Review: Kantong Plastik ASI Bertutup Dari Tommee Tippee


Dibutuhkan perjuangan besar saat ibu tetap ingin memberi ASI kepada bayi yang akan dipisahkan sementara. Saat perawatan medis, saat ibu harus bekerja, saat puting lecet, atau saat ibu bepergian mendadak tak bisa membawa si kecil ikut serta.

http://www.narasilia.com/2016/12/review-kantong-plastik-asi-bertutup.html
ASI Perah
Si kecil harus tetap mendapatkan ASI walaupun tak menghisap langsung dari sumbernya. Ibu harus memerah dengan tangan maupun pompa, agar ASI keluar dan tertampung dengan baik.


Yang paling penting juga dukungan dari suami, orangtua, keluarga, bidan, dokter, dan adanya peralatan menampung ASI.


Salut Kepada Ibu Pejuang ASI Perah

Aku ucapkan Selamat, kepada pejuang ASI. Aku salut. Kekuatan sugesti ibu itu sungguh ajaib. Tantangannya besar. Memberikan ASI PERAH kepada bayi itu lebih merepotkan dibanding menyusui langsung ataupun memberikan susu formula.

Perlengkapannya pun harus sedia banyak seperti pompa, berpuluh-puluh botol maupun kantong ASI sebagai penampung, freezer, warmer sebagai penghangat ASI, coolbag dan ice gel untuk menjaga ASI tetap segar di kala perjalanan. Butuh biaya dua kali lipat.

Penanganan memerah ASI juga dibutuhkan manajemen yang baik. Sebelum memerah jangan lupa mencuci tangan, ada penata laksanaan penyimpanan maupun penggunaannya. Lebih jelasnya pernah aku singgung dalam tulisan Manajemen ASI Perah Yang Praktis.

Memberikan ASI Perah itu syaratnya gak boleh capek, gak boleh bosan, gak boleh stress, gak boleh patah semangat. Sedikit saja meleset dari rencana semula, bayi tak mau menyusu langsung, ASI seret, akhirnya susu formula jadi andalan. Bukan anti pada susu formula, alangkah baiknya memang ASI. Tapi jika sudah memungkinkan, apa boleh buat.

Dulu aku pernah merasakan hal ini. Sempat dipisahkan sementara dengan bayiku (Selma) karena dia harus dirawat di ruang Perina. Kadar bilirubinnya tinggi. Dia harus diinkubator dan mendapat bantuan sinar biru. Paling penting adalah mendapat asupan cairan ASI yang cukup.

Di dalam ruang Perina, sang ibu tak boleh ikut masuk. Bayi Selma hanya boleh dijenguk 2x sehari saja, itu pun di ruang laktasi. Sejam kemudian dia harus masuk lagi ke ruang rawat inap tersebut. Di sana dia tetap memerlukan ASI selama aku tinggal. Makanya aku harus menyetok ASI banyak, supaya tidak capek bolak balik. Ada kulkas di sana, untuk tempat menyimpan stok ASI para bayi.

Selama menyiapkan stok ASI perah, aku  harus makan dan minum yang super banyak, agar ASI tidak seret. Ketika sedang bengkak, segera kupompa, ditampung dalam botol dan kantong plastik ASI, dan menyimpannya dalam kulkas untuk kubawa esok harinya. Saat menjenguk, kususukan sepuas dia menyusu.

Beruntung kondisi ini tidak lama. Selma sudah diperbolehkan pulang setelah lima hari dan kadar bilirubinnya mencapai angka normal. Good job, baby..

Aku pun bersyukur, sampai di rumah, bayi Selma tetap mau menyusui langsung dalam dekapanku. Kalau saja dia mendadak gak mau menyusu, whuaaa... belum tentu aku kuat menjadi ibu pejuang ASI perah.

Itulah mengapa tadi aku bilang salut, aku salut kepada ibu yang mampu memberikan ASI perah hingga dua tahun lamanya.


Kantong ASI Tommee Tippee (Express n Go)

Ngomong-ngomong soal ASI perah dan wadahnya, pernah gak merasa galau kalau freezer kepenuhan dengan botol-botol?

Rasanya lebih praktis pakai kantong ASI ya, tumpukannya bisa diminimalisir. Tapi ngerinya saat menuangkan ASI ke dalam botol susu. Saat buru-buru, bisa tumpah.

Kalau sedikit saja tumpah, huaaa, betenya minta ampyuuunn..

Apalagi kantong ASI kan cuma pakai sealer klip gitu deh. Salah menutup saja bisa bikin rembes juga kan. Berasa nampung banyak, tapi kok pas mau dipake volumenya jadi sedikit. Eh, taunya tumpah.. *elus dada.

Tunggu saudara-saudara. Aku punya info baru, sekarang sudah ada kantong ASI yang ada tutup ulirnya nih. Inovasi terbaru,  lebih fleksibel dibanding kantong ASI lainnya.

Merk-nya Tommee Tippee seri Express n Go. Kalau dipakai dan disimpan, aman banget deh. Penampakannya mirip kantong pouch susu kental manis. Ya kan?

Review: Kantong Plastik ASI Bertutup Dari Tommee Tippee


Saat penggunaannya juga gampang. Kita bisa langsung pasang dipompa berbagai merek, tinggal cari lehernya saja yang pas. Saat memompa, ASI gak bakal tumpah sedikit pun, apalagi setelahnya bisa kita langsung tutup dengan tutup ulirnya.

Sudah ada labelnya lagi, tinggal kita tulis deh nama, jam dan tanggalnya. Jadi ketauan, mana yang duluan disimpan, mana yang harus duluan dihabiskan. Disimpan dalam kulkas maupun coolbag bakalan muat banyak karena bentuknya yang simpel.

Sesaat sebelum digunakan, kantong ASI ini juga bisa langsung dihangatkan menggunakan rendaman air hangat atau langsung pada warmer. Bahan plastiknya BPA free lho. Aman walaupun sempat dihangatkan. Jadi gak perlu khawatir ASI jadi berubah kualitasnya akibat bau plastik.

