Langsung ke konten utama

Saat Anak Muntaber, Berikan Bakteri Baik!

ini cerita kejadian pada bulan September 2009, kenangan manis yang perlu disikapi dengan baik



Makan sedikit tiba-tiba muntah. Lalu dia berlari-lari terburu-buru membuka celana dan masuk ke WC. Brott.. mencret seperti bubur.
Itu yg dialami Shidqi anakku. Mulai terasa mual saat dia bilang kepada sang ayah: "Siqi mau untah."
Terpaksa mereka meninggalkan barisan jama'ah yg sedang mendengarkan ceramah usai sholat Idul adha. Dan dia pun muntah dikejauhan.

Mulai saat itulah, kejadian yang membuat kami ikut lemas melihat Shidqi bolak balik WC hanya untuk muntah & BAB, minum saja membuat dia muntah. Bila tak sempat, kasur jadi tempat pembuangan. Seprei selalu ganti, mesin cuci sibuk mencuci.

Makan tak mau, karena dia merasa akan muntah lagi. Rayuan kami berikan padanya. Dia hanya menjawab :
“Siqi mau bobo aja.”
“Bunda, Siqi mau imung air anget.”
Saya pilu melihat kesabaran & kepasrahannya. Apalagi jadi menyesal saat teringat saya sempat memarahinya dan membentak agar jangan muntah di kasur. Tapi subhaanallah, yang membuat kami bersemangat kembali, melihat sosoknya yang mulai ringkih tapi dia pandai (Allah SWT lah yang mengajari dia).

Tahukah kawan? dia mengerti, dia meminta sholat dalam keadaan duduk. Anak usia 3 tahun, tapi mengerti bagaimana cara dia sholat dalam keadaan duduk. Kami terperangah. Bagaimana mungkin? 
Aah, sepertinya saat dia melihat saya tertatih-tatih dalam gerakan sujud. Lutut saya melendung tersiram air panas dan selama hampir sebulan saya melakukan sholat fardhu, sunnah, dan tarawih dalam keadaan duduk. Tapi inilah hikmahnya, kami jadi terharu, tanpa diajari ternyata anak langsung belajar dengan melihat contoh.

Masya Allah, ini bukti kekuasaan Allah.
Dalam Q.S Al 'Alaq: 5 Allah SWT berfirman "Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."
Ini hari keenam dia masih menderita, kami pun tak henti-hentinya berusaha. Tetap memberikan makanan lunak & air putih serta minuman pengganti ion tubuh. Saya tak ingin membawanya ke dokter. Kenapa? tega? aahh..lebih tega jika memberi dia obat antibiotik & macamnya itu. Alasanya sejak kecil dia sudah terlalu sering diberi obat-obatan, karena memang dia sering sakit. Apalagi BABnya tidak ada indikasi darah, sehingga tak perlu obat antibiotik pencegah infeksi. Mungkin ini hanya gejala syndrom pergantian cuaca yang tak menentu.  

Dan pernah saya baca di salah satu buku panduan, jika anak mengalami muntah & mencret itu merupakan aksi tubuh menolak kuman dan racun dalam tubuh, dan dikeluarkan melalui muntah ataupun mencret.
Saya pasrah, sabar dan berusaha tenang, hanya Allah SWT yang akan menyembuhkannya. Tetap memperlakukan Shidqi dengan baik.

Tak diduga, petunjuk pun datang. Awalnya ada keinginan hati menelepon teman lama, Dina namanya. Dia seorang dokter. Padahal saya hanya ingin menyampaikan ada reuni untuk angkatan kami. Ternyata dia menanyakan kabar Shidqi. Tahu keadaan Shidqi sekarang, dia menyarankan untuk memberi Lacto-B, dijual bebas di apotik.

Aduh.. tak terpikir sama sekali, kenapa tidak memberi dia pengobatan alami? dengan memberi bakteri baik untuk melawan bakteri jahat di saluran pencernaannya. Bakteri Lactobasillus. Biasanya terdapat dalam produk youghurt, keju & Yakult. Baca aja di sini.

