Ketika sedang men-scroll Threads, ada sebuah utas menarik dari akun bernama Agatha. Kucing kesayangannya mati karena sakit ginjal stadium akhir, akibat genetik. Banyak komentar mengucapkan turut berduka, ada juga yang bercerita dengan kisah yang sama, bahkan ada yang menyarankan jangan kasih makan dry food karena dianggap jadi penyebab sakit ginjal.
Aku mulai tergelitik saat membaca komentar orang tersebut. Rasanya ingin menimpali: "melarang seperti itu, apakah sudah membuktikannya sendiri atau hanya terpengaruh rumor? Padahal pemilik utas bilang bukan karena dry food".
Benarkah Dry Food Penyebab Sakit Ginjal Pada Kucing?
Jawabannya: Tidak benar. Makanan kering (dry food) bukanlah penyebab utama penyakit ginjal pada kucing. Dry food memang memiliki kadar air lebih rendah dibandingkan wet food (makanan basah). Tetapi bukan jadi penyebab sehingga tidak boleh diberikan. Faktanya sakit ginjal itu adanya kerusakan fungsi pada organ ginjal yang disebabkan beberapa faktor, bukan karena makanan kering tersebut.
Sebagaimana pengalamanku merawat beberapa ekor kucing kampung selama sepuluh tahun. Kucing-kucingku terbiasa makan dry food dan tetap sehat hingga kini. Tidak ada yang mengalami sakit ginjal. Kuncinya bukan pada menghindari makanan kering, melainkan menjaga hidrasi yang cukup dan imunitas tubuh tetap optimal.
Perlu kamu ketahui, selain praktis dan hemat, dry food memberikan berbagai manfaat kesehatan bagi anabul, antara lain:
• Menjaga Kesehatan Gigi: Tekstur renyah kibble membantu mengikis plak dan mencegah karang gigi secara mekanis saat dikunyah.
• Melatih Otot Rahang: Proses mengunyah kibble memperkuat otot rahang kucing.
• Lebih Higienis dan Tahan Lama: Kadar air yang rendah meminimalisasi pertumbuhan jamur dan bakteri secara alami tanpa perlu pengawet berlebih.
• Kaya Antioksidan: Makanan kering dilengkapi vitamin A, C, dan E berguna untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Bagaimana Tanda-tanda Kucing Kena Sakit Ginjal?
Tanda-tanda kucing sakit ginjal adalah kurang nafsu makan, sering minum, suka pipis tetapi urinenya sulit keluar, muntah, lesu, banyak tidur, merasa sakit jika diraba bagian pinggang, mulutnya berbau khas amonia, mata cekung. Dan terparah ada darah pada urinenya.
Oya, ada yang bilang kalau kucing susah pipis berarti kena FLUTD (Feline Lower Urinary Tract Disease), apakah sama dengan sakit ginjal? Ternyata berbeda ya, kawan.
Jangan salah kaprah. FLUTD itu bukan bagian sakit ginjal, tetapi infeksi yang menyerang saluran kemih bagian bawah dan uretra kucing. Jika dibiarkan, aliran urine yang tertahan akan berbalik dan merusak fungsi ginjal.
Sedangkan sakit ginjal pada kucing terjadi karena adanya gangguan fungsi organ ginjal yang tidak dapat menyaring sampah metabolisme tubuh, sehingga terjadi penumpukan racun atau kristal dalam ginjal, akhirnya ginjal gagal menjaga keseimbangan cairan elektrolit dalam tubuh.
Apa Penyebab Penyakit ginjal pada kucing?
Sakit ginjal bisa disebabkan beberapa faktor. Mengutip pernyataan Pakar Genetika Ekologi IPB University yaitu bapak Profesor Ronny Rachman Noor, beliau mengatakan bahwa gangguan ginjal pada kucing karena dipicu infeksi bakteri, usia, genetika, trauma fisik, keracunan, hipertensi. Bukan berasal dari dry food yang mengandung pengawet.
Sakit ginjal dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:
• Penyakit Ginjal Akut atau Acute Renal Failure (ARF), adalah sakit ginjal akut terjadi secara mendadak, dapat disembuhkan dengan terapi yang tepat dan cepat. Hal ini bisa terjadi karena keracunan bunga, zat asing, dan obat manusia.
• Penyakit Ginjal Kronis atau Chronic Kidney Disease (CKD) adalah penyakit yang berkembang secara perlahan dalam jangka panjang seringkali disebabkan oleh pertambahan usia, komplikasi penyakit lain, dan riwayat kerusakan ginjal sebelumnya.
• Penyakit Ginjal Polikistik atau Polycystic Kidney Disease (PKD) adalah kelainan genetik bawaan pada kucing. Terdapat bintil-bintil berisi cairan kista di dalam jaringan ginjal dan dapat memicu gagal ginjal.
Berikut 7 (tujuh) pemicu utama sakit ginjal pada kucing, antara lain:
1. Keracunan Zat Berbahaya
Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan kucing keracunan dan sakit ginjal, seperti tak sengaja menjilat obat kutu, menggigit atau minum air dari vas bunga lili jenis tertentu, memakan kismis atau anggur, bahkan diberi obat manusia seperti Ibuprofen dan aspirin.
2. Infeksi Bakteri
Sakit ginjal pada kucing bisa disebabkan oleh infeksi bakteri kronis pada saluran kemih yaitu Pyelonephritis. Infeksi saluran kemih yang tidak ditangani dengan tepat dapat meningkatkan resiko berkembangnya infeksi pada ginjal. Bakteri seperti Escherichia coli dan Staphylococcus sering kali menjadi penyebabnya.
