NarasiLia.com

Berbagi Pengalaman dan Tips Gaya Hidup

31.10.22

Optimalkan 8 Winning Skills Kognitif Agar Anak Siap Hadapi Masa Depan Sukses

Optimalkan 8 Winning Skills Kognitif Agar Anak Siap Hadapi Masa Depan Sukses
Dukung Kognitif Anak Agar Siap Hadapi Masa Depan

"Bunda, Syadid pergi dulu ya", pamitnya sore itu bersemangat berangkat ngaji. "Abis ngaji, boleh nonton youtube ya.."

Aku tertawa mendengarnya. Ihh, ada maunya. Tapi memang begitulah anak-anak. Suka minta rewards tiba-tiba jika sudah melakukan tugasnya. Dan gak boleh disanggah sih, wong bundanya juga suka keliatan nonton youtube selepas dari dapur.

Yap, aku lagi suka nonton video Youtube Channel milik Jerome Polin dan Jessica Jane yang selalu trendingAku kagum pada para youtuber ini. Entah saat mereka sendiri-sendiri, atau sedang berkolaborasi berdua, bahkan bersama Waseda Boy, kontennya selalu menghibur dan edukatif. Bikin kita jadi senyum-senyum sendiri lihat tingkah laku mereka. Ada chemistry yang menggemaskan.

Di sisi lain aku sedang mempelajari kenapa mereka bisa hebat. Followernya jutaan. Mereka sudah menemukan jalannya, masa depan mereka gemilang, sukses, dan membanggakan orangtua. Gimana sih waktu mereka kecil dulu, apa yang dilakukan orangtuanya?

Bagaimana ya nasib anak-anakku nanti? Apakah mampu menghadapi masa depan penuh tantangan dan kejutan ini dan sukses seperti duo JJ ini? Apa saja sih langkah yang harus disiapkan untuk menunjang tumbuh kembang anak-anak? Hmm, banyak sekali pertanyaan dalam benakku.


8 Parameter Kemampuan Kognitif (Winning Skills) Berperan Penting Pada Kesuksesan Masa Depan


Sebagai orang tua, kita gak bisa menutup mata, mau tak mau harus menunjang tumbuh kembang anak-anak sedari dini. Dalam era sekarang ini, mereka harus berjiwa mental yang kuat, percaya diri, siap berkompetisi menghadapi setiap tantangan di kehidupan ke depan. Mereka harus memiliki kemampuan kognitif yang baik.

Apa sih kognitif itu? Yaitu kemampuan seseorang menerima informasi, memahami, memikirkan, kemudian menganalisa dan mengambil keputusan. Sebagai contoh anak-anak melihat tayangan youtube, mereka mengingat, berfikir, kemudian mengambil keputusan untuk mengikuti gaya apa yang mereka lihat.

Dalam perkembangannya, kognitif anak akan terlihat bagaimana caranya dia melakukan tugasnya, memilih teman, memikirkan cita-cita, menekuni hobi atau minatnya. Semua itu terproses pada syaraf otak dan cara berfikir. Ada 8 macam kemampuan kognitif yang harus diasah agar anak-anak mampu bersaing dan menjadi sukses dalam kehidupannya.

Optimalkan 8 Winning Skills Kognitif Agar Anak Siap Hadapi Masa Depan Sukses

Ada pun 8 Kemampuan Kognitif itu bisa disebut Winning Skills, yaitu:


1. Attention
Kemampuan memperhatikan sesuatu dengan baik, minat, peduli pada diri sendiri maupun lingkungan, juga mempertimbangkan keadaan.

2. Focus
Kemampuan menyelesaikan sesuatu hal mulai dari awal sampai selesai, konsisten, tidak terpecah atau bercabang pikirannya.

