Rumah Dekat Tempat Wisata? Jangan Dijual, Ubah Deh Jadi Homestay dan Ladang Uang


"Rumah ini sebaiknya jangan dijual, sayang lho. Posisinya strategis, dekat wisata. Yakin deh, suatu hari di sini akan sangat ramai. Kalau dipakai buat usaha, pasti untung", ujar Melati (bukan nama sebenarnya) saat memulai diskusi bersama kedua kakaknya.


Mengubah rumah jadi homestay dan ladang uang dekat wisata


"Mau diapain? Dipugar terus mau dibikin usaha apa? Uang darimana coba?", sanggah Mawar. "Yang ada justru kita yang sedang butuh uang".

"Iya, dek. Dijual saja sesuai pesan orangtua kita, dibagi-bagi uangnya. Masing-masing saya dan kalian kan bisa beli rumah dan bikin usaha sendiri", jawab Matahari, sebagai kakak pertama.

"Tapi kalau bikin usaha di sini, setidaknya kita akan punya ladang uang, ada sumber tabungan. Rumah ini penuh nostalgia, kita bisa mempertahankannya", ucap Melati, si bungsu.

"Alaaah, sudahlah. Kalau pun mau dibikin usaha, siapa diantara kita yang mau tanggung jawab? Pemegang uangnya siapa? Nanti malah tak karu-karuan, ah". Lagi-lagi Mawar, si kakak tengah, menyangkal apa yang selalu adiknya pikirkan.

"Atau kita bikin homestay atau kost-kostan? Kan kamarnya banyak, pakai kasur dan lemari yang ada. Tanpa modal besar kok, kak Mawar yang tanggung jawab, bisa ajak bu Ningsih tetangga kita buat bantu bersih-bersih", lagi-lagi Melati memberi ide.

Mengubah rumah jadi homestay dan ladang uang dekat wisata bersama Airyrooms


"Yah, saya malas ngurusin kaya gini, nanti kalau anak kost-nya susah bayar gimana? Tekorlah kita. Sudah sih jual aja, ribet banget mau bikin usaha beginian, kamu sendiri rumahnya jauh, ikut suami, pasti gak mau turun tangan kan?", sanggah Mawar tak setuju.

"Huss, sudah, gak usah debat lagi, kita ambil keputusan. Sesuai amanat ayah, rumah ini dijual, hasilnya kita bagi sesuai wasiat. Dan kita bebas mengurus kepentingan masing-masing. Oke?", Matahari mengetok meja, tanda diskusi selesai.

Singkat cerita, akhirnya rumah itu dijual murah, dibawah harga pasaran. Dibeli oleh tetangga yang tak jauh dari rumah. Melati tak bisa berbuat banyak. Pasrah dengan keputusan ini, toh dia juga sudah dapat bagian. Namun dalam hati kecilnya belum terima sepenuhnya, dia tetap yakin pasti tempat ini akan ramai yang cocok menjadi ladang usaha.

Apalagi Melati ingat, masyarakat di sekitarnya masih banyak putus sekolah, banyak yang tak mampu, kalau diajak kerja pasti bisa mau deh buat sekedar bersih-bersih, mudah-mudahan hidup mereka ikut senang, tak mengeluh gak punya uang melulu, menganggur terus.

Mengubah rumah jadi homestay dan ladang uang dekat wisata bersama Airyrooms


Benar saja, 10 tahun kemudian tempat itu ramai. Sejak dibuat tempat wisata yang instagramable, otomatis beberapa rumah berubah jadi kontrakan dan penginapan dimana-mana. Percepatan pertumbuhan wisatawan melambung tinggi, banyak pendatang yang ingin liburan.

Melati hanya bisa berkhayal semu, andai saja rumah tersebut masih dipertahankan, dia juga ingin menyulapnya menjadi penginapan buat tamu yang ingin bermalam sejenak. Pasti benar-benar bisa menyerap keuntungan yang banyak.


Cara Mudah Mengubah Rumah Menjadi Homestay Dan Ladang Uang


Waktu itu, Melati berani mengemukakan pikirannya karena dia terinspirasi dari pengalamannya. Berwisata dengan uang seadanya, akhirnya dapat homestay penginapan yang murah tapi nyaman baginya, tak kalah dengan hotel berbintang. 

Lokasinya memang strategis buat tempat istirahat selepas lelah. Menurut pemiliknya, tempat ini selalu penuh dibooking, padahal dulunya hanya sebuah rumah yang sepi, sejak anak-anaknya besar dan merantau.