Cara pasang ke dotnya juga gampang.

pasang penyangga

penyangga bermanfaat agar plastik ASI
tetap terjaga posisinya
Review: Kantong Plastik ASI Bertutup Dari Tommee Tippee
buka tutup ulirnya lalu pasang dotnya

Review: Kantong Plastik ASI Bertutup Dari Tommee Tippee
siap diberikan pada si kecil

  1. Pasang penyangganya agar kantong ASI ngemplek-ngemplek (yiahaha, semoga pembaca ngerti ya maksudnya). 
  2. Lalu pasang dotnya. 
  3. Berikan pada si kecil. Mirip botol susu beneran kan? Si kecil tetap asyik menikmati ASI langsung dari kantong ASI itu. Hahaha itung-itung lagi minum pake plastik ya, dek. 

Review: Kantong Plastik ASI Bertutup Dari Tommee Tippee
asyik nyot-nyot

Jika anda tertarik menggunakan kantong ASI Express n Go bisa membeli di toko bayi, atau onlineshop. Atau mau tahu informasi lebih lanjut bisa anda cek di:
website: www.tommeetippee.co.id
Facebook: Tommee Tippee Indonesia
Twitter: @tommeetippee_id
Instagram: @tommeetippee_id

Ada beberapa item yang harus dimiliki untuk menggunakan kantong ASI Express n Go ini. Seperti:

  • Kantong plastik ASI bertutup ulir berisi 20 lembar kantong
  • Kalau belum punya pompa merk Tommee Tippe, anda bisa gunakan merk pompa lain, dengan syarat harus punya bagian neck botolnya.
  • Set nipple-nya (breast milk pouch bottle), terdiri dari: penyangga, neck, nipple silicon sesuai umur bayi, dan kantong plastik ASI BPA free.

Review: Kantong Plastik ASI Bertutup Dari Tommee Tippee


Oke, bun?
Pastinya pengen banget coba pakai kantong ASI Express n Go ini?

Sebelum memerah ASI pastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit ya, jangan lupa makan makanan bergizi dan tambahan multivitamin. Dan cuci tangan menggunakan sabun, sebelum dan sesudah memerah ASI.

semangat.. anda ibu yang hebat.



Demo Masak Menu MPASI Lezat Bergizi Ala 150 Tahun Cerelac

Halo bunda, masih bingung menyiapkan makanan pendamping ASI (MPASI) untuk si kecil?
Tenang bunda, ayo senyum dulu. You are not alone. Aku juga pernah merasakan kebingungan saat menyiapkan makanan pendamping untuk anak-anakku.

Semua bunda pasti ingin memberikan makanan yang terbaik dong buat si kecil. Tapi pada prakteknya, banyak kendalanya kan? hihi, hayo ngaku..!

Nanti aku punya solusinya. Kebetulan kemarin ikut demo masak dalam rangka merayakan 150 Tahun Cerelac. Kami diajari masak MPASI yang lezat dan bergizi.

http://www.narasilia.com/2016/11/demo-masak-menu-mpasi-lezat-bergizi-ala-150-tahun-cerelac.html


Pilih MPASI Bahan Segar atau Instan?

Kita sih maunya membuat MPASI sendiri dengan bahan segar, tapi malah sudah keteteran gak punya waktu banyak untuk belanja dan memasaknya. Bayi sudah kelaparan. Atau sudah berkali-kali bikin, tapi si kecil gak suka rasanya. Uh, setreeess.

Padahal MPASI buatan sendiri dengan bahan segar kelebihannya kita ngerti apa aja yang ada di dalamnya. Kebersihannya juga terjaga dan tentu lebih fresh from dapur.

Tapi kalau terpaksa, ujung-ujungnya pakai bubur bayi kemasan. Tinggal tambahkan air hangat atau ASI Perah. Alhamdulillah lumayan kan buat ganjel perut si kecil.

Wajar kok bun, gak usah merasa bersalah. Gak usah merasa gak kekinian ikut masak sesuai praktisi ahli gizi. Kita adalah kita. Sesempatnya, sesanggupnya. Kecuali ada bibi yang bisa nemenin.

Daripada beli bubur di abang tukang bubur keliling, kita gak tau apa saja yang dipakai, bisa jadi dimasukin MSG. Atau jangan-jangan abangnya belum potong kuku, belum cuci tangan, habis merokok, atau lupa mandi, hahaha *ups maaf bang, maaf.

Sejak punya anak pertama, suka duka membuat MPASI itu juga kurasakan. Menjadi sebuah cerita lucu dan suka bikin nyengir kalau diingat-ingat.

Awalnya anakku suka dengan MPASI rumahan yang aku buat. Tapi lama-lama mulai bosan kali ya. Dia beraksi. Makanan yang kubuat dilepeh, diawur-awur, dibejek, arrggh, stress emaknya.

Ditambah lagi bumer udah mulai menyindir manis. Ujung-ujungnya beliau malah suka membelikan bubur bayi instan. "Nih, kasih serelak aja. Suamimu dulu juga makannya pakai beginian."

Duh, situasiku pun juga dilema. Inginnya terus konsisten membuat MPASI homemade tapi sayang juga bubur bayi yang sudah dibelikan tidak digunakan. Butuh semangat untuk bisa mengambil jalan tengah. Biar sama-sama enak lah. Gimana caranya supaya keduanya berjalan seimbang.

Sepuluh tahun yang lalu kan internet belum gampang seperti sekarang, tinggal membaca ribuan resep. Sedangkan aku hanya berbekal niat dan baca resep dari majalah dan buku. Akhirnya aku campurkan bahan-bahan segar dan beberapa sendok bubur bayi instan menjadi satu.

Dan hasilnya memang anakku lebih menyukai makanan campuran tadi. Mungkin ada variasi rasa ya, jadi dia doyan. Selanjutnya kuterapkan juga kepada anakku lainnya hingga sekarang.


Demo Masak MPASI Lezat Bergizi 
Ala 150 Tahun Cerelac

MPASI dibuat sebagai makanan tambahan yang mendampingi pemberian ASI. Pemenuhan kebutuhan energi dan zat gizi sudah tidak tercukupi hanya dari Air Susu Ibu. Semakin bertambah usia, bayi memerlukan tambahan makanan. Saatnya bunda memperkenalkan makanan cukup padat yang berasal dari hewani dan nabati.

