Manfaat Jika Ayah Mandikan Anak

Berapa banyak para ayah yang bisa mengurus anak? Berapa banyak anak lelaki yang terlihat sering berjalan bersama ayahnya?

Sering kali yang kita lihat anak bersama ibu, anak bersama teman-teman, atau anak hanya sendirian. Ayah sibuk bekerja, lembur, bahkan jarang pulang.

Padahal anak juga membutuhkan sentuhan kasih dan sayang dari sosok ayah, bukan hanya dari seorang ibu. Coba deh baca kisah-kisah Nabi. Banyak contoh kalau peran ayah tuh juga penting untuk tumbuh kembang anak.

Antara lain, ayah Ibrahim mengiringi langkah Ismail, sosok kakek dan paman Rasulullah, Luqman seorang ayah yang bijaksana yang namanya tertera dalam Al-Quran, menghadirkan penerus yang luar biasa.

Nah, kali ini Zwitsal mempersembahkan kampanye yang bertemakan Suami dan ayah yang luar biasa. Acara ini digelar di Hotel DoubleTree by Hilton. Lokasinya persis di dekat pintu keluar stasiun Cikini.

Narasumbernya menghadirkan Irgi Ahmad Fahrezy sebagai moderator, dimulai dengan sambutan Rika Sandi, selaku Brand Manager Zwitsal. Rika yang masih muda dan cantik menyampaikan keinginan Zwitsal mendukung peran serta ayah ikut andil di rumah. 

Coba perhatikan deh, berapa banyak ayah yang bisa memandikan si kecil? Lagi-lagi ibu. Faktanya hanya 21% seorang bisa merawat si kecil.

Manfaat memandikan anak itu banyak, ada tahapan proses yang bisa dijadikan pendekatan antara ayah dan anak. Antara lain:
• Saat membuka baju,
• Mengangkatnya ke dalam bak berisi air,
• membasuh badan dan kepala bayi
• Mengeringkan badan dengan handuk
• Hingga memakaikan pakaiannya kembali.

Peran ayah di rumah ternyata dapat membantu mendukung dan memaksimalkan semua potensi yang ada pada perkembangan anak.

Menurut penelitian keterlibatan ayah dalam memandikan, menggendong, menimang, menyuapi, memijat si kecil akan menumbuhkan kedekatan emosional yang baik.

Membuat anak akan lebih percaya diri dalam bergaul, tumbuh dengan perkembangan emosional yang stabil, kemampuan sosial yang maksimal, sehingga menurunkan masalah di rumah, sekolah, maupun lingkungannya.

Praktisi Neurosains Terapan, ibu Anne Gracia juga mengatakan: Sesuai dengan teori Pyramid of Learning (Willoam & Schellenberger), kematangan sistem syaraf pusat dan perkembagan optimal 7 sistem sensorik menjadi dasar untuk mencapai perkembangan kognitif, gerak, dan fungsi sensor.

Adapun 7 Sistem Sensorik Anak harus distimulasi sedini mungkin melalui:

1. Stimulus Taktil: 
Berhubungan dengan indra peraba, biasanya dilakukan melalui sentuhan dan tekanan. Bisa melalui memijat lembut.

2. Stimulus Penciuman:
Berhubungan dengan aroma tubuh ayah maupun ibu. Ada tips unik, jangan pakai parfum di daerah depan tubuh, hal ini akan menyebabkan bayi tidak akan tenang. Pakailah di belakang leher, atau punggung, yang memungkinkan jauh dari endusan hidung si kecil.

3. Stimulus Visual
Berhubungan dengan cara melihat kegiatan dan kondisi ayah dan ibu sesering mungkin. Dalam hal ini saat ibu membimbing ayah memandikan si kecil, dia akan melihat betapa kerjasama dan kekompakan serta kesabaran dari kedua orangtuanya sedari kecil.

4. Stimulus Auditori
Membuka baju sambil bercakap-cakap bahkan bernyanyi akan memberikan efek pendengaran yang baik untuk si kecil.

5. Stimulus Pengecapan:
Hal ini dilakukan saat si kecil makan dan minum dan sering memasukkan apapun ke dalam mulut.

6. Stimulus Vestibular:
Rangsangan keseimbangan tubuh si kecil bisa dilakukan dengan ayunan, menimang, dan menggendong

7. Stimulus Propioseptif:
Stimulasi ini berhubungan dengan rangsangan pada persendian tubuh. Bisa dirangsang melalui pijatan di wilayah persendian, maupun gerak olahraga.


Pada kesempatan ini, Zwitsal hadir di dalam momen berharga bagi ayah dan ibu di setiap waktu dalam mengasuh si kecil. Terutama saat memandikan anak.

Semua tersebut dapat dilakukan oleh ayah bersama si kecil sejak lahir. Mulailah berani memandikan dan memakaikan baju si kecil dengan suasana ceria menggunakan Zwitsal Classic Series. Ada shampo, babybath, baby powder, baby lotion, baby cologne dan Baby Wipes (tisue basah).

Demikian pula Dian Sastro. Dian biasa berbagi kerjaan memandikan anak bersama dengan suaminya tanpa bantuan asisten. Tak disangka suaminya secara naluri memang langsung perhatian, dan anak-anak justru lebih menurut daripada sebelumnya. Lebih percaya diri dan terlihat aktif.

Nah, jika ayah ingin memandikan anak, cobalah dilakukan sejak bayi. Topang bagian belakang leher bayi dengan telapak dan 5 jari tangan kiri, dan kaitkan salah satu tangan bayi ke lengan ayah atau ibu agar dapat memberikan kemantapan dalam memandikan bayi baru lahir hingga tangan kanan anda bebas bergerak membersihkan tubuh bayi.



2 komentar:

  1. peran ayah dalam pola asuh sama pentingnya dengan peran ibu, ya

    BalasHapus