Mengubah rumah jadi homestay dan ladang uang dekat wisata bersama Airyrooms


Apakah tempat tersebut suka dibuat mesum? Tentu saja tidak, pemiliknya tegas melarang pasangan yang bukan suami istri. Tahu darimana? Ya lihat saja KTP-nya, mereka satu alamat atau tidak? Begitu jawaban beliau saat ditanya. 

Dengan begitu, meski murah dan sederhana tapi tempatnya tetap nyaman, gak spooky, gak nyeremin. Mungkin karena pemiliknya juga welcome dan cari berkah ya..

Sama seperti waktu Melati mencoba pergi ke Malang, uang pas-pasan, tapi mau liburan. Begitu mengecek hotel murah dekat stasiun Malang, eh ketemu Guest House, semacam homestay yang bekerjasama dengan Airyrooms Indonesia.

Meskipun murah, tapi tempatnya benar-benar nyaman, kasurnya empuk dan wangi, handuk bersih, kamar mandi kinclong, tersedia air panas untuk mandi, dapat snack juga. Benar-benar bikin betah.

Mengubah rumah jadi homestay dan ladang uang dekat wisata bersama Airyrooms


Petugasnya juga ramah, terlihat sekali profesional, padahal ketika Melati tanya sebagian mereka hanya lulusan SMA. Mereka bisa handal karena ikut pelatihan di Balai Latihan Kerja milik pemerintah Kementerian Ketenagakerjaan RI, kemudian bergabung dengan Airy Community agar bisa bekerja dan memiliki penghasilan yang baik.

Wah, asyik juga ya. Melati kembali berkhayal, andaikan rumah kenangan mereka bisa seperti Guest House ini, bekerja sama dengan Airy Indonesia, pasti gak perlu repot membangun penginapan murah.

Nah, apalagi sekarang, sudah banyak banget jasa digital yang menyediakan informasi seputar hotel dan penginapan murah. Tanpa repot lagi, kita tinggal cari di internet, tinggal klik-klik-klik, booking, transfer, beres.

Jika Melati bisa memanfaatkan peluang bisnis pariwisata di era digital, pasti daerah yang pernah membesarkan dirinya akan makmur sentosa. Yah, sudahlah, menyesal kan memang belakangan 😔


Fakta Kondisi Pariwisata dan Perhotelan Indonesia Di Jaman Era Digital


Itulah sepenggal kisah Melati yang hanya bisa berharap banyak, tapi sayang tak dapat dukungan kedua kakaknya yang kolot dan maunya instan. Padahal kalau dipikir-pikir benar juga sih idenya si Melati ini. 

Jaman now, jaman dimana serba mudah dengan bantuan digital dan internet, seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik. Seperti pesan bapak Khairul Anwar, Sekjen Kemenakertrans dalam sambutannya di Balai Kartini, Jakarta, tanggal 3 Juli 2019 lalu, bahwa pemerintah Indonesia sedang menggalakkan pembangunan pariwisata melalui teknologi digital.

Bukan hanya pemerintah, sejak booming Instagram, pelaku bisnis pun berbondong-bondong membuat tempat instagramable agar menarik pengunjung untuk numpang foto-foto, wisata kuliner, dan menginap. Semua ini tujuannya agar tumbuh perekonomian melalui kemajuan tekhnologi digital.

Hal inilah juga ditangkap baik oleh Airy Indonesia, menurut Viko Gara selaku VIP Commercial Airy karena hampir 91% masyarakat yang bujetnya pas-pasan tetap membutuh liburan dan menginap di hotel yang murah tapi gak mau murahan. Dan Airyrooms pun menjadi tergerak untuk memfasilitasi keinginan ini.

Mengubah rumah jadi homestay dan ladang uang dekat wisata bersama Airyrooms


Bukan cuma para masyarakat umum yang butuh hotel murah, tetapi para pelaku bisnis pun senang dengan hotel yang harganya terjangkau namun fasilitasnya tak kalah dengan hotel berbintang lima.

Tak disangka, antusias masyarakat begitu besar. Sejak tahun 2015, bapak Danny Handoko selaku CEO Airy Indonesia mengklaim bahwa Airyrooms telah mampu menjadi hotel budget terbesar yang menyediakan hotel dengan harga terjangkau, bahkan ada yang dibawah Rp 250.000 saja. Gak percaya? Coba deh download aplikasinya di playstore.

Dengan memanfaatkan marketing digital, hotel budget Airy sudah ada hampir 1000 lebih dan menyebar ke 90 kota di Indonesia. Hal ini bertujuan mendukung pariwisata di era digital agar ekonomi daerah meningkat.


