Cegah Masalah Gusi Dengan Parodontax



Ada hal yang sangat menarik ketika kali itu aku dan kedua anakku Shidqi & Selma menghadiri undangan "Parodontax Bloggers Meet-Up" di Hongkong Café, Jakarta. Oya, perjalanan sampai ke sini, kami menggunakan kereta hingga stasiun Sudirman, lalu dilanjutkan naik minibus 19 menuju Sarinah, jalan deh sedikit ke arah belakang. Sayangnya kami tiba agak terlambat beberapa menit, namun tetap saja acara ini tetap bermanfaat. 

Pertama, jamuan coffe break-nya sangat enak, dapat mengganjal perut kami. Kedua, acara yang dihadiri oleh sebagian besar Emak-Emak Blogger itu diisi dengan pemberian informasi kesehatan keluarga. Bersama Ibu Anna Surti Ariani S.Psi, M.Psi selaku psikologi anak & keluarga dan ibu drg. Sandra Olivia, MARS Sp.Perio, tentu saja didukung oleh pasta gigi Parondontax spesialis pasta gigi untuk masalah gusi.

Ibu Anna Surti Ariani S.Psi, M.Psi


Stress dan Masalah Gusi

Tahukah anda bahwa stress bisa mengakibatkan organ tubuh lainnya mengalami sakit, seperti sakit kepala, tubuh lemah, perut mulas, bahkan ada yang giginya senut-senut. Jika seseorang mengalami stress maka tubuh akan memberikan alarm yang memberitahu bahwa tubuh memerlukan penanganan ekstra, seperti istirahat, pemeriksaan, bahkan perawatan. Jika tidak bisa dikendalikan maka akan menjadikan diri kita membuat kita jatuh sakit, begitu kira-kira apa yang disampaikan Ibu Anna. 

Demikian pula pengalaman dari ibu Elisa Koraag yang mengatakan stress yang dia alami adalah ketika anak-anaknya belum pulang sekolah tepat waktu, ditambah jadwal les. Apalagi saat handphone-nya tidak aktif saat dihubungi, membuat dirinya mudah mulas dan sakit kepala. Demikian ibu-ibu yang lain, sepertinya hampir sama yaitu pusing bahkan ada yang merasakan migren. 

Disusul uraian Ibu drg.Sandra mengatakan jika anda merasa stress dan gigi seperti senut-senut bahkan membengkak, perhatikanlah gusi anda. Ow, ada apa dengan gusi? aku agak sedikit terperangah (jiaah segitu kagetnya..). Beliau menambahkan, stress bisa menjadi salah satu tanda gejala masalah gusi.
drg. Sandra Olivia, MARS Sp.Perio

Seringkali kita tidak terlalu memperhatikan kesehatan gusi, cenderung hanya didiamkan (silent disease). Menurut survey ada 98% masyarakat pergi ke dokter gigi untuk memeriksa ketika giginya bermasalah, seperti berlubang, karies, nyeri, behel, bahkan gigi palsu. Dan sisanya hanya 2% masyarakat memeriksakan gusinya. Padahal menurut faktanya jika gusi dan tulang penyangga gigi bermasalah, maka akan mempengaruhi kondisi kesehatan tubuh, daya tahan tubuh menjadi menurun. Malah menyebabkan penyakit diabetes, Jantung, Stroke, dan Paru-Paru. Wow, gak disangka ya..




Kenalan dengan Gusi Yuk!

Gusi dikenal dalam bahasa medisnya yaitu Periodontium, merupakan jaringan yang mengelilingi dan mendukung posisi gigi. Secara struktur gusi terdiri dari gingiva, ligament periodontal, tulang alveolar, dan sementum. Fungsi gusi dan tulang peyangga sangat penting, tentu saja memberikan keindahan mulut dan sebagai pelindung gigi. Betapa seramnya jika mulut seseorang tanpa gusi, langsung tertancap gigi geligi, hiyy.. 

