NarasiLia.com

Berbagi Pengalaman dan Tips Gaya Hidup

2.8.17

Kiat Agar Ibu Menjadi Pabrik ASI Yang Sukses


Mumpung masih suasana Pekan ASI Sedunia 2017, aku akan membicarakan kiat sukses menyusui. Bukan bisnis saja yang butuh kiat dan solusi agar sukses. Ibu menyusui juga butuh agar sukses menyusui si kecil. Kesuksesan menyusui diperoleh dari jumlah ASI yang melimpah. Satu-satunya yang bisa menghasilkan ASI adalah ibu. Ibu adalah pabrik ASI. Tapi bagaimana jika ASI berkurang?

ASI berkurang bisa terjadi dari beberapa faktor, bukan cuma kurang dukungan, tetapi masalah kesehatan, kelelahan, stress, informasi yang salah, kerjaan menumpuk, merasa kurang percaya diri dapat membuat ASI menjadi berkurang.

Seperti masalahku dua bulan kemarin. Aku seperti disentil oleh ucapan suami. Saat si bungsu Syadid berusia 20 bulan selalu saja merengek minta menyusu, padahal saat itu aku masih sibuk, belum masak, belum menjemur. Aku merasa mulai bosan menyusui akibat sedang lelah dan repot, segala macam kerjaan seperti tidak ada habisnya. Tangisan Syadid terasa menambah mumet pikiranku.


Kiat Agar Ibu Menjadi Pabrik ASI Yang Sukses
Tuh kan, Syadid nangis pengeeen... nen.

Jika sudah mumet, otomatis ASI jadi seret, dadaku kempes, apalagi perut lapar. Ada rasa ingin menyerah. Sudah ingin aku lepas dan menyapihnya.

“Ayah, air susuku sudah mulai sedikit. Repot deh kalau Syadid ngantuk, mesti nen dulu, baru bisa tidur. Ntar jadi keterusan. Apa udahan saja ya?”, rayuku sambil memulai diskusi.

“Lho kok gitu, dia belum genap dua tahun. Sebentar lagi kok. Mau dikasih susu apa selain ASI?”, tanggapnya.

“Gak tahu juga, beberapa susu sudah dicoba malah gak diminum. Larinya malah nen lagi, nen lagi”, jawabku gundah.

“Nah kan, kenapa bukan bundanya aja yang minum? Harusnya bunda yang rajin minum susu. Sama saja kan Syadid tetap bisa minum susu dari ASI kamu?”, jawabnya, memberikan opini yang mengejutkan.

Aku terdiam. Ucapan suami ada benarnya juga ya, betapa egoisnya diriku. Kesannya sih sayang anak, dibelikan susu, tetapi hal ini malah seperti mementingkan diri sendiri. Kita yang tidak mau minum susu, tetapi malah anak yang dipaksa-paksa.. *oh no.

“Iya ya, ibu itu harus menjadi pabrik susunya bayi sendiri”, pikirku. 

Plak, pikiranku terbuka. Habis diskusi, sorenya langsung beli susu, meminumnya kembali, ada yang diminum langsung, ada juga yang diblender bersama alpukat dan es batu.

Aku pun menambah dengan melahap gado-gado yang banyak sayurannya. Mencocol buah-buahan dengan bumbu rujak. Pokoknya hap, hap hap.. makaaan. Alhamdulillah, dadaku kembali bengkak dan ASI melimpah. Malah sebagian bisa kutampung sebanyak 40 ml. Yes...!!

Ibu menyusui sudah seharusnya dibuat istimewa, karena hanya tubuh ibu yang bisa mengeluarkan ASI. Air susu ibu sudah disiapkan Tuhan untuk diberikan kepada bayi lahir. Bahkan ada anjurannya di dalam kitab suci Alquran. Tuhan pasti lebih tahu hikmahnya dibanding manusia. Faktanya, ASI bermanfaat bagi bayi baru lahir agar pencernaannya yang masih sangat kecil dan rentan makanan tertentu tetap aman.

Dunia Mengakui ASI dalam Pekan ASI Sedunia
 (1-7 Agustus)

Begitu pentingnya Air Susu Ibu, dunia pun ikut merayakannya. Tidak tanggung-tanggung, selama seminggu. Mulai tanggal 1 hingga 7 Agustus, seluruh dunia merayakan Pekan ASI Sedunia.

