Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan pos dari Januari, 2016

Cara Mudah Membuat Kue Laba-Laba

"Tek..tek..tek!", suara kaca gerobak kue cubit dipukul si abang. Berhenti di depan rumah. Anak-anak berkerumun membeli. Wuih, pada jajan. Saya perhatikan mereka bukan membeli kue cubitnya, tapi versi kue lainnya yaitu kue laba-laba.
"Bang, bang, beli kue laba-labanya". Riuh rendah suara anak-anak berebut membeli minta dilayani duluan.
Kue laba-laba itu sebenarnya menggunakan adonan kue cubit juga, tapi adonannya lebih encer dan dicetak menggunakan botol yang tutupnya dilubangi. Tangan si abang bergerak-gerak ke sana kemari (tentunya masih di atas wajan) membentuk adonan cair menyerupai sarang laba-laba.

Karena itulah anak-anak menyebutnya kue laba-laba. Enak sih, gurih, manis, kriuk renyah. Selempeng kue laba-laba tipis dan kecil dihargai seribu rupiah. Saya lihat anak-anak cepat sekali melahapnya, tapi aduh, kertas koran pelapis kuenya itu lho, dibuang sembarang. "Hei, hei, anak-anak, ayo ambil sampahnya, buang di tempatnya ya, tuh di sana!".

Morinaga MI PlayPlan Solusi Stimulasi Anak Cerdas

“Assalamu’alaikum!”, ucap Selma sambil membuka pintu dan berlari menuju dapur, mengambil segelas air putih, dan menenggaknya terburu-buru. “Wa’alaikumsalam, uuh, pelan-pelan minumnya, jangan lupa baca do’a. Dari mana sih, anak cerdas, sampai haus gitu?”, tanya saya sambil memasukkan wortel ke dalam panci, membuat sup.“Dari lapangan, main sepeda sama Dindin dan Zico. Selma udah bisa sepeda yang besal (besar) punya Zico, seluuu (seru) deh. Bunda sih gak liat”, jawabnya sambil terengah-engah dan protesnya terlihat sekali di wajahnya.“Ooyaa, keren dong.”“Iya lah, enak naik sepeda yang besal, gak pegel. Selma mau main lagi ya”, jawabnya berbalik badan hendak meninggalkan saya.“Eh, sudah ah, jam berapa nih? Sebentar lagi zuhur. Lagian kamu baru pulang sekolah, langsung main. Tuh, sudah mulai panas, gak bagus buat kesehatan Selma.”“Yaaah, bunda. Jadi Selma main apaa? Bosen di rumah gak ada teman, gak bisa main apa-apa”, ujarnya lesu. Kecewa.

Mari Belanja di Koperasi Pabrik Khong Guan

Jika anda pernah tinggal di kawasan Cibubur-Ciracas Jakarta Timur, pasti tahu kan pabrik Khong Guan yang bertempat di jalan Raya Bogor km.26, posisinya persis di samping swalayan Naga. Di halaman depan terpasang baliho berbentuk kaleng biskuit yang fenomenal.

Setiap melewatinya pada sore hari, pasti tercium aroma biskuit yang harum dan manis semerbak keluar dari sana. Pertanda biskuit sedang diproduksi. Cukup membuat kenyang walaupun perut masih keroncongan.

Seingatku, tahun 80-an dan aku belum bersekolah, pabrik itu sudah ada. Jika pulang kantor, Ayah sering membawa oleh-oleh berupa biskuit remahan di dalam kaleng besar, isinya banyak. Katanya beli di koperasi pabrik Khog Guan. Kenapa disebut remahan? karena di dalamnya terdapat aneka biskuit yang sudah patah, remuk, tidak layak bentuknya, dikumpulkan dan dijual kembali dengan harga cukup terjangkau.



Namanya anak-anak, meskipun bentuk biskuitnya jelek, tetapi tetap senang makan biskuit. Campuran antara remahan biskuit dan krimnya te…