NarasiLia.com

be a good life and happy family

Manfaat Diskusi Dengan Anak

Jangan pernah meremehkan anak-anak. 
Jangan kira mereka tak bisa diajak diskusi atau diajak bicara serius.
Mereka bisa lho..
Aku pernah mendengar bapak motivator Tung Desem Waringin bercerita bahwa saat dirinya duduk di kelas 3 SD, bapaknya mengajak seluruh anak-anaknya termasuk dirinya berkumpul dan berdiskusi bagaimana caranya agar toko miliknya itu kembali ramai. 

"Jika tidak ramai, toko bapak akan kehilangan pembeli."
"Toko bapak akan tutup, kita bangkrut."
"Bapak tidak akan punya uang, tidak bisa membiayai sekolah kalian."
Ternyata: BENERAN BANGKRUT.

Tapi apa yang terjadi? hal itulah yang membuat diri bapak Tung berfikir keras, bagaimana caranya bisa membahagiakan mama yang masih hidup, agar tidak kembali bangkrut. 
Kita ketahui bersama, beliau kini menjadi salah satu pebisnis handal yang memiliki omset tak terhitung saking buanyaknya itu.

Diskusi membentuk pola pikir anak berfungsi. Logika mereka diajak untuk mencari solusi. Diskusi membawa kebaikan dan motivasi bagi anak-anak. Entah meski kapan akan digunakan oleh mereka.

Tipsnya:
1. Ajak mereka duduk bersama, bisa sambil makan bareng atau bermain bareng.
2. Buat suasana santai. Matikan televisi atau pun suara-suara yang menggangu.
3. Ajak bicara, jangan ragu membuka masalah kita, tentu saja dengan bahasa yang sederhana.
4. Tatap mata mereka satu persatu.
5. Pastikan mereka mendengar apa yang kita ucapkan. Misalnya: ya kak, ya dek, ingat ya.
6. Jangan memotong pertanyaan anak-anak jika mereka belum faham atau bahkan membantah
7. Dengarkan masukan anak-anak. Kadang ide mereka sederhana tapi memberikan solusi.
8. Temukan kesepakatan.
9. Akhir diskusi berikan pelukan hangat, atau elusan di kepala mereka.
10. Meyakinkan diri mereka. Kita bisa karena bersama.


Demikian diriku.
Shidqi dan Selma sudah tahu dan tidak mengganggu, manakala laptop satu-satunya di rumah kami, kugunakan. 
"Bunda izin kerja dulu ya. Kerjaan bunda adalah di laptop."
"Laptop bunda pakai, jangan ada yang menggangu."
"Jika ada yang mengganggu, bunda tidak bisa mengerjakan tugas dan jualan bunda dengan baik."
"Kerjaan bunda akan mendatangkan uang."
"Bisa untuk jajan kalian beli es krim, bisa buat naik kereta, bisa buat bayar sekolah."
"Jika kalian tetap ngotot menggunakan laptop, apa yang akan terjadi?"
"Bunda tidak bisa bekerja dan dapat duit."
"Akibatnya kamu tidak akan bisa jajan, tidak bisa bayar sekolah."
Selesai berbusa-busanya, hehehe..

Apa awalnya langsung menurut? tidak.
Semua peraturan, diskusi, dan pelaksanaan tetap selalu diingatkan dan diulang-ulang.
Konsisten, tidak berubah, tidak labil.
Tidak boleh besok A, besok B.
Harusnya sekarang A, besok A, dan besok A
Akhirnya akan terbentuk kebiasaan yang baku.
Anak akan mentaati rambu-rambu yang ada.
Orangtua sebagai model.
Anda melanggar, ohoho mereka pun akan melanggar.
Anda baik, mereka baik.
Anda menuruti aturan, mereka akan menuruti aturan.


Contohnya malam ini.
Mulai kutemukan manisnya hasil diskusi yang pernah kusampaikan waktu itu.
Ceritanya Shidqi terbangun di tengah malam, alasannya banyak nyamuk dan gerah. 
Menghampiri diriku yang masih sibuk bersama laptop di ruang tamu dan mencoba tidur di sampingku. 
Tak lama kemudian suara Selma terdengar merengek memanggil diriku.
"Bundaa, sini bobok," rintihnya.
"Bunda di sini, dek. Masih kerja," jawabku.

Shidqi dan Selma seperti mengingat aturan hasil diskusi bahwa jika sudah ada perkataan KERJA maka mereka tak akan menggangu.
Tak lama kemudian Shidqi bangkit dan masuk kembali ke kamar menemui adiknya.
"Bunda masih di depan," sahut Shidqi menenangkan adiknya.
"Boneka masa (red.Masha) adek mana, bunda?" tanya Selma masih di dalam kamar.
"Apa deek," jawabku mulai gusar.
"Boneka Masha, bunda, " jawab Shidqi kembali keluar kamar.