Kita harus bangga. Ini menandakan bahwa ASI sudah diakui seluruh dunia. ASI dijadikan sebagai pondasi dasar yang penuh gizi, penting untuk tumbuh kembang otak dan fisik anak, sehingga masa depannya juga lebih baik.

Menyusui itu membuat ibu dan anak bahagia, pastinya juga sehat. Ibu bisa terhindar dari resiko kanker payudara, anak bisa tumbuh sehat dan cerdas secara baik, lingkungan sekitar terjaga dengan mengurangi sampah wadah susu. Atau kita juga bisa berbagi kebahagiaan dengan sapi, mereka juga butuh santai dalam memproduksi susu kan, *eeaa, sapi dibawa-bawa.

Hal ini juga dituturkan oleh bapak Dr.dr. Ali Sungkar Sp.OG (K) selaku Ketua Perkumpulan Perinatologi Indonesia dan anggota Dewan Penasihat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia pada saat acara Anmum Celebrate The Extra Ordinary di Raffles Hotel, Jakarta. Beliau mengatakan anak harus diberikan hak-nya sejak 1000 hari pertama berupa nutrisi penting agar kehidupan masa depannya lebih baik. Seribu hari pertama dihitung sejak sang ibu hamil, kemudian bayi lahir dan tumbuh hingga dua tahun.


Kiat Agar Ibu Menjadi Pabrik ASI Yang Sukses


Ibu menyusui harus didukung, bukan dihambat. Dr. Ali mengatakan ada sebagian orang mengganggap kalau payudara kecil itu tidak bisa menyusui, padahal tidak benar. Semua ibu itu bisa menyusui apa pun kondisinya. Lingkunganlah yang harus memberi semangat, sang ibu juga harus banyak mencari informasi yang benar, agar proses menyusui berjalan dengan baik.

Berjuang Agar ASI Sukses Melimpah


Lalu harus bagaimana supaya bisa menyusui dengan ASI melimpah?
Berjuang seperti apa? 

Fonterra Anmum membuat acara Anmum #CelebrateTheExtraOrdinary. Anmum ingin turut andil mendukung dan merayakan Pekan ASI Dunia 2017. Ibu Rohini Behl, selaku Marketing Technical Advisor Fonterra Brands Indonesia pun mengungkapkan kegembiraannya akan terwujudnya acara ini demi mendukung kesehatan ibu hamil dan menyusui.

Diliputi suasana Lilac nan cantik, acara ini mengajak para ibu termasuk aku agar kembali berjuang menjadi ibu menyusui. Kami mendapat informasi dan pengalaman dari para penjuang ASI seperti Cynthia Lamusu dan Maria Leonnyta.

Cynthia Lamusu, penyanyi personel Be3, istri aktor Surya Saputra ini berbagi pengalaman. Di saat kebahagiaan bisa mendapatkan momongan, mereka pun juga mendapat tantangan dalam memberikan ASI untuk bayi kembarnya.


Kiat Agar Ibu Menjadi Pabrik ASI Yang Sukses
Cynthia Lamusu berbagi pengalamannya dalam menyusui


Dia mengungkapkan bahwa dirinya juga mengalami pasang surut menyusui. Ada rasa sedih dan penyesalan saat dirinya tak bisa menyusui Bima secara langsung. Bima hanya bisa diberikan ASI melalui botol, lain dengan saudarinya, Tatjana, bisa disusui dalam dekapannya langsung.

Dengan bersusah payah memompa ASI dan nekat naik ojek saat hujan deras, demi mengantarkan ASI perahnya untuk kedua bayi kembar yang masih dirawat karena lahir prematur.

Beruntung, dukungan Surya Saputra yang rajin memijit punggungnya dan mau membuatkan segelas susu Anmum Lacta setiap saat, membuat volume ASI Chynthia tetap bertambah. *Owh, so sweet, pantesan keluar ASInya jadi lancar.

Mereka berdua tetap rajin berkonsultasi dengan dokter dan konselor ASI agar tidak putus menyusui. Cynthia yakin, apa pun yang terjadi, semua ini tetaplah hal yang terbaik untuk kedua buah hatinya.

Kemudian, di sesi selanjutnya, Maria Leonnyta Sastra Wijaya juga turut berbagi cerita suksesnya menjadi ibu menyusui dan pendonor ASI. Maria berkata jujur, dia bukan anak ASI, ibunya dulu tidak bisa memberikan ASI, tetapi hal ini malah membuat dirinya ingin memberikan ASI bahkan menjadi donor bagi bayi-bayi yang tidak mendapatkan ASI sejak lahir.