Airy Community Mendukung Pariwisata di Era Digital Agar Ekonomi Daerah Meningkat.


Mungkin ceritaku ini bisa menggugah kalian semua yang sedang bingung punya rumah tapi mau diapakan agar bisa jadi ladang uang? Jika berminat seperti Melati, anda bisa hubungi dan ikut serta dalam Airy Community.

Mengubah rumah jadi homestay dan ladang uang dekat wisata bersama Airyrooms
sumber: partner.airyrooms.com

Siapa tahu, rumah itu bisa diubah menjadi homestay atau hotel budget Airyrooms Indonesia. Manfaat lainnya perkembangan pariwisata di daerah anda bisa meningkat pesat, tidak sepi lagi. Bahkan bisa memperdayakan ekonomi daerah, pundi-pundi pun didapat.

Tak usah takut kekurangan tenaga kerja, kita juga bisa merekrut lulusan-lulusan dari Balai Latihan Kerja yang berada di Indonesia maupun dari Airy Community.

Menurut informasi dari katadata.co.id bahwa ada 19 BLK yang berupa Unit Pelaksanaan Teknik Pusat (UPTP) dan 284 BLK sebagai Unit Pelaksanaan Teknik Daerah (UPTD) milik pemerintah daerah.

"Mereka dipersiapkan untuk terampil dan mampu bekerja dengan baik di segala bidang", begitu ungkap Bapak Drs. Sukiyo, M.M.Pd selaku Direktur Bina Standarisasi Kompetensi & Pelatihan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI. 

Bahkan melalui Airy Community, mereka juga memiliki mitra pegawai sebanyak 5.270 orang dari wilayah Jabodetabek, Yogyakarta, Malang, Semarang, dan Surabaya. Mereka bukan cuma lulusan sarjana, diploma, SMK, dan SMK saja, bahkan ada 17% dari lulusan SMP, dan 5% lulusan SD.

Mengubah rumah jadi homestay dan ladang uang dekat wisata bersama Airyrooms


Meski mereka tidak memiliki latar belakang perhotelan, namun hampir 68% pegawai non perhotelan bisa bekerja dengan baik karena mendapat pelatihan. Mereka berpendapat bahwa mereka jadi lebih terampil dan bisa bekerja sejak mengikuti Airy Community

Hal ini juga diakui ibu Stevanny Limuria, selaku Deputy Head Of R&A Katadata.co.id bahwa Airy Indonesia mampu menekan angka pengangguran di Indonesia. Dengan Airy Community bukan saja memberikan pelayanan yang baik kepada costumer, namun juga memberikan rewards kepada mitra yang prestasi.

Mengubah rumah jadi homestay dan ladang uang dekat wisata bersama Airyrooms


Ada 3 mitra perhotelan yang mendapat penghargaan dari berbagai kategori terbaik., pada tanggal 3 Juli 2019 kemarin, seperti :
• Airy Liv Ancol Kemayoran RE Martadinata Jakarta
• Airy Residence 6 Seha Kebayoran Lama Jakarta
• Airy Poncowinatan 3 Tugu Yogyakarta

Mengubah rumah jadi homestay dan ladang uang dekat wisata bersama Airyrooms


Bagaimana? Semakin tertarik membuka peluang usaha homestay, atau tertarik bekerja menjadi staff hotel? Gabung saja Airy Community. Semoga para wisatawan semakin banyak dan kita-kita yang ingin jalan-jalan juga bisa menginap dengan hemat. Yeaayy..!!




28 komentar:

  1. Well noted banget Mbak, jadi kepikiran nih buat bikin guest house. Ada rumah Mertua di pusat kota dan dekat banget lokasi wisata di Bima NTB. Thanks For sharing yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah prospek bagus tuh mbak, apalagi NTB nih

      Hapus
  2. iya kalo deket tempat wisata bakal menguntungkan. Bahkan sepetah lahan aja diubah jadi parkiran sudah jadi sumber pemasukan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener bang, omsetnya luar biasa ya

      Hapus
    2. eh btw saya pny sedikit pengalaman gak enak dgn aplikasi di atas saat nyari penginapan di sekitar soetta

      Hapus
    3. Oya? Gimana ceritanya?

