Juni 18, 2016

Membentuk Anak Cerdas Dengan Main Bersama Ayah di #LactogrowHappyDate


Main bersama ayah bisa membentuk anak menjadi cerdas? Bagaimana bisa?

Pertanyaan tersebut pun dikaji oleh Nestle LACTOGROW untuk mencari tahu jawabannya, melalui kegiatan edukasi di arena bermain #LactogrowHappyDate With Legendaddy.


#LactogrowHappyDate With Legendaddy - Happy Winterland ini berlangsung mulai akhir Februari hingga akhir bulan Mei 2016. Bertempat di dalam mall yang tersebar di empat kota besar yaitu Jakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar.

Merupakan lanjutan kegiatan tahun lalu yang bertemakan suasana pantai, nah kali ini suasananya musim dingin dan bermain salju. Wiih, tak sabar ingin juga merasakannya. Anak-anak pasti suka.

Ide ini terlaksana setelah adanya hasil survey kepada para orangtua, sebanyak 53% responden menyatakan bahwa anak akan bahagia jika ada keterlibatan antara orangtua, ayah dan ibu, begitu penjelasan ibu Gusti Kattani MaulaniBrand Manager LACTOGROW.

Tujuan kegiatan ini dibuat sebagai wadah kebersamaan antara ayah, ibu, dan si kecil untuk membentuk kebahagiaan dan kecerdasannya. Anak-anak bisa bermain salju di sini, diantar dan ditemani oleh ayah.

Kegiatan ini didukung dengan beberapa sarana yang unik seperti arena bersalju, memberi makan hewan, memancing ikan, membuat snowman, serta konsultasi tumbuh kembang anak.

Di sini anak-anak bisa bereksplorasi, mengenal sesuatu yang baru. Ditemani orangtua, khususnya ayah.

Anak-anak kan jadi happy, bisa main bareng dengan ayah yang biasanya libur hanya di hari Sabtu dan Minggu. Kalau main sama bunda sudah hampir setiap hari, hehe...

Jadi, harapan selesainya acara ini adalah anak-anak bahagia, menjadi lebih cerdas dan dekat dengan ayah. Kegiatan bermain bersama ayah ini dapat dikenang indah oleh anak-anak di sepanjang hidupnya.


Bahagia Penentu Kecerdasan Dalam Segala Hal

Nestle LACTOGROW mempunyai misi mendukung kebahagiaan anak-anak dan keluarga Indonesia. Keluarga yang bahagia menjadi penentu karakter dan tumbuh kembang si kecil.

Kebahagiaan ini diharapkan  dapat membentuk generasi yang cerdas di masa depan.

Anak menjadi cerdas dalam segala hal:
- cerdas berakhlak,
- cerdas menghadapi masalah,
- cerdas dalam fikiran, perbuatan,
- cerdas spiritual.

Hal ini makin diperjelas oleh Psikolog Rini Hildayani, M.Si bahwa karakter dan tumbuh kembang anak menjadi cerdas dan optimal karena adanya keterlibatan yang seimbang antara ayah dan ibu dalam mengasuh dan mendidik.

Anak-anak terbina dalam pengasuhan yang sesuai dengan porsinya. Pengasuhan bukan saja dari ibu, tetapi ayah juga harus ikut serta berlibat. Ada figur ibu, ada figur ayah.

Ibu pun butuh dibantu. Pekerjaan di rumah kadang menguras tenaga dan fikiran, sehingga perhatian ke anak-anak pun tidak sepenuhnya dapat dilakukan.

Seperti yang saya rasakan, mengurus rumah dan ketiga anak sekaligus tanpa ada yang membantu itu rasanya agak kewalahan. Jika ayah ada di rumah, alhamdulillah rasanya agak ringan terbantu.

Seorang ayah sebaiknya juga harus peka akan kebutuhan buah hatinya, agar anak dapat merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya.

