Kiat Mengatasi Mommy Burnout

Kiat Mengatasi Mommy Burnout

Pada Hari Ibu kemarin, berbagai status di media sosial ramai mengucapkan terimakasih dan doa untuk masing-masing ibu kesayangannya. Membaca itu membuatku tersenyum sinis. Yah, soalnya gak berlaku buatku, adanya cuma ibu mertua, tapi tetap saja malas ikut-ikutan membuat ucapan begitu, bakalan diketawain ibu kali.

"Hari Ibu, tapi kerjaan gak ada habisnya, gak ada yang bantu, capek seharian, gak bisa bobo nyenyak, percuma, mendingan sekalian transfer atau kirimin sembako", begitu gumamku. Gak tau sentimen sama siapa, apa karena gak dapet ucapan dari anak-anak? Entahlah, hari itu aku lagi uring-uringan aja, merasa serba salah.

Selepas sholat zuhur kurebahkan kepala ini di atas sajadah, istirahat sejenak, ditemani kucing kesayangan, biar pikiran ini bisa rileks. Kebetulan sore nanti aku mau mengikuti webinar. Temanya bagus, mengangkat kiat-kiat mengatasi Mommy Burnout dalam kampanye #SepenuhnyaUntukIbu.


Mengenal Mommy BurnOut


Kiat Mengatasi Mommy Burnout

Mulai pukul 16.00 WIB, aku duduk manis mendengarkan penjelasan narasumber
Psikolog Grace Eugenia Sameve, M.A, M.Psi mengenai Mommy Burnout. Apaan tuh? Yaitu kondisi seorang ibu yang kelelahan secara fisik dan mental karena gak bisa rileks, tertuntut kesempurnaan, menanggung beban tugas sebagai istri, ibu, dan pencari nafkah.

Tanda-tanda Mommy BurnOut adalah:
• Tubuh merasa sangat capek dan lemah
• Sering kesal karena tangan tak sampai, impian melayang jauh
• Merasa tak bahagia
• Muak menjadi orangtua
• Menjaga jarak pada anak
• Menyendiri tak mau diganggu
• Susah tidur

Aku langsung tertawa, "ya Allah ternyata aku sedang mengalaminya. Pantesan ngedumel aja seharian. Seminggu ini memang sedang mumet, sering pusing, mata merem tapi otak gak istirahat, kepikiran ini itu, segala rupa campur jadi satu. Pengennya udahan dulu, me time tanpa ada gangguan, tapi gak bisa.."

Wajar kah, apakah aku saja yang terlalu lebay? Enggak, gejala ini sudah menjadi perbincangan umum, banyak para ibu berkasus sama, kena Mommy Burnout.

Menurut ibu Grace, hal ini juga bisa dipengaruhi konten-konten di media sosial dengan aneka jenis pameran di dalamnya. Ada yang sukses berkarir, berbisnis, melanjutkan jenjang perguruan tinggi, tampilan cantik-cantik, nikmatnya jalan-jalan, makan di restoran, anak pinter-pinter, bisa main di sana di sini, dan sebagainya.

Sedangkan kita cuma ibu dasteran di rumah dengan segala tetek bengek, tak ada habisnya, hanya bisa menahan perasaan. Masih banyak kepengennya tapi gak bisa ninggalin atau nitipin anak, gak bisa bayar asisten rumah tangga buat beresin semua sudut rumah, terkendala kondisi hidup pas-pasan, jadinya kalut.

Bahkan dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, Dokter Spesialis Anak, Founder @tentanganakofficial, & Mom Influence juga punya pengalaman sama. Beliau mengatakan, “sebagai seorang ibu harus merasa kuat. Kadang sungkan meminta bantuan orang lain karena tidak mau merepotkan. Di sisi lain, aku juga ingin tetap beraktualisasi diri. Aku mengalami stres, kelelahan fisik dan emosi, tetapi aku sadar betul bahwa ibu yang bahagia penting bagi perkembangan anak".


Kiat Mengatasi Mommy BurnOut


Jika tidak diatasi, Mommy BurnOut bisa berbahaya mengganggu psikologi ibu, karena ini merupakan luka pada jiwa. Tetap harus diobati. Alangkah baiknya segera lakukan hal ini:

1. Relaksasi Bahagiakan Diri Dulu

• Menghibur diri, kamu pantas bahagia.
• Ambil nafas dalam-dalam lalu hembuskan dan ucapkan "Semua baik-baik saja, gak ada manusia yang sempurna".
• Lakukan peregangan dan yoga agar otot syarafmu lebih rileks.
• Mandi air hangat ditambah rebusan rempah-rempah
• Sesekali tonton film atau tayangan yang bisa memberikanmu semangat hidup
• Keluar rumah sekedar mencari udara segar
• Atau ngobrol sama kucing sambil memberinya makan