Kulihat Shidqi mengambilkan boneka adiknya itu di dapur, ternyata tadi siang tertinggal di sana.
Tak lama kemudian, suasana hening kembali. 
Kini mereka berdua sudah kembali tidur. Boneka Masha sudah berada dipelukan Selma.

Sejuk banget hati ini melihat mereka tidur bareng. 
Shidqi tampil menggantikan posisiku, mengasuh adiknya.
Dia tahu aku tak mau diganggu karena masih mengetik di laptop. 
Tak-tik-tak-tik..
Memecah kesunyian tengah malam.

Aku bahagia.
Anak-anakku telah mengerti.
Tak ada yang terbebani.

4 komentar:

  1. waah,,ternyata dengan adanya diskusi terlebih dahulu anak-anak jadi mengerti,, :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, anak2 itu bisa diajak kerjasama :)

      Hapus
  2. anak-anak juga bisa di ajak diskusi dengan bahasa mereka ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, dengan bahasa sesederhana mungkin mak :)

      Hapus

Hallo teman, terimakasih banyak yaa. Dengan senang hati saya persilahkan tulisan ini dikomentari, agar silaturahim terjalin dan saling memberi dukungan dengan baik.

Tapi mohon maaf ya, komentar tetap dimoderasi agar terhindar dari spammer. Jika ingin berdiskusi lebih lanjut, monggo hubungi saya via email di: bunda.shidqi@gmail.com

Follow Narasilia by Email

Labels

keluarga Cerita Tips Solusi anak hebat daya tangkap anak Bahagia Dunia Akhirat produk Kumpulan Emak2 Blogger (KEB) Review bayi Kreasi living fun and healthy lomba menulis CommuterLine jalan-jalan Kesehatan Resep Sehat kehamilan Kegiatan Anak Keajaiban Pendidikan Cara Mendidik Anak dunia bunda imajinasi stasiun Ide bakteri Islami Testimoni makanan melahirkan Cemilan Silaturrahim belanja hemat Stress ayah curhat makan-makan susu cair pertumbuhan #GakMasalahDong Alergi Anmum Essential Jualan Online demam lomba perawatan bayi resep masakan ASI Bekal Masa Depan Buah Lokal Facebook Gadget Ibu-Ibu Doyan Nulis Morinaga Platinum Perencanaan Keuangan #AyahLuarBiasa Busways KRL ekonomi AC Makanan Tradisional Masalah Kulit Restoran baby spa hamil impian pijat habis melahirkan resep tabloid 5Star Skin Protection Film From Womb To World GOJEK Gangguan Pernapasan Generasi Platinum Ibu-Ibu Doyan Bisnis Morinaga Chil-Go! Pampers Referensi buku Kumpulan Emak2 Blogger (KEB) lactobasillus olahraga popok cuci ulang sepeda Android Cerita Unik Koran Lactacyd Moment Tanpa Gula Tambahan Televisi Tuberculosis Ulang Tahun Warung Blogger cerita dongeng daun pisang pijat ibu hamil Anmum Bunda Inspiratif Buka Puasa Bersama Cap Kaki Tiga Anak Frisian Flag Give Away Glucogen Gusi Berdarah Kidzania Jakarta Kosmetik Halal Meja Makan Punya Cerita Mommy n Me Baby Spa Premium Mommy n Me Bogor Nanospray Omron Nebulizer Slimmer Terapi gangguan pernapasan Tupperware Voucher Belanja cosmopolitan cukup satu tetes downline kandungan gizi ikan kardus susu kertas resi muntaber resep ikan pepes tiket #BabyCanLearn #BabyCanread #LawanDiabetes #LombaBlogNUB #Sembuhkan TB #my1stNutripuffs Baby Blues Bayar Pajak Biocell BoboiBoy Cetaphil Cetaphilexperience Cetaphilid Cetaphilindonesia Diabetes Fashion Show Furniture Grand Indonesia Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) JYSK Keluarga Minum Susu Lactacyd White Intime Mamypoko Love Touch Merchant Sodexo One Day One Juz (ODOJ) Parodontax Pepsodent Petite Blossom Philips Disney Post Partum Syndrom Rangking1 Reseller Sabun Anti Kuman Sabun Keluarga Taman Bogor Tempra Theragran-M TransTV Vivalog anyang-anyangan baby spa Bogor baby spa jakarta buah nusantara bumbu pepes elevenia fruit summit 2015 fun bike honor infeksi saluran kemih martabak pepes ikan prive uri-cran radio rujak sabun shower gel testpack voucher MAP