Hari Minggu kemarin, aku bersama para ibu dari Kumpulan Emak Blogger (KEB) ikut merayakan 150 tahun Nestle di Main Atrium Kota Kasablanka, Jakarta.

Salah satu produk Nestle, bubur bayi Cerelac ikut serta memeriahkan acara ini. Acara yang mengedukasi para mamah muda tentang perlunya tambahan zat besi dan  bahayanya anemia serta pencegahannya melalui pengolahan MPASI yang praktis.

Demo Masak Menu MPASI Lezat Bergizi Ala 150 Tahun Cerelac


Jika anak kekurangan zat besi, mereka juga akan mengalami anemia. 

Bukan hanya orang dewasa saja yang bisa anemia. Jadi tambahan zat besi pada MPASI itu memang penting kan, bun.

Anemia akan mengakibatkan daya tahan tubuh si kecil menurun, sering sakit, tidak ceria, mudah cengeng, susah makan, daya tangkapnya tidak maksimal, dan terhambat tumbuh kembangnya. Oalah, bahaya banget akibatnya.

Demo Masak Menu MPASI Lezat Bergizi Ala 150 Tahun Cerelac


Zat besi yang dibutuhkan si kecil setara dengan:

  • 300 gram daging
  • 1 potong hati
  • 5 ikat bayam

Kalau si kecil disuruh makan seukuran seperti itu, mana sanggup, malah muntah saking kebanyakan kan.

So, pada kesempatan ini Cerelac bersama chef Steby Rafael memberikan solusinya. Mengenalkan kami cara membuat MPASI yang praktis dan lezat. Chef Steby mencontohkan cara memasak dengan tema membuat MPASI bernutrisi yang terbuat dari bahan-bahan segar dengan campuran bubur susu Cerelac. Agar si kecil tidak mengalami anemia dan selalu tetap sehat dan cerdas. Pas banget kan, seperti menjawab kegelisahan para bunda-bunda sekalian.

Di sana kami melihat langsung proses pembuatan resep MPASI yang dibuat simpel dan mudahChef yang wajahnya ganteng itu memperkenalkan gabungan berbagai bahan segar seperti buah pisang, ubi ungu, apel, kurma, susu, telur, keju, dengan bubur susu instan Cerelac.

Demo Masak Menu MPASI Lezat Bergizi Ala 150 Tahun Cerelac


Bahan-bahan tersebut juga kaya zat besi dan asam folat, bun. Ditambah lagi dari bubur bayi Cerelac, akan semakin sempurna.

Chef Steby membuat menjadi 3 (tiga) resep MPASI, yaitu :
  1. Crepes Apel Pisang. Menu ini cocok  untuk anak yang sudah memiliki gigi yang banyak. Makanan berupa campuran antara buah pisang, apel, Cerelac bubur susu Pisang. 
  2. Puding Kurma Madu. Menu ini adalah campuran kombinasi antara bubur Cerelac Kurma Madu, susu cair, telur, dan kurma. Cocok untuk bayi usia 8 bulan ke atas.
  3. Bubur Sayuran Ungu. Menu kombinasi antara Cerelac Wortel Bayam Labu dengan ubi ungu. Sedap dan pas untuk bayi usia 6 tahun ke atas.
Demo Masak Menu MPASI Lezat Bergizi Ala 150 Tahun Cerelac


Melihat penampakannya saja sudah bikin ngiler, rasanya pun enak kok. Penasaran sama resepnya?

[Baca Resepnya di sini ya]

Semua dibuat sangat simple dan disukai para batita dan bayi. Aku bicara jujur, bukan karena sponsor ya, tapi memang buktinya Syadid lahap banget makannya. Dia mencoba bubur sayur dan puding Cerelac. Tuh lihat saja, hap..hap..hap, keliatannya satu cup ya, tapi sebenarnya dia sudah menghabiskan 2 cup lho, hihi.


Aku juga mencicipi semua resep menu. Enak-enak pastinya.
  • Crepes apel pisangnya ditaburi keju dan saus apel, kombinasi rasanya unik dan tentu saja lezat. Manis, asin, sedikit asam segar, gurih, menjadi satu. Karena dipotong mirip rolade.
  • Sedangkan pudingnya sangat terasa padanan buah pisang dan potongan kurmanya itu memang enak banget. Manis-manis gurih legit.
  • Nah, kalau bubur sayuran ungu dicampur ubi ungu kukus, rasanya lembut legit, gurih, tidak terlalu manis. Ditambah saus wortel, semakin terasa nikmat.
Bagaimana bunda, mau coba juga? bikin ya di rumah menggunakan bubur Cerelac.


Kenapa mesti Cerelac?

Cerelac ini adalah produk Nestle yang sudah diakui selama 1 abad tahun lamanya. Sudah ada di Indonesia sejak tahun 1873, awalnya bernama Farine Lactee. Lalu namanya dikenal dengan Cerelac bubur bayi.

Wah, sejarahnya sudah lama betul ya merk ini melalang buana hingga akrab di telinga masyarakat. Pantas saja ibu mertuaku kenal bubur bayi cuma taunya "serelak", hihi.

Cerelac mengandung komposisi gizi yang seimbang. Selain terdapat kalori, protein, vitamin dan mineral, ada tambahan nutrisi penting seperti: zat besi (iron+), zink, yodium, vitamin A dan C sebagai antioksidan.

Kadar zat Besi pada Cerelac terdapat sekitar 65% dan asam folatnya 15%. Ditambah 95% vitamin C yang berguna untuk membantu penyerapan zat besi.

Cerelac juga mengandung minyak ikan yang kaya omega 3 dan 6, baik untuk mendukung kecerdasan otak. Dan mengandung Bifidobacterium Lactis yang bermanfaat melindungi kesehatan usus dari bakteri jahat.

Kalau mengecek pada dus kemasan, Cerelac itu sudah mendapat izin BPOM RI ML 860701035145 lho dan bersertifikat halal dari MUI dengan No. 00050030660704. Seneng dong bisa memberikan MPASI untuk si kecil dengan rasa aman.

Alhamdulillah, sudah mempunyai anak tiga, aku sudah gak ambil pusing bagaimana cara kita menyiapkan MPASI buat si kecil. Apalagi baru saja mendapatkan ide masak MPASI kombinasi bersama Cerelac.

