Manfaatkan Smartphone Anda dengan Smart

Ketika sedang maraknya peredaran smartphone dan menjadi trend saat itu, hati saya bimbang, perlukah? Sahabat saya, Lisda yang menganjurkan. Demikian dengan suami yang mengizinkan saya untuk memakai sebagian modal usaha onlineshop ShidqiSelmaShop untuk membelinya. Dengan pertimbangan untuk melebarkan sayap komunikasi para pelanggan yang selalu menanyakan, "ada pin BB gak sis?". Akhirnya diputuskan secara bulat, oke, beli di toko terpercaya, seharga Rp. 1.990.000 model Gemini Curve tipe 8520 warna hitam. Deal.

Sesampainya di rumah, terjadi kendala. Simcard SimPati tidak cocok untuk wilayahku yang terletak di area lembah. Tidak ada sinyal, hanya ada tulisan edge. Menyesal amat sangat karena di kartu itu sudah saya isi dengan paket 100.000, hiks, hilang begitu saja. Akhirnya terpaksa membeli simcard baru yaitu IM3, yap langsung bereaksi menjadi EDGE, komunikasi lancer, hingga sekarang (nyaris 2.5tahun) masih setia digunakan. Nah, lalu apa yang terjadi antara saya bersama smartphone ini?  

Ada 8 tips yang mungkin bermanfaat:
1.      Penjualan ada nilai signifikan yang cukup berarti.
-   Komunikasi dengan hampir semua pengguna smartphone itu menjadi lancar. Sampai bisa curhat-curhatan tentang bisnis terhadap para produsen.
-   Bisa mendokumentasikan pernyataan puas dari para pembeli melalui aplikasi munchscreen, dapat melihat berita secepat kilat melalui email, dapat memodifikasikan beberapa foto barang dagangan menggunakan pixmix sehingga menjadi terlihat simple. 
http://lialathifa.blogspot.com
sama-sama puas
-     Foto yang simple memudahkan kita dalam melayani calon pembeli yang minta di share foto dagangan kita satu per satu. Bayangkan, jika koleksi warna dan modelnya cukup banyak, calon pembeli ada 5 orang, lumayan menyita waktu lho. Rasanya sih pengen bilang, helloo, di toko lia atau di facebook ada lho, lihat dulu deh.. 
http://lialathifa.blogspot.com
hasil foto pixmix

-   Komunikasi lancar, tapi dengan syarat, paket smartphonenya yang full service ya, jangan setengah-setengah, hehe..

2.      Memudahkan penjualan terutama dengan sistem dropship
Apa sih dropship itu?

Pulau Seribu Dekat Di Mata Dekat Di Hati.


Menyebut nama Pulau Seribu pikiranku langsung melayang jauh ke belakang. Teringat 22 tahun yang lalu dengan seorang kakak kelas yang bernama Susi, kebetulan satu kamar denganku di sebuah asrama sekolah. Saat itu kulihat dia sedang mempersiapkan beberapa potong pakaian yang dimasukkan ke dalam tas ranselnya. Kami semua memang akan liburan sekolah, akan kembali ke rumah masing-masing.
“Jangan lupa oleh-oleh manisan rumput laut ya, kak”, pintaku saat mendekatinya. Niatnya sih bercanda. Sambil tertawa dia menjawab dan mengajakku, “ Ayo Lia, kapan-kapan ikut ke rumah ya, nanti kakak ajak jalan-jalan ke pantai. Bawa deh tuh rumput laut, banyak. Nanti sekalian kita olah menjadi manisan.”
“Wow, mau dong. Hmm..Tapi jauh ya kak?”
“Enggak, naik speedboat saja dari Ancol. Cepat kok, tidak sampai seharian. Pemandangannya bagus lho. Pasirnya putih, lautnya bening, pokoknya Lia akan betah di sana. Masih sepi, masih sedikit penduduknya,” ujarnya.
Mataku membelalak, pikiran melayang kesana kemari memikirkan dan membayangkan bagaimana Pulau Seribu yang diungkapkan sejenak oleh kak Susi. Sampai di situ kenangan yang sangat berkesan darinya. Kebiasaan dia memberikanku manisan rumput laut memang membuat rindu. Aih, bagaimana kabarnya? Bagaimana pula kabar Pulau Seribu yang digambarkan olehnya? keinginan itu yang belum kesampaian hingga kini. Kasihan..