2. Bikin Kegiatan Sesuai Passion

• Lakukan hobi atau sesuatu sesuai passion bisa membuatmu menyingkirkan pikiran buruk
• Sibukkan diri belajar sesuatu yang baru
• Ikut kegiatan berkomunitas
• Cari penghasilan sendiri pakai media online menjadi ibu berdaya dari rumah
• Anak juga bisa diajak agar kita punya partner yang menyenangkan. Bisa belajar sambil bermain


3. Minta Support Suami dan Keluarga

Dokter Mesty mengatakan sebaiknya kita meminta support system dari suami dan keluarga terdekat. Uraikan apa yang kita rasakan dengan perkataan dan situasi yang baik agar beban tanggung jawab kita sedikit berkurang.


4. Ajak Anak-Anak Ikut Membantu

Ingat, kita bukan pembantu, tidak boleh sepenuhnya melayani rumah sendirian, anak-anak juga bisa diajarkan untuk ikut bekerja sama, misalkan membiasakan membereskan mainan, membawa piring kotor ke belakang, dan sebagainya agar mereka juga bisa mandiri.


5. Singkirkan Rasa Khawatir Berlebih

Rasa khawatir berlebihan membuat kita sering menjadi emosian. Terlebih kalau kepikiran gimana ya anak-anak besar nanti, apakah kita masih mampu mendampingi mereka mencapai kesuksesan. Enak banget anak-anak yang bisa sekolah tinggi, kursus ini itu, kerja di tempat bagus, apalah kami yang punya penghasilan pas-pasan.

Sama seperti saat kita melihat anak sering lari-larian, manjat, gak boleh ini itu, karena takut mereka luka. Padahal menurut dokter Mesty, anak-anak butuh bergerak untuk eksplorasi dan menyehatkan badan menunjang tumbuh kembang. Siapkan saja kotak P3K di rumah dan ajari cara penanganan luka pada anak juga anggota keluarga, jadi gak perlu terlalu parno. Orangtua juga harus kreatif bikin ide bermain di sekitar rumah agar lebih tenang mengawasi.


Penanganan Luka Agar Tidak Membekas di Kulit


Kiat Mengatasi Mommy Burnout

Oke, tadi kan kita sudah membahas luka dalam jiwa ibu ya. Nah, sekarang langsung aja kita bahas menangani luka di tubuh. Gimana caranya?

Jika ada luka kecil, cukup cuci dengan air mengalir atau semprot dengan cairan antiseptik Hansaplast, dan tutup dengan plester / kasa steril agar luka tidak terinfeksi. Jika luka tetap mengeluarkan darah berlebih segera hubungi dokter.

Setelah luka mulai mengering, kita bisa berikan Hansaplast Salep Luka yang mengandung petroleum jelly murni dan bahan tambahan seperti Panthenol dan Glycerin. Manfaatnya untuk memelihara, menenangkan kulit, mempercepat penyembuhan, dan membantu luka ringan sembuh 2x lebih cepat, bekas lukanya juga sedikit. Kami sudah membuktikannya lho, luka bekas jatuh di aspal bisa mulus lagi.

Para bunda juga bisa berikan Hansaplast Plester Bekas Luka yaitu plester transparan berperekat yang terbuat dari polyurethanem. Terbukti secara klinis membantu menyamarkan, mencerahkan dan menghaluskan tampilan bekas luka dalam 8 minggu pemakaian dimana hasil pertama dapat terlihat setelah 3-4 minggu pemakaian.

Hansaplast sudah dipercaya ahli dalam penyembuhan luka, pereda nyeri, dan foot care di seluruh dunia selama 100 tahun. Hansaplast tidak hanya menjadi brand plaster no.1 di Eropa Barat, namun juga di 17 negara di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Oiya, dalam hal ini, Hansaplast juga melakukan kampanye secara digital bertajuk “Satu Hari, Satu Kebaikan, Aku Sayang Ibu” yaitu kegiatan untuk mengajak para konsumen melakukan satu tindakan kebaikan untuk ibu setiap hari untuk menjukkan kasih sayang kepada seorang ibu di platform sosial media instagram. Untuk informasi lebih lengkap bisa mengunjungi instagram @hansaplast_id


15 komentar:

  1. Sering banget kejadian seperti ini, karena banyak pekerjaan dan yang diurus mommy jadi burnout. Suami, anak, rumah, belum diri sendiri sering bikin pusing dan kelimpungan sendiri. Mantep ini kiatnya bisa dicoba, terima kasih sharingnya!