      Hapus
  3. betul sekali ya, kebayang aku kalau punya rumah yg bisa diajdikan homestay

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, setidaknya jadi mendatangkan wisatawan ya

      Hapus
  4. Kebetulan aku juga ada aset di kampung, mbak. Awalnya pingin jual, karena nggak pernah ditempati. Tapi liat sekarang mulai berkembang, jadi mau disewain aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya homestay itu enak karena sewa uang diawal, jadi gak khawatir sama orang yg suka nunggak bayar kontrakan hehe

      Hapus
  5. Wah jadi pelajaran ya kalau sekiranya punya properti di daerah strategis lebih baik jangan dijual. Tapi kalau baru mau beli kayaknya mahal banget deh. Saya pernah ke Belitung, sepanjang jalan menuju pantai banyak tanah kosong yang katanya mau dijual tapi harganya sudah M-M-an. Huaaa tak sanggup.

    BalasHapus
  6. Terbaiq memang Airyy

    Kesayangan kita yang dompetnya nggak gemuk gemuk amat ini hihihi

    BalasHapus
  7. Aku juga udah kepikiran dari dulu nih, beli tanah di tempat yg daya tarik wisatanya tinggi, trs bikin homestay sederhana

    BalasHapus
  8. Kemarin pas ke Lampung aku nginap di Airy Rooms, mba. Dan senang karena harganya terjangkau dan letaknya di tempat yang strategis euy

    BalasHapus
  9. Bagus banget sebenarnya ide Melati itu, dia visioner juga liat lingkungan rumah yang ternyata bener deh beberapa tahun kemudian ramai. Salut sama Airy, dengan adanya Airy Community masyarakat biasa pun bisa belajar tentang pwrhotelan, hospitality gitu ya. Meski budget tapi kenyamanannya ada standarnya..

    BalasHapus
  10. Tepat kak, apalagi kalau ada rumah kedua ya . Bisa jadi total homestay deh. Karena pun nggak mewah tetap dicari lho kayak di beberapa tempat wisata wisata aja kalau kita liat ya. Rumah2 laris manis

    BalasHapus
  11. saya setuju dari pada ga ditinggali lebih baik dibuar komersil, malah bisa menjadi tambahan buat sehari hari

    BalasHapus
  12. Jadi pengen punya rumah di dekat tempat wisata biar bisa disewain lewat Airy ya. Murah juga lho sewanya per malam 250 rb.

    BalasHapus
  13. Inves banget ini, mak. Bisa menghasilkan rejeki sepanjang masa. Lah, temanku punya tanah mungil biat kios di tempat wisata aja jadi penghasilan tetap

    BalasHapus
  14. Enak banget punya rumah dekat tempat wisata bisa disulap jadi homestay ya? Apalagi zaman skrng mengelola penginapan jg cukup dipermudah dngan adanya jaringan hotel kyk Airy

    BalasHapus
  15. Memang nyaman sih aku udah beberapa kali menginap di hotel nyaman sekali. Bersama Babam juga dan dapat surprise box loh

    BalasHapus
  16. Ooo airy skrg juga ada yg homestay ya? Makin luas saja ya jaringan airy room ini

    BalasHapus
  17. Iya bener banget...saudara daya punya lahan di dekat kampus...eh sekarang dia jadi juragan kost...dan kostnya gapernah sepi

    BalasHapus
  18. ide bagus ini gak usah dijual tapi karyakan menjadi homestay, saya punya keluarga di Kuta Lombok rumahnya dijadikan homestay dan ternyata bisa menopang perekonomian keluarga

    BalasHapus
  19. Maybe kita semua memang harus belajar lebih banyak lagi ya soal investasi ke bangunan

    I mean, masyarakat masih banyak yang belum aware bahwa investasi ke benda-benda kayak kendaraan, gadget dan lain-lain itu nggak ada nilai lebih nya. Lama-lama harganya akan turun dan kita merugi, walaupun barangnya sempat kita pakai

    Sedangkan kalau kita invest di bangunan kayak rumah, nggak akan pernah harganya turun. Akan selalu naik, bahkan walaupun daerah sekitarnya nggak akan dibangun tempat wisata. Walaupun mungkin hasilnya nggak langsung keliatan kayak kalau ngejual buru-buru.

    BalasHapus
  20. homestay sekarang mudah untuk mempromosikannya udah banyak yang mendukung seperti Airy, kalau memang berpotensi jadi tempat wisata sebaiknya memang jangan dijual

    BalasHapus
  21. Nah iya bener juga ya mbak.
    Dulu ada tuh rumah, gak gitu besar dan gak kecil juga. Tapi bagus, asri. Eh malah dijual keluargaku karena gak ada yg tempatin. Padahal bisa ngasilin juga :( Udah aku bilang disewain aja... tapi ya gitu. Orang dewasa merasa lebih tau yowis.

    BalasHapus
  22. Oh airy nih mau jadi kayak air bnb gitu yak... mirip2 versi lokal lah.

    BalasHapus