Tujuan Kepulauan Seribu sebagai Wisata Alternatif
Sebelum menikah, ternyata suamiku sudah pernah berkunjung ke Pulau Kelapa, salah satu pulau di Kepulauan Seribu. Dia menjelaskan panjang lebar, luar biasa indahnya. Saat itu belum termasuk salah satu tempat wisata yang ramai. Mau makan ikan segar? Bisa, asal mau berusaha menangkap saja tanpa harus beli. Lautnya berwarna biru bening sampai-sampai anak ikan pari berenang diantara terumbu karang pun bisa terlihat jelas tanpa batas. Rasanya tak perlu jauh-jauh ke Anyer, Pangandaran, Bali, Lombok, atau bahkan Raja Ampat, Bunaken, dan Bunaken jika ingin melihat keindahan pemandangan laut. Pergi saja ke kepulauan Seribu. Waktu 2-3 hari rasanya belum cukup untuk mememuaskan hasrat menikmati keindahannya. Ah, membayangkannya saja membuat hati bergelora. “Kapan-kapan ajak dong, mas,” rayuku. 
Menghapus rasa penasaran, aku sengaja membuka situs-situ web yang membicarakan tentang keindahan Kepulauan Seribu. Wow, ternyata banyak sekali penawaran dari berbagai penyedia pelayanan wisata khusus ke sana. Perlu diketahui bahwa Kepulauan Seribu adalah termasuk Kabupaten di wilayah Provinsi DKI Jakarta, terletak di sebelah Utara Jakarta. Sesuai Perda No.6 tahun 1999 tentang pembagian wilayah tertera pada Pasal 8  tentang Wilayah Pengembangan (WP) Utara terdiri atas WP Kepulauan Seribu (WP-KS), dengan kebijakan yang diarahkan untuk meningkatkan kegiatan pariwisata, kualitas kehidupan masyarakat nelayan melalui peningkatan budidaya laut dan pemanfaatan sumber daya perikanan dengan konservasi ekosistem terumbu karang dan hutan mangrove. 
Jika melihat peta, pantas saja di sebut Kepulauan Seribu, karena memiliki 106 pulau yang terbagi menjadi 2 kecamatan dengan 16 kelurahan, yaitu Kecamatan Kepulauan Seribu Utara (terdiri dari 81 pulau) dan Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan (terdiri dari 25 pulau). Mari kita lacak pulau-pulau yang menjadi favorit bagi pengunjung.





a. Pulau Harapan, Pulau penuh warna.
Panorama dan kekayaan alam di pulau ini menjadi harapan masyarakat sekitarnya. Sektor pariwisata, penangkaran penyu, produksi ikan asin, kerupuk ikan, manisan rumput laut, produksi khas pesisir, serta sentra pembuatan kapal tradisional dapat kita temui di pulau ini. Karakteristik budaya Betawi dan Banten sangat dominan. Demikian pula di Pulau Sabira, budaya Bugis begitu terasa.

b. Pulau Kelapa, Pulau Miniatur Indonesia.
Luas pulau ini mencapai 13,09 hektar dan dianggap sebagai miniatur Indonesia, karena jumlah penduduknya semakin bertambah dari berbagai pelosok seperti Betawi, Sumatra, Jawa, Madura, Kalimantan, Sulawesi, bahkan Papua. Sehingga sarana dan prasarana mulai dikembangkan oleh pemerintah kelurahan seperti sekolah, taman interaktif, dermaga penumpang, dan kantor kelurahan.

c. Pulau Panggang, miliki tempat bersejarah.
Pulau ini memiliki luas kurang lebih 9 hektar. Untuk dapat menuju pulau ini kita dapat menggunakan perahu atau kapal ojek dari dermaga Muara Angke. Di sini terdapat pengembangan rumah panggung sebagai upaya mengatasi kepadatan penduduk dan terdapat bangunan bersejarah yang perlu dilestarikan yaitu makam-makam para kerabat kesultanan Banten, bangunan kantor bekas asisten residen Duizen Eilanden dan Tanjung Cina. Sehingga pulau ini sering menjadi wisata religi.

d. Pulau Pari
 Pulau ini menjadi salah satu tujuan wisata karena pasir putihnya sangat menawan yang dikenal dengan nama pasir perawan. Menjadi tujuan para peneliti dari LIPI dan pelajar untuk mempelajari biota laut, budidaya rumput laut, dan area tanam bakau.
Pantai Pasir Perawan
e. Pulau Tidung
Pulau yang menjadi tempat wisata yang banyak diadakan pagelaran seperti Seni Budaya, lomba memancing, bersepeda dengan jalur-jalur yang menantang, bahkan banyak yang menggunakan Jembatan Cinta untuk mengadu nyali melompat setinggi 5-6 m langsung ke perairan pantai tanpa pengaman.  Jembatan ini menghubungkan antara Tidung besar dan Tidung kecil sepanjang 800m. Disini pula wisata diving, snorkling, dan budidaya mangrove.

Jembatan Cinta


f. Pulau lainnya, seperti Pulau Macan, Pulau Bidadari, Pulau Pramuka, Pulau Ayer, Pulau Pantara, Pulau Pelangi, Pulau Alam Kotok, Pulau Sepa, Pulau Bira.

Bisa Sampai ke Pulau Seribu
Untuk sampai ke pulau-pulau ini menurut sumber dapat dilalui menggunakan kapal kayu di pelabuhan Muara Angke pada jam 07.00 WIB, sedangkan KM Lumba-lumba dan kapal kerapu bisa didapati di pelabuhan Kali Adem atau melalui dermaga Marina Ancol menuju Pulau Bidadari. Untuk transportasi ini kita mengeluarkan kocek mulai Rp. 40.000.

Jika ingin dapat berwisata menggunakan penginapan mungkin kita harus menyediakan dana mulai Rp. 400.000 bahkan hingga kurang lebih sampai 3 jutaan. Silahkan pilih saja sesuai kantong kita. Tak perlu khawatir sekarang Pulau Seribu telah menerima sertifikat anti Malaria. Aih, jikalau saja bisa ke sana, apalagi jika bertemu Riyanni Jangkaru, puass. Pulau Seribu, We are coming.




sumber:
http://kanppekabseribu.com
http://wisatapulauseribu.co.id