11/23/2017

Diabetes Saat Hamil, Mungkinkah?


Setiap manusia harapannya selalu ingin sehat dan bahagia. Tapi bagaimana jika terserang penyakit, seperti kencing manis atau diabetes. Semua orang bisa saja terkena penyakit tidak menular ini, termasuk pada ibu hamil.

Kencing manis pada ibu hamil disebut Diabetes Mellitus Gestasional (DMG). Penyebabnya bisa karena pengaruh hormon, pola makan, kegemukan, atau memang sudah diderita sebelum hamil.

Diabetes Saat Hamil, Mungkinkah?


Resikonya cukup mengejutkan, nanti dirasakan saat persalinan. Sang ibu akan mengalami preeklampsia, hipertensi, pecah pembuluh darah, hilang kesadaran, dan meninggal.

*Ya, Allah.. Ngeri amat.

Pengaruh diabetes juga bisa dirasakan pada sang bayi. Antara lain akan mengakibatkan:
  • Lahir prematur, 
  • Cacat fisik, karena pertumbuhan janin terhambat
  • Kelainan kongenital,
  • Berat badan lahir lebih dari 4 kg alias bayi raksasa,
  • Hipoglikemia, penurunan gula darah
  • Bayi kuning
  • Mengalami diabetes dini (tipe 1), pankreasnya tidak mampu memproduksi insulin dengan baik, akhirnya malah harus disuntik insulin seumur hidupnya.  

*Oh, nooo... Kasihan ya?! 😢


Dalam rangka memperingati World Diabetes Day 14 November, kemarin saya diundang untuk hadir pada acara Media Gathering di gedung Direktoral Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan RI, Jakarta.

*Hmm, jadi ingat pada 20 tahun yang lalu ketika saya duduk dibangku kuliah gizi (yiahaa, ketauan dah tua). 

Rasanya seperti kuliah lagi, mendengarkan penjelasan dosen, tapi kali ini dari dr. Farid Kurniawan, selaku divisi Endokrinologi dan Metabolisme Departemen Penyakit Dalam FKUI RS. Ciptomangunkusumo.



Beliau memaparkan fakta, bahwa diabetes dapat diderita oleh 1 dari 10 ibu hamil dan bisa menjadi penyebab kematian saat melahirkan, angkanya 3-4 x lebih banyak.

Ironisnya, para ibu hamil penderita diabetes tidak sadar akan hal ini, menganggap sehat dan normal saja.

Mereka gak sadar karena gejalanya sangat mirip dengan kebiasaan ibu hamil pada umumnya. Seperti:
- sering lapar,
- sering haus,
- sering kebelet pipis,
- ada rasa mual,
- mudah lelah,
- dan kesemutan.

"Ah, ini mah emang biasa kalau lagi hamil", begitu pikirnya.

Lalu asyik melahap segala makanan tanpa terkontrol. Tergiur lihat kue, roti, donat, nasi rames, ayam goreng, rendang, gulai, bakso.

Alasannya ngidam.. *modus itu mah, wkwk.

Minum teh manis dingin, minum syrup dingin, es krim, susu kocok, minum jus alpukat campur susu kental manis coklat, untuk menghilangkan haus dan lapar.

Alasannya si dede yang minta.. *modus lagi, hehe.


pola makan yang sembarangan bisa membuat kadar gula darah akan semakin naik


Aduh, padahal pola makan yang sembarangan bisa membuat kadar gula darah akan semakin naik, lho.

Gula darah naik, cepat membuat lapar dan haus, lalu kembali mencari makanan dan minuman lagi.

Begitu lagi.. begitu lagi.. seterusnya..

Bisa-bisa malah menambah efek lain seperti obesitas dan hipertensi. Begitu mulai memasuki masa melahirkan, kita tak sempat lagi mengatasi semua.

*Hhh, jangan sampailah mengalami resiko yang tidak diinginkan.



Diabetes Jadi Beban Keluarga dan Pemerintah 


Well, penyakit diabetes masih terus menjadi perhatian penuh oleh pemerintah, karena bisa menambah beban:

  • Beban penderitanya, berakibat fatal pada kesehatan ibu maupun janin yang dikandung, bahkan jadi penyebab kematian ke 9 di dunia.
  • Beban Keluarga, karena cukup menyita waktu, tidak produktif, menghabiskan uang untuk berobat.
  • Beban Pemerintah, karena pembiayaan pengobatan diabetes mellitus juga menjadi salah satu beban yang harus dikeluarkan, nilainya fantastis, trilyunan.

