NarasiLia.com

Berbagi Pengalaman dan Tips Gaya Hidup

14.1.14

Bisnis, Dakwah dan Cinta Rasulullah Menuju Hidup Gemilang



Judul yang cukup panjang, hehe.. Namun tulisan ini mengalir begitu saja, tercetus di saat malam ramai ditengahi peringatan maulid nabi yang penuh fenomena dan berbagai macam acara.
 
Terlepas dari itu semua, saya hanya merenung. Rasanya kian mengerti ketika saya mulai melaksanakan salah satu pekerjaan yang pernah Rasulullah jalankan. Yaitu berniaga, berjualan tentunya. Saya kian mengerti kenapa Rasulullah diasuh oleh paman bernama Abu Tholib yang amat sayang kepadanya. Sang paman adalah saudagar yang sukses. Tentu saja rahasia Ilmu kesuksesannya diturunkan kepada keponakannya itu. Hingga dewasa Rasulullah dikenal sebagai pedagang yang jujur, berkata apa adanya, dan bisnisnya sukses. Berlanjut beliau menikah dengan Siti Khadijah yang pun ternyata adalah wanita pebisnis yang juga sukses. Klop lah.

Saat menjelang usia ke 40 tahun, Rasulullah justru dihadapkan dengan tugas kenabian, yaitu menyampaikan wahyu yang diturunkan Allah subhaanahu wata’aala melalui malaikat jibril. Rasulullah tidak serta merta menerima, beliau berlari ketakutan minta diselimuti. Namun sang istri sangatlah arif dan bijaksana, entah apa karena usianya pun telah matang, justru mendukung dan membela Rasulullah akan hal itu. 

Tugas kenabian banyak sekali kendala. Banyak yang tidak suka, menuduh Rasulullah adalah orang yang gila karena menyampaikan sesuatu yang diluar akal manusia. Perlahan-lahan turunlah Al Quran sebagai petunjuk sejalan dengan perjuangan beliau menyampaikan agama Islam, agama terakhir sesudah Yahudi dan Nasrani. Sebagai manusia biasa, Rasulullah pun memiliki rasa takut dan cemas dalam menyampaikan dakwahnya.  Namun sang paman yang baik hati pun tetap mendampingi dengan sepenuh jiwa dan raga. Sampai akhirnya sejarah mengatakan bahwa Islam sempat berjaya di benua-benua Eropa, Asia, Afrika, dan lainnya. Meskipun Rasulullah tetap belum bisa mengIslamkan pamannya tersebut.


Gemilangnya Bisnis dan Dakwah Rasulullah.

Saya menduga gemilangnya dakwah Rasulullah itu selain ada dasar dari Al Quran, sepertinya berkat pelaksanaan sifat-sifat yang beliau dapat dari kesuksesan bisnis terdahulu. Bagaimana tidak? Perhatikanlah kesamaan yang Rasulullah laksanakan dalam bisnis dan dakwah nyaris berlaku hingga kini.
Dalam berbisnis, kita dipelukan sifat-sifat yang patut meniru tingkah laku Rasulullah. Perlu kita simak perjalanan beliau dalam berniaga. Sifatnya yang paling terkenal adalah jujur, amanah, fathanah, dan tabligh. Selain sifatnya yang juga penyayang dan lain sebagainya. Seperti inilah uraian saya: Bismillaah...

1. Jujur (Tidak Bohong)

Siapa yang tidak suka dengan orang jujur? Coba saja telaah, seberapa orang yang jujur akan mendapatkan kenikmatan dan ketenangan hidup. Walau mungkin di sebagian orang bilang: orang jujur lama kayanya. Ups. Kebalikannya, seberapa banyak sekarang kasus koruptor yang menghinakan, akibat apa?