3. Memory
Kemampuan mengingat dengan baik pada suatu peristiwa, benda, lingkungan, atau orang lain.

4. Language
Kemampuan memahami bahasa dan berkomunikasi dengan bahasa yang tepat kepada lawan bicara

5. Psychomotor
Keterampilan tubuh dalam melakukan aktivitas fisik

6. Logic
Kemampuan berfikir menganalisa dan mempertimbangkan informasi dengan logika serta mampu mengutarakannya.

7. Reasoning
Kemampuan memahami, membangun proses berpikir, dan menyimpulkan sesuatu

8. Decision making.
Kemampuan mengambil keputusan berdasarkan analisa yang telah dilakukannya

Seperti Jessica Jane, Jarome Polin, Fiki Naki, Nessie Judge, dan mereka memiliki kemampuan kognitif yang baik. Mampu beradaptasi dengan perkembangan jaman. Menunjukkan skill mereka masing-masing:
Jessica piawai berkomunikasi, memasak, dan melukis.
• Jerome pandai matematika, cerdas memanfaatkan peluang ketenarannya dengan membangun perusahaan Mantappu Corps dan teh Menantea.
• Fiki Naki konsisten menunjukkan kemampuan berbagai bahasa.
• Nessie Judge mampu mengajak penonton asyik mendengarkan analisanya yang berhubungan dengan misteri.


4 Faktor Penting Mendukung Kemampuan Kognitif Winning Skills


Supaya kemampuan kognitif anak itu berjalan selaras menuju kesuksesan harus didukung dengan beberapa faktor penting lainnya. Antara lain: nutrisi, stimulasi, keterlibatan orangtua dan lingkungan. Kenapa bisa begitu?

Hal ini terjawab saat aku mengikuti webinar Bicara Gizi bersama perusahaan yang memiliki kepedulian atas tumbuh kembang anak, yaitu Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia. Topik yang dibahas adalah: Maksimalkan Perkembangan Kognitif Anak Melalui Daya Tahan Tubuh dan Stimulasi yang Tepat

Optimalkan 8 Winning Skills Kognitif Agar Anak Siap Hadapi Masa Depan Sukses

Dibahas
oleh para ahli, seperti:
dr. Molly Dumakuri Oktarina, Sp.A(K) dokter Spesialis Anak dan Konsultan Alergi Imunologi,
Ratih Ibrahim, M.M., Psikolog Klinis, Parenting Expert, CEO & Founder Personal Growth, Senior Clinical Psychologist
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi MKK, Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia.

Perkembangan kognitif anak kita masih bisa dimaksimalkan dengan 4 Faktor Pendukung Kemampuan Kognitif Winning Skills, antara lain:

1. Faktor Asupan Nutrisi

Menurut Gómez-Pinilla (2008), perkembangan kemampuan kognitif anak sangat dipengaruhi nutrisi dan saluran pencernaan yang sehat. Dokter Spesialis Anak Konsultan Alergi Imunologi, dr. Molly Dumakuri Oktarina, Sp.A(K) pun menambahkan, sistem imun yang sehat berperan penting dalam perkembangan otak. Jika sistem imun tidak teregulasi dengan baik akan menyebabkan gangguan perkembangan otak pada kognitif dan perilaku.


Untuk mendapatkan imunitas dan perkembangan otak itu anak-anak harus diberi nutrisi mulai 1000 hari pertama kehidupan. Nutrisi harus diberikan secara optimal juga saat ibu hamil dan menyusui. Berikan ASI sejak dilahirkan, dilanjutkan dengan MPASI hingga anak di usia golden age,
masa emas pada anak-anak pada usia 0-5 tahun.

Optimalkan 8 Winning Skills Kognitif Agar Anak Siap Hadapi Masa Depan Sukses

Anak dengan status gizi yang baik dan asupan nutrisi yang seimbang memiliki mikrobiota saluran cerna yang lebih sehat sehingga meningkatkan daya tahan tubuh menjadi lebih kuat. Mikrobiota pencernaan membantu tubuh menolak zat-zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Anak-anak lebih aktif beraktivitas dan bisa menanggapi stimulasi dengan
baik

Asupan nutrisi yang diperlukan oleh anak untuk membangun sel-sel tubuh demi mendorong perkembangan kognitif di antaranya adalah:
• vitamin, mineral,
• asam lemak omega,
• asam amino,
• fitokimia,
•.prebiotik
• dan probiotik.
Selain pada makanan, kita dapat peroleh pada produk susu dari Danone SN Indonesia seperti SGM Eksplor, SGM Bunda, Lactamil, Bebelac, Nutrilon Royal, dan nutrisi medis khusus.

