Juni 06, 2015

Tips Bahagia di Saat Hamil dan Menyusui

Ada yang bilang, kalau bayi atau anak sering sakit, rewel, atau emosionalnya gak stabil, bisa jadi karena ibunya juga stress. Apa iya?
Aku sih setuju. Pun ada pepatah bijak yang menyatakan: Di dalam jiwa yang sehat, terdapat tubuh yang kuat. Aku sempat merasakan perbedaan pada kedua kehamilanku dulu, antara Shidqi dan Selma. Sejak hamil anak pertama hingga pasca melahirkan, aku sering stress, jadilah Shidqi sering sakit-sakitan, kalau boleh dihitung selama 7 tahun daya tahan tubuhnya rentan sakit. Beda dengan Selma, saat aku hamil dia, aku sangat bahagia. Alhamdulillah sampai sekarang anakku itu bisa dihitung berapa kali dia sakit. Mudah-mudahan adik yang sekarang di rahimku pada usia 5 bulan ini pun bahagia dan sehat, aaminn.
Pagi itu di Hongkong Café, aku mendapatkan info yang seperti menguatkan hal tersebut. Aku berpartisipasi memenuhi undangan dari Mommies Daily dalam acara “Happy Mommy, Healthy Baby” yang diselenggarakan oleh Transpulmin dan Kamillosan. Tema yang tepat euy..
Letaknya persis di sebelah Gedung Sarinah. Untuk mencapai ke sini, aku cukup naik kereta ke stasiun Sudirman, lalu menyambung dengan kopaja 19. Perjalanan yang cukup menyenangkan di pagi hari Sabtu lalu, hitung-hitung olahraga.
tanda partisipasi

Acara dimulai pukul 09.27 WIB, diawali sambutan mbak Verra Oktavianti selaku Product Manager yang cantik dan tinggi semampai, menyapa kami para hadirin yang telah datang ke acara ini. Beliau mengatakan sangat bergembira, acara perdana ini disambut antusias oleh seluruh undangan, para mommy dan daddy. Iya dong, aku juga senang banget. Acaranya dihadiri oleh para pakar psikologi dan ibu dokter gitu.

Happy Mommy, Healthy Baby
Ibu Anna Surti Ariani S.Psi, M.Si, Psi selaku pembicara pertama mengatakan bahwa ibu yang depresi maka akan menyebabkan anak akan mengalami gangguan emosional. Sebaliknya, Ibu yang bahagia, maka bayi pun sehat.
Bagaimana mencapainya?
-  Syarat Pertama: JANGAN STRESS!
Seseorang yang mengalami gangguan psikis menjadi kurang memperhatikan anak, lebih emosional, marah-marah, uring-uringan kan?. Sibuk mengeluh akan dirinya sendiri. Bahkan ada yang melampiaskan stressnya kepada anak. Inilah penyebab kasus kekerasan orangtUa terhadap anak yang marak di Indonesia.
Jika sudah begitu, perkembangan psikologi anak pun akan terganggu, mereka tidak bahagia, merasa tertekan. Jadilah kelak remaja yang juga mengalami masalah psikis, seperti minder, sering melamun, ngerinya malah mencari teman yang salah. Hiyy, gak mau ah, anak kita terjerumus pada lingkungan yang jelek.
Gangguan ini bisa terjadi sejak sang ibu hamil. Ibu yang tidak bahagia dampaknya akan mempengaruhi pertumbuhan janin, kurangnya pengeluaran ASI, dan akan membentuk emosi si kecil saat dia sudah lahir hingga ia tumbuh dewasa kelak.
Eh, tapi Ibu yang stress tetap bisa menjadi ibu yang baik kok, namun TIDAK MAKSIMAL, benar tidak?. Yuk ahh, jangan stress lagi ya bu, cari dukungan keluarga dan ilmu sebanyak-banyaknya agar bisa diterapkan bersama.
-  Syarat Kedua: WASPADAI, CEK, DAN BERPIKIR POSITIF
Jika anda mengalami stress lebih dari 2 minggu, segera waspadai dan cek kepada konsultan kesehatan jiwa dan raga yang baik. Selain itu cari kegiatan positif yang dapat membantu menghilangkan stress. Yaa, seperti ngeblog gini deh, hehe..
Dalam kegiatan ini Ibu Anna mengajak para ayah dan ibu menuliskan kata-kata harapan positif di dalam postcard yang sudah disediakan. Lalu dikumpulkan. Dan diambil acak oleh siapapun orangtua di sana. Kata-kata positif akan memberikan pengaruh besar kepada jiwa kita untuk selalu berusaha menjadi lebih baik.
kata-kata positif utk harapan baik
Selanjutnya kami mengambil kartu yang berbeda, kartu yang ditulis oleh peserta lain. Ibu Anna bilang: “Percayalah, itu bukan sebuah kebetulan, mungkin itu adalah sifat anda sendiri atau sifat yang memang harus ditanam dalam diri kita yang masih banyak kekurangan.”
-  Syarat Ketiga: Gunakan 4 Kombinasi Resep Ampuh
 Ibu Anna mengatakan resep untuk bisa bahagia, sebagai ibu kita harus:
1. Sehat
Tentu saja didukung dengan pola hidup sehat, makanan bergizi yang seimbang, olahraga teratur, dan dukung secara spiritual.
2. Percaya Diri
Untuk menjadi percaya diri perlu membekali diri dengan berbagai informasi, apalagi saat menyusui, jika merasa stress dan tidak percaya diri tidak menutup kemungkinan ASI akan berkurang, karena saat stress kita akan mengeluarkan hormon Kortisol (hormon jahat), hal ini akan menghambat pengeluaran ASI. Kalau sudah begini, susu formula-lah menjadi andalan.
Jangan lupa minta pada suami untuk memijat di bagian punggung untuk mengurangi rasa letih dan akan merangsang hormon prolaktin dan oksitosin sehingga ASI akan keluar dengan baik. Manjur deh!
3. Tercukupi
Merasa cukup bukan berarti bermewah-mewahan, tetapi merasa cukup dengan kondisi yang ada. Tentu saja diiringi rasa syukur kepada Tuhan.
4. Bersyukur
Seperti yang disebutkan tadi, banyak bersyukur akan menumbuhkan rasa bahagia. Tak perlu melihat kondisi orang lain yang lebih baik dari kita. Jadilah diri sendiri yang dapat mencapai kebahagiaan itu.

