April 12, 2013

HIDUP ITU BAGAIKAN KOPI (pahit, manis, terkadang asam)


Menyesap kopi panas maupun dingin sepertinya telah menjadi bagian hidupku. Kombinasi perpaduan rasanya memberikan kenyamanan di lidah. Aromanya wangi yang menyentak juga dapat menghilangkan kepeningan kepala ini. Walaupun sibuk seharian rasanya akan lebih berwarna jika ditemani dengan secangkir kopi.


HIDUP ITU TAK SEHITAM KOPI.
Sibuk dalam bisnis online dan rumah tangga tanpa adanya asisten membuatku harus berani menerima tantangan ini. Disela kesibukan tersebut tak pelak anak-anak juga butuh perhatianku. Berantakan di setiap sudut rumah menjadi pemandangan yang seru. Wuihh.. mirip perahu pecah, berkeping-keping. Tapi biarlah, bersama mereka adalah hal yang tidak boleh terlewatkan begitu saja. Tetap mendampingi masa keemasan tumbuh berkembangnya. Nah, ketika keduanya telah tertidur pulas, itulah waktu yang paling tepat meninggalkan mereka sejenak untuk mengisi kesibukanku yang lain.

Mata sulit terpejam dan kurang istirahat merupakan hal biasa. Jangan heran, sambil memasak maupun mencuci, aku pun siap melayani para konsumen. Menyela waktu meng-upload foto di internet, membalas berbagai sms juga telepon, membungkus barang, dan mengirimkan kepada jasa kurir. Pernah mendapat protes keras dari konsumen yang salah faham, wah, itu persoalan batin. Disangka lalai mengirim paket, padahal ada kendala di jasa pengiriman. “Mbak, gimana sih? Kok paket saya belum sampai?!!" serunya.

Kuperlakukan semua urusan tersebut dengan bijak, tanpa ikut terbawa emosi. Perlahan tapi pasti memberikan solusi. Sabar, menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Akhirnya pergi ke dapur untuk menghibur diri bahwa hidup itu tidak sehitam kopi yang kubuat. Jadi teringat fenomena maraknya White Coffe. Seperti menumpas pikiran bahwa kini kopi tidaklah lagi hitam, toh ada kopi putih. Begitu juga dengan kehidupan, kadang hitam, kadang putih.

Semua berlalu dan terus dijadikan pelajaran agar aku tetap bertahan di dunia bisnis kecil-kecilan ini. Demi menyokong perekonomian keluarga. Sebagai  ibu dan istri, aku seperti dikejar waktu untuk dapat menyelesaikan segala urusan tetek bengek yang tiada habisnya. Butuh istirahat, namun dienyahkan agar semua dapat diselesaikan dikit demi sedikit pada hari itu juga. Senang rasanya bisa membantu keuangan suami, meskipun aku tetap berada di rumah. Tetap semangat, terus merasa hebat, tak boleh kalah oleh pesimis, toh kopi manis selalu menemani, seperti candu yang merasuki.



ENJOY WITH KOPI DARAT.
Hei, hidup itu membosankan? Tentu tidak, justru menakjubkan!. Aku senang menulis. Segala keluh kesah dan rasa bahagia kutuangkan dalam goresan pena, secarik kertas menjadi tempat mengadu. Selain itu hobi membuat kue dan menghiasnya untuk kedua anakku menjadi hal yang mengasyikan. Melihat binar mata gembira mereka menyambut kue buatanku, meluruhkan kepenatan tubuh ini.

Tak ragu ikut segala kegiatan berbagai komunitas jejaring sosial, di dunia maya maupun bertemu muka, juga dapat membuka wawasan, menghilangkan stress, dan membuat kelapangan batin lho. Tahukah anda? ada beberapa komunitas yang hebat kuikuti, seperti Ibu-Ibu Doyan Nulis, Kumpulan Emak2 Blogger, Recomended Onlineshop, Ibu-Ibu Doyan Bisnis, dan lain-lain. Bukan hanya obrolan kosong, akan tetapi pengalaman suka duka dalam menulis, cara menembus media, tips dan trik agar tulisan kita memikat para juri, bahkan seluk beluk bisnis dapat kita petik di dalamnya. Menjadi sumber inspirasi.

Sengaja menyempatkan diri keluar rumah, jika ada acara-acara yang diselenggarakan oleh komunitas tersebut. Ingin bertemu dengan banyak teman baru, mendapatkan ilmu, mencurahkan asa dan bertukar pikiran secara langsung, itu tujuanku. Istilah kopi darat berlaku disini, karena saat semua pertemuan tersebut itu digelar, ada kopi panas yang selalu ditawarkan. Tersedia dengan tatanan cangkir yang rapi, memanggil untuk dinikmati.  Ah, tahu saja kegemaranku. Ternyata banyak juga lho teman yang senang ngopi. Jadi pantas saja ini disebutnya kopi darat, ketemu sambil mengobrol dan minum kopi.

Sampai kini aku menjalani hidup dengan santai. Setiap langkah dirasakan bagaikan menikmati lezatnya Caramel Macchiato Starbucks. Perpaduan dari kopi espresso dan krim vanilla, topping busa susu yang lembut, dihiasi saus karamel yang cantik, menambahkan kenikmatan yang tiada tara. Seninya minum kopi rasa manis, pahit, gurih, dan terkadang asam, berbaur bersama dalam lidah, mirip dalam kehidupan. Enjoy with coffe. Hilang kegundahan batin, tetap bahagia menjadi ibu dan istri di rumah. Bagaimana dengan anda? 

tulisanku ini pernah ada di FemaleCircle.com

10 komentar:

  1. secangkir kopi bisa menimbulkan sensasi tersendiri bagi para penikmatnya...selamat berlomba, salam sukses selalu :-)

    BalasHapus
  2. terimakasih sudah mampir, lombanya sudah selesai :).. iya seperti ketagihan ya

    BalasHapus
  3. I Like Cofee ..
    Salam kenal sob..!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih sudah berkunjung, salam kenal juga.. sekarang agak mengurangi kopi nih, takut berlarut-larut ketagihan

      Hapus
  4. Setuju sekali jika HIDUP ITU BAGAIKAN KOPI (pahit, manis, terkadang asam)
    Salam kenal ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga mbak Endah, terimakasih sudah mampir.. iya kalau difikir kadang hidup seperti kopi :)

      Hapus
  5. Istimewa, kunjungi blog saya juga bun
    irsyad-22.blogspot.com, tentang kopi juga nih

    BalasHapus
  6. artikel tentang kehidupan yang sangat bagus, saya suka sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih ya, sudah mampir :)

      Hapus

Hallo teman, terimakasih banyak sudah membaca dan berkunjung ke sini. Tinggalin jejak dong dengan komentarmu, seneng banget rasanya.

Eh iya, tapi mohon maaf, komentarnya tetap dimoderasi agar terhindar dari spammer. Jika ingin berdiskusi lebih lanjut, monggo hubungi saya via email di: bunda.shidqi@gmail.com