“Leonnyta bukan anak ASI, tetapi malah bisa memberi ASI”

Kiatnya, Maria percaya diri, apalagi lingkungan suami dan keluarga besarnya mendukung dengan sepenuh hati. Hal ini membuat hatinya bahagia, ASI pun melimpah. Dia senang menjadi pejuang ASI. Berbotol-botol ASI hasil perahannya tersimpan rapi di dalam kulkas, semua didokumentasikan pada foto-foto yang dipublis melalui akun instagram miliknya.


Kiat Agar Ibu Menjadi Pabrik ASI Yang Sukses
Luar biasaaa.. beneran kaya pabrik ASI ya..


Hmm, jadi ingat. Begini-begini aku juga termasuk pejuang ASI lho, meskipun bukan pendonor ASI.. *ciee ngaku-ngaku. Anakku tiga orang, masing-masing mempunyai cerita yang berbeda. Tidak semua lancar dan gampang, aku juga harus bersusah payah.

Hampir sebelas tahun yang lalu, saat anak pertamaku pertama lahir, aku tidak tahu caranya menyusui yang benar. Walau sudah diajari suster, tetap saja grogi dan puting malah menjadi lecet. Di rumah, jika suami berangkat kerja, aku sendirian, tidak ada yang membantu. Akhirnya cuma bisa menangis, malah kena baby blues. Beruntung suami jadi berempati, sesekali tugas rumah dibantu, punggungku dipijiti saat akan menyusui. Alhamdulillah ASI menjadi melimpah dan keluar dengan lancar.

Empat tahun kemudian, adiknya lahir. Proses menyusui pada anak kedua  ini alhamdulillah tidak ada masalah. Mungkin karena aku sudah mempunyai pengalaman sebelumnya sehingga menumbuhkan rasa percaya diri semakin kuat. Bahagia selalu menyertai diriku, mau makan apa saja bisa kulakukan. Dengan sendirinya ASI lancar keluar tanpa hambatan. Bahkan saat Selma dirawat karena bilirubinnya tinggi, aku masih bisa memompa dan mengantarkan botol-botol ASI ke rumah sakit.

Nah, anehnya untuk anakku yang ketiga ini, aku mengalami kembali hambatan. Di hari pertama, ASI-ku nyaris sedikit. Aku sempat minder, kok bisa ya agak sulit menyusui. Apa karena usia semakin bertambah alias tua? *Sebel deh eykee..

Tapi bukan Lia namanya jika patah semangat. Aku habiskan semua makanan yang dihidangkan ibu bidan. Sayur katuk yang bening rasanya menjadi nikmat. Mulut tak berhenti makan cemilan. Ditambah pesanan susu khusus menyusui yang dibelikan suami, juga aku minum dengan porsi sesering mungkin.


Sayur katuk yang bening, rasanya menjadi nikmat. Mulut tak berhenti makan cemilan. Ditambah pesanan susu khusus menyusui yang dibelikan suami, membuat ASI kembali melimpah.



Benar saja, pas hari kedua dadaku mulai terasa kencang dan bengkak. ASI pun keluar banyak. Terasa sekali Syadid menyedot dengan puas, sehingga dia bisa tidur dengan nyenyak dan tak rewel lagi. Kekenyangan ASI, euy..

Yap, begitulah. Semua memang butuh kesabaran dan pengorbanan. Berjuang. Ingat ceritaku pertama tadi kan? Sempat galau ingin segera menyapih.


Kiat Agar Ibu Menjadi Pabrik ASI Yang Sukses
Do'akan sebentar lagi Syadid lulus ASI 2 tahun


Tapi alhamdulillah, tekad ini masih kuat hingga saat tulisan ini selesai aku buat. Di saat usiaku beranjak kepala empat, tepat bulan Agustus ini, aku akan tetap menyusui Syadid hingga nanti dia genap berusia dua tahun pada bulan Oktober.

Do’akan ya.

Jadi kita halau hambatannya, jika gagal memberikan ASI pada anak pertama, belum tentu tidak bisa lagi menyusui anak kedua dan seterusnya. Demikian sebaliknya. Atau bahkan ada yang memang berhasil dari awal sampai anak bungsu, sang ibu bisa menyusui dengan sukses. Seperti studi yang disurvey oleh Anmum mengenai tantangan Ibu Hamil dan Menyusui di Indonesia pada tahun 2017 ini.