Lihatlah foto dibawah ini, ternyata gigi itu mempunyai tulang sebagai penjepit gigi lho, dilapisi oleh gusi yang berfungsi sebagai keindahan dan perlindungan gigi geligi.

Ingat, gigi punya tulang.


Jikalau gigi ditimbuni plak dan tanpa dibersihkan, maka apa yang terjadi? Perhatikan kembali gambar di bawah ini!
Gigi yang ditimbuni plak lama-lama akan menyebabkan jaringan gusi membengkak dan kehilangan sebagian tulang gigi, inilah yang meyebabkan gigi terlihat turun atau miring. Sedangkan yang baik adalah, kondisi gigi dan gusi yang sehat akan memiliki struktur yang utuh dibandingnya dengan yang tidak sehat.

Jadi pegang-pegang gigi nih..


Tanda-Tanda Gusi Bermasalah

Perhatikan gigi anda jika sedang menyikat gigi, berdarahkah? Jika iya, wah, itu bisa jadi sebagai penanda bahwa gusi sedang bermasalah. Karena jaringan gusi sedang mengalami peradangan sehingga membuat gusi mudah berdarah. Tanda lainnya adanya penumpukan plak, gusi warna kemerahan dan bengkak, ngilu, gigi mudah goyah, dan posisi gigi mengalami resesi (naik atau turun) dari posisi semestinya. 
Mulaikah terfikir apa yang terjadi pada gigi anda? hehe..demikian saya, apalagi setelah melihat gigi dibawah ini, ahay..!

shhh..


Siapa Saja Yang Beresiko? 

Sekali lagi jangan menyepelekan kondisi gusi. Coba bukalah bibir anda lebar-lebar hingga terlihat semua kondisi gigi dan mulut. Semua kalangan bisa saja terkena masalah gusi, terutama beberapa orang sebagai berikut:
1. Laki-laki terutama yang perokok.
Rokok dapat menyebabkan timbunan tembakau pada gigi dan gusi, sehingga dapat mengurangi kadar oksigen pada aliran darah. Hal ini akan menghambat penyerapan nutrisi dan membuat sistem pertahanan tubuh melemah. Hmm, sekarang saatnya memberikan nasihat kepada suami anda yang merokok. Suamiku? Alhamdulillah tidak (gak ada yang nanya, hihi..)

2. Wanita hamil dan wanita menopause
 Nutrisi yang dimiliki ibu hamil otomatis akan diberikan kepada janin. Wajar, jika asupan kebutuhan gizi sang ibu berkurang, dapat menyebabkan gigi nyeri dan terasa gatal. Maka dari itu wanita hamil perlu menjaga kondisi tubuhnya dengan porsi 2x dari wanita tidak hamil. Pas banget kondisinya dengan MC acara yaitu Desy Bachir yang juga sedang hamil besar namun tetap bugar ini.
Demikian untuk wanita menopause. Kondisi hormon sudah tak stabil, perlu perbanyak olahraga dan asupan gizi cukup serta seimbang. Membuat badan dan jiwa sehat, otomatis stress berkurang, masalah gigi da gusi pun berkurang.


3. Anak Usia Remaja
Di usia ini masih banyak yang kurang menyadari kebersihan dan kesehatan gusi dan gigi. Bisa dikarenakan malas menyikat gigi dan masih senang mencoba berbagai makanan. Bahkan untuk remaja yang meggunakan behel lebih rentan terkena masalah gusi. Untuk itu sebagai orangtua kita wajib terus mengingatkan, walau memang pasti dibilang cerewet, hehe.

4. Usia senja
 Daya tahan tubuh mulai menurun, fisik yang lemah, atau penggunaan gigi palsu bisa mempengaruhi kondisi gusi seseorang yang sudah berusia senja. Diperlukan pendamping yang selalu mengingatkan untuk mereka agar tetap menjaga hidup sehat dan menyikat gigi secara teratur.


5. Faktor genetika.
Ada beberapa kasus yang terjadi karena faktor genetika, seperti kondisi jaringan gusinya melemah, penyerapan asupan zat gizi kurang baik, dan lain-lain.