Apa akibatnya jika anak tidak bahagia?

Jika pendidikan dan pengasuhan hanya sebelah pihak, alhasil perkembangan jiwa, fikiran, dan mental anak-anak tidak seimbang, mereka tidak bahagia.

Waahh.. saya setuju buangett.

Saya punya contoh kasus anak dengan kondisi ayah ibunya yang tidak harmonis. Ayah yang super sibuk di luar rumah, ibunya yang cerewet dan pemarah karena lelah fisik juga mental.

Suasana seperti ini mempengaruhi emosi si anak. Dia tumbuh menjadi anak yang labil, pengecut, dan tidak percaya diri. Dia tidak bahagia, sempat menganggap seperti tidak punya orangtua.

Dia merasa kesepian, untuk jalan dan main bareng saja hampir tidak pernah, yang ada malah sering diomeli. Begini salah, begitu salah, katanya.

Akhirnya anak ini merasa bingung, selalu saja berulah yang kadang tidak dapat diterima logika kita, bahkan sering berlaku nekat. Karakternya jadi terlihat sangat menyebalkan.

Untuk merubah kelakuannya, harus dilakukan pelan-pelan, dirangkul kembali, dimunculkan rasa bahagianya bersama kehadiran orangtua.

Kalau sudah seperti ini, siapa yang mau disalahkan?


Manfaat Bermain Bersama Ayah

Seberapa dekat anda dengan ayah?
Seberapa lama kita berinteraksi dengan anak?

Jika ingat masa kecil dulu, saya maunya bisa selalu dekat dengan ayah. Ayah yang mau jalan-jalan dan main bareng. Ayah yang mau bercerita, mau dengarkan curhat, bahkan bisa menjadi tempat untuk memperlihatkan hasil karya yang telah saya buat.

Bukan ayah yang suka memukul, suka membentak, dan bukan ayah yang sibuk dengan koran, mesin ketik, atau sibuk dengan asap rokok dan burung.

Beruntung saya memiliki ayah yang mau peduli dengan keseharian anak-anaknya. Beliau suka menemani saya main. Senang rasanya.

Pada saat ayah dinas keluar kota, komunikasi tetap dilakukan meskipun hanya melalui surat yang dikirim oleh pak pos. Membaca tulisan Ayah menanyakan kabar kami di rumah itu rasanya bahagia.


Dengan perhatian ayah, saya merasa tenang, belajar pun jadi semangat, penuh konsentrasi. Alhamdulillah nilai raport juga selalu baik. *Narsis..

Nah, jadi jangan kira tak ada manfaatnya jika berinteraksi dan bermain dengan anak.

Apa saja manfaatnya?

- Anak akan mendapat pengalaman dan  kesan baik karena mendapat contoh dan figur penuh kasih sayang. Hal ini membentuk memory yang amat indah hingga dewasa.

- Perkembangan kognitif dan emosi sosial anak menjadi optimal karena ada pengaruh  besar dari hubungan ayah yang peduli.

- anak akan tumbuh lebih percaya diri, karena merasa aman dan nyaman, sehingga mudah menerima kondisi apapun dalam belajar. Susah senang ada ayah, ada ibu. Semoga menjadi lebih cerdas dalam menjalani hidupnya.


Choky Sitohang, seorang presenter, public figure, bintang iklan terkenal juga berbagi pengalamannya dalam mengasuh kedua buah hatinya.

Dia merasa tertantang, sebagai ayah yang sibuk tetapi juga harus menyeimbangkan antara waktu kumpul bersama keluarga dengan karirnya yang padat.

Jika memungkinkan, kedua anaknya dibawa ke lokasi syuting. Ketika sedang di luar kota, Choky selalu menyempatkan diri berkomunikasi dengan anak-anak dan istri melalui video call.

Prinsipnya, berkumpul dengan keluarga tak hanya secara kontak fisik tetapi komunikasi antar anggota keluarga harus tetap selalu terjalin, dimana dan kapan saja.

