Cara Mudah Membuat Kue Laba-Laba

"Tek..tek..tek!", suara kaca gerobak kue cubit dipukul si abang.
Berhenti di depan rumah. Anak-anak berkerumun membeli. Wuih, pada jajan. Saya perhatikan mereka bukan membeli kue cubitnya, tapi versi kue lainnya yaitu kue laba-laba.

"Bang, bang, beli kue laba-labanya". Riuh rendah suara anak-anak berebut membeli minta dilayani duluan.

Kue laba-laba itu sebenarnya menggunakan adonan kue cubit juga, tapi adonannya lebih encer dan dicetak menggunakan botol yang tutupnya dilubangi. Tangan si abang bergerak-gerak ke sana kemari (tentunya masih di atas wajan) membentuk adonan cair menyerupai sarang laba-laba.

http://lialathifa.blogspot.com/2016/01/cara-mudah-membuat-kue-laba-laba.html
jaring-jaring mirip sarang laba-laba gitu deh

Karena itulah anak-anak menyebutnya kue laba-laba. Enak sih, gurih, manis, kriuk renyah. Selempeng kue laba-laba tipis dan kecil dihargai seribu rupiah. Saya lihat anak-anak cepat sekali melahapnya, tapi aduh, kertas koran pelapis kuenya itu lho, dibuang sembarang. "Hei, hei, anak-anak, ayo ambil sampahnya, buang di tempatnya ya, tuh di sana!".


Morinaga MI PlayPlan Solusi Stimulasi Anak Cerdas


http://lialathifa.blogspot.com/2016/01/morinaga-mi-playplan-solusi-stimulasi.html
“Assalamu’alaikum!”, ucap Selma sambil membuka pintu dan berlari menuju dapur, mengambil segelas air putih, dan menenggaknya terburu-buru.
“Wa’alaikumsalam, uuh, pelan-pelan minumnya, jangan lupa baca do’a. Dari mana sih, anak cerdas, sampai haus gitu?”, tanya saya sambil memasukkan wortel ke dalam panci, membuat sup.
“Dari lapangan, main sepeda sama Dindin dan Zico. Selma udah bisa sepeda yang besal (besar) punya Zico, seluuu (seru) deh. Bunda sih gak liat”, jawabnya sambil terengah-engah dan protesnya terlihat sekali di wajahnya.
“Ooyaa, keren dong.”
“Iya lah, enak naik sepeda yang besal, gak pegel. Selma mau main lagi ya”, jawabnya berbalik badan hendak meninggalkan saya.
“Eh, sudah ah, jam berapa nih? Sebentar lagi zuhur. Lagian kamu baru pulang sekolah, langsung main. Tuh, sudah mulai panas, gak bagus buat kesehatan Selma.”
“Yaaah, bunda. Jadi Selma main apaa? Bosen di rumah gak ada teman, gak bisa main apa-apa”, ujarnya lesu. Kecewa.

Mari Belanja di Koperasi Pabrik Khong Guan

Jika anda pernah tinggal di kawasan Cibubur-Ciracas Jakarta Timur, pasti tahu kan pabrik Khong Guan yang bertempat di jalan Raya Bogor km.26, posisinya persis di samping swalayan Naga. Di halaman depan terpasang baliho berbentuk kaleng biskuit yang fenomenal.

Setiap melewatinya pada sore hari, pasti tercium aroma biskuit yang harum dan manis semerbak keluar dari sana. Pertanda biskuit sedang diproduksi. Cukup membuat kenyang walaupun perut masih keroncongan.

Seingatku, tahun 80-an dan aku belum bersekolah, pabrik itu sudah ada. Jika pulang kantor, Ayah sering membawa oleh-oleh berupa biskuit remahan di dalam kaleng besar, isinya banyak. Katanya beli di koperasi pabrik Khog Guan. Kenapa disebut remahan? karena di dalamnya terdapat aneka biskuit yang sudah patah, remuk, tidak layak bentuknya, dikumpulkan dan dijual kembali dengan harga cukup terjangkau.

http://lialathifa.blogspot.com/2016/01/mari-belanja-di-koperasi-pabrik-khong.html


Namanya anak-anak, meskipun bentuk biskuitnya jelek, tetapi tetap senang makan biskuit. Campuran antara remahan biskuit dan krimnya tetap enak dimakan. Apalagi jika dimasukkan ke dalam plastik dan ditumbuk. Cara makannya dengan menengadahkan kepala ke atas dan mulut menganga selebar-lebarnya. Rasanya memberikan sensasi tersendiri.