Demikian juga berbisnis. Jujur adalah kunci pokok dalam kepercayaan sesama klien. Sebagai contoh kita bilang barang kita bagus, tetapi saat diterima barang sangat jauh dari harapan pembeli. Apa yang akan terjadi? Penilaian buruk dan orang lain akan kapok, terimalah kerugian itu. Namun sebaliknya jika kita ingin memudahkan bisnis kita, berikanlah keterangan yang apa adanya, jangan ada kesan untuk menggaet pembeli kita menutup-nutupi kekurangan. Jika pembeli sudah setuju dengan apa yang kita bilang kelebihan dan kekurangannya, istilahnya deal, maka ketika diterima, mereka tetap akan puas. Dan terimalah keuntungan, pembeli yang puas akan mempromosikan diri kita kepada masyarakat luas tanpa harus kita yang mempromosikan diri.

Okelah kita berandai-andai, Rasulullah kan enak memang pamannya pedagang, jadi memang bisa dagang. Owh, jangan begitu dong. Mengapa kita tidak meniru baiknya saja? Sebagai contoh seorang anak yang memang ingin bekerja, menawarkan diri bahwa dia akan bekerja sebaik mungkin, tidak neko-neko, menuruti perintah, dan akan memberikan jaminan bahwa kerjaannya akan menambah keuntungan pemiliknya. Jika anak jujur ini diberi kesempatan dan ternyata memang dia anak yang tangguh sesuai janjinya, siapa sih yang tidak melirik potensi anak tersebut. Pasti deh banyak yang mencari, bahkan ditawarkan gaji yang lebih baik, bukan begitu?

Demikian juga berdakwah, Rasulullah selalu berkata jujur dan apa adanya. Rasulullah menyampaikan wahyu yang kemudian tersusun dalam bentuk Al Quran itu adalah hasil dan bukti yang nyata. Beliau pernah diperlihatkan keadaan akhirat melalui Isra’ Mi’raj, tentang surga dan neraka. Adanya kisah nabi-nabi terdahulu dan kisah kaumnya yang ingkar. Bagaimana kerusakan di bumi akibat kebodohan dan pembangkangan kaumnya, dapat kita saksikan di berbagai situs sejarah. Nyata kan, bahwa Rasulullah itu berkata jujur alias tidak bohong? Nyatanya lagi, dengan kejujuran dan buktinya tersebutlah yang menjadikan banyak pengikut ajarannya. Bahkan sempat menguasasi benua Eropa.

2. Amanah (Dapat Dipercaya)

Bisnis tak akan berjalan lancar jika amanah tidak dilaksanakan. Semua akan berantakan tidak sesuai rencana. Rencana yang gagal akan meruntuhkan alur distribusi penjualan. Salah satu contoh saja, andaikan jasa kurir tidak menjalankan roda amanah, apa yang akan terjadi? Dunia onlineshop tak akan berjalan lancar dan jasa kurir pun perlahan ditinggalkan. Siapa yang rugi?

Atau saat pembuatan kue, baju, dan berbagai produk, amanah sangat diperlukan. Kue dengan takaran yang pas tidak dikurang-kurangi, pasti pembeli akan setia mencari. Baju yang dibuat pas sesuai ukuran pemesannya, pasti sangat enak dipakai pembeli. Dan lain-lain. Dan sekali lagi menanamkan jujur dan amanah menjadi sarana kunci kesuksesan bisnis serta dakwah seseorang. Kita senang, pembeli senang. Pembeli senang, promosi murah dimulai.

Demikian juga dalam berdakwah, Rasulullah mencontohkan kita untuk selalu dapat dipercaya. Rasulullah menyuruh kita sholat, puasa, zakat, haji, bersedekah, berbuat baik, menolong sesama makhluk, dan perbuatan baik lainnya, tentu saja beliau telah melaksanakannya terlebih dahulu. Tidak mungkin beliau bohong mengada-ngada. Apalagi jika kita ingin membuktikannya, baca saja pedoman hidup kita yaitu Al Quran. Dengan sifat amanah seperti ini membuat umat manusia menjadi mencintai Rasulullah dan akhirnya mengikuti ajarannya.