Makin ke sini, aku semakin menghargai kebebasan para bunda-bunda di dunia ini memilih cara membuat MPASI. Semua pasti baik. Terpenting adalah anak-anak tetap sehat, cerdas, tumbuh dan berkembang sesuai periodenya, dan tidak kekurangan gizi. That's a point.


Lomba Membuat MPASI

Acara #150tahunCerelac tidak hanya sampai di situ saja. Tim Cerelac malah mengajak kami untuk ikut lomba memasak seperti yang dilakukan chef Steby. Seru banget nih. Di depan panggung utama, dua meja sudah disiapkan untuk memasak.

Kami dibagi menjadi empat kelompok. Sesi pertama dimulai oleh kelompok A dan B dan mendapat tantangan membuat Puding Cerelac Pisang Kurma Madu. Sedangkan sesi kedua, kelompok C dan D mendapat tugas membuat Crepes Cerelac Apel Pisang.

Waktu yang diberikan masing-masing hanya 15 menit. Weleh.. meskipun di rumah sudah biasa masak, tapi kalau diburu-buru seperti ini lumayan bikin jantung cekot-cekot dan panik.

http://lialathifa.blogspot.com/2016/11/demo-masak-menu-mpasi-lezat-bergizi-ala-150-tahun-cerelac.html
Ayo, semangat bunda.

Berpacu memberikan hasil yang terbaik. Tidak tanggung-tanggung, Cerelac akan memberikan hadiah kepada kelompok yang menjuarai pertama berupa voucher belanja total 1,8 juta dan juara kedua mendapat hadiah voucher total 900 ribu. Amaziiing..!



Jadi tambah semangat deh, sampai aku pun masak sambil gendong Syadid, dia tertidur di dalam Hanaroo dan ditutupi celemek, anteng lho, hehe..

http://lialathifa.blogspot.com/2016/11/demo-masak-menu-mpasi-lezat-bergizi-ala-150-tahun-cerelac.html
me and friends

Acaranya benar-benar membuat kami gembira. Sudah mendapat ilmu, teman baru, voucher belanja, seru-seruan berfoto, dapat bingkisan juga. Masyaallah, kudoakan semoga Cerelac makin dicinta ibu-ibu seluruh Indonesia dan dunia. Bisa bermanfaat hingga cucu cicit kami, aamiin ya robbal aalamiin.

Bagaimana bunda, melihat acara ini sudah terbayang dan semoga gak bingung lagi ya.
Mulai sekarang, ayo masak MPASI yang lezat dan bergizi bersama Cerelac ya agar si kecil bebas anemia.



*Tulisan ini merupakan pengalaman pribadi.
Mohon tidak mencopy paste TANPA SEIZIN penulis.

*Sebarkan jika bermanfaat dengan mengklik tombol sosial media di bawah ini.

Bebaskan Si Kecil Dari Anemia Dengan 3 Resep MPASI Lezat ini

[Caralia] Halo bunda, tahu gak? Zat gizi mikro penting buat si kecil ternyata bukan hanya kalsium, vitamin, mineral, DHA, Omega 3 dan 6 saja lho, tapi juga asam folat dan zat besi. *Hyaaa, baru tahu ya.

Iya dikatakan penting, karena kita harus bebaskan si kecil dari anemia.

Selama ini mungkin kita hanya tahu bahwa asam folat dan zat besi cukup diberikan saat di kandungan saja. Tetapi nyatanya hingga usia dua tahun ke depan, bayi tetap membutuhkannya, agar terhindar dari anemia alias kurangnya sel darah merah. Bahkan kadar zat besi dalam ASI pun jumlahnya tidak lagi mencukupi ketika bayi semakin tumbuh berkembang.

Sering kali anemia menyerang bayi dan balita tanpa disadari. Dipikir si kecil sehat-sehat saja. Padahal anemia menjadi salah satu penyebab si kecil mengalami gangguan oksigen darah dan nutrisi tubuh karena sel darah merahnya kurang. 

Kekurangan sel darah merah membuat anak kita jadi mudah sakit, malas makan, mudah mengantuk, lesu, cengeng, daya tangkap berkurang, bahkan tumbuh kembangnya 3 kali terganggu dibanding anak yang tercukupi zat besi dan asam folatnya. Duh, ngeri amat akibatnya.

Kasus seperti ini sempat kualami saat bayi Syadid usia 7 bulan. Badannya lesu, rewel, demam dan malas makan. Kupikir karena mau numbuh gigi. Namun karena dokter anak curiga pada sesuatu hal, makanya Syadid dianjurkan tes darah lengkap. Nah, ketahuan deh hasil Hemoglobinnya lebih rendah dari kadar normal (Hb bayi normal = 10-17 gram/dL).

Aku langsung ditugasi dokter untuk meningkatkan pola makanan yang mengandung zat besi tinggi. Selain itu Syadid juga diberi suplemen tambahan zat besi syrup khusus bayi, agar kadar Hb cepat kembali normal. 

Menurut ukuran kebutuhan zat besi pada anak-anak bisa disetarakan dengan 300 gram daging sapi, 5 ikat bayam, dan 1 potong hati ayam sekali makan. Oalah, banyak banget kan, gak akan sanggup ngabisin.

http://lialathifa.blogspot.com/2016/11/bebaskan-si-kecil-dari-anemia-dengan-3-resep-MPASI-Lezat-Ini.html
sumber: www.awalsehat.nestle.co.id

Merasa bersalah deh. Dokter bilang bisa jadi disebabkan waktu hamil lalu aku mengalami anemia, jadi berpengaruh kepada si kecil juga. Anemia ringan bisa disebabkan penyerapan zat besinya tidak sempurna. Supaya tidak banyak hambatan, diperlukan vitamin C untuk menyerap zat besi ke dalam darah. 

Sebelum terlambat, aku harus semangat dan sabar dalam memperhatikan makanan pendamping ASI Syadid. Memasak bahan makanan yang mengandung tinggi zat besi dan asam folat yang berasal dari hewani dan nabati. Seperti daging merah, ati ayam, ati sapi, telur, ikan, tomat, bit, labu kuning, bayam, buah kering (kismis, kurma, plum), pisang, dan kacang-kacangan.