Berikan ASI, Tapi Jangan Sambil Main HP!
Nah, kesentil deh, hehe..
Dr. Elizabeth Yohmi Sp.A selaku SATGAS ASI DAI menyampaikan bahwa untuk memperoleh bayi yang sehat, dukunglah dengan Air Susu Ibu (ASI). Terutama diawal melahirkan, lakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini). Masa ini masih adanya “cairan emas” Colostrum yang muncul dihari pertama hingga 5 hari saja. Sangat bermanfaat bagi kekebalan tubuh si bayi karena mengandung protein yang sangat tinggi.
dr. Yohmi menerangkan ASI
Kemudian lanjutkan 6 bulan pertama secara eksklusif. Hanya diberi ASI, tanpa tambahan apapun. Tanpa air jeruk, pisang, air tajin, dan sebagainya. Usus bayi masih sangat halus dan lambungnya hanya sebesar bola pingpong. Kasihan jika dipaksakan dengan makanan tambahan. Kalau obat bagaimana? Boleh, tentu dengan petunjuk dokter.
Sayangnya pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih rendah. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan orangtua akan manfaat ASI yang khusus diciptakan untuk anak manusia. Diharapkan tidak memberi susu sapi terlalu dini, karena kandungannya masih terlalu besar jadi tidak dapat diserap dengan baik oleh usus bayi, akibatnya banyak yang mencret, kolik, bahkan sulit buang air besar.

Menurut survey, ASI itu dapat mencegah kematian bayi sekitar 15% lho.
Seiring berjalannya waktu, pemberian komposisi ASI akan berubah sesuai kebutuhan sang anak, sebagai berikut:
-    ASI Eksklusif = 0-6 bulan
-    Diberikan ASI sekitar 60-70% = 6-12 bulan. Dimana masa ini bayi mulai diperkenalkan MPAsi (makanan pendamping ASI)
-    Dan hanya 30% ASI diberikan pada usia >12 bulan.

Manfaat ASI lainnya adalah dapat mendukung IQ anak. Tapi dengan syarat benar-benar ada bouding, sambil mengusap, mengajak bercakap-cakap, bernyanyi. Stimulasi IQ-nya, jangan sambil main HP. Itulah kenapa payudara diciptakan di depan, bukan di belakang? Karena menyusui butuh kedekatan emosional.
Bagaimana manfaat ASI bagi ibu? Wuah besar sekali, yaitu dapat meningkatkan imunitas, anti kanker, bahkan mengurangi resiko hipertensi. Keren ya?

