be a good life and happy family

Terkuak Rahasia One Day One Juz (ODOJ)


One Day One Juz, ODOJ, Satu Hari Satu Juz.
Siapa yang tidak tahu program mengaji online ini? ODOJ, adalah suatu wadah yang dibentuk untuk memfasilitasi 30 orang anggota yang berkeinginan menggalakkan disiplin dalam membaca Al Qurannya kembali, cukup 1 juz dalam sehari.

Mungkin ide ini tercipta saat ramainya grup BBM (yang kebetulan hanya muat menampung 30 anggota saja) ingin mengisi bahasan grup menjadi bermakna, jadilah tercetus ide membuat khataman Quran yang dikerjakan secara gotong royong.
Nyatanya grup ini juga dibuat dalam grup WhatsApp, sebabnya tidak semua anggota ODOJ mempunyai BlackBerry, lagi pula memang suka heng hong alias lemot.

Kegiatan ini membumi di Indonesia, katanya sih manca Negara juga mulai ikut. Meskipun tidak semua masyarakat kita ikut, tapi setidaknya ODOJ ini sudah mencatatkan namanya dalam Rekor MURI yang dilaksanakan di masjid Istiqlal pada bulan Mei lalu.


Kegiatan ini resmi, tertata, terorganisir. Setiap individu wajib melapor selesai bacaannya kepada penanggung jawab grup. Jika semua sudah tercatat melapor sebelum jam 18.00, maka dalam 1 hari itu, dinyatakan Khatam 1 Al-Quran. Oiya iNi berlaku pada grup tertentu saja ya.

Kok bisa? Ya tentu saja, Al-Quran itu terdiri dari 30 Juz. Anggap saja 30 orang anggota membaca 1 juz, 30 x 1 juz = 30 Juz. Jadilah khatam Al-Quran dalam sehari. Jika kegiatan ini memiliki puluhan ribu anggota, maka bisa dibayangkan dalam berapa banyak khatam Al-Quran terjadi dalam sehari, bahkan sekarang hampir mencapai setahun. 

Sebagai pelaku di salah satu grup ODOJ 1911, aku turut merasakan banyak hal. Sebelum mengikuti ODOJ, nyaris hari-hariku tanpa membaca AlQuran, sebenarnya aku sudah pandai membaca secara tartil berikut tajwidnya, namun karena saking lamanya tidak membaca (dengan alasan sibuk dan malas) akhirnya lidah terasa kaku, membaca jadi plintat plintut. Aku bertekad harus ikut, untuk memperbaiki diri kembali.

Kini sudah 10 bulan aku ikuti, hari demi hari membaca, melapor,  memantau, memberi masukan, dan sebagainya. Entahlah, rasanya aku terlalu peduli dengan grup tersebut walau kesannya agak cerewet, sok ngatur demi menyuarakan isi hatiku. Kebetulan para anggota lainnya adalah teman-teman dekatku semasa di sekolah Boarding School Darunnajah, jadi terasa sudah lebih faham satu sama lain.

Anda ingin mengetahui bagaimana sih sebenarnya di dalam kegiatan ODOJ tersebut? Simak ya:

Sistem Kerja Grup ODOJ:
Jika kita sudah tergabung di dalamnya, silahkan mengikuti segala kesepakatan bersama di dalam kelompok, menjaga hati, menjaga keikhlasan, konsekwen.
1.       Setiap anggota diberi tugas membaca juz 1, juz 2, juz 3, dst hingga juz 30. Grup ini memulai  membaca pada pukul 18.00 WIB hingga 18.00 WIB keesokan harinya. Anggota harus wajib lapor. Artinya,  ada tanggung jawab untuk membaca Al-Quran dalam sehari.  Jangan merasa riya ataupun ingin dipuji. Ibarat sekolah atau bekerja, ya tetap harus absen kan, terlepas itu mau sebagai orang yang teladan rajin  absen duluan, maupun orang yang telat absen.

Baca-Lapor. Baca-Lapor.
 Terserah cara membacanya, bisa dicicil setiap habis sholat, atau memang langsung selesai dalam waktu 1 jam lebih sedikit (dalam ukuran membaca lancar, tidak buru-buru). Yang penting tugas membaca se-juz terlaksana. Esok harinya lanjutkan juz berikutnya.

CATATAN: Ada survey berupa Quisioner secara random via BBM kepada semua teman-teman yang mengikuti ODOJ.
“Bagaimana cara menyelesaikan bacaan Al-Quran?” hasilnya dari 40 orang adalah:
-          55%  membaca dengan cara kadang dicicil dan kadang langsung selesai
-          20% membaca dengan cara langsung selesai dalam hitungan jam
-          25% membaca dengan cara dicicil

2.       Khusus untuk grup wanita, ada yang namanya Lelang Juz. Dimana Juz yang tidak dapat dibaca oleh salah seorang anggota (karena berhalangan seperti haid, sakit, atau kondisi darurat lainnya),  bisa ditawarkan kepada anggota lainnya yang bersedia membantu menyelesaikannya.