Aku juga suka memberikan bubur susu instan kepada Syadid kok. Di saat-saat kepepet, keteteran kerjaan rumah, atau dalam perjalanan, bubur susu instan memang menjadi andalan. Daripada Syadid sudah keburu lapar, rewelnya bikin bete. Apalagi belum sempat bikin apa-apa, biasanya malah jadi bikin aku uring-uringan juga. Arrrgh, semakin emaknya puyeng, semakin nyebelin juga tingkahnya. Si kecil gitu juga gak bun?

Walaupun aku beli bubur susu bayi instan, tetap dong memperhatikan nutrisinya. Nah, kali ini aku pilih bubur bayi Cerelac. Soalnya terkandung 65% zat besi, 15% asam folat, 15%, zink, 40% vitamin A dan 95% vitamin C. Pastinya dipakai karena harganya lebih terjangkau, hehe. *Teteup ya bun, emak-emak kudu pinter ngatur duit.


http://lialathifa.blogspot.com/2016/11/bebaskan-si-kecil-dari-anemia-dengan-3-resep-MPASI-Lezat-Ini.html


Nah makin seru kalau kita membuat MPASI kombinasi. Iya, mengkombinasikan antara bahan makanan segar, ASI dengan bubur bayi Cerelac. Jangan lupa, menggunakan ASI saat membuat MPASI itu jauh lebih baik. Bagi anda yang suka menyimpan ASI perah, yuk manfaatkan sekalian untuk membuat MPASI si kecil.

[Baca juga : Manajemen ASI Perah]

Saat di dapur, aku tinggal mengira-ngira saja, bahan mentah apa yang cocok dipadu padankan dengan bubur bayi Cerelac. Keluarkan ide bunda. Kan banyak tuh variasi rasanya. 

Ada bubur ekonomis dengan pilihan: Beras Merah, Kacang Hijau, Ayam Bawang, dan Apel Jeruk Pisang. Kalo bubur susu ada macamnya seperti: Serealia Oat & Prunes, Serealia Sayur-sayuran, Tim Ayam Sayur, Pisang, Bubur Merah, Beras Putih, Kurma Madu, dan Wortel Bayam Labu.

MPASI dengan bahan kombinasi yang kuberikan kepada Syadid seperti kaya rasa. Gak itu-itu aja. Jadi sejak ketahuan anemia dan pola variasi menunya diperbaiki, sekarang makannya lahap lho, apa aja dikasih mulutnya selalu mangap.


Resep MPASI Lezat Kaya Nutrisi

Kebetulan aku punya tiga resep MPASI yang praktis, lezat, dan pastinya bernutrisi. Kreasi chef Steby Rafael pada saat demo masak di Main Atrium Kota Kasablanka hari Minggu kemarin.

Acara ini diadakan dalam rangka merayakan 150 tahun Nestle. Bubur bayi Cerelac ikut bagian dengan mengenalkan resep MPASI mulai usia 6 bulan hingga batita. Jadilah #150tahunCerelac.

[Baca: Demo Masak MPASI Ala 150 Tahun Cerelac]

http://lialathifa.blogspot.com/2016/11/bebaskan-si-kecil-dari-anemia-dengan-3-resep-MPASI-Lezat-Ini.html
sumber: www.awalsehat.nestle.co.id
Ada 3 resep MPASI yang ditampilkan. Semua menggunakan bahan segar dan buah lokal seperti pisang, apel, kurma, ubi ungu, wortel, telur, susu cair. Resep kombinasi seperti ini sangat praktis lho, bun. Kita tak perlu lagi menambahkan rasa gula maupun garam. Otomatis rasa sudah didapat dari paduan rasa buah dan bahan bubur Cerelac, dengan varian rasa bubur Susu Pisang, Wortel Bayam Labu, dan Kurma Madu.


1. Bubur Sayur Ungu

Usia : 6 bulan ke atas
Untuk : 2 porsi

http://lialathifa.blogspot.com/2016/11/bebaskan-si-kecil-dari-anemia-dengan-3-resep-MPASI-Lezat-Ini.html


Bahan:
  • 5 sendok makan Cerelac Wortel Bayam Labu
  • 60 gram ubi ungu, kukus selama 40 menit
  • 170 ml air matang atau ASI perah
Cara membuat:
  1. Haluskan ubi ungu dengan garpu.
  2. Tambahkan Cerelac dan air hangat, lalu aduk hingga cukup mengental
  3. Bisa anda tambahkan saus wortel
  4. Hidangkan.


2. Puding Kurma Madu 

Usia : 8 bulan ke atas
Untuk : 10 porsi

http://lialathifa.blogspot.com/2016/11/bebaskan-si-kecil-dari-anemia-dengan-3-resep-MPASI-Lezat-Ini.html


Bahan:
  • 100 gram Cerelac Kurma Madu
  • 150 ml ASI atau susu cair
  • 2 butir telur
  • 25 gram kurma, iris tipis kecil atau haluskan
Cara membuat:
  1. Campur Cerelac dengan susu, aduk hingga rata
  2. Tambahkan telur, kocok hingga kembali rata
  3. Berikan irisan kurma, lalu aduk lagi
  4. Masukkan ke dalam wadah kecil-kecil
  5. Kukus hingga matang
  6. Hidangkan dalam keadaan dingin

3.  Crepes Pisang Apel

Usia: 12 bulan ke atas
Untuk : 7 porsi

http://lialathifa.blogspot.com/2016/11/bebaskan-si-kecil-dari-anemia-dengan-3-resep-MPASI-Lezat-Ini.html


Bahan dan Cara membuatnya :

Crepes :
  • 75 gram terigu
  • 1/2 butir telur
  • 160 ml ASI atau susu cair
  • mentega untuk olesan pan dadar
Campurkan semua bahan kecuali mentega. Aduk rata sambil panaskan pan dadar. Olesi mentega setiap ingin membuat lembaran crepes. Buat satu persatu dalam bentuk tipis, lalu angkat. Sisihkan.