Menyusui Yang Benar.
Ibu dr. Yohmi memberikan tips penting nih dalam menyusui, yaitu:
1.       Tataplah mata bayi anda. Ajak komunikasi, jangan cuek ya bu.
2.    Lekatkan mulut bayi kearah payudara kita, bukan kita yang menyodorkan tubuh ke bayi. Usahakan mulut bayi melahap semua daerah aerola (yang berwarna hitam), jangan cuma menempel pada puting, agar payudara anda tidak lecet.
Eh, tapi tenang, kalau lecet pakai deh Kamillosan. Cream yang mengandung bahan alami bunga Chamomile ini dapat mengurangi rasa nyeri dan menyembuhkan luka kok. Tentu saja gunakan saat bayi tidak menyusu ya, bersihkan sesudahnya, nanti malah kejilat deh.

Anda mau tahu info lengkap tentang Kamillosan dan Transpulmin? 
coba gabung deh di fanspagenya (klik disini: https://www.facebook.com/KehangatanIbu) atau follow twitternya di @KehangatanIbu.

Kamillosannya ngintip ^_^
3.       Gunakan posisi yang nyaman, sandarkan punggung dan sangga kaki kita dengan bangku kecil. Jika ASI mulai kurang lancar, sebaiknya minta salah satu anggota keluarga memijat punggung ibu agar melancarkan pengeluaran ASI. Manjur banget!
4.       Kenali ciri bayi anda jika lapar. Biasanya bayi menangis, telapak tangannya akan mengepal kuat, dan menyentuh-nyentuh mulutnya. Jika mereka sudah menyusu, kepalan tadi akan melemas, dan terbuka bertanda mereka sudah rileks menikmati.
5.       Jika ingin diperah, simpanlah dalam botol steril dan simpan dalam lemari es. Tanda ASI sudah mulai basi adalah berwarna kebiruan dan berbau amis.
6.       Jika darurat dan anda tetap ingin memberikan ASI, carilah pendonor ASI yang benar-benar terpercaya, bukan asal-asalan. Karena ASI berhubungan dengan darah, dibutuhkan kesehatan yang baik dan silsilah yang jelas darimana berasal.

Konflik Batin Saat Menyusui.
Dalam sesi tanya jawab, ada beberapa pertanyaan yang bagus, sempat kuingat sebagai berikut:
1.       Bolehkah Menyusui Saat Hamil?
Dr. Yohmi menjawab: Boleh. Selama sang ibu tidak ada riwayat keguguran dan tidak mudah mengalami kontraksi. Dan seiringnya waktu anak akan melepaskan sendiri keinginan menyusunya, karena ASI dirasakan sudah kurang menyenangkan.
2.       Bagaimana menghadapi konflik ASI antara menantu dan mertua, atau anak terhadap ibunya sendiri?
Ibu Anna menjawab: di saat orangtua memberikan saran yang bertentangan dengan kita (misalkan tidak mendukung ASI ekslusif, malah memberikan pisang), dengarkan saja dulu pendapat mereka, jangan langsung dibantah.
Saat duduk bersama, barulah kita sampaikan seperti ini: “Bu, keren ya abang (*maksudnya memuji anaknya sang mertua dulu gitu, ya suami kita, hehe) bisa sehat sampai sekarang walaupun diberi pisang sejak usia 2 bulan. Tapi kemarin saya pernah baca, menurut penelitian terbaru, ASI eksklusif juga bagus, bu. Atau biar jelas, ibu mau gak menemani saya mendengarkan dokter, besok ada jadwal konsultasi nih?”  *weeh, sedaap ya, akur deh! ^_^

We Are The Happy Mommy
Pamungkas acara, diadakan acara games yang seru. Tiga orang peserta harus bisa memakaikan popok kepada boneka bayi dengan mata yang tertutup. Juga pemberian plakat kenangan untuk kedua narasumber acara hari itu. 

Sayang, aku tidak dapat berpartisipasi, karena harus berebut meja games, padahal hadiahnya keren-kerenMana mungkin, dengan perut mulai besar dan ruangan agak padat itu aku harus menyeruak keramaian, nyesek boo..
pemberian plakat kenangan kepada kedua narasumber

ini tempelan harapan yang ingin dicapai para orangtua
Tuh, asyik ya acara ini. Sering-sering deh mau diundang lagi. Di akhir acara kita jadi banyak ilmu, nambah teman, dapat souvenir lucu, dan kenyang. Alhamdulillah, siapa coba yang nolak? Tentu saja kita sebagai mama jadi bahagia, wuehehe.

suvenir lucu
asam manis segerr


Terimakasih ya Mommies