Bergegas kami belikan Lacto-B. Sekalian Imboost sebagai penambah kekebalan tubuhnya. Saya juga menduga dalam kedua produk tersebut mengandung salah satu mineral yaitu Zink.

Alhamdulillaah. Ternyata sedikit ada perubahan. Muntah & mencretnya seperti di rem. MAMPET!!! dan sudah mau makan. Dan Shidqi sudah bisa bernyanyi lagi dan tertawa-tawa. Subhanallaah.
Lucunya lagi, "Shidqi sholatnya berdiri ya, udah sehat? udah gak lemes?", tanyaku.  
"Iya udah cehat, gak emes lagi".
Terimakasih kawan, terimakasih ya Allah.





Komentar

  1. Hiks.. ikutan terharu, bunda... Tapi emang bener, anak kadang malah mengajarkan orangtuanya. Kebiasaan Aira, kalau sudah tiba waktunya sholat, ia langsung melakukan gerakan sholat sebisanya dia di depan kami, orangtuanya. Hehehe... Soalnya terkadang kami masih asik dengan aktifitas project sampai-sampai sholat tidak tepat waktu. Padahal biasanya kami yang selalu mengajaknya sholat saat adzan sudah terdengar. Hehehe, dia malah jadi reminder kami sampai sekarang. Jadi malu... Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, dede Aira pinter ihhh..Insyaallah menjadi anak yang cantik dan sholehah

      iya mbak, itulah kepolosan jiwa anak-anak yg masih suci, Selma juga suka berisik kalo dah denger azan, manggil ayahnya.. "ayah, ahan, ahan (red.azan)!!"

      Hapus
  2. Terharu saya bacanya Mak saat Shidqi sholat duduk. Waktu itu umur 3 tahun yah. Subhanallah...

    Salam sayang buat shidqi dan dedek Selma :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, anaknya sering sakit2an, tapi subhanallah, adeeem, anaknya gampang diarahkan.. Makasih ya mbak Ainie #eh bener gak manggilnya? ^_^

      Hapus
  3. terima kasih ya mbak atas infonya,kemarin anakku yg kecil (1th) kena disentri. Tinjanya berlendir dan berwarna hijau.Kasian banget melihatnya:(

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 mbak Chris, semoga bermanfaat, saya juga sempat panik, tapi akhirnya jadi pengalaman, untuk selalu bijak memberikan obat alami.

      Semoga dede lekas sembuh yaa..jika belum ada perubahan hendaknya konsultasi dokter ya mbak, dan selalu berikan cairan berupa air putih dan sop agar tidak dehidrasi

      Hapus
  4. Aduh bun....sekarang dede (2thn) muntah dr td pgi...BABnya br sekali sich...tp td muntah bnyk lngsng kluar BAB dkit....pdhl br sembuh dr diare...skrng sedih lg liat dede ky gini...mdh2an info dr bunda bisa mnyembuhkan dede aaammmmiiinnnn.....

    BalasHapus
  5. ini pertolongan pertama sebenernya mbak, asal anaknya mau minum, mudah2n tdk sampai dehidrasi. Jika sakit berlanjut hubungi dokter ya mbak, get well soon dedek hebat :)

    BalasHapus
  6. Masya Allah ukhti..bnr2 sharing yang manfaat.
    Saat ini si bungsu saya juga lagi kena sakit yang sama.
    Bnr2 remuk hati pas liat dia bolak balik ke kmr mndi utk pup yang keluar seperti bubur itu.
    Mana biasanya dia lincah dan doyan maem plus ngemil itu jadi lemes dan ga nafsu makan.
    Sependapat saya dengan ukhti soal dokter dan obat.
    Ya walaupun sudah sempat ke dokter yang kebetulan tetangga, beliau jg menyarankan utk dikasih lacto B dan menjauhkan antibiotik krn jstru makin mmprlambat penymbuhan.
    Doakan ya ukhti si bungsu cepat pulih sperti sedia kala..aamiin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih mbak, semoga si kecil lekas sembuh yaa, perbanyak minum air putih juga agar tdk dehidrasi, terimakasih sudah mampir :)