Begitu yang diungkapkan Direktur Jenderal P2PTM Kemenkes RI, bapak Dr. Subuh, MPPM.


Diabetes Saat Hamil, Mungkinkah?



Perlu adanya upaya dari segala sektor untuk mencapai target "menekan angka kematian", hingga tahun 2030. Supaya beban-beban tersebut bisa dihilangkan.

Diabetes Saat Hamil, Mungkinkah?


Beberapa instansi harus ikut serta dalam strategi aksi pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular. Posbindu (pos pembinaan terpadu) juga disebar ke penjuru pelosok desa, sebagai penyuluh dan mencegah bertambahnya orang sakit.


Pencegahan dan Pengendalian Diabetes Gestasional


Untuk pencegahan dan pengendalian terhadap diabetes gestasional ini, para ibu diabetes juga harus berperan, bantu untuk dirinya sendiri.

Lakukan hal-hal berikut :


1. Cek Darah Berkala

Mintalah rujukan pada dokter kandungan atau dokter Spesialis Penyakit Dalam untuk diperiksakan pada laboratorium.

Cek darah secara berkala sebelum dan saat hamil, agar bisa dideteksi sedini mungkin.

Persiapannya ibu hamil harus berpuasa selama 8-12 jam atau minimal tidak makan setelah 2 jam.

Diabetes Saat Hamil, Mungkinkah?

Jika hasilnya lebih dari 126 mg/dl (darah puasa) atau lebih dari 200 mg/dl (darah sewaktu) maka positif dinyatakan terkena Diabetes Gestasional.


2. Aktifitas Fisik

Sebaiknya lakukan olahraga minimal selama 150 menit / minggu. Jalan pagi sambil berzikir adalah resep sehat ibu dr. Soemaryati Aryoso, penderita diabetes Gestasional sejak 20 tahun lalu.

Diabetes Saat Hamil, Mungkinkah?
dr. Farid, dr. Subuh, dr.Soemaryati

Beliau diundang untuk menceritakan pengalamannya. Sekarang usianya genap 71 tahun tapi masih terlihat segar saja. Berzikir adalah terapi yang ampuh dalam mengelola stress.


3. Aturan Pola Makan

Sah - sah saja sih jika ibu hamil makan dan minum apa pun yang enak. Kalau ditahan- tahan, tidak makan, nanti malah akan kekurangan gizi, lebih bahaya.

Terpenting harus diatur..!

Kadar karbohidrat-protein-lemak dalam pola makan, harus diatur. Selain nasi, penderita diabetes bisa mengkonsumsi ubi, kentang, singkong, sebagai sumber karbohidrat.

Bahkan havermut/oatmeal sangat baik untuk diet kalori, karena dicerna cukup lama sehingga bisa menekan rasa lapar.

Gunakan rumus kebutuhan kalori:
35 kkal/kg x BBI = ....…

Berat Badan Imbang (BBI) :
(TB - 100) - 10% (TB - 100) = ......

Normalnya kebutuhan karbohidrat adalah 30-35% dari kalori total.

Biasanya hal ini akan diatur oleh ahli gizi. Berapa gram nasi,  lauk, sayur, buah yang dimakan dalam sehari oleh  pasien.

Ibu hamil DILARANG DIET KETOGENIK, karena akan mengakibatkan KETOSIS yaitu kondisi kelaparan akibat salah diet.


4. Kelola Berat Badan Ibu Hamil

Dilema ya jika seorang ibu hamil terkena diabetes. Gak boleh banyak konsumsi kalori, tapi kebutuhannya harus 2x lipat karena untuk janin juga.

Tidak boleh makan sembarangan. Agar berat badan tetap terjaga.

Normalnya kenaikan berat badan selama hamil adalah lebih dari 12-14 kg. Tetapi jika sudah gemuk sebelum hamil, sebaiknya kenaikan BB cukup 11 kg saja.


5. Terapi Obat dan Insulin

Dr. Soemaryati membuka rahasia sehat sampai sekarang meskipun diabetes, yaitu selalu menyuntikan insulin sebelum makan.

Jika perlu, ditambah obat minum berupa Metformin dan Sulfonilurea.