Miliki Gusi Sehat Pada Keluarga Kita.

Cara yang tepat untuk mencegah masalah gusi adalah sebagai berikut:
1.       Peliharalah gigi.
-      Rajinlah menyikat gigi secara teratur minimal 2x sehari, setelah makan dan sebelum tidur.
-      Gunakan bulu sikat gigi yang lembut dan nyaman bila terkena gusi.
-      Jangan lupa sikatlah bagian atas, bawah, belakang gusi

2.       Gunakan pasta gigi yang melindungi dan menyehatkan gusi.
Tidak semua pasta gigi dapat melindungi gusi anda. Untuk itu pakailah Parodontax. Mengapa? karena mengandung garam mineral sodium bicarbonate yang dapat mencegah kuman dan menyehatkan gusi. Ditambah aneka herbal seperti peppermint, echinacea, chamomile, sage, rhatany, dan myrrh. Semua dipadu menjadi pasta gigi yang dapat mengatasi berbagai masalah gusi. Rasanya unik, warna pastanya juga beda, dan nyaris tidak berbusa-busa.


3.       Lakukan perilaku hidup sehat
-          Jauhi rokok dan alkohol
-    Makanlah makanan yang bergizi, terutama buah dan sayur karena di dalamnya terdapat vitamin, mineral, dan serat yang baik untuk percernaan dan perbaikan sel, termasuk perbaikan jaringan gusi
-          Perbanyak air putih, sebagai manfaat kebersihan mulut dan pencernaan

4.       Periksakan kesehatan gigi dan gusi keluarga kita secara minimal 6 bulan sekali
    Datanglah ke dokter gigi spesialis gusi atau biasa disebut Sp.Perio. Biasanya pasien akan diperiksa kedalaman gusinya menggunakan alat khusus yang bernama Periodontal Scope. Tak perlu khawatir terasa sakit, menurut dokternya gak terasa kok, hehe.. 

colek sedikit saja.

****

Acara selanjutnya diisi tanya jawab dan sharing, ada beberapa cerita yang membuat kami makin mengetahui akibat pengaruh masalah gusi. Salah satunya pengalaman mbak Memes yang mengatakan bahwa dulu dia memiliki jerawat yang parah. Kata dokter kulitnya ini bisa diakibatkan dari kesehatan gigi yang kurang baik. Setelah dilakukan perawatan gigi, terbukti jerawatnya berangsur-angsur pulih. Ada juga pengalaman dari seorang emak yang mengatakan bahwa pantas saja dia sering mengalami nyeri di daerah pipi dan menyebabkan sakit kepala sebelah. Ini bukan hanya masalah sinusitis namun ternyata dokter THT pun menyarankan untuk memeriksakan kondisi gusinya terlebih dahulu. Wow, amazing ya, sampai segitunya.
Setelah acara diskusi selesai. Kami melanjutkan santap makan siang, disuguhi makan siang yang maknyuss. Ehh, tak diduga ternyata namaku dipanggil. Yey, gak nyangka. Kuterima amplopnya, kulihat lembaran demi lembaran kupon voucher MAP senilai Rp. 100,000.. 1.. 2.. 3.. 4.. 5.. (kebayang kan jumlahnya, alhamdulillaah). Ini hadiah dari 3 orang penanya dengan cerita menarik. Goodybagnya juga oke banget kan.
Alhamdulillah :)

Terimakasih untuk acara keren ini. Kami jadi mengetahui kesehatan gusi. Ternyata penting banget ya. Membuat kami menjadi lebih perhatian. Terlebih Shidqi, tak kusangka sesampainya di rumah dia bisa menceritakan kepada ayahnya apa yang dia lihat saat itu, "hiyy tadi ada gambar gigi bermasalah, giginya numpuk, terus ada darahnya.". Tentunya sekarang tak susah lagi menyuruh dia dan adiknya untuk menggosok gigi sebelum tidur. 