      Hapus
    2. Mba lia, si adek shidiq sembuh dri muntaber setelah bbrpa hari minum lacto-b ?? Makasi yaa infonya ^^

      Hapus
    3. kayanya 2 hari kemudian stop dan sehat mbak, tidak lupa juga saya beri minuman gula garam sih, supaya gak dehidrasi

      Hapus
  7. Kl utk anak usia 7 bln bs konsumsi lacto B jg ya?anak saya skrang ini terserang muntaber

    BalasHapus
    Balasan
    1. lactoB sifatnya utk pertolongan pertama, aman utk anak-anak

      Hapus
  8. bunda kalo untuk orang dewasa usia 21th mempan gak ya kira* lacto-B nya?

    BalasHapus
  9. pake norit atau diamampet udah belum? mudah2an bisa, ditambah aja dosisnya. Komposisinya hanya vitamin mineral dan bakteri baik aja kok.. kalau sudah terjadi dehidrasi segera ke RS

    BalasHapus
  10. Terima kasih infonya.salam buat sidiq moga jdii anak soleh

    BalasHapus
  11. thanks buat infonya gan,, sangat bermanfaat sekali..

    BalasHapus

Poskan Komentar

Hallo teman, terimakasih banyak yaa. Dengan senang hati saya persilahkan tulisan ini dikomentari, agar silaturahim terjalin dan saling memberi dukungan dengan baik.

Tapi mohon maaf ya, komentar tetap dimoderasi agar terhindar dari spammer. Jika ingin berdiskusi lebih lanjut, monggo hubungi saya via email di: bunda.shidqi@gmail.com

Pos populer dari blog ini

Terapi Uap di Rumah Saja

Shidqi itu anak yang paling sering terserang penyakit. Kadang batuk, muntaber, pilek, lama-lama sesak nafas, dahaknya terdengar becek namun sulit keluar, akhirnya keluar dengan sering disertai muntah. Sebalnya jika ini bersamaan ketika dia sedang makan. Setiap makan, batuk, lalu muntah. Sedih dan gregetan melihat badannya makin kurus saja, nafasnya juga tersengal-sengal diiringi demam. 
Sudah tiga hari Shidqi demam tinggi, batuk, pilek berat, dan keliatan sesak nafas. Perut, dada, lehernya kembang kempis, terlihat cekung dalam dan naik turun. Tak tega lihatnya.
"Anak ibu terkena asma", jawab seorang dokter ketika kami membawa Shidqi berobat ke dokter anak.
Ahhh, semudah itukah anakku dibilang asma?
Kaget, bingung, dan penasaran. "Kan cuma batuk pilek, dok. Kayanya gak ada keturunan asma deh", sanggahku.
"Asma bisa jadi karena alergi debu, dingin, dan kuman", kata dokter sambil menuliskan surat rujukan pada secarik kertas dan memberikannya kepada suster. "…

Mari Belanja di Koperasi Pabrik Khong Guan

Jika anda pernah tinggal di kawasan Cibubur-Ciracas Jakarta Timur, pasti tahu kan pabrik Khong Guan yang bertempat di jalan Raya Bogor km.26, posisinya persis di samping swalayan Naga. Di halaman depan terpasang baliho berbentuk kaleng biskuit yang fenomenal.

Setiap melewatinya pada sore hari, pasti tercium aroma biskuit yang harum dan manis semerbak keluar dari sana. Pertanda biskuit sedang diproduksi. Cukup membuat kenyang walaupun perut masih keroncongan.

Seingatku, tahun 80-an dan aku belum bersekolah, pabrik itu sudah ada. Jika pulang kantor, Ayah sering membawa oleh-oleh berupa biskuit remahan di dalam kaleng besar, isinya banyak. Katanya beli di koperasi pabrik Khog Guan. Kenapa disebut remahan? karena di dalamnya terdapat aneka biskuit yang sudah patah, remuk, tidak layak bentuknya, dikumpulkan dan dijual kembali dengan harga cukup terjangkau.



Namanya anak-anak, meskipun bentuk biskuitnya jelek, tetapi tetap senang makan biskuit. Campuran antara remahan biskuit dan krimnya te…