Kiat Agar Ibu Menjadi Pabrik ASI Yang Sukses


Kita sudah dijadikan satu paket lengkap yang disiapkan Tuhan untuk kita dan bayi-bayi calon generasi masa depan. Kenapa kita tidak meyakininya?

Kiat sukses agar ASI melimpah sebenarnya ada di tangan kita sendiri. Perbanyaklah informasi, ikutlah komunitas menyusui, makan makanan yang halal dan bergizi, perbanyak istirahat, buatlah diri kita bahagia.

Jika berenang bisa membuatmu bahagia, lakukanlah.
Jika jalan-jalan ke pantai bisa membuatmu senang, lakukanlah.
Jika luluran di salon membuatmu rileks dan nyaman, lakukanlah.
Jika minum milkshake atau es krim wafel itu membuatmu nikmat, makan sajalah.

Solusinya adalah meyakinkan diri kita sendiri, bahwa semua ibu itu bisa menyusui. Tidak peduli payudara besar maupun kecil, jangan terhalang oleh alasan sibuk dan repot. Segera hindari stress, berbahagialah, bersenang-senanglah dan banyak belajar pada buku, konselor, komunitas menyusui, dan para pejuang ASI lainnya.

Masa 1000 hari untuk Bayi dan Ibu


Masih inget ceritaku saat aku harus jadi pabrik susu anakku sendiri kan.
Ayo bu, ini nyata lho. Untuk menjadi pabrik ASI, ibu menyusui harus mendapatkan tambahan 500 kkal agar bisa menghasilkan ASI melimpah yang sehat untuk bayi. Sedangkan sebelumnya, saat hamil ibu harus mendapat tambahan 300 kkal dari porsi perempuan biasa.

Hal ini dijelaskan juga oleh Ibu Ines Yumahana Gulardi Msc, selaku Senior Nutrition Manager Fonterra Brands Indonesia. Beliau mengatakan betapa krusialnya jika tahap pertumbuhan seorang anak mulai di dalam rahim hingga di masa menyusui tidak didukung nutrisi sang ibu. Di masa 1000 hari kehidupan bayi harus terpenuhi gizi secara tepat. Masa ini berbarengan dengan persiapan ibu untuk mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi.


Kiat Agar Ibu Menjadi Pabrik ASI Yang Sukses
Ibu Ines memberikan penjelasan
kebutuhan gizi ibu hamil dan menyusui

Selain makanan pokok, Ibu hamil dan ibu menyusui sebaiknya minum susu agar mendapatkan tambahan lebih asupan gizi lebih berupa kalori, karbohidrat, lemak, dan protein serta kalsium susu yang dibutuhkan tubuh.

Di dalam ASI terdapat nutrisi makro dan mikro penting seperti Gangliosida (GA) dan DHA. Senyawa komplek tersebut telah diteliti baik untuk mendukung kesempurnaan pertumbuhan syaraf otak yang sedang bertumbuh pesat yang dimulai saat menjadi janin hingga usia dua tahun, sehingga daya tangkap anak menjadi optimal.

Fonterra produsen susu terbesar di Selandia Baru pun membuat rangkaian susu pendukung untuk ibu hamil yaitu Anmum Materna dan Anmum Lacta untuk ibu menyusui. Dalam kedua susu ini, Anmum diperkaya DHA, Gangliosida, kalori, protein, lemak, serta 11 vitamin dan 7 mineral.

Ada vitamin A, C, E, D3, B1 (Thiamin), B2 (Riboflavin), B3 (Niasin), B5 (Asam Pantothenat), B6 (Piridoksin), B9 (asam folat), B12 (kobalamin), kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, zink, dan yodium. Serta omega 3, omega 6, DHA, Gangliosida, Fosfolipida, Asam Sialat, Biotin, Kolin, dan Klorida.

Anmum juga diperkaya dengan serat pangan inulin yang baik untuk pencernaan ibu. Komplit ya, apalagi Susu Anmum tidak membuat gemuk. Kadar lemaknya hanya sebesar 4.5% karena dibuat dari susu bubuk tanpa lemak. Jangan lupa imbangi pula dengan makan sayur dan buah.

Pada acara ini Anmum juga memperkenalkan rasa baru yang semakin disukai para ibu. Menurut survey, ada 8 dari 10 orang yang menyukai rasa susu Anmum Materna dan Anmum Lacta ini.