Diabetes Saat Hamil, Mungkinkah?


6. Disiplin

Jika seorang ibu hamil melakukan kelima hal diatas secara disiplin, kemungkinan komplikasi kehamilan bisa dicegah bahkan bisa sembuh setelah melahirkan.


***

Semoga tulisan ini bisa menjadi manfaat untuk penderita diabetes saat hamil ya, tetaplah selalu optimis dan disiplin agar semua berjalan dengan baik tanpa kendala apapun.

Diabetes Saat Hamil, Mungkinkah?
Saya dan blogger


Selamat beraktifitas...
Salam sehat...
Titip salam untuk dede bayi di sana ya...




20 komentar:

  1. Selain gula, memperhatikan makanan yang berkarbo juga penting ya, Mbak, sebab kadang sudah mengurangi gula, ee... ternyata karbonya berlebih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul mas, mesti seimbang supaya akibatnya gak fatal

      Hapus
  2. Tetap optimis ya Mbak. ALhamdulillah aku aman saja saat hamil

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, gak menyangka bahwa ibu hamil juga bisa kena diabetes

      Hapus
  3. wah, pasti sangat sakit seandainya itu terjadi. semoga kita dijauhkan dari penyakit ya bun. salam kenal ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan cuma sakit, tapi pasti gak karuan rasa karena biasanya cepat lemes

      Hapus
  4. pengetahuan yang wajib diketahui oleh para MAHMUD, agar ketika kelak sedang hamil dapat mengantisipasi diabetes lebih dini agar tidak terkena

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe iya ya, mamah muda harus tahu hal ini

      Hapus
  5. suka kecolongan nih bu mil menganggap hal yang biasa ternyata berbahaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul, seringkali diabaikan

      Hapus
  6. Wah, ternyata sangat berbahaya sekali kalau wanita hamil punya penyakit diabetes. Ini bisa jadi pengetahuan saya mbak buat calon istri saya nanti

    Salam kenal mbak, ini kunjungan perdana saya di blog ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga ya :)
      Iya mencegah lebih baik karena kita sudah tahu dan antisipasi, wah beruntung sekali nanti istrinya mas, hehe

      Hapus
  7. Repot juga ya kalau ibu hamil kena dibaetes resikonya itu loh...jadi memang sebaiknya sebelum merencanakan hamil cek gula darah dulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mas, harus cek gula darah, tapi sayangnya seringkali hanya tes HB, sedangkan cek gula darahnya sangat jarang diperiksa

      Hapus
  8. Makasih sharingnya mba semoga tulisan ini bermanfaat bagi orang yang membacanya.

    BalasHapus
  9. Salam kenal ya Bunda, maaf baru balik berkunjung kesini.
    Ternyata Ibu Hamil juga bisa terkena Diabetes yah. saya kira Penyakit Diabetes itu karena keturunan dan pola makan yang kurang baik.
    Tapi memang bener sih, kalau alasannya ngidam bisa bingung juga ya Bund, diturutin salah, nggak diturutin nanti kena marah hahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bisa jadi diabetes memang sebelumnya sudah ada gejala tapi diabaikan. Hehe kalau saya ngidam gak neko-neko sih, masih gampang dicari, jadi jarang marah ke suami, eaaa

      Hapus
  10. Ini perlu banget nih, para calon ibu tahu, atau yang sudah menikah juga bisa..
    Haha.. ngidam jg modus ya :D
    Kalau ngidamnya udah yang susah nan langka gmana tuh.. he

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha para calon ayah juga harus tahu, biar gak sembarangan juga beliin makanan yg diminta istri dengan alasan ngidam

      Hapus

Hallo teman, terimakasih banyak sudah membaca dan berkunjung ke sini. Tinggalin jejak dong dengan komentarmu, seneng banget rasanya.

Eh iya, tapi mohon maaf, komentarnya tetap dimoderasi agar terhindar dari spammer. Jika ingin berdiskusi lebih lanjut, monggo hubungi saya via email di: bunda.shidqi@gmail.com

Author

Foto saya

Supermom, blogger, publisher, pengelola onlineshop, lulusan bidang nutrisi, mencintai kehidupan sederhana dan harmonis, suka naik kereta, makan rujak, dan penikmat musik klasik. Contact Person: bunda.shidqi@gmail.com

Pengikut