3.       Namun setelah adanya kesepakatan selanjutnya, grup tersebut merubah system kerjanya. Lelang Juz ditiadakan. Setiap anggota tetap bertanggung jawab menyelesaikan bacaannya meski dia haid, kecuali sakit yang tidak tertahankan atau mendadak ada urusan penting yang kondisinya sulit membaca (misalkan dalam perjalanan, tidak membawa Al Quran, dan sebagainya). Alhamdulillah tetap ada anggota lainnya yang bersedia meneruskan sisa bacaannya hingga menyelesaikan juz tersebut. Yang penting khatam, sister..

4.       Bagi yang sedang haid, mengusahakan untuk menyelesaikan bacaannya dengan cara Tarjim (membaca terjemahannya saja) dan Tasmi’ (mendengarkan bacaannya saja tanpa menyentuh AlQuran, bisa melalui audio atau meminta tolong orang lain di dekatnya untuk membaca di depannya). Jadi tidak ada alasan lagi, kita tetap bisa "bersentuhan" dengan Al-Quran. Meskipun banyak pendapat dalam hal ini, namun kita selalu berbaik sangka. Niat ibadah kepada Allah, Allah juga yang akan menilai.

5.       Di dalam grup ada yang namanya admin, dia bertugas melaporkan kondisi kekhataman grupnya kepada admin grup fasil. Kemudian admin fasil melapor lagi, estafet, hingga sampai ke pusat (kayanya sih begitu). Namun karena masing-masing anggota mempunyai kegiatan penting lainnya, tak dipungkiri, kadang telat melapor itu ada. Untuk menghindari hal tersebut, dibentuklah penanggung jawab harian yang bertugas sebagai “satpam” terhadap anggota yang lainnya untuk segera melaporkan hasil tilawahnya pada hari itu. Oiya, disini ada laporan rangkingnya lho. Tiap grup memiliki nilai rangking, niatnya agar dapat memperbaiki kondisi grupnya menjadi lebih semangat lagi.

6.       Dan sejak tanggal 1 Oktober 2014, dari hasil musyawarah, evaluasi, study banding dan sebagainya sudah ditetapkan ada perubahan lagi. 


Manfaat ODOJ

Semua kegiatan yang baik pasti ada manfaatnya, demikian juga di dalam kegiatan ini. Ketika aku dan teman-teman saling mengobrol, banyak hal yang terjadi dan terasa menakjubkan, antara lain:
1.       Seringnya kita membaca Al Quran, lidah tidak lagi kelu. Kekompakan antara mata, telinga, lidah, dan otak sangat terasa. Jika mata sering melihat huruf demi huruf, telinga sering mendengar bacaan yang diulang-ulang, lidah yang bergerak mengucap lafadz demi lafadz, serta otak yang merekam semua itu. Terbentuklah bacaan yang lancar. Ini pu dirasakan hampir semua anggota yang dulunya juga mengaku jarang membaca Al Quran.
                                                                                                           
2.       Sebaiknya jika anda membaca Al-Quran sertakan membaca terjemahnya, anda akan merasakan hati akan “mendadak” lebih mengerti: ooh maksudnya begini, oooh maksudnya begitu.

Padahal awalnya ada rasa khawatir, kita tidak dapat memahami apa yang terkandung di dalamnya. Hal ini tentu saja Allah yang mengajarkan. Allah yang mengirimkan surat cinta, maka kita yang sedang jatuh hati pada-Nya, mengharap cinta-Nya, kasih-Nya, pasti akan mengerti apa yang dituliskan. (Pinjam istilahnya Titi DJ) pakai BAHASA KALBU.

CATATAN: hasil quisioner secara random kepada peserta ODOJ. “Apa saja yang anda  baca dalam Al-Quran?” hasilnya dari 40 orang adalah:
-          37.5%  membaca tulisan arabnya saja.
-          10%  rutin membaca tulisan Arab dan terjemahannya.
-    52.5% kadang-kadang membaca tulisan arabnya saja, tetapi kadang-kadang rutin membaca tulisan Arab berikut terjemahannya.

3.       Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab, karena Rasulullah memang orang Arab, supaya beliau mengerti. Kita sebagai orang Indonesia, baca juga terjemahannya, supaya mengerti. Untuk apa membaca Al-Quran bolak-balik khatam, tetapi tidak mengerti? Tidak menyentuh tingkah laku sehari-sehari, tidak mengerti apa yang dimaksud Al-Quran sebagai obatnya hati, sebagai kunci rahasia dunia, sebagai surat cinta-Nya Ilahi.