Untuk apa badan kita bisa berkumpul dengan keluarga, namun malah sibuk dengan gadget masing-masing.

Haha, benar juga ya...

Ditambahkan pula, bahwa bermain bersama anak itu tanpa harus biaya mahal dan tidak pula susah.

Contoh sederhana saja, punggung ayah yang kokoh dapat dijadikan "pelana kuda" yang dinaikkan anak-anak, bermain koboi. Anak-anak itu hanya butuh bounding. Pasti seru.

Atau jika ibu sedang sibuk memasak atau ayah membersihkan halaman rumah, ajak anak-anak menjadi asisten yang dipercaya untuk dapat membantu pekerjaan.

Mencuci mobil bersama atau sekedar mencabuti rumput itu sesuatu yang menyenangkan. Jangan khawatir dengan kotor, anggap saja sebagai tempat mereka belajar.

Oh, so wise...


Anak Cerdas Ada Ayah Yang Antusias.

Secara kasat mata, kedekatan anak biasanya lebih banyak kepada ibunya. Ibulah yang pertama kali menjadi tempat seorang anak hidup bertumbuh kembang. Sedangkan ayah bertugas mencari nafkah.

Jadi, apa mungkin setelah lelah bekerja, ayah masih bisa dibebankan mendidik dan mengasuh anak-anak?

Jawabnya: insyaallah bisa. Tinggal tanya dalam diri, anda antusias kah? mau apa tidak?

Kalau begitu, apa saja tugas ibunya? "ngapain aja sih ibunya?".

Wow, pada tulisan ini saya bukan mau berpihak sebelah. Tapi alangkah baiknya, kampanye Legendaddy ini disikapi dengan bijak.

Ayah adalah kepala rumah tangga, memiliki hak dan kewajiban untuk membentuk keluarga yang bahagia dan harmonis.

Agar dapat membentuk karakter dan masa depan keluarga yang bahagia, dibutuhkan kerjasama antara ayah, ibu, dan anak.

Jika ada waktu luang, ayah sebaiknya antusias melakukan kegiatan bersama anak-anak. Sebaliknya, jika ayah sudah sibuk bekerja, pengasuhan dapat dialihkan sepenuhnya kepada ibunya.

Klop kan?

Eh, iya. Tahukah anda?

Di dalam kitab suci Al Quran terdapat kisah-kisah tauladan seorang ayah yang antusias terhadap perkembangan anaknya lho.

Beberapa surat dan ayat yang telah saya baca, membuktikan kalau peranan ayah itu juga penting dalam tumbuh kembang jiwa anak.

Seperti contoh:

a. Nasihat Luqman dan anaknya.

Namanya tercantum dalam kitab suci Al-Quran. Beliau bukan nabi, tapi sosoknya diabadikan Allah SWT untuk menjadi tauladan para ayah sepanjang masa.

Di sini tersirat bahwa seorang ayah bernama Luqman itu turun tangan dalam mendidik anaknya. Selalu memberi nasihat-nasihat yang sangat baik.

"Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika memberi pelajaran: Wahai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah itu kezaliman yang besar." (QS.31: 13)

Itu sepenggal ayat yang saya tulis. Selanjutnya, kita buka dan baca sendiri terjemahannya dalam Al Quran dalam surat Luqman. Inspiratif dan bagus banget.

Nah, sudahkah kita menasihati anak-anak dengan aturan yang baik?

b. Kekompakan Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail.

Kisah nabi Ibrahim, adalah contoh seorang ayah yang bijaksana dan sayang kepada anak lelakinya, Ismail.

Saat nabi Ismail akan diuji kepatuhannya untuk dikorbankan, nabi Ibrahim tidak gegabah, tidak otoriter (mentang-mentang jadi ayah, anak harus patuh, kudu nurut).