Campuran Isi :
  • 8 buah pisang raja yang matang
  • 20 gram Cerelac Bubur Susu Pisang
  • 150 ml ASI atau air hangat 40'C
  • 1 sendok teh margarin
Buat vla isi dengan mencampurkan 1 buah pisang yang dihaluskan, lalu tambah Cerelac dan air. Aduk rata dan masak sebentar dalam wajan yang telah dioles margarin. Angkat dan sisihkan.

Saus Apel :
  • 1 buah apel, dikupas dan diparut
  • 1 sendok teh gula pasir
  • 1 sendok teh maizena, larutkan dengan air hangat
  • 1 batang kayu manis
  • Keju parut secukupnya
Campurkan parutan apel, gula pasir, larutan maizena, kayu manis ke dalam panci, masak sebentar, lalu tambahkan keju. Angkat dan sisihkan.

Cara menyajikan:
  1. Siapkan selembar kulit crepes di atas alas bersih
  2. Letakkan pisang utuh diatasnya.
  3. Tambahkan vla ke dalamnya.
  4. Gulung hingga semua tertutup rapi
  5. Lalu potong-potong membentuk rolade
  6. Sajikan dengan saus apel dan parutan keju.
* * *

Bagaimana bunda, mau coba resep yang mana nih?

Semuanya enak-enak lho. Kemarin Syadid paling suka dengan Sayur Ungu dan Puding Kurma.

Disuapin langsung hap..hap..hap.. karena teksturnya mudah ditelan tanpa harus mengunyah lama-lama. Sedangkan crepes Pisang Apel emaknya yang makan, haha, laper.

http://lialathifa.blogspot.com/2016/11/bebaskan-si-kecil-dari-anemia-dengan-3-resep-MPASI-Lezat-Ini.html


So far, semuanya memang lezat. Bisa menjadi cemilan di sore hari. Paduan ubi ungu yang manis ditambah bubur Cerelac Wortel Bayam Labu yang gurih menjadi nikmat di lidah. Begitu pun pudingnya, legitnya puding ditambah manisnya kurma, cocok dimakan kala lapar melanda.

Dengan menu seperti ini dijamin si kecil suka dan tentunya bebas anemia. Cerelac kan merupakan bubur susu produk Nestle yang sudah dipercaya hingga satu abad lebih. Iya, menurut sejarah Nestle, Cerelac itu sudah ada di Indonesia sejak tahun 1873, awal namanya adalah Farine Lactee.

Cerelac juga sudah memiliki izin halal MUI No.00050030660704 dan BPOM RI ML 860701035145. Jadi gak perlu khawatir akan kebersihan dan kehalalannya deh.

Ditambah lagi komposisinya sudah memenuhi syarat gizi, terdapat minyak ikan dan bakteri baik Bifidobacterium Lactis NCC 288 yang akan menjaga kesehatan usus si kecil dari serangan kuman jahat.

Nah kan, komplit informasinya. Jadi tidak perlu diragukan lagi.

Yuk bun, kita bikin kreasi MPASI juga selain resep di atas pakai bubur Cerelac, sebagai bekal masa depan. Masakan yang disukai bayi dan batita agar mereka menjadi anak hebat, sehat dan kuat sebagai generasi penerus bangsa dan keluarga.

Ayo, bebaskan anak-anak dari anemia dimulai dari makanan yang bernutrisi dan hygienis.



*Tulisan ini merupakan pengalaman pribadi.
Mohon tidak mencopy paste TANPA SEIZIN penulis.

*Sebarkan jika bermanfaat dengan mengklik tombol sosial media di bawah ini.

Diabetes Jadi Bebanmu? Ayo CERDIK.

Hai, kamu.. 
Iya kamu.. 

Masih suka makan makanan berlemak? 
Masih doyan minum minuman manis? 
Masih suka menghisap rokok? 

Lebih memilih naik motor daripada jalan kaki saat ke warung? 
Malas bergerak? 
Berat badan makin susah diturunkan? 

HATI-HATI..
Bisa jadi kamu akan mudah terkena diabetes. Bisa jadi beban lho. 


Hidup dengan pola buruk seperti yang kusebutkan tadi, bisa menjadi pemicu munculnya penyakit ini. Meskipun tidak menular, tetapi berbahaya, apalagi kalau sudah komplikasi. Bisa menjadi penyebab kebutaan, serangan jantung, gagal ginjal, stroke, kakimu bisa diamputasi. Bahkan menjadi penyebab kematian ke lima di dunia.

Di Indonesia sendiri, diabetes dengan komplikasi merupakan penyebab kematian tertinggi ketiga. Urutan kedua di Asia Tenggara. Juga menempati urutan ke tujuh di dunia. Wow, ajib. Berarti kita-kita ini bisa jadi termasuk di dalam urutan tersebut.


http://lialathifa.blogspot.com/2016/11/diabetes-jadi-bebanmu-ayo-cerdik.html

Isshhh, jangan sampai deh.

Menurut Riskesdas, sejak tahun 2007 hingga tahun 2013 kecendrungan diabetes meningkat sekitar 6.9%. Kondisi ini terjadi setiap tahun. Ngerinya, dua pertiga orang penderita diabetes hampir tidak menyadari bahwa dirinya sudah sakit. Jadi seharusnya 80% bisa dicegah, eh malah jadi kebablasan.


http://lialathifa.blogspot.com/2016/11/diabetes-jadi-bebanmu-ayo-cerdik.html

Diabetes bukan saja menjadi beban kesehatan, tetapi sudah menjadi beban ekonomi negara lho. Dalam sekala kecil, tentu saja menjadi beban keluarga. Produktifitas penderita diabetes akan menjadi menurun dan pengeluaran untuk membeli obat tentu saja banyak dan mahal. 

Jika tak bisa dicegah, diestimasikan hingga 25 tahun ke depan, kerugian hingga 1.7 triliun dolar karena diabetes. Ini penting kita ketahui, karena menurut proyeksi jumlah kasus rawat jalan dan rawat inap tahun 2014-2019 beban pengeluaran kesehatan untuk diabetes sebesar 313, 64 miliar. *Jeboool...

Makanya diabetes menjadi salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang telah ditetapkan targetnya oleh Sustainable Development Goals (SDG) agar dapat dikurangi sebanyak 1/3. Demikian pula WHO telah mengeluarkan rencana aksi untuk pencegahan dan pengendalian dari tahun 2013 hingga tahun 2025.