2. Faktor Stimulasi

Selain pemenuhan nutrisi yang cukup anak juga harus diberikan stimulasi yang tepat sesuai tahapan tumbuh kembangnya agar dapat mendorong perkembangan kemampuan kognitifnya. Ratih Ibrahim, M.M., Psikolog Klinis, Parenting Expert, CEO & Founder Personal Growth turut menyampaikan bahwa Orang tua dapat menggunakan 8 aspek perkembangan kognitif Winning Skills untuk memahami perkembangan kognitif anak yang multidimensi dan kompleks.

Perhatikan secara saksama perkembangan kognitif anak melalui serangkaian tes atau pemeriksaan secara berkala agar anak memiliki Winning Skills, berjiwa pemenang, serta siap menghadapi masa depan yang kompetitif. Lakukan pendekatan bahasa dan perilaku, akademik hingga remaja, dan kemampuan berhitung. Ajak anak bermain yang mengasah kognitif seperti bermain puzzle, lego, bernyanyi, dan sebagainya.

 3. Faktor Keterlibatan Orangtua

Untuk pemantauan perkembangan kemampuan kognitif anak, orangtua harus terlibat di dalamnya. Salah satunya mulai memberikan stimulasi sejak anak dalam kandungan, saat menyusui, sampai anak remaja.
  • Berikan sentuhan dan dukungan saat anak tumbuh berkembang.
  • Ajari anak mengenal makanan bergizi, perilaku hidup sehat, dan peduli lingkungan
  • Memonitor milestones perkembangan kognitif anaknya sehingga dapat memaksimalkan tumbuh kembang anaknya melalui Personal Growth untuk mengembangkan 8 Winning Skills melalui Interactive Assessment. yang dikembangkan oleh Danone Specialized Nutrition (SN).
  • Mengikuti kegiatan positif seperti Program Bicara Gizi, Program Pencegahan Stunting, Isi Piringku, Bunda Mengajar, dan Rumah Bunda Sehat agar orangtua lebih paham nutrisi, kesehatan, dan tumbuh kembang anak.

 4. Faktor Lingkungan dan Interaksi Sekitarnya

Lingkungan yang baik, agamis, saling support adalah hal penting dalam kehidupan anak-anak hingga dewasa nanti. Aku memperhatikan kehidupan keluarga Jessica Jane, Fiki Naki, Jerome Polin sangat baik, saling mendukung, dan kuat dalam keyakinan agama dalam diri mereka masing-masing. Terbukti kan, jiwa mereka lebih optimis dan berhasil menggapai impiannya.

Jangan khawatir, kita belum terlambat, masih banyak cara agar kemampuan kognitif anak berkembang dan optimal. Ajaklah anak-anak mengenal alam sekitar seperti hobi temanku Travel Blogger Medan , ke taman bermain, berinteraksi dengan tetangga, teman, dan orang lain. Ajarkan sikap sopan santun, kebersihan, dan lapang dada, agar anak-anak siap menghadapi masa depan berprestasi.

 

Gunakan Winning Skills Interactive Assessment Untuk Memonitor Milestones Perkembangan Kemampuan Kognitif


Ayo manfaatkan perkembangan teknologi dan kemajuan ilmu sains dan kesehatan untuk membantu orangtua dalam mengoptimalkan perkembangan kemampuan kognitif anak. Bersama ini Danone SN Indonesia meluncurkan 8 Winning Skills Interactive Assessment yang telah divalidasi oleh para ahli di bidangnya yang dapat diakses dengan mudah dan praktis.

Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi MKK, selaku Medical and Scientific Affairs Director Danone Indonesia mengatakan tujuan adanya assessment ini agar dapat menjadi indikator dan memonitor milestones kognitif yang mudah dipahami oleh semua orangtua di Indonesia. Berbeda dengan perkembangan fisik, pertumbuhan berat badan dan tinggi badan, yang lebih mudah diukur dan ditimbang, kemampuan kognitif agak sulit terukur.

Optimalkan 8 Winning Skills Kognitif Agar Anak Siap Hadapi Masa Depan Sukses

Untuk itu orang tua dapat mengakses 8 Winning Skills Interactive Assessment melalui mynutri.club/twl. Selanjutnya:

1. Pilih usia anak
2. Pilih salah satu aspek Winning Skill
3. Jawab lima pertanyaan tentang kondisi anak untuk mengukur apakah hasilnya sudah baik atau masih harus ditingkatkan.
4. Kemudian orang tua akan menerima rekomendasi aktivitas yang sesuai dengan kemampuan anaknya serta stimulation kit gratis berupa e-book untuk melatih 8 Winning Skill anak.

Alat assesment interaktif ini diharapkan dapat membantu para orang tua dalam mengoptimalkan bekal untuk menyiapkan anak menjadi pemenang di masa depan melalui perkembangan kemampuan kognitifnya. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut kita bisa cek di @nutrisi bangsa dan @DanoneIndonesia. Dan klik hastag #BicaraGizi2022 dan #BicaraGiziDanone

Selamat mencoba!

37 komentar:

  1. Asupan nutrisi yang tepat membantu proses tumbuh kembang anak ya, mba. Terutama di 5 tahun pertama. Salut banget sama orang tua yang bisa memfasilitasi anak untuk bisa terus berkembang, baik kognitif maupun skill lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya semoga kita pun diberikan kekuatan untuk dukung stimulasi dan nutrisi pada anak-anak agar kognitif mereka optimal

      Hapus
  2. Selain nutris yg cukup, yg membentuk imun yang kuat STimulasI yg tepat juga berpengaruh ya... insight banget acaranya danone

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, aku setuju dengan opini kamu

      Hapus
  3. Yang reasoning itu membanggakan ya kalau anak bisa berpikir kritis dan menyimpulkan sesuatu dengan baik.
    Memang butuh banget banyak stimulasi yang penting untuk mendukung anak mencapai 8 winning skills kognitif :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya itu bagus banget buat bekal masa depannya

      Hapus
  4. Kesuksesan masa depan anak bergantung dari nutrisi dan stimulasi yang diberikan oleh orang tua semenjak dini ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tentu saja, seperti yang diuraikan dokter di artikel

      Hapus
  5. Danone selalu keren ya?
    Sesuai dengan visinya: One Planet One Health
    Sehingga enggak hanya menyediakan produk
    juga mengadakan talkshow agar anak2 bisa tumbuh kembang optimal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya tidak melulu masalah produk tapi selalu diimbangi dengan informasi aktual

      Hapus
  6. Selain nutrisi dan stimulasi, keterlibatan orang tua dan lingkungan menjadi faktor penting ya mbak untuk kemampuan kognitif anak berjalan dengan sesuai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, orangtua harus turut terlibat, gak bisa sepenuhnya mempercayakan pada orang lain

      Hapus
  7. Saya suka artikelnya karena kebetulan anak bungsu saya kecanduan game online. Sering semalaman saya mendengarkan dia tantrum menangis hanya karena sudah waktunya tidur sementara HPnya saya sita dan saya matikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hebat mom, semangat turut terlibat dalam pola asuh si kecil

      Hapus
  8. Keterlibatan lingkungan terdekat seperti keluarga menjadi bagian penting penunjang 8 sikap yang diuraikan. Memang perlu membekali nilai kognitif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju banget, orangtua juga harus terlibat

      Hapus
  9. Mempersiapkan anak untuk bisa menghadapi masa depan memang bukan perkara mudah