    BalasHapus
  2. Saya sudah tidur nih tapi Alhamdulillah sih kalau sama anak gak pengen jauh. Semua ibu semoga bisa melalui masa masa itu dengan sebaiknya ya. Jangan sampai terjadi luka batin

    BalasHapus
  3. Keren. Memang segala jenis burnout harus segera diantisipasi dan tidak boleh dianggap remeh. Salut untuk pembicara dan jgua tentunya mbak Lia yang sudah menulis artikel daging ini.

    BalasHapus
  4. Kalau luka di luar, sudah pasti menggunakan Hansaplast sebagai andalan. Tapi kalau luka di dalam seperti burn out ini, harus segera ditemukan obatnya dan menyadari apa yang dibutuhka oleh jiwa kita agar bisa kembali fresh dan siap hadapi berbagai tantangan.

    Btw,
    Akupun kalau lagi burn our suka ngobrol sama kucing. Heheh, mereka tuh healing terbaik banget yaah...

    BalasHapus
  5. Huhuhu saya bangetttt
    saking "penuh"nya tugas ibu, sampai sakitpun gak bisa istirahat
    karena itu tepat banget kiat2nya Mbak Lia
    agar sebagai ibu, kita juga bisa menikmati hidup :D

    BalasHapus
  6. Duh bener banget biar Mommy ga burnout mesti bahagiakan diri, kalau aku ya nonton serial kesayangan sambil rebahan, biarin aja dulu rumah berantakan hihihi.
    btw, pas bener ini di rumah selalu sedia Hansaplast untuk perawatan luka.

    BalasHapus
  7. Sepertinya, kondisi seperti ini juga dialami para ayah, Mbak. Termasuk saya. kadang merasa, kok saya gini-gini aja, sementara orang lain atau teman lain jauh lebih sukses dan berada.
    Tapi kemudian saya menemukan solusinya, yaitu berdamai dengan diri sendiri, dan banyak bersyukur. Kemudian itu, melakukan hal-hal yang menyenang. Kalau saya suka naik sepeda, nonton film animasi, termasuk membaca buku.

    BalasHapus
  8. MasyaAllah aku banget mba , apa-apa serba nggak enak banget new mom tinggal di mertua dan beliau ikut andil huhuhu ... makasih kiat2nya ya mba aku jadi lebih rileks ini

    BalasHapus
  9. Urusan Burnout ini masih bisa diatasi ya.
    Perlu dukungan keluarga juga agar dapat lingkungan yg positif dan jangan lupa bahagiakan diri juga.

    BalasHapus
  10. Ah iya bener kayanya saya juga pernah ngalamin bornout begini, bawaannya emosi banget. Lelah sekali. Butuh me time juga sesekali. Me time yang sederhana kadang bisa jadi moodbooster bagi saya

    BalasHapus
  11. Aku dulu sebelum bercerai sering merasa begitu Mom, gara-garanya ya suami yang tidak bisa diandalkan dalam hal support moril, walau uang nggak pernah kekurangan. Alhamdulillah malah dia yang buat salah, berselingkuh, aku minta pisah, ternyata sekarang jauh lebih bahagia daripada dulu walau kehilangan nafkah rutin. Kadang lingkungan yang toxic juga bisa menjadi penyebabnya, Mom, berdasarkan pengalamanku.

    BalasHapus
  12. Kegiatan mom emang gak ada habisnya ya, makanya aq juga membiasakan diri merelaksasi pikiran dan menanamkan self love dulu, jadi nanti kerjain apa2 jadi lebih enjoy

    BalasHapus
  13. Kesehatan mental seperti momy burn out perlu disimak dan direspon dengan beragam aktifitas rohani maupun refreshing

    BalasHapus
  14. Aduh jangan sampai ada luka jiwa ibu, jadi kalau ngerasa ada tanda-tanda burnout mesti segera cari obatnya ya, sejenak menyenangkan diri sendiri. Kalau luka fisik kayak lecet sih bisa langsung tempel plester hansaplast

    BalasHapus
  15. Aku dari kecil Ampe skr ini malah ga pernah ucapin selamat hari ibu atau ayah mba 😅. Anak2 juga ga aku ajarin sih, ntahlaah, canggung aja ngucapin begitu. Atau Nerima ucapan itu. Jadi memang aku anggan hati2 biasa.

    Burnout masalah banyak orang sih Yaa, tapi memang solusinya ya harus dari diri sendiri dulu. Bikin diri kita happy, spare waktu buat me time, ngelakuin apa yg di suka. Support dari orang terdekat pun penting. Kadang justru pasangan yg ga mau ngerti kalo istrinya sedang stress, dan malah menganggab dia hanya males. Yg kayak gini niiih bikin istri makin burnout 😣

    BalasHapus

Untuk mencegah spam, yuk gunakan akun google untuk berkomentar. Jika ada pertanyaan khusus, silahkan kirim email ke: info.narasilia@gmail.com. Thank you so much ❤