Salah satu sasarannya adalah menghentikan pertumbuhan jumlah diabetes dan obesitas. Demikian juga kementrian kesehatan RI juga sedang menggalakkan kampanye "Cegah, Obati, dan Lawan Diabetes."


WHO menjadikan diabetes sebagai tema kampanye kesehatan sedunia. Bahkan tanggal 14 November besok, kita akan memperingati Hari Diabetes Dunia (World Diabetes Day). *Baru tahu kan? samma..


Siapa saja yang bisa 
terkena diabetes?

Sebelumnya, kita perlu tahu dulu nih. 

Diabetes itu adalah kondisi kadar gula (glukosa) dalam darah seseorang jumlahnya meningkat tinggi. Sedangkan pankreas yang menghasilkan insulin mengalami masalah, tak dapat memecah gula yang dikonsumsi menjadi energi. 

Diabetes lebih dikenal orang awam sebagai penyakit kencing manis. Iya pipisnya manis. Semut saja bisa ditemukan pada celana dalam penderita diabetes, ini beneran, bukan hoax.


Bisa jadi kita juga terkena. Nih, ini dia beberapa kelompok yang dapat terkena:

  • Pra diabetes, seseorang yang memiliki kadar glukosa darah lebih tinggi dari normal, tetapi tidak cukup tinggi untuk divonis sebagai penderita diabetes. Ini nih yang PERLU diwaspadai. Karena jika kita berada diposisi ini, dan tidak menjaga pola hidup sehat, dijamin 5 tahun mendatang kita bisa terkena diabetes tipe 2.
  • Diabetes tipe 1 (diabetes juvenile), lebih banyak diderita oleh anak-anak dan remaja. Tubuhnya tidak bisa memproduksi insulin karena adanya kerusakan pankreas. Terapi dan pengobatannya berupe pemberian suntikan insulin seumur hidupnya.
  • Diabetes tipe 2, lebih umum terjadi saat dewasa karena pola hidup kurang sehat, obesitas. Insulin yang tersedia di dalam pankreas sudah tak bisa lagi memenuhi kecukupan normal. Pengobatannya sebagian besar bisa dilakukan banyak berolahraga, diet makanan sesuai takaran, minum obat, dan suntik insulin jika gula darah sangat tidak bisa terkontrol.
  • Diabetes gestasional, sering diderita oleh ibu hamil. Meskipun nanti setelah melahirkan kadar gula darahnya normal, tetapi beberapa tahun kemudian, dia bisa juga tekena diabetes tipe 2.

Apa tanda-tanda kita 
terkena diabetes? 

Perhatikan diri kita, adakah salah satunya merasakan hal-hal seperti:


  • Buang air kecil lebih sering (poliuria)
  • Sering merasa lapar dan makan berlebih dari porsi biasanya (polifagia)
  • Merasa sering sangat haus dan minum terus (polidipsia)
  • Berat badan menurun, padahal makan banyak
  • Pandangan mata merasa kurang jelas, karena bisa jadi kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan lensa mata membengkak
  • Ada rasa kebas pada bagian tangan dan kaki
  • Tubuh sudah mulai sulit melawan infeksi, akibatnya luka pada kaki sulit sembuh.

Nah kalau sudah ada tanda-tanda seperti ini, sebaiknya kita cek gula darah ya bu, pak. Lebih baik langsung cek darah lengkap di laboratorium, hasilnya lebih akurat dibanding kita hanya mengecek gula darah melalui tetesan darah dari ujung jari.




Faktor Apa Saja Yang
Beresiko Diabetes? 

Menurut survey Riskesdas, banyak faktor yang dapat menyebabkan kita beresiko diabetes, seperti:

  • Faktor keturunan
  • Kegemukan (obesitas)
  • Hipertensi
  • Bertambahnya usia
  • Kurang aktifitas fisik
  • Banyak makan dan minum junkfood atau instan
  • Sering minum alkohol

Yuhuu, nah..nah.. sebaiknya kita ubah pola diatas itu agar tidak mudah terkena diabetes. Lakukan sesuatu yang bermanfaat seperti nanti dijelaskan berikut ini.




Cegah, Obati dan Lawan Diabetes 
Dengan CERDIK

Awal bulan lalu, aku berkesempatan mengikuti acara Jumpa Blogger bersama Sun Life Finansial dan kementrian Kesehatan Repubik Indonesia di Cafe XXI Plaza Indonesia. Di sini kami mendapatkan banyak ilmu mengenai diabetes bersama pakarnya. 

Ada dr. Lily S. Sulistyowati, MM. selaku direktur penyakit tidak menular (P2PTM) Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Beliau mengajak kita untuk mencegah, mengobati dan melawan diabetes dengan CERDIK.

http://lialathifa.blogspot.com/2016/11/diabetes-jadi-bebanmu-ayo-cerdik.html
dr. Lily S. Sulistyowati, MM

Diabetes tidak dapat disembuhkan, tetapi bisa dicegah dan dilawan. Dengan cara pola Cerdik. Bukan sembarang cerdik, tetapi ini merupakan singkatan yang dibuat agar kita selalu ingat dan waspada.

Bagaimana caranya menjalani Cerdik? 
C-E-R-D-I-K.
  • Cek kesehatan, dengan teratur agar dapat mengendalikan berat badan, dapat memeriksa gula darah, periksa tensi darah, dan kolesterol
  • Enyahkan asap rokok dan jangan lagi merokok
  • Rajin lakukan aktifitas fisik minimal 30 menit sehari, seperti joging, berolahraga rutin. Upayakan lakukan dengan benar dan teratur serta terukur
  • Diet seimbang dengan mengkonsumsi makanan sehat dan seimbang, serta bergizi. Konsumsi buah dan sayur setiap hari. Dan kurangi konsumsi gula, maksimal 4 sendok makan. Hindari minuman bersoda, dan makanan manis.
  • Istirahat yang cukup. Sebaiknya kurangi begadang.
  • Kelola stress dengan baik dan benar. Lakukan bersosialisasi dan berkumpul dengan orang-orang yang semangat hidup sehat.

Bagaimana Cara 
Mengobati Diabetes?