    Butuh perhatian, nutrisi dan stimulasi. Kadang ada aja yang nggak keikut dalam mempersiapkan kondisi anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, tetap semangat mendampingi si kecil dalam kondisi apa pun

      Hapus
  10. Bagus sekali ya, seminar yang diadakan ini seputar gizi. Jadi masa tumbuh kembang anak, memang masa yang harus sangat diperhatikan oleh orang tua. Dan ini biasanya masa emas atau golden age. Pastinya tidak hanya nutrisi yang baik, tapi juga pendampingan dari orang tua, agar buah hati tumbuh dan berkembang dengan baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya harus paket lengkap biar kognitif anak optimal

      Hapus
  11. Jadi mau ceki-ceki winning skills ini di ponakan daku, sambil belajar juga soal kemampuan kognitif biar pas nanti nikah lalu hamil dan punya anak sendiri udah punya ilmunya hehe

    BalasHapus
  12. Ini si anak tetap pergi ngaji bukan sambil bawa payung, Ya Allah sholehnya. Memang penting untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak dari nutrisi dan kegiatan yang berdampak positif. Terima kasih informasinya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih doanya ya mom, aamiin yaa robbal alamin

      Hapus
  13. Delapan winning skill interaktif nya pengen saya coba juga ah. Penasaran memang menjajal sejauh mana nih kemampuan dan kesiapan anak. Seru ya sekarang pola pikir dan tumbuh kembang anak bisa kita pantau luar dalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk kita sama-sama optimalkan kognitif anak-anak

      Hapus
  14. Sebenarnya gawai juga bisa jadi stimulasi bagi anak misalnya dengan menonton channel YouTube Jeremy Polin dan konten positif lainnya asal dalam pengawasan ortu dan waktunya dibatasi ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener tergantung kita menyikapinya

      Hapus
  15. Bicara Gici dari Danone ini selalu daging ya temanya. Reminder bagi ortu ini untuk optimalkan 8 winning skills kognitif untuk optimalkan bekal siapkan anak di masa depan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah selalu dapat ilmu baru

      Hapus
  16. Ceklist kemampuan kognitif pada anak ini bisa dimulai dari 1000 hari pertama mereka bertumbuh yaa...
    Dan ternyata apa yang dilakukan orangtua adalah hal yang saling berkaitan sehingga bisa membuat anak tumbuh dengan kemampuan kognitif yang sesuai harapan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, madrasah dan guru pertama anak adalah tetap orangtua berperan

      Hapus
  17. Membuat keputusan itu juga termasuk salah satu skill ya. Banyak bgt sy liat sekrg anak muda dan bahkan dewasa masih belum mampu utk membuat keputusannya sendiri, krn terlalu bnyak pengaruh orang tua sejak kecil

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, skill penting menentukan dia mau ke arah mana

      Hapus
  18. Wahyuindah15.11.22

    Wah mamanya suka nonton youtube. Kebalikan saya. Justru anak saya yang suka nonton youtube. Dari sini kita jadi belajar ya gimana cara mengenai potensi anak. Jadi belajar banyak saya

    BalasHapus
  19. Duh anakku ada di masa2 ini nih.. terkadang suka bingung terutama dalam mengambil langkah dan keputusan. Memikirkan apakah benar sudah melakukan yang terbaik. Semoga 1009 hari pertama anakku bisa dilalui dengan mencakup hal hal yang baik dan seimbang deh

    BalasHapus
  20. Nonton penuturan Jerome waktu jadi bintang tamu di salah satu podcast, beliau dari kecil memang udah berminat di pelajaran. Selain itu orang tuanya memang berperan sangat banyak sedari mereka kecil.
    Semoga saya bisa jadi orang tua yang tidak menyesal kemudian, Aamiin
    Bagus banget tulisanya mbk

    Btw, terimakasih BLnya mbk :)

    BalasHapus

Agar tidak spam pada komentar, gunakan akun Google kamu. Atau kirim email ke: info.narasilia@gmail.com. Thank you ❤

Pengikut:

Lia Lathifa's Medium Audience Badge