Tetapi nabi Ibrahim tetap berdiskusi dahulu dengan nabi Ismail, berbincang dengan baik, sampai akhirnya mencapai keikhlasan antara anak dan ayah.

Berlanjut hingga nabi Ismail dewasa, ketauhidannya semakin terbentuk. Mereka berdua kompak bekerjasama membuat Ka’bah.

Ka’bah pun tersirat makna, menjadi pusat contoh kisah kasih sayang ayah dan anak yang abadi, bukan hanya menjadi tempat ritual ibadah Haji dan umroh bagi umat Islam hingga sekarang.

Luar biasa, saya semakin mengagumi hal ini. Apakah kita sudah kompak dengan anak-anak?

c. Nabi Ya’kub dan anaknya Nabi Yusuf

Nabi Yusuf bermimpi tentang sebelas bintang, matahari dan bulan yang bersujud kepadanya. Hal ini tidak dirahasiakan sendiri, tapi beliau ceritakan kepada ayahnya. Nabi Ya’kub mendengarkan dengan seksama mimpi tersebut. Bukan menyepelekan.

Hmm.. Kalau jaman kita mungkin begini ya;
Anak: "ayah, aku mimpi aneh, ada bintang, bulan, matahari sujud. Kok bisa, kenapa ya yah?"
Ayah: "halah, namanya juga mimpi, nak. Mana ada kaya gitu? Makanya kalau mau tidur jangan lupa cuci kaki, tangan, gosok gigi."
Anak: "Glegek! (nelen ludah). Males deh curhat lagi sama ayah."

Itu contoh ya, hehehe.. *kidding

Nabi Ya’kub dan nabi Yusuf sempat terpisahkan pada jarak waktu yang lama karena ulah saudara-saudara yang dengki. Menimbulkan kerinduan yang amat sangat hingga membutakan mata sang ayah. Do’a-do’a nabi Ya’kub tak pernah putus akan untuk anak kesayangannya itu.

Singkat cerita akhirnya mereka bertemu kembali, nabi Ya’kub dapat melihat kembali dan dimuliakan oleh nabi Yusuf yang telah sukses, diberi tempat yang indah.

So sweet..
Sudahkah kita bisa menjadi tempat curhat dan berdo’a untuk anak-anak?

d. Nabi Muhammad bersama kakek dan pamannya.

Bagaimana dengan anak-anak yang telah ditinggal ayahnya? apakah bisa menjadi sosok yang hebat?

Wahai orangtua, jangan cemas.

Renungilah kisah nabi Muhammad SAW. Beliau adalah anak yatim, ayahnya telah wafat sejak beliau dilahirkan. Tetapi apakah beliau kehilangan figur seorang ayah?

Tidak. Di dalam hidupnya, ada sang kakek yang gembira menyambut kelahirannya. Dan ketika beranjak besar, sang paman juga mengasuh dan mengajarinya berdagang. Sampai nabi Muhammad SAW menjadi salah satu saudagar yang jujur dan sukses.

e. Nabi Muhammad SAW bersama keempat Putrinya.

Di sini saya cantumkan contoh hubungan antara ayah dengan anak perempuannya, bukan saja keterlibatan ayah dengan para anak lelaki.

Semakin terasa adil bukan?

Rasulullah SAW, bisa kita jadikan contoh, keterlibatan ayah terhadap separuh hidup anak-anak perempuannya. Ada Zainab, Ruqoyyah, Ummu Kalsum, dan Siti Fatimah Azzahra, para wanita sholihah dan mulia.

Kasih sayang yang sangat menggugah hati, apalagi ketika nabi Muhammad dengan putri bungsunya Siti Fatimah saat beliau mendekati ajalnya, perpisahan yang mengharukan. Kisah-kisahnya dapat anda cari sendiri.


* * *

Look.. so inspiring!