Foto bareng peserta dan nara sumber
Yuk, kita jaga kesehatan gusi dari sekarang! ^_^

Tips Menghilangkan Bau Jengkol

"Aduh, kamar mandinya bau jengkool, dasar jorok." 

 Itulah pernyataan yang membuat sebagian orang menganggap jengkol dan petai adalah sesuatu yang harus dijauhi. Karena setelah kita mengkonsumsi keduanya, bau mulut dan bau pipisnya akan sungguh menyengat. Memalukan. Kesannya jorook banget. Bahkan dibilang kampungan. Padahal sekarang harga jengkol sering meroket lho, andaikan masuk menu di restoran, kayanya bakalan jadi makanan super special deh, hoho.

Nah, mau bagaimana lagi, padahal menu semur jengkol, rendang jengkol, kalio jengkol, sayur labu petai, nasi goreng petai itu adalah makanan yang menggiurkan (bagi saya), kalau anda? (ngaku doong), hehe.


Sumber foto disini

Kini anda tak perlu khawatir, untuk menanggulangi hal itu, ada tips dan triknya lho. Aku sudah mencobanya (yaaa demi menu-menu tadi). Apalagi jika sudah disuguhi ketika kita berkumpul di keluarga besar yang memang suka membuat rendang jengkol.

Masa mau menolak, tidak sopan dong (alasan yang menunjukkan derajat etika, xixi), mau ditolak rugi bangeet, mau makan yaa konsekwensinya pasti diledekin.

Biarlah, asalkan sudah tau cara menghilangkan baunya, aku segera mengambil beberapa keping mata jengkol (kata orang bijak, ngambil jengkol jangan malu-malu. Sekalian aja ambil banyak, toh baunya tetap sama, wkwkwk...)


Ini dia rahasia andalanku:

1. Pembersih lantai


-  Pilihlah yang kental dan mengandung pewangi, bukan yang cair, bukan pembersih keramik. Jika diperjalanan, aku biasa menyiapkan yang kemasan sachet. Kecil, imut, bisa dibawa-bawa ke kamar mandi.


-  Segera tuangkan pembersih lantai tersebut saat anda pipis, seka-seka dengan kaki anda sambil disiram dengan air yang banyak. Jika masih tercium, segera ulangi lagi.



2. Kopi


-  Minumlah kopi susu 1/2 jam setelah anda memakan jengkol atau petai, alhasil bau mulut dan bau pipis anda mendadak lenyap. Anda seperti lupa, kayanya tadi makan jengkol sebaskom kok gak kecium baunya (haha, lebaaay..). Waktu lalu aku pernah makan jengkol, dan setengah jam kemudian minum es susu kopi. Saat ke kamar mandi, eeh kok malah bau kopi krimer. Aroma kopi malah lebih dominan dibandingkan bau jengkol. Yeayyy..


-  Atau jika dirumah punya sebungkus kopi hitam (soalnya kalau kopi susu mendingan diseduh aja..*ngaduk2 cangkir), taburkan sesendok kopi bubuk ke atas lantai kamar mandi, gosok-gosokkan dengan kaki anda, kemudian siram dengan air yang banyak.



3. Kecap


-  Ini adalah resep guruku yang memang kegemarannya adalah rendang jengkol maupun balado jengkol. Maklum orang minang. Beliau bilang, sehabis makan jengkol, minumlah 1 sendok makan kecap manis (rasanya kaya minum obat batuk hitam yang kemanisan, ih ih..) dan minum air putih yang banyak. 


-  Makanya kalau beli rendang jengkol, suka aku tambahi kecap di dalamnya. Selain membuat gurih, tentu niat lainnya supaya mengurangi bau jengkol nanti, hihi



4. Makan mentimun


-  Makanlah mentimun setelah anda makan jengkol dan petai, bisa dicocolkan ke sambal kecap, lalu minumlah air putih yang banyak. Mudah ya :)


Begitu saja? Yaa.. Anda mempunyai ide lain? Sharing ya.

Sekarang, selamat mencoba dan nikmati hari-hari anda dengan jengkol ^_^


Follow Me by Email