Kiat Agar Ibu Menjadi Pabrik ASI Yang Sukses


Anmum dengan rasa coklat asli dari bubuk kakao sebanyak 6%. Bagi yang tidak suka rasa susu, tetapi anda suka makan es krim, kebetulan, Anmum rasa coklat ini enak seperti es krim lho. Apalagi kalau diblender menjadi smoothies, hmm sedap sekali.

Sama dengan kami, semua para undangan rata-rata suka rasa susu Anmum. Bahkan ketika diadakan survey pada 10 ibu-ibu blogger yang sedang hamil dan menyusui, jawaban mereka sama: semua suka rasanya, hehe.. *doyan apa haus bu?


Kiat Agar Ibu Menjadi Pabrik ASI Yang Sukses
10 ibu-ibu panelis suka rasa susu Anmum


Jadi, tidak ada alasan lagi kita malas minum susu apalagi saat hamil dan menyusui ya, bu. Ini sudah ada kiat solusinya. Tinggal pilih mau yang mana? Pilihan ada di tangan kita. Mau egois atau mau merubah menjadi lebih baik demi kesehatan tumbuh kembang anak maupun diri kita sendiri. Living fun and healthy.

Rangkaian susu Anmum sudah menjawab tantangan keluhan ibu hamil dan ibu menyusui. Bahkan tersedia juga untuk anak-anak, minum susu Anmum Essensial bermanfaat agar konsentrasinya lebih maksimal.

Jika masih penasaran dengan Anmum, coba saja cek di:
Website: www.anmum.co.id
Facebook: Anmum Indonesia
Instagram: @Anmum_Indonesia

Ayo, bu, pak. Mari kita semua berjuang agar ASI bisa melimpah lagi. Sediakan susu Anmum, bantu kerjaannya agar lebih ringan, cukupkan tidurnya, dan pijat punggungnya, haha.. *modus.

Jangan ragu untuk minum susu. Ini bisa menjadi rangkaian yang baik. Bukan saja baik untuk kesehatan janin dan bayi, tetapi yang terpenting adalah kesehatan sang ibu. 
Sang ibu itu, kita, parents..
Iya, kita.

So, jika bukan kita yang mendukung, kapan lagi Ibu bisa menjadi pabrik ASI yang sukses?




42 komentar:

  1. Dari yang aku baca-baca support system itu penting sekali ya, Mbak agar asi lancar. Aku belum punya anak sih, jadi belum ngerasain perjuangan itu. Tapi kadang suka kasian sama teman dan saudara yang asinya enggak terlalu lancar dan menjadi cibiran orang lain. Padahal seharusnya disemangati ya, bukan justru disindir.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, sindiran itu membuat sugestinya negatif, akhirnya seperti ikutan membuat ASI gak lancar keluarnya

      Hapus
  2. Kebetulan saya tidak suka minum susu, sepertinya Anmum ini cocok buat saya, apalagi rasanya seperti ice cream, bolehlah buat persiapan di kehamilan ke 2 nanti. Aamin

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, semoga disegerakan kehamilannya ya mbak :)

      Hapus
  3. wah jadi inget jaman hamil anakku, produk susu hamil masih jarang, kalau gak salah hanay satu merek, setelah hamil anak kedua lima tahun kemudian baru deh ada merk yg lain

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, semakin banyak susu hamil dan menyusui demi mendukung nutrisi ibu

      Hapus
  4. Iya, dukungan keluarga terutama suami bisa bikin sukses menyusui.
    Saya dulu pas menyusui minum anmum jg, saya suka kasi air dingin atau balok se batu segeeerr :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe iya, rasanya lebih nikmat saat dingin ya mbak

      Hapus
  5. ASIku berkurang kalau aku kecapean,biasa rileks, banyak minum,mengasup sayuran...cuuur,banyak

    BalasHapus
    Balasan
    1. toss kita mbak, kalo capek otomatis langsung sedikit

      Hapus
  6. Rencana mau program hamil lagi nih aku mba... Mw minum anmum aja.. Rasanya lebih enak dibanding susu lain...