Sebagian kisah-kisah di atas bukan sekedar dongeng. Tetapi bukti nyata, Allah SWT kabarkan, bahwa seorang nabi dan para pembesar di jamannya, merangkap seorang ayah pun bisa meluangkan waktu untuk kebaikan anak-anaknya.

"Ah itu kan nabi. Kalau saya kan manusia biasa."

Please papa, babeh, papi, ayah, daddy...

Mungkin masih banyak anak-anak kita yang mempunyai impian:
Ayah,
Duduk bareng sama aku.
Dengerin cerita aku.
Lihat aksi kepintaran aku.
Ada telepon dan video call, maka hubungilah aku.

Jadi kesimpulannya, keterlibatan ayah  penting tapi memang bukanlah sepenuhnya. Antusias ayah mendidik  itu sebagai pelengkap. Agar ada keseimbangan pendidikan antara gaya ayah dan ibu. Ada figur yang disegani sekaligus dikagumi.


Jangan sampai anak kita hanya  bisa mengidolakan superman, batman, ironman, ultraman.

Tetapi lebih keren jika mereka pun bisa mengidolakan ayah sebagai superpapa, ultrapapa, ironpapa, sang super hero yang siap melindungi, menemani, dan menolong mengerjakan PR.

Right? hehe.. All right, dong!


Anak Cerdas Ditunjang Nutrisi Tepat

Seperti slogan  men sana in corpore sano, di dalam jiwa yang sehat terdapat tubuh yang sehat. Pikiran dan jiwa sudah cerdas, tubuh pun harus sehat. Tubuh sakit-sakitan membuat anak menjadi lesu dan malas.

Otak memerlukan nutrisi untuk berfikir. Organ dalam seperti jantung, paru-paru, saluran pencernaan butuh makanan sehat agar dapat bermetabolisme dengan baik.

Tulang dan otot memerlukan sumber tenaga  serta kalsium untuk bergerak aktif dalam mengeksplorasi dunia barunya. Semua itu butuh penunjang yang tepat.

Begitu pun menurut pakar gizi medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, DR. dr. Saptawati Bardosono, MSc, bahwa tumbuh kembang anak bukan hanya dari keluarga dan lingkungan yang bahagia saja, tetapi juga dipengaruhi oleh nutrisi dan kesehatannya.

Saluran cerna yang baik adalah salah satu faktor penting dalam tumbuh kembang anak. Karena organ imunitas terbesar ada di dalam sana. Penting bagi kita memastikan saluran cerna anak harus sehat agar penyerapan zat gizi menjadi sempurna.

Anak yang sehat pertumbuhannya menjadi optimal, dapat berkonsentrasi, dan tentu saja mempengaruhi psikologi anak maupun orangtua. Lebih gesit dan ceria. 

Nestle LACTOGROW ikut menunjang hal ini. Susu pertumbuhan ini diformulasikan secara khusus oleh para ahli di Nestle Research Centre, Switzerland, untuk anak usia 1-5 tahun agar sehat, aktif dan ceria.

LACTOGROW yang sebelumnya bernama Lactogen, mengandung sumber karbohidrat, protein, asam linoleat (omega 6), asam linolenat (omega 3), minyak ikan, 11 vitamin dan 7 mineral.

Dengan motto "Good Food, Good Life", Nestle berkomitmen menggabungkan ilmu pengetahuan dan tekhnologi untuk memenuhi kebutuhan makanan yang berkualitas, aman, bergizi, dan rasa yang nikmat dikonsumsi masyarakat

Nestle telah ada selama 150 tahun dibidang gizi, kesehatan, dan keafiatan. Sedangkan Nestle Indonesia didirikan pada tahun 1971 dan memiliki 3.400 karyawan. Banyak produk lain yang dikenal seperti Milo, Dancow, Nescafe, Lactogrow 3, Cerelac, Bear Brand, Kitkat, dan ragam lainnya.