3. Penyempitan Saluran Kemih
Selain bakteri pada saluran kemih, sakit ginjal bisa disebabkan oleh penyempitan saluran kemih. Sumbatan saluran kemih dapat menghambat keluarnya urine dan menyebabkan tekanan pada saluran urinaria. Hal ini disebabkan kucing mengalami stress, dehidrasi berat, kelainan bawaan, obesitas. Kucing jantan lebih berisiko karena memiliki struktur uretra yang lebih panjang dan sempit.
4. Usia
Semakin tua, kucing lebih banyak berpeluang kena penyakit ginjal kronis (CKD). Hal ini berkaitan dengan perubahan struktur dan fungsi ginjal yang sering terjadi seiring proses penuaan, serta meningkatnya kemungkinan munculnya berbagai kondisi kesehatan yang bisa mempengaruhi fungsi ginjal.
Sebaliknya pada usia muda, sakit ginjal bisa dialami kucing yang lahir dengan kelainan saluran kemih atau gangguan organ ginjal bawaan Penyakit Ginjal Polikistik atau Polycystic Kidney Disease (PKD).
5. Genetik
Waspadalah jika kamu memiliki kucing dengan ras tertentu. Menurut penelitian sekitar sepertiga kucing Persia memiliki riwayat dengan Penyakit ginjal polikistik atau Polycystic Kidney Disease (PKD) tertinggi.
Dibanding ras campuran lain, kucing dengan garis keturunan Persia bisa terkena sakit ginjal bawaan ini, seperti Scottish Fold, Exotic Shorthair, Himalayan, Burmilla, British Shorthair, Chartreux, dan Siberian Neva Masquerade.
6. Trauma Fisik
Cedera berat, kecelakaan, atau kondisi yang menyebabkan penurunan aliran darah ke ginjal dapat memicu Acute Kidney Injury (AKI). Karena itu, kucing yang mengalami trauma berat perlu mendapatkan pemeriksaan oleh dokter hewan meskipun tidak langsung menunjukkan tanda gangguan ginjal.
7. Hipertensi
Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil (arteriol) di dalam ginjal sehingga dalam jangka panjang dapat mengganggu fungsinya. Hipertensi pada kucing juga dapat berdampak pada organ lain terutama mata dan otak.
Ciri kucing hipertensi antara lain perubahan pada penglihatan, pupil mata terus melebar, kebingungan, atau perubahan perilaku. Tanda-tandanya bervariasi dan tidak spesifik, maka pemeriksaan tekanan darah oleh dokter hewan sangat diperlukan untuk memastikan kondisi hipertensi.
Bagaimana Tips Merawat Kucing Agar Terhindar Dari Sakit Ginjal?
Memelihara kucing itu bukan cuma ikut-ikutan supaya dibilang cat lovers, tetapi sebuah komitmen untuk merawat dan memperhatikan kesehatan sepanjang hidup kucing.
• Pastikan Asupan Air Cukup: Sediakan air matang segar di beberapa titik rumah. Gunakan pet water fountain (air mancur otomatis) karena air mengalir menarik minat kucing untuk minum lebih banyak.
• Atur Porsi Makan Sesuai Kebutuhan: Berikan pakan berdasarkan usia, berat badan, tingkat aktivitas, dan Body Condition Score (BCS) kucing.
• Pilih Pakan Berkualitas dan Seimbang: Memilih pakan seperti BOLT Cat Food merupakan hal yang tepat, karena sesuai standar AAFCO (Association of American Feed Control Officials) yang kaya protein, vitamin mineral, omega 3 & 6, taurin, serta antioksidan. Untuk informasi lainnya, kita bisa baca di Instagram @boltpetfoodid, atau Tiktok BOLT dan Facebook BOLT Pet Food Indonesia.
• Kombinasikan Dry Food dan Wet Food: Menerapkan metode mixed feeding membantu mencukupi kebutuhan hidrasi seharian. Kamu bisa mencampurkan BOLT Dry Food dengan BOLT Wet Food (Urinary Friendly) yang dibuat dari 100% ikan asli, real fish, dan aman karena Urinary Friendly. Tersedia untuk Adult Cat maupun Mother & Kitten. Produk BOLT tersedia di Pet Shop terdekat atau bisa beli di e-commerce Official Store CPPETINDO atau melalui link berikut ini: https://linktr.ee/boltpetfoodid.
• Batasi Makanan Olahan Manusia: Hindari memberikan daging olahan atau ayam goreng berbumbu yang mengandung kadar natrium, purin, dan lemak tinggi yang dapat berdampak pada kesehatan.
• Pemeriksaan Kesehatan Rutin: Lakukan medical check-up dan tes darah/urine berkala ke dokter hewan, terutama untuk kucing yang sudah memasuki usia senior (di atas 7 tahun).
Kesimpulan
Fakta medis membuktikan bahwa dry food bukan penyebab sakit ginjal maupun FLUTD pada kucing. Faktor penting adalah menjaga agar kucing tidak dehidrasi, cukup asupan air putih, imunitas baik, pemberian makanan bernutrisi seimbang sesuai kebutuhan seperti BOLT Cat Food, terhindar dari zat berbahaya, dan rutin periksakan kesehatannya pada dokter hewan.
Sumber:
- https://www.codapet.com/senior-pet-care/understanding-kidney-failure-in-cats-a-comprehensive-guide
- https://www.halodoc.com/artikel/ini-penyebab-kucing-peliharaan-terkena-penyakit-ginjal
- https://www.kibblefacts.com/p/preservatives-in-pet-food
- https://vcahospitals.com/know-your-pet/kidney-disease-polycystic-kidney-disease-in-cats
- https://thefelinehospital.com/feline-hypertension/



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Agar tidak spam pada komentar, gunakan akun Google kamu. Atau kirim email ke: info.narasilia@gmail.com. Thank you ❤