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga selalu sehat di kehamilan berikutnya ya mbak :-)

      Hapus
  7. Subhanallah jika ASI melimpah jadi berkah buat semuanya dan sehat untuk buah hati :)
    Anmum inovasinya tau banget apa yang dibutuhkan ibu hamil dan menyusui

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, anmum rasanya enak gak bikin eneg, jd disukai bumil dan busui :-)

      Hapus
  8. Wow luar biasa ya bisa ngumpulin ASI sebanyak itu... Saluut... Alhamdulillah sy juga bisa kasih ASI eksklusif ke kedua anak saya. Tfs mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah mbak Eni, sehat terus ya

      Hapus
  9. Syadid sama nih sama Arsel,lahirnya oktober. Semangat mbaaakkk. Kuncinya jd busui itu mmg hrs bahagia yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. toss Arsel ganteng. Setuju, ibu menyusui harus happy :D

      Hapus
  10. Nyimak ceritanya dan merasa kalau tantangan menyusui itu berat ya. Orang sering anggap sepele ini. Makanya saya salut sama ibu yang ingin memberikan ASI terbaik bagi anaknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, susah, tapi jadi gampang kalo banyak yg dukung

      Hapus
  11. I feel you Mba, kalo cape, stress, ASI bs aja rasanya koq berkurang. Anak jadi rewel dsb, pdhl mungkin bukan asi kurang yg membuat anak jd rewel. Hhfhh....memberikan ASI memang butuh perjuangan apalagi menghadapi diri sendiri yg super sensitif

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, ASI pengaruh banget jadi mampet cuma krn kita stress

      Hapus
  12. Intinya lakukan apa yang ibu suka agar terjamin kualitas nutrisi si bayi. ASI solusi terbaik untuk ibu & bayinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, seribu poin buat mbak Nurul :-)

      Hapus
  13. suka speechless liat stok ASI di freezer yang berbotol2

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha iya mbak, sama.. tp insyaallah kita pun bisa, jadi pabrik ASI yg sukses

      Hapus
  14. I feel you mba.. kadang ngerasain cape banget kl anak minta nen, tapi bener yaa kita harus tetap semangatt

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ada kalanya kita bosan, pengen me time, tapi harus ttp ngASI

      Hapus
  15. Kebayang deh repotnya para ibu yang punya baby dan mengurus semua pekerjaan rumah sendiri, makanya butuh banget dukungan dari orang terdekat seperti suami ya maak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hiks iyah, seperti gak ada sempat istirahat, jadi lumayan kalau suami mau bantu wlw sebentar

      Hapus
  16. Semoga lancar terus ASI-nya, Mak.
    Semoga Syadid lulus ASIX^^
    daaan semoga nanti pas giliranku juga bisa ada ASI yang cukup buat baby. Aaamiin

    BalasHapus
  17. ASI penting bagi anak dan aku juga mendukung pemberian ASI pada anak mba. Wah Amum mah jadi minuman wajib ya saat hamil dan menyusui

    BalasHapus
  18. Luar biasa buat para ibu pejuang ASI, hebat. Tidak mudah untuk menyiapkan ASI terlebih jika dalam kondisi bekerja.

    BalasHapus
  19. justru ga boleh strss kalo asi ga keluar ya. karena bisa mempengaruhi juga. hadapi dengan baik dan cari solusinya :)

    BalasHapus
  20. smg syadid lulus asi 2 th yak �� luarbiasa mba Lia, sbg ibu yg menyusui anaknya dialah pejuang asi.

    BalasHapus
  21. Syadid pinter yaaa
    Ternyata mba Lia lathifa ya yg depan aku. Nggak sempat jabatan langsung 😁 mdh2an bisa ktmu lagiiii^^
    Dgn menyusui semua sehat Dan bahagiaaa ya mba

    BalasHapus
  22. Dulu aku makan daun katuk gak mempan. Makan jagung rebus, telur rebus, dan minum susu, baru deh ASI keluar. Alhamdulillah. Semangat, Mak! :)

    BalasHapus
  23. Sebagai calon emak, aku nyimak dulu tips-tipsnya :)

    BalasHapus
  24. Syadid bentar lagi 2 tahun, yeay... alhamdulillah ASIku lancar dan mendapat banyak dukungan dari keluarga untuk sukses ng-ASI sampai 2 tahun

    BalasHapus
  25. bisa untuk dicoba rekomendasi nya... ;)

    BalasHapus
  26. Mba Lia aku suka banget rasa Anmum wlpn ga hamil hehehe... biar sehat. :)

    BalasHapus
  27. Semangat mba biar 2 tahun memberikan ASI jadi inget dulu juga aku pejuang ASI alhamdulilah 2 tahun bisa memenuhi kebutuhan ASI-nya

    BalasHapus

Agar tidak spam pada komentar, gunakan akun Google kamu. Atau kirim email ke: info.narasilia@gmail.com. Thank you ❤

Pengikut:

Lia Lathifa's Medium Audience Badge