3. Fathanah (Cerdas)

Dalam berbisnis diperlukan kecerdasan. Tentu saja tidak tiba-tiba sukses berbisnis. Kita harus merasakan suka dan duka. Saat kita memulai tentu saja kita berguru kepada sang master, motivator, pebisnis mayor, bahkan kepada pedagang-pedagang lainnya. Pokoknya harus banyak belajar untuk menjadi pebisnis yang cerdas. Tidak mungkin kita diam layaknya katak dalam tempurung.

Semakin kita cerdas semakin berputar otak menyusun strategi untuk menemukan jalan yang amat praktis, mudah dan gampang mendapatkan keuntungan yang bersih. Seorang karyawan, buruh bahkan sang pencuci piring yang mau belajar pun, jika dia cerdas menggunakan ilmunya, siapa sangka suatu saat dia akan membuka usaha yang sama dengan tuannya, dan dia lebih sukses? 

Semakin cerdas pikiran, tentunya cerdas dalam emosi. Sabar, tekun, rajin, dan tidak putus asa adalah sifat yang terbit akibat kita pun cerdas mengendalikan diri. Sebagai pedagang kita harus sabar menghadapi berbagai macam pembeli. Walau mereka sering kali menganggap pembeli adalah raja, tetap layani dengan baik. Pandai menahan emosi saat barang kita ditawar semaunya, saat paket pesanan tidak sesuai harapan, dan sebagainya. Kerap kali sifat ini perlu adanya pelatihan yang kuat.

Lihatlah bagaimana kisah suksesnya Keripik Maicih, Lapis Bogor, Kosmetik Wardah, Zoya, salon Moz5, Ciputra Group, Bakrie TBK, Martha Tilaar, dan lain-lain. Mereka pasti memiliki ilmu yang didapat melalui pendidikan, pengalaman, nasihat, contoh dan strategis yang matang. Saya pun yakin pendiri Facebook, Microsoft, Oprah Winfrey, Donald Trumph, Honda, Samsung dan pebisnis sukses lainnya tentu juga memiliki strategi yang mendekati sifat ini. Mereka memang bukan Islam, namun mereka berhasil dengan cara ini. Cara Rasulullah.

Kesuksesannya Rasulullah datang begitu saja? Beliau pasti banyak belajar dari berbagai petunjuk yang Allah berikan, tentu saja Al Quran, dorongan semangat para sahabat dan tentu melihat sekeliling alam. Demikian dalam berdakwah, beliau memiliki ilmu yang Allah SWT turunkan langsung, dan menjadikan ajaran yang patut disampaikan kepada seluruh umat manusia. 

Rasulullah yang cerdas pun pandai menyusun strategi perluasan dakwah ke seluruh dunia dengan logika dan pemikiran yang diterima oleh siapapun, cerdas mengatur emosi, cerdas menjaga kesehatan, cerdas dalam berfikir untuk mengangkat derajat manusia menjadi lebih baik.

4. Tabligh(Menyampaikan)

Penjual yang disenangi adalah penjual yang ramah tamah dan pandai mengurai kata-kata sehingga pembeli seperti terhipnotis ingin membeli. Kita tanya sekali, dijawab dua kali. Menjelaskan dengan sabar akan penasaran kita. Entah yang tadinya tidak suka, tetapi dengan kata-kata yang baik, seringkali tetap terjadi transaksi, bener gak? (*pernah mengalami sendiri, hehe)

Tapi jangan juga melakukan sesuatu yang berlebihan, kita tanya sekali, dijawabnya berkali-kali bahkan sampai berbusa-busa. Kesalnya lagi, apa yang kita tanya, jawabannya tidak sesuai dengan apa yang kita tanyakan, bahkan justru membuat semakin bingung. Haduuh, please deh jangan ditiru.  

Sebaliknya, siapa sih yang suka sama penjual yang judes? Kita tanya sekali, dijawab sekali. Kita tanya lagi eh gak dijawab lagi. Hihi, gak enak dicuekin. Walau barangnya bagus tetapi penjualnya gak bagus tablighnya yaa mari tinggal saja. Toh masih banyak penjual yang baik barangnya pun sama-sama baik. Tuh siapa yang rugi, siapa yang untung? Hanya dengan cara penyampaian yang baik lho.

