Langsung ke konten utama

Kreasi dari Kertas dan Dus Susu Bekas

kertas resi dijadikan putri (dok.pri)
FROM NOTHING TO SOMETHING


Melihat tumpukan kertas resi JNE bekas mengirim paket barang olshop dan kardus susu yang tidak terpakai lagi membuat saya dan suami galau. Mau dibakar sayang, mau ditumpuk tapi selalu diacak-acak Selma anak batitaku. Apalagi kalau dikilo-in ke tukang loak, aiiih, mana mau kali, hihi.
Akhirnya ada niat membuat sesuatu yang bermanfaat. Iseng-iseng akhirnya jadinya wadah alat tulis seperti di foto.


meja kerja mini yang berantakan (dok.pri)
Awalnya semua kertas digulung menggunakan bantuan besi lurus atau obeng, karena jika digulung hanya mengandalkan tangan malah membentuk kerucut, sulit diatur, maklum jari kami belum terbiasa, masih amatir. Selesai digulung, rekatkan dengan lem kertas. Lalu kumpulan selonsong kertas dapat dibentuk apapun sesuka hati. Kali ini saya membuat kotak pensil berbentuk bulat dan persegi. Sebagai pemanis saya buat bunga warna warni menggunakan kardus susu anakku, dari berbagai merek yang menghasilkan bunga warna kuning, hitam, merah, biru, dan daun berwarna hijau. Tempelkan dengan lem bakar. Praktis. Ada juga yang menggunakan pemanis pita dan bunga, kebetulan baru beli dua minggu lalu


ikut narsis (foto pribadi)
Tidak disangka, ketika saya perlihatkan kepada teman-teman, mereka memberikan kesan dan pesan positif. Daripada kertas resi menganggur lebih baik dijadikan wadah-wadah lucu. Kreatif deh bunda, begitu nilainya. Saya pun diajak bergabung dikomunitas craft karena disana lah bergabung para kreator keren. Jadi jangan buang kardus susu dan kertas apapun ya bu! J


Cerita ini diikutsertakan dalam lomba kreasi LOMBA KERAJINAN TANGAN dalam Ibu-Ibu Doyan Bisnis



Komentar

  1. terimakasih atas tips2nya .... tpi klo selain dibuat itu dibuat apalagi yaaa kira2 ?? terimakasih ..

    BalasHapus
  2. banyak sekali mbak, seperti mainan kereta, pigura foto, dll

    terimakasih sudah mampir ke blog saya ^_^

    BalasHapus
  3. Hebat (y) ada nggak yang dari koran digulung? Soalnya da tugas :D

    -ABC (panggil: ABC XD)

    BalasHapus
    Balasan
    1. prinsipnya sama aja kok, bisa pakai kertas koran, selamat mencoba :)

      Hapus
  4. Kreatip amaat..(gak kepikiran) :) ayoo jualaaan,,.

    BalasHapus
  5. Aiihh mbak, kreatif bangettt :) saya sih kardus susu selalu dibuang, padahal sayang juga ya, kertasnya kan tebal..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan mbak, coba kumpulkan deh, banyak banget manfaatnya untuk kreatifitas, apalagi bener yg mbak bilang, permukaannya tebal, kalau dibuat jadi dasar lingkaran: bisa buat permainan jam dinding..dll, selamat mencoba

      Hapus
  6. good idea.. baarakallahu lak ..

    BalasHapus
  7. suka dengan ide seperti ini mbak. karena saya juga suka dengan pemanfaatan barang-barang bekas.

    BalasHapus

Poskan Komentar

Hallo teman, terimakasih banyak yaa. Dengan senang hati saya persilahkan tulisan ini dikomentari, agar silaturahim terjalin dan saling memberi dukungan dengan baik.

Tapi mohon maaf ya, komentar tetap dimoderasi agar terhindar dari spammer. Jika ingin berdiskusi lebih lanjut, monggo hubungi saya via email di: bunda.shidqi@gmail.com

Pos populer dari blog ini

Terapi Uap di Rumah Saja

Shidqi itu anak yang paling sering terserang penyakit. Kadang batuk, muntaber, pilek, lama-lama sesak nafas, dahaknya terdengar becek namun sulit keluar, akhirnya keluar dengan sering disertai muntah. Sebalnya jika ini bersamaan ketika dia sedang makan. Setiap makan, batuk, lalu muntah. Sedih dan gregetan melihat badannya makin kurus saja, nafasnya juga tersengal-sengal diiringi demam. 
Sudah tiga hari Shidqi demam tinggi, batuk, pilek berat, dan keliatan sesak nafas. Perut, dada, lehernya kembang kempis, terlihat cekung dalam dan naik turun. Tak tega lihatnya.
"Anak ibu terkena asma", jawab seorang dokter ketika kami membawa Shidqi berobat ke dokter anak.
Ahhh, semudah itukah anakku dibilang asma?
Kaget, bingung, dan penasaran. "Kan cuma batuk pilek, dok. Kayanya gak ada keturunan asma deh", sanggahku.
"Asma bisa jadi karena alergi debu, dingin, dan kuman", kata dokter sambil menuliskan surat rujukan pada secarik kertas dan memberikannya kepada suster. "…

Mari Belanja di Koperasi Pabrik Khong Guan

Jika anda pernah tinggal di kawasan Cibubur-Ciracas Jakarta Timur, pasti tahu kan pabrik Khong Guan yang bertempat di jalan Raya Bogor km.26, posisinya persis di samping swalayan Naga. Di halaman depan terpasang baliho berbentuk kaleng biskuit yang fenomenal.

Setiap melewatinya pada sore hari, pasti tercium aroma biskuit yang harum dan manis semerbak keluar dari sana. Pertanda biskuit sedang diproduksi. Cukup membuat kenyang walaupun perut masih keroncongan.

Seingatku, tahun 80-an dan aku belum bersekolah, pabrik itu sudah ada. Jika pulang kantor, Ayah sering membawa oleh-oleh berupa biskuit remahan di dalam kaleng besar, isinya banyak. Katanya beli di koperasi pabrik Khog Guan. Kenapa disebut remahan? karena di dalamnya terdapat aneka biskuit yang sudah patah, remuk, tidak layak bentuknya, dikumpulkan dan dijual kembali dengan harga cukup terjangkau.



Namanya anak-anak, meskipun bentuk biskuitnya jelek, tetapi tetap senang makan biskuit. Campuran antara remahan biskuit dan krimnya te…