Jika anda, aku, kita, sudah merasa memiliki gejala dan pola hidup yang beresiko terkena diabetes, mari, jangan anggap mitos diabetes itu bukan masalah besar. SEGERA pergi ke dokter spesialis Endokrinologi khususnya diabetes.

Seperti yang dihimbau oleh Profesor Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD, KEMD, FACE selaku ahli bidang diabetes dan guru besar ilmu penyakit dalam bidang Endokrinologi FKUI, bahwasanya diabetes jangan dianggap remeh.

Beliau hidup dalam keluarga yang mengidap diabetes. Banyaknya yang meninggal karena penyakit ini membuat beliau terpacu untuk mendalami ilmu khusus diabetes dan menjaga pola hidup sehat. Terlihat dari wajah dan tubuhnya yang nampak bugar dan sehat meskipun usianya sudah lebih dari 70 tahun, menandakan bahwa beliau sangat konsisten mencegah dan melawan diabetes.

http://lialathifa.blogspot.com/2016/11/diabetes-jadi-bebanmu-ayo-cerdik.html
Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD, KEMD, FACE
Beliau menjelaskan, pola hidup yang semakin memanjakan kita untuk malas bergerak membuat resiko diabetes semakin meningkat dari tahun ke tahun. Seperti contoh, untuk pergi ke depan gang saja kita lebih memilih ojek, lalu naik angkot, sehingga kita malas berjalan kaki yang justru lebih menyehatkan.

Ketika kita memeriksakan diri, ada beberapa tes untuk memperkirakan kadar gula darah, seperti:
  • Gula Darah Sewaktu (GDS) : jumlah gula darah diperiksa saat waktu itu juga. Jika nilai GDP ≥ 200 mg/dL artinya kita telah mengidap diabetes
  • Gula Darah Puasa (GDP) : jumlah gula diperiksa setelah pasien puasa selama 8-10 jam. Dilakukan pada pagi hari sebelum sarapan. Nilai GDP ≥ 126 mg/dL bisa dikatakan juga mengidap diabetes
  • Hemoglobin Glikat (HbA1C) : jumlah gula darah diperiksa setelah kontrol selama 3 bulan terakhir. Jika HbA1C ≥ 6.5% menunjukkan adanya diabetes
  • Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) : jumlah gula darah diperiksa setelah puasa dan dilanjutkan 2 jam kemudian setelah minum glukosa. Jika nilai 2 jam 200 mg/dL artinya kita telah mengidap diabetes. 

Jika sudah terdiagnosa diabetes, dokter akan meresepkan obat minum dan suntik insulin. Insulin tidak ada yang berbentuk pil, sehingga alat suntik harus disediakan. Hal ini tujuannya untuk menjaga tingkat gula darah sebaik mungkin. 

Untuk diabetes tipe 1, insulin wajib diberikan. Sedangkan diabetes tipe 2 diberikan obat oral, jika obat ini sudah tidak memadai, barulah suntik insulin diberikan. Penata laksanaan ini harus rutin dan tak boleh berhenti. *Semangat ya kakaaak..

Pesan dr. Sidartawan agar kita juga melakukan pemeriksaan A, B, C agar diabetes dapat dikontrol dengan baik. 
Apa saja itu?
Pemeriksaan dan mengontrol meliputi:
A = A1C (kadar glukosa darah)
B = Blood Pressure (tekanan darah tinggi)
C = Colesterol (Kolesterol)


Mari Bergandeng Tangan 
Bersama Sun Life Finansial  

Setelah kita mengetahui pentingnya menjaga diri dari resiko diabetes, kita juga perlu menjaga finansial agar suatu saat mengalami sakit kronis kita sudah siap membayar pengobatannya. 

PT. Sun Life Finansial Indonesia menawarkan beragam produk proteksi dan pengelolaan kekayaan, termasuk asuransi kesehatan. Sudah lebih dari 150 tahun Sun Life Finansial bergerak dan dipercaya oleh seluruh bagian dunia. Berbagai penghargaan sudah diterima atas prestasinya hingga tahun 2015 lalu. Excellent..

http://lialathifa.blogspot.com/2016/11/diabetes-jadi-bebanmu-ayo-cerdik.html
penghargaan Sun Life Finansial
Dalam hal ini Sun Life Finansial Indonesia mendukung penuh mencegah, melawan dan mengobati diabetes. Sun Life menyediakan asuransi khusus untuk penderita diabetes yang dinamakan Sun Early Critical Illness Rider (SECURE). Manfaat tambahannya 20% UP maksimal Rp. 250 juta atau USD 25.000

Ada pun ketentuan SECURE

Usia Masuk 
  • Pemegang Polis : 18 – 60 tahun
  •    Tertanggung       :   5 – 60 tahun
Masa Pembayaran Premi (MPP)
Mengikuti Produk Dasar atau hingga tertanggung usia 65 atau 88 tahun, sesuai pilihan.
Masa Asuransi
Hingga tertanggung usia 65 atau 88 tahun

Bukan dalam hal asuransi saja. Bersama Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, PT. Sun Life Finansial Indonesia juga telah membangun sebuah poliklinik terpadu diabetes mellitus pada bulan November 2015 lalu.

Sarana ini bertujuan untuk melayani pasien dan mengedukasi keluarga agar diabetes tidak berkembang menjadi komplikasi. Sudah banyak kegiatan yang dilakukan untuk mengedukasi masyarakat agar dapat mengatasi diabetes secara mandiri.

Penasaran? Jangan. Untuk mengetahui keterangan lebih lanjut anda bisa mencari informasinya di www.sunlife.co.id

Sudah faham kan pentingnya hidup sehat dan menghindari diabetes. Akhirnya mari kita jaga kesehatan, sebelum diabetes menjadi bebanmu.
Cegah sebelum semakin parah..!
Lawan semua pencetus resiko diabetes mulai sekarang..!
Obati diabetes secara teratur..!

#LAWANDIABETES, agar Indonesia #LEBIHBAIK.
AYO, KITA CERDIK.



Sumber tulisan:
beatdiabetes.id, sehatnegeriku.com, sunlife.co.id, Wikipedia, dan Dokumen pribadi
DILARANG COPY PASTE Tanpa Seizin Penulis.



Follow Me by Email