Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan pos dari Desember, 2015

Manfaatkan Ampas Jahe Jadi Kukis

Jangan buang ampas jahe anda!
Kenapa? 
Bisa dipakai buat bahan kue lho. Aku sudah mencobanya.
Berawal saat aku diserang batuk hebat setelah melahirkan. Batuknya mungkin berasal dari lelahnya begadang dan menyusui baby newborn. 
Minum obat batuk hitam tidak mempan, obat batuk herbal juga tidak meredakan. Hampir dua minggu batuknya tak kunjung hilang, rasa gatal di tenggorokan, perut bagian bawah jadi terasa pegal dan nyeri akibat tertekan.
Akhirnya mencoba terapi minum air jahe dan susu saja. Jahe kan mengandubg minyak atsiri, gingerol, vitamin C yang dipercaya mengobati batuk, gatal tenggorokan, mual, masuk angin, serta menghangatkan badan.

Cara praktis yang kulakukan adalah dengan melumatkan jahe di blender bersama air matang. Diperas, ditampung dalam botol. Tak perlu direbus lagi, karena menurutku kadar kandungan jahe akan berkurang jika terkena suhu tinggi.

Jika ingin minum, tinggal dituang ke dalam gelas, kemudian mencampurkannya dengan susu.

Namun disaat ingin membuang ampas jahe…

[Hari Ibu] Jadi Tenang Pakai Pampers, Ikuti Kontesnya!

Meskipun hari libur, Sabtu pagi kemarin aku tetap disibuki menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilku, memandikan bayi Syadid, dan bersiap berangkat ke stasiun Bojong Gede menggunakan motor kesayangan. Biasanya sih habis sholat subuh masih leyeh-leyeh malas ke dapur dan ke sumur. Sebagai ibu yang baru melahirkan, keluar rumah menghadiri seminar itu sesungguhnya seperti disuguhi hadiah sekotak coklat. Terasa manis dan dirindukan, ditunggu sedari malam. Bahagiaa deh, asyiiik besok jalan-jalan. Apalagi dapat undangan dari KEB dalam rangka merayakan Hari Ibu bersama Pampers, dengan tema Tidur Nyenyak Bayi #PakaiPampers.
Acara itu pas banget untukku dan dede Syadid yang baru berusia 2 bulan. Aku butuh informasi lebih tentang bayi. Meskipun sudah mempunyai Shidqi dan Selma, ilmu itu tak boleh terhenti diraih, biar tidak lupa. Jadi, semangat banget untuk pergi acara yang dilaksanakan di DoubleTreeby Hilton, Jakarta, dekat sekali dengan stasiun Cikini. Aku membawa ketiga anakku, hitung-hitun…

Cara Membuat Bolu Kukus Gula Merah Mekar Tanpa Telur

Dunia Dari Rumah- Siang ini, nasib ibu menyusui yang belum bisa kemana-mana pengen ngemil kue. Melongok ke dalam kulkas, aiih.. gak ada apa-apa.
Membuka lemari, hanya ada tepung terigu, gula merah, tepung sagu, minyak goreng, margarin, fermipan, soda kue, gula pasir. Rasanya ada yang kurang nih, ah iya, telur. Tadi pagi habis untuk nasi goreng. Mau ke warung kok rasanya repot membawa si bayi.
Pikir-pikir kue apa ya yang bisa dibuat tanpa ada telur sama sekali? Akhirnya mencoba-coba bikin bolu kukus gula merah saja. Bisa lho tanpa telur.


Ini cemilan alternatif jika kita benar-benar darurat kepengen kue, apalagi sebentar lagi anak-anak pulang sekolah, selalu deh nanyain, "ada cemilan gak? bunda bikin kue apa?"
Jika anda tidak punya cetakan bolu kukus, bisa kok pakai double pan. Resep ini kita coba untuk keperluan ganjal perut ya, santai, tidak perlu cantik. Bahkan saya gunakan kertas HVS yang digunting membentuk lingkaran untuk wadah adonan, karena kertas rotiya tidak ada. 
Ad…

Cahaya Hati Untuk Menuju Khazanah Ilahi

Suatu hari saya iseng membuka file backup di komputer yang kerap kali ngehang, ternyata malah ketemu kumpulan tulisan almarhum ayah yang selama ini menjadi inspirasi jiwa dan fikiran saya sebagai manusia.Saya buka tiap judul, ah sungguh membangkitkan rasa kangen saya kepadanya. Ayah itu senang ngobrol dan menulis. Kalau tidak ada teman ngobrol, beliau akan menuangkan semua apa yang dipikirkannya ke dalam suatu tulisan. Seperti ini salah satunya yang sedikit saya perbaiki agar tatanannya enak dibaca.Kata Ayah:Untuk mengenal dunia ini, manusia membutuhkan cahaya yang menyinari untuk bisa melihatnya, seperti matahari, lampu, obor, dan sebagainya. Begitu pula hati ini, apabila ingin melihat khazanah Allah swt maka dia membutuhkan  nur (cahaya) hidayah yang dapat memperlihatkan dengan jelas segala kebesaran Allah swt.Tanda-tanda Adanya Cahaya Dalam Hati:1.   Manusia tidak tertipu oleh keduniaan.            Dihadapan Allah swt, dunia ini tidak lebih berharga dari sehelai sayap nyamuk, dan k…