Allah SWT kok yang mengajarkan, coba lihat dalam surat Al Qiyamah : 16-19,
16. “Jangan kamu gerakkan lidahmu untuk membaca Al Quran, karena hendak cepat menguasainya."
17. Sesungguhnya tanggung jawab Kami-lah mengumpulkannya (di dadamu), dan (membuatmu pandai) membacanya."
18. Apabila Kami telah selesai membacanya, maka ikutilah bacaannya itu."
19. Lalu tanggung jawab Kami-lah yang menjelaskannya.”

Pada surat lain, Allah SWT menekankan dalam QS. Al ‘Alaq: 3-5
3. "Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah."
4. "Yang mengajarkan (manusia) dengan perantaraan kalam." 
5. "Dia MENGAJARKAN kepada manusia APA YANG TIDAK DIKETAHUINYA.”

Tuh kan, Allah SWT juga kok yang akan menjelaskan maksudnya, petunjuk bisa datang dari yang tersurat (tertulis dalam lembaran) dan tersirat pada alam semesta. Masih gak percaya? Coba dulu yuk..

4.       Jika melihat ayah dan bundanya membaca Al Quran setiap hari, maka anak-anak pun akan mudah diajak belajar membaca Iqro. Anak mudah diajak kerjasama untuk tidak berisik jika kita sedang membaca Al Quran, sesekali bacakan artinya dengan intonasi seperti membacakan cerita, mereka akan senang sekali. Cintai Al-Quran sejak dini.

5.       Di grup kami, ada kejadian unik. Yaitu hamil massal.
Beneran, seperti virus menular. Lebih dari 5 orang hamil saling menyusul, mengabarkan: alhamdulillaah, gw hamil, mohon do’anya yaa. Surpriseee..! Bahagianya sang bayi jika mamanya rajin membaca Al Quran, semoga menjadi anak-anak penerus yang gemilang dunia akhiratnya, aamiin.

6.       Salah satu teman malah menangis terharu setelah ikut ODOJ. Dia diberi izin suaminya untuk dapat segera menunaikan umroh, tanpa harus ikut tabungan umroh yang jangka waktunya cukup lama. Mimpi apa iniii… “Mah, mamah mau cepet berangkat umroh? Papah ada tambahan, nih ditambahin deh, biar mama bisa berangkat tahun ini, gak harus tahun depan.”  (so sweet and seddaap, maauu buangeet.. hehe)

7.       Dan masih banyak lagi kejadian yang dirasakan seperti mendapat kejutan kecil diberikan Allah SWT. Mungkin masih buanyaak rahasia yang dapat digali oleh-oleh manusia yang mau berfikir.

Yang pasti kami merasakan ketentraman hati. Wallahu A’lam bisshowab.

10 komentar:

  1. Waah tengkyu sharingnya mak...sudah denger sedikit info ttg ODOJ ini. Salut sekali utk yg bisa konsister berODOJ, subhanaAllah...saya baru bisa mempraktikkan tiada hari tanpa membaca Quran, blm bisa di kasih target kuantitas. pun itu kadang msh suka terkendala *banyak alasan*. tp setidaknya ada konsistensi dan kontinuitas. Apapun caranya, semoga Allah menjadikan Al quran sbg bagian hidup kita yaa...Amiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin.. iya mak, kudu konsisten, hrs kuat iman, pegang AlQuran, kaji.. gitu hehe

      Hapus
  2. belom sebulan saya ikut odoj,,,luar biasa suasana hati...biasa ga karu2an setelah ikut odoj kaya hati ini di pasangi AC 2PK siap on off kalo di perlukan

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah bisa terasa langsung manfaatnya ya mas

      Hapus
  3. Saya baru ikut odoj 12 hari , tapi kenikmatan yg di dapat luar biasa alhamdulillah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah ya mbak :-)

      Hapus
  4. Duh pengen banget juga ikut ODOJ ini, tapi takutnya nggak bisa konsisten.. Huhuhuuu

    BalasHapus
  5. Saya sering kali diajak teman untuk ikut ODOJ ini, tapiiii..... yaahh...

    BalasHapus
  6. Bagus ini. Aku baru tahu ada ODOJ. :D Pengen juga.

    BalasHapus
  7. Alhamdulillah ya mba. Aku belum bisa satu jus, heheh masih nyicil terus
    semoga bisa mengikuti jejak-jejak group ODOJ

    BalasHapus

Hallo teman, terimakasih banyak sudah membaca dan berkunjung ke sini. Tinggalin jejak dong dengan komentarmu, seneng banget rasanya.

Eh iya, tapi mohon maaf, komentarnya tetap dimoderasi agar terhindar dari spammer. Jika ingin berdiskusi lebih lanjut, monggo hubungi saya via email di: bunda.shidqi@gmail.com

Author

Foto saya

Supermom, blogger, publisher, pengelola onlineshop, lulusan bidang nutrisi, mencintai kehidupan sederhana dan harmonis, suka naik kereta, makan rujak, dan penikmat musik klasik. Contact Person: bunda.shidqi@gmail.com

Follow This Blog