang memang kulitnya sedang bermasalah?. Yakin, bakalan semakin menderita.

Ya.. ya.. ambil jalan tengahnya deh. Memang ada benarnya juga sih, ada larangan tidak boleh mandi. Mungkin takut nanti tergosok saat memakai sabun. Takut pecah bintilnya.

Alasan itu juga yang ditakutkan Selma. Hari kedua, bujuk rayu untuk mandi agak alot, memakan waktu hampir setengah jam. Padahal dia sudah mengeluh gatal-gatal.

http://lialathifa.blogspot.com/2016/03/cukup-satu-tetes-sabun-anti-kuman-ini.htmlSengaja deh, saya iseng mengoleskan sabun shower gel konsentrat. Karena lebih kental dari sabun cair biasa, cukup satu tetes Lifebuoy clini-shield10 dapat ditotolkan ke seluruh bintil-bintil di bagian tertentu, termasuk bintil yang baru muncul di bagian perutnya.

Maksudnya biar dia mau mandi dan juga sebagai pengganti salep anti gatal. Setelah ditunggu beberapa menit, beneran kan, baru dia mau mandi. Sambil main-main busanya.

Aneh tapi nyata.
Esok harinya saya malah mendapat laporan yang mengejutkan. Selma senang, bintil barunya mulai kering dan tidak sempat membesar. Ih, masa dalam waktu hampir 24 jam bisa gitu ya.

“Bunda, bintilnya udah gak merah lagi, mulai kempes!”.

Tuh, alhamdulillah, percaya gak percaya segera saya ngecek. Benaar, sodara..sodari.. sekalian. Selma tidak bohong. Yeayy..

Sejak ketahuan cacar air bisa dicegah dengan sabun shower gel Lifebuoy ini, seluruh keluarga di rumah langsung beralih ikut pakai sabun yang sama.

http://lialathifa.blogspot.com/2016/03/cukup-satu-tetes-sabun-anti-kuman-ini.htmlNah, enaknya pakai sabun ini, cukup satu tetes  untuk sekali tuang dari tube-nya. Tidak perlu ada sabun mandi masing-masing. Satu sabun mandi, bisa ramai-ramai. Jadi sabun keluarga deh.

Sabun shower gel ini dikemas praktis, anti tumpah, pokoknya hemat jika kita bawa keluar rumah. Dimana saja, cegah kuman lebih baik daripada mengobati toh.


Aroma sabunnya juga wangi dan menyegarkan. Ada yang  aroma Fresh dan Complete. Bau badan pasti hilang. Hayo, siapa yang punya masalah bau badan? *snif..snif

Busa melimpahnya bikin acara mandi juga jadi menyenangkan. Nih, cara pakainya seperti ini:
  1. Guyur air di seluruh badan.
  2. Buka tutup tube dan tuangkan setetes saja, seperti anda mengeluarkan odol, ke telapak tangan atau spons.
  3. Berikan sedikit air, gosok-gosok, dan remas-remas spon hingga berbusa.
  4. Usapkan ke seluruh badan, tambahkan sedikit air agar busa semakin melimpah. Bagi yang terkena cacar air, tepuk-tepuk perlahan dengan busa yang melimpah tadi.
  5. Bilas dengan air hingga bersih. Lalu keringkan badan dengan handuk.
http://lialathifa.blogspot.com/2016/03/cukup-satu-tetes-sabun-anti-kuman-ini.html


Jadi segar deh, kulit terasa kesat…
Makin telaten saja saya memandikan Selma. Dua kali sehari, penyebaran cacar air Selma jadi tidak terlalu heboh. Biasa saja, bahkan wajah imutnya pun aman dari serangan cacar air.

Dan boleh anda buktikan, kakak dan adiknya Selma, Alhamdulillah tidak ketularan sampai Selma benar-benar sembuh lho. Apa karena efek kandungan sabun anti kuman Lifebuoy clini-shield10 itu ya?

Kalau baca keterangannya sih mengandung Activ Naturol Shield. Memberikan 10 kali perlindungan kepada seluruh keluarga, termasuk terhadap cacar air. 


Kekhawatiran saya juga hilang, semua anggota keluarga sehat-sehat saja hingga sekarang, perlakuannya juga sama seperti Selma. 


Adek bayi pun aman, hanya dengan minum ASI, dia pun tak tertular meski sering ditempelin oleh kakaknya itu.

http://lialathifa.blogspot.com/2016/03/cukup-satu-tetes-sabun-anti-kuman-ini.html
Leganya hati karena senyuman manis Selma sudah muncul lagi.  Dan voucher berenang di waterboom pun jadi masih bisa digunakan. He..he..he, gak jadi rugi deh.

Yuk, cegah cacar air dengan sedia sabun si #cukupsatutetes ini..! 
Dari hal sederhana, memberikan efek luar biasa.