Nestle juga memiliki 41 pusat tekhnologi produk dan penelitian serta pengembangan. Di Asia, selain di Indonesia, Nestle memiliki pusat di Shanghai, Beijing, Singapura, dan Gurgaon.

So, amat tepat jika kita memilih produk yang berkualitas baik dan enak dikonsumsi demi kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak. Seperti LACTOGROW ini kan?


Main Bersama Ayah di #LactogrowHappyDate Happy Winterland

Kapan lagi bisa main bareng sama ayah di hari Sabtu. Kami pun tak mau ketinggalan dalam kegiatan ini, merencanakan seminggu sebelumnya untuk dapat jalan-jalan ke Kota Kasablanca dan menikmati bermain salju di #LactogrowHappyDate Happy Winterland.

Untuk dapat masuk ke arena bermain yang besar ini, pengunjung bisa membeli tiketnya dengan menukarkan bon pembelian paket susu LACTOGROW 3 & 4.

Di dalam arena bermain, anak-anak bisa menikmati beragam suasana musim dingin, Happy Winterland.

Seperti:

a. Zona Zoo

- Fishing On Ice.
Di arena ini, Shidqi dan Selma bisa memancing ikan sesuka hati. Suasananya mirip kutub dengan kolam penuh es.


Asyiknya lagi, ikan hasil tangkapan tadi bisa dibawa pulang dan dipelihara di rumah. Diharapkan, anak-anak dapat bertanggung jawab akan hewan peliharaannya.

- Melihat Hewan Ternak Musim Dingin

Masih dalam arena zoo, ternyata kami bisa langsung melihat dan memegang hewan-hewan yang biasa hidup di musim dingin. Kelinci jenis Angora berambut tebal, domba putih, dan kancil.



Bulu domba yang tebal dapat dielus  langsung oleh anak-anak. Mereka tertawa gembira, karena takjub, seperti melihat Shaun si The Sheep. Selama ini kan adanya domba hitam yang dekil ketika hari raya Idul Adha.

b. Snow Globe Photobooth

Senangnya kegembiraan ayah dan anak-anak dapat diabadikan melalui foto bareng di dalam globe. Nuansanya mirip di dalam bola es. Sayang, saya tidak bisa ikut foto bersama karena adik bayi ingin menyusu.


c. Snowman Makeover

Di zona ini, anak-anak dapat membuat boneka snowman dari dua bulatan gabus, lalu diwarnai, diberi mata, hidung, rambut, dihias sesuka hati. Ah, saking antusiasnya, saya lupa mengabadikan hasil karya mereka. Jadi foto ini saja ya, mirip begini kok..


d. Snow Playground

Meskipun harus antri panjang, zona satu ini tak mau ditinggalkan sedikit pun  oleh anak-anak, mereka rela antri karena ingin main salju.

Sebelumnya, semua anak diharuskan memakai sarung tangan dan sepatu bot, demi keamanan dan kenyamanan saat memegang salju yang dingin dan keras itu. Salju yang mulai mengeras akan terasa licin jika diinjak, sedangkan serpihan es-nya terasa agak tajam.

Aiih, rasanya belum puas jika hanya diberi waktu sebentar. Maunya lama. Tapi karena peminatnya banyak, anak-anak harus bergantian. Lain waktu, inginnya sih dibuat lebih luas lagi dan lama, di Indonesia kan tidak ada salju, jadi makin asyik bermain sampai bosan *apa malah gak mau pulang lagi, hahayy..



e. Area Konsultasi

Hei, hei, enak nih ada area konsultasi tumbuh kembang dan gizi untuk anak kita. Bisa ngobrol dan diskusi dengan para ahli gizi agar Happy Tummy, Happy Kids.

Acara ini sangat luar biasa, antusias keluarga terlihat dari banyaknya pengunjung yang datang. Arena bermain salju ini pun memecahkan rekor MURI lho. Penyerahan plakat diterima oleh John Raymond Lagdameo, selaku Assistant Vice-President Category Marketing Manager PT. Nestle Indonesia.