Nah, demikian juga dengan kesuksesan bisnis dan dakwah Rasulullah. Beliau bertutur kata yang baik, selalu tersenyum, selalu memberikan nasihat-nasihat yang bijak, tidak memaksa, tidak mendesak, bahkan mau mengakui kesalahan saat ditegur Allah dalam QS ‘Abasa. Yang keras dilawan lembut, akhirnya meluluhkan hati yang angkuh, seperti Umar bin Khottab yang akhirnya masuk Islam dan menjadi khalifah di muka bumi.

Beliau tetap tegar menghadapi ujian dan batu sandungan yang diberikan pada musuhnya. Tetapi beliau juga tidak lupa berserah diri mengadukan kesedihannya kepada Allah SWT. Sedih karena bagaimana nasib umatnya jika mereka tidak mau mengikuti agama yang ditawarkan Rasulullah. Bukan melawan dan membalas dengan kata-kata yang lebih kasar. Diam bukan berarti kalah, akan tetapi menenangkan jiwa dan menghindarkan bisikan syaithan yang menjerumuskan. 

Lihatlah berapa banyak umat manusia yang sampai kini telah tertarik dengan keIslaman Rasulullah, tentu saja dengan sifat-sifatnya gemilangnya tadi. Dan mari kita teguhkan keteladanan itu dengan mempraktekkan akhlak beliau dan mengaplikasikan kedalam kehidupan sehari-hari kita agar kita menjadi seorang yang sukses dunia dan akhirat. 

Mencintai Rasulullah adalah menghidupkan dan menjalankan ajaran dan akhlak beliau, serta meniru kegemilangannya. Lalu bagaimana kita??

Wallaahu A’lam bishowab

Allaahumma Sholli  ‘Alaa Muhammad, Allaahumma Sholli  ‘Alaa Muhammad, Allaahumma Sholli  ‘Alaa Muhammad, Semoga kesejahteraan, sepak terjang, kesabaran dan keimanan Rasulullah bisa kita teladani dengan baik. Aamin.




-12 Rabiul Awal 1435H-

*teruntuk ayah dan ibu, aku masih terus belajar akan semakin teguh menjalankan sunnahnya dan nasihat kalian, semoga Allah luaskan kubur ayah dan ibu di sana, dan mengangkat derajat di sisi Allah SWT, aamiin.
                                                                                                                                  

2 komentar:

  1. De, tulisannya bagus banget.. Tp ada sedikit yg kurang tepat (peace !..) Yaitu bahwa Islam itu bukan agama terakhir setelah yahudi & nasrani.. Al-Qur'an diturunkan oleh Allah s.w.t sebagai "wahyu/petunjuk hidup terakhir" untuk penyempurnaan agama Islam yg telah dibawa & disampaikan oleh rasul2 terdahulu mulai dari Adam a.s sampai Isa a.s.. (Bukan juga berarti Islam ga sempurna di awal, tp karna menyesuaikan dg tingkat kemampuan dari umat2 para rasul tsb) jadi kesimpulannya.. Ehm, ehm.. (Mretekin jari dulu.. ^_^) kita sebagai umat nabi Muhammad s.a.w plus umat "akhir" zaman dianggap oleh Allah telah paling mampu utk mengemban agama Islam yang sempurna ini, selama selalu berpedoman pada petunjuk terakhir-Nya yaitu Al-Qur'an.. (Peace lg deh, kepanjangan komennya.. Sabar ya yg baca..) ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank you teteeehh.. iya, iya, kudu makin memperdalam lagi nih ilmunya. Makasih sudah mampir yaa ^_^

      Hapus

Agar tidak spam pada komentar, gunakan akun Google kamu. Atau kirim email ke: info.narasilia@gmail.com. Thank you ❤

Pengikut:

Lia Lathifa's Medium Audience Badge