49 komentar:

  1. Wah hebat ya mbak, lifebouy clini shield 10 bisa untuk mengobati cacar air, saya baru dengar ini dan bisa dijadikan rekomendasi :)

    Iya sih waktu dulu saya SD dan kena cacar air juga nggak boleh mandi katanya kalau terkena air cacar akan mudah menyebar hehe, maklum waktu itu belum cukup pengetahuan. Ternyata yang benar justru harus mandi ya mbak supaya badan tetap sehat dan segar :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga krn gak sengaja mbak, itu buat bujuk rayu selma biar mandi, hehe..

      Iya mbak, meski kita sakit, mandi ttp dilakukan, apalagi pakai air hangat, badan jd relax ya :-)

      Hapus
  2. Waaaah bener - bener sabun mandi yang recommended banget mbak. Karena bisa melindungi keluarga dari kuman. Bahkan yang terkena cacar air juga dapat menggunakannya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, mgkn karena kandungan aktifnya jadi melindungi kulit keluarga :-)

      Hapus
  3. Cacar air dulu pas masih kecil aku jg kena mba, ngga boleh garuk2 yaa padahal gatel banggeeet. Kak Selma moga sehat selalu yaa bisa berenang, jeburrrr hehe. Jadi sekarang lifebouy udah semakin canggih dong yaaa mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa gatelnya bikin penasaran pengen garuk mbak :-)

      iya sabun shower gel baru nih

      Hapus
  4. Duuuh, virus cacar air bisa mempengarunhi perkembangan dedek janin juga ya...katanya cacar air menyerang sekali seumur hidup #katanyasiih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo zaman sekarang kayaknya gak berlaku lagi "sekali eumur hidup", Mbak Aireni
      Entah kenapa. Apakah kuman2nya yang makin resistan atau bagaimana. Sulung saya kena dua kali. Bungsu saya juga :(

      Hapus
    2. iya mbak.. virus cacar air cukup bahaya jika kita hamil muda.. katanya sih iya, tapi ada yg pernah kena lagi.. apa krn imunitas menurun lagi ya?

      Hapus
  5. waktu kecil saya juga pernah terkena yang namanya cacar air

    BalasHapus
    Balasan
    1. beruntung klo kenanya masih kecil ya mas, bekas cacarnya cepet hilang

      Hapus
  6. Saya pernah merasakan cacar air dan anak2 saya jugaa, Mbak Lia. rasanya dduuuh :D
    Alhamdulillah yah Selma sudah baikan sekarang :)
    Jadi penasaran sama sabunnya ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya sdh bisa pergi berenang mbak, hehe..
      jangan sampai kena lagi deh, rasanya gak karuan ya mbak

      Hapus
  7. Ulasan lifebuoy yang bener bener bermanfaat, soale dihubungkan dengan informasi yang banyak orang pengen cari-->solusi mengatasi cacar
    Nah, ternyata saat hamil muda juga kudu waspada ya klo klo kejadian, huhu aku takud, moga ga pernah kena cacar ya Alloh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. kebetulan yg pas mbak, pas punya sabun lifebuoy clini-shield10 ini, pas juga selma kena cacar :-)

      ayo ayo calon bumil hrs jaga kesehatan ya :-)

      Hapus
  8. wah baru tau kalau lifebuey dapat mengobati cacar air. tetangga saya ada anaknya yang kena cacar air, mungkin bisa aku kasih taukan ke tangga saya nanti. terima kasih yes infonya, membantu banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo mengobati kayanya relatif ya mas, tapi mencegah, apalagi klo mandi, biasanya gak semua ortu mau mandiin anaknya klo lg sakit

      Hapus
  9. Wah... dapat banyak tips nih. Terima kasih ya.
    Keluarga saya juga setia pakai lifebuoy. Tapi yang cair dan kemasan jumbo. Lebih irit dan tetap sehat. Alhamdulillah sejauh ini sih mereka jadi anak yang sehat meski sering bermain di luar rumah

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah kemasan jumbo ya mbak, puas nih mandibya hehe..

      alhamdulillah kondisi anak2 semoga selalu sehat yaa :-)

      Hapus
  10. Duh.. ngeri banget kalau terkena cacar air ketika hamil mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, rasanya sampe sesak nafas, alhamdulillah segera ditangani :-)

      Hapus
  11. paling gak enak kena caacar ya mbak, aku kena udah punya anak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh sama kita ya mbak, kenanya pas udah gede :-)

      Hapus
  12. Wahh.. Rekomendasi jg ternyata lifebuoy buat yg kena cacar ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, minimal membantu menyegarkan badan dan mengurangi rasa gatal :-)

      Hapus
  13. Waah...aku dulu juga kena cacar air pas masih SD. BAru tau kalau lifebuoy biosa buat cacar aior ya. KAlau selama ini kakiku alergi gatal-gatal kalau maskan seafood. Biasanya hilang gak gatal lagi kalau mandi pakai lifebuoy

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mbak, aku juga baru tau sabunnya bermanfaat bgt, hehe..

      kalo abis makan seafood trs gatel, kayanya perlu minum antihistamin dulu deh, trs baru mandi pake lifebuoy :D

      Hapus
  14. saya gede gini juga sempet kena, ditambah mandi pakai daun sirih makin cepet

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah resep baru nih, pakai air sirih ya mbak, makasih infonya :-)

      Hapus
    2. baru tau kalo reebusan sirih bagus buat cacar..