Tak terasa main di sini sudah hampir 5 jam. Selepas sholat maghrib, kami memutuskan kembali pulang ke rumah. Keseruan hari itu kami tambah dengan naik bajaj, turun di stasiun Tebet dan melanjutkan pulang ke rumah menggunakan Commuterline. Wah, anak-anak gembira banget. Merasakan sensasi baru. Masih saja sesekali mereka bahas hal ini.

Semoga kegembiraan dan kebahagiaan Shidqi dan Selma dapat membuat tumbuh kembang mereka semakin baik serta menjadi cerdas. Jika besar nanti mereka dapat mengenang nostalgia indah ini, bersama ayah bermain bersama di #LactogrowHappydate.

Aamiin...


Apakah anda setuju tentang hal ini?
Bantu SHARE jika bermanfaat ya ^_^

38 komentar:

  1. Eh, mbak Lia ke acara ini juga ya? Pas yang dimana? kok kita nggak ketemuan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya say, yang di Kota Kasablanca :-)

      Hapus
  2. Ini yang namanya ayah hebat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayah yg hebat ada anak yang hebat juga :-)

      Hapus
  3. Iya mbak, beda banget anak yg tumbuh dekat dengan ayah dibandingkan anak yg ga dkt sama ayahnya.
    Reportasenya lengkap banget mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, semoga anak Indonesia semakin hebat dgn adanya figur ayah yg hebat

      Hapus
  4. Suatu hari nanti saya juga mau dong mbak jadi superpapa biar bisa menjadi idola anak sehingga bisa menjadi lebih dekat deh sama papanya.
    Anjuran sangat bagus mbak nutrisinya, terima kasih ya saya akan coba rekomendasikan ke tetangga saya soalnya masih kecil anaknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. superpapa yang dirindukan ya pak :-)
      sama-sama semoga bermanfaat

      Hapus
  5. kehadiran ayah memang perlu banget mbak, makanya kalo pas hari libur saya biarkan anak sama ayahnya we time tanpa saya ganggu

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah Alfi pasti seneng banget ya mbak ada ayahnya yg bisa diajak main pas libur

      Hapus
  6. Indahnya saat bersamaan dengan keluarga ya Mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, rasanya jadi tidak merasa sepi, nyaman.

      Hapus
  7. ayaah -___-
    Ini kok malah jadi kangen bapak di rumah. Saya ingat bapak tempat bersenang-senang buat saya.
    Reportasenya komplit, bagian kisah teladannya itu membuat saya ingin membaca-baca lagi kisah sejati para nabi. Agak sedih di bagian Nabi Muhammad, kisahnya bukan bersama ayahnya, melainkan Kakek dan Paman.

    Makasih sharenya mbak Lia :)

    www.bulirjeruk.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mbak, aku juga jd kangen almarhum ayah. Iya kisah para nabi memang inspiratif ya.. sama-sama mbak, terimakasih sdh berkunjung

      Hapus
  8. Wah, seru banget bisa main salju :D Kalau aku memang paling dekat sama Bapak, sampai sekarang pun kalau kemana-mana beliau yang antar. Cerita soal cowok pun asyiknya sama beliau. Kalau sama Ibu lebih nyaman buat ngobrol soal fashion, hihihi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya saking asyiknya gak berasa mainnya. Aih kok sama, aku ngomongin jodoh juga sama ayah hahaha..