Sekitar mulut belepotan terkena bubuk biskuit, sedangkan lidah terus mengemut. Jika mulut penuh, bicara pun sulit karena akan menyemburkan bubuk biskuit itu. Blurp.. blurp.. Ah, jadi ingat masa itu, nostalgia yang membuat kangen.

Bicara soal koperasi Khong Guan, ternyata bukan hanya ada di Jalan Raya Bogor saja. Tetapi ada juga di daerah Cibinong, kabupaten Bogor. Kalau tidak salah di wilayah Rungkut, Surabaya juga ada. Yang saya tahu, tempat ini akan selalu ramai didatangi para pembeli eceran maupun borongan, apalagi musim menjelang hari Raya.

Harga yang ditawarkan memang sedikit murah dibanding toko-toko lainnya. Tak heran jika banyak yang rela antri untuk mendapatkan pilihan biskuit yang diinginkan. Bahkan sepanjang trotoar di sekitar pabrik akan terlihat para penjual dadakan yang beratapkan terpal, menjajakan aneka biskuit untuk memberikan solusi praktis bagi para pembeli eceran yang tak tahan antri.


Mari Belanja di Koperasi Khong Guan

Kali itu saya mencoba mampir ke salah satu koperasi Khong Guan di daerah Cibinong. Lokasinya dekat dengan ITC Cibinong yang bisa menembus ke arah Pemakaman Ciri Mekar. Saat itu saya sengaja melewatinya setelah berobat di Rumah Sakit Sentra Medika. Beruntung, lokasi sudah tergolong sepi, mungkin karena waktu menunjukkan pukul 14.30 WIB, sebentar lagi koperasi akan tutup. Kalau pun penuh, pasti saya akan mundur perlahan, gak kuat bejibun.

Mereka melayani pembeli setiap hari Senin hingga Jum'at mulai pukul 08.00 - 15.00 WIB, Sabtu pada pukul 08.00 - 13.00 WIB, sedangkan hari Minggu/Tanggal Merah mereka libur. Ada tata tertib yang harus kita fahami, semua harus teratur mulai dari pemilihan biskuit, bayar, dan antri dipanggil kembali bersama pesanan.


Berikut caranya:

1. Ambil kertas kecil yang disediakan. Lalu pilih biskuit yang anda inginkan, di situ sudah tersedia harga pada masing-masing kue. Ada nissin, wafer, Genji, Togo, Superco, Combocheez, dan macam-macam lainnya. Anda tinggal tulis kode dan jumlah pesanan di dalam kertas.

http://lialathifa.blogspot.com/2016/01/mari-belanja-di-koperasi-pabrik-khong.html
pilih dan tulis

2. Serahkan kertas pesanan dan bayar di loket kasir, tunggu hingga anda ditanya namanya dan menerima struk pembayaran sebagai tanda bukti. Pastikan antri dengan tertib. Sudah ada tiang pembatas, biasanya masih saja ada yang malas antri, bahkan ada yang titip-titipan macam bayar di loket Puskesmas saja.

http://lialathifa.blogspot.com/2016/01/mari-belanja-di-koperasi-pabrik-khong.html
serahkan kertas dan bayar di loket ini.

3. Tunggu di kursi penantian, karena nama kita akan dipanggil. Jika sudah dipanggil, tunjukkan struk tanda pembayaran tadi untuk distempel bahwa pesanan sudah diterima. Kemudian semua pesanan akan diserahkan.

http://lialathifa.blogspot.com/2016/01/mari-belanja-di-koperasi-pabrik-khong.html
tempat penyerahan pesanan biskuit

http://lialathifa.blogspot.com/2016/01/mari-belanja-di-koperasi-pabrik-khong.html
lokasi menunggu dan beberes pesanan

Serunya melihat orang-orang yang berbenah membereskan posisi biskuit. Banyak sekali yang mereka beli. Sepertinya akan dijual kembali. Dapat untung Rp. 1000 - Rp. 2500 cukup membuat kantong kita terisi kembali jika jualan biskuit ini.

Anda tertarik?

Silahkan mampir ke lokasi:
Jakarta: Jl. Raya Bogor, km.26, Ciracas, Jakarta Timur (samping swalayan Naga)
Cibinong: Jl. H. Ashari no.35, dekat samping ITC Cibinong, Jawa Barat
Surabaya: Rungkut Surabaya



Follow Me by Email