      Hapus
  15. saya pertama kali dikena cacar air itu waktu kelas 6 sd dan rasanya gak enak banget :(
    tapi sekarang kita gak perlu takut lagi terkena cacar air karena sudah ada lifebuoy yah Mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, kayanya ngerii klo kena lagi.
      Betul mbak, mandi pakai sabun anti kuman, lbh baik mencegah drpd mengobati

      Hapus
  16. Eh, kog baru tahu ada produk lifebuoy macam itu? :D kudet nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe iya memang lifebuoy versi terbaru nih mas.. sdh ada di bbrp toko

      Hapus
  17. mbak, kamu lahirannya di RS Tambak ya? dr reino dokter di sanakan yaa... soalnya kmrn feb aku lahiran, dr reino jd asisten dokter kandunganku, dr surahman :).. yg jahit perut abis SC dr reino nya :D..

    duuh, kalo inget cacar ya, masih kebayang bgtttt gatelnya -__-.. aku kena pas SD.. dan sampe skr bekasnya masih kliatan dikit di perut... untungnya muka ku ga kena.. tp sabun lifebuoy yg baru ini memang oke... aku suka deh baunya ;)..

    BalasHapus
    Balasan
    1. dulu aku lahiran di RS. Haji mbak, dirawat cacar juga di sana.. iya dr.Reino juga praktek di Tambak, baik ya orgnya, lembut bgt, ahaha.. pernah masuk tipi juga di acara dr.Oz lho (eh jd ngomongin dokter)

      alhamdulillah wajah gak kena ya mbak, aku juga bekas di perut masih keliatan, apa krn pas gendut wkt itu.. iya sama aku suka aroma lifebuoy yg ijo itu :-)

      Hapus
  18. boleh dicoba nih, saya lupa kapan kena cacarnya, tapi Alfi belum, kasian juga kalo kena cacar, mau digaruk nanti nyebar kemana2

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kita hrs siap menghadapi berbagai penyakit termasuk cacar air ini ya mbak :-)

      Hapus
  19. Saya dulu ketika masih kecil pernah terkena cacar air, rasanya tentu ga enak. Ternyata Livebuoy efektif ya, Mbak :)

    BalasHapus
  20. Pernah terkena cacar air dan rasanya nggak enak banget hiks

    BalasHapus
  21. Wah ternyata Lifebuoy ini bisa untuk meredakan cacar juga ya Mak.. Hebatnyaaa. Jadi pengen pake juga nih untuk dirumah.. Makasi infonya Maaak

    BalasHapus
  22. bu, sabun.. *kebetulan lagi liat iklan nya di tipi*.. aku juga pernah kena cacar air, memang banyak yang tertular, hampir sekeluarga hahahaa kecuali my mom. dulu waku aku kecil masih pake sabun lifebuoy batangan, belum ada sabun cair apalagi yang terbaru ini.. hhmm tapi aku pribadi kalo sabunan cuma setetes kayaknya gak afdol. tapi pengen banget beli lifebuoy yang ini nih, mau nyobain

    BalasHapus
  23. Info penting neh, kebetulan ponakan lagi kena cacar. Cobain pake sabun ini neh

    BalasHapus
  24. Membiasakan pakai sabun satu tetes susah rasanya. Tetep saja anak2 dibilang 1 tetes malah keluarin banyak2. Duuuuh...pusing pala berbeh.

    BalasHapus
  25. perlu kasih tahu sama sodara nih, anaknya lagi terserang cacar air

    BalasHapus
  26. Baru tahu....kayaknya bisa dicoba nih

    BalasHapus
  27. Saya juga di rumah pakai lifeboy mba tapi saya pakai sabun batang namun alhamdulilah saya tidak terkena ccar air :) mungkin saya menjalani kehidupan yg bersih yh :)

    BalasHapus
  28. waduh baca cerita bunda yg kena cacar saat hamil 7bulan waswas juga ya, dokternya sampe 4. berarti bunda terkena cacarnya telat ya, tidak masa kecil ya bun..

    BalasHapus
  29. klo bekasnya cacar air menimbulkan lubang-lubang kecil apa bisa disembuhkan....?thanks..

    BalasHapus

Hallo teman, terimakasih banyak sudah membaca dan berkunjung ke sini. Tinggalin jejak dong dengan komentarmu, seneng banget rasanya.

Eh iya, tapi mohon maaf, komentarnya tetap dimoderasi agar terhindar dari spammer. Jika ingin berdiskusi lebih lanjut, monggo hubungi saya via email di: bunda.shidqi@gmail.com