      Hapus
  9. Keren ya mbak Lia kalau ada ayah yang sangat dekat dengan anak-anaknya. Selama ini kan terbiasa ibulah yang dekat dengan anak-anaknya krn ayah lebih sering keluar rumah untuk bekerja. Pasti anak-anak akan merasa lebih bahagia jika ada ayah dan ibu yang selalu menemani mereka :)

    * Saya sering lihat, waktu suami dan anak ngobrol itu mereka asyik sekali dan anak saya tampak antusias :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak alhamdulillah ya suami mbak bisa dekat dgn si kecil smp antusias :-)
      memang dambaan semua anak jika ada kehadiran ayah yang bisa diajak main

      Hapus
  10. Aku sepakat mba kalau mendidik anak memang memerlukan bantuan kedua orangtua ya. Kalaupun tidak, keluarga dekat misalnya paman atau kakek bisa menjadi figus pengganti ayah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, intinya anak jangan sampai kehilangan figur "lelaki dewasa yang baik" bisa itu ayah, paman, kakek, bahkan ayah asuh

      Hapus
  11. Artikelnya bermanfaat, mbak. Banyak unsur psikologinya, terutama soal anak dan keluarga. Thanks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih Son, memang membicarakan psikologi anak dan keluarga tdk pernah habis utk dibahas

      Hapus
  12. *Anak Cerdas Ditunjang Nutrisi Tepat, setuju mbak :)
    main itu bisa memengaruhi perkembangan anak secara positif
    yang penting sebagai orangtua, harus mengawasi dari kejauhan

    btw, yang foto sama kelinci anggora itu keren mbak, dulu pernah liat di natgeo, itu jenis langka katanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, main itu sebagai prosea belajar bagi anak2 dan ortu mendampingi.

      Oya, baru tau saya, liat bulunya yang tebel bikin gemes pengen ngelus2, tapi sayang terlalu lincah kelincinya

      Hapus
  13. duh, kasihan anak yg tak punya ayah, sementara paman atau kakeknya pun tak ada

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mbak, kehilangan sosok dan figur ayah membuat anak-anak kehilangan kendali diri.. aku pernah ketemu sama anak spt ini :'(

      Hapus
  14. lengkap banget artikelnya mba Lia.., aku masih baca pelan2 nih buat nyerap manfaatnya. Makasih yaaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe maaf ya mbak kalo kepanjangan, semoga gak kaya baca jurnal kuliah.. sama-sama semoga bermanfaat

      Hapus
  15. Wah seru banget acaranya Mbak Lia, informatif banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih, yang pasti saya yg kecapekan nemenin mereka main, hahaha.. mereka gak ada bosennyaa.

      Hapus
  16. Suka deh kalo liat anak2 deket sama ayahnya...makanua aku sellau kasih waktu buat si ayah main.berdua ama anakku

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mbak, rasanya gimanaaa gitu liat keakraban anak sama bapaknya. Iya mbak, kita hrs memberi peluang waktu utk ayah dan anak

      Hapus
  17. wahahahaha, bermain bersama ayah memang merupakan hal penting bagi buah hati. selain mempererat keharmonisan keluarga, kecerdasan juga diasah di event ini. keren!

    BalasHapus
    Balasan
    1. tepat banget kesimpulanmu dek, idealnya pengen hidup harmonis, anak-anak juga cerdas

      Hapus
  18. seneng deh kalau baca tetang parenting, dapet ilmu baru dan bermanfaat buat diinget sebelum nanti calon babyku lahir ke dunia hehe

    www.leeviahan.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ilmu parenting mmg gak ada habisnya mbak.. semoga bermanfaat utk diaplikasikan ke dede bayi ya :-)

      Hapus
  19. Anakku jarang main dengan ayahnya -,-

    BalasHapus
    Balasan
    1. puk puk mak Nisa :-)
      sometime akan main

      Hapus

Hallo teman, terimakasih banyak sudah membaca dan berkunjung ke sini. Tinggalin jejak dong dengan komentarmu, seneng banget rasanya.

Eh iya, tapi mohon maaf, komentarnya tetap dimoderasi agar terhindar dari spammer. Jika ingin berdiskusi lebih lanjut, monggo hubungi saya via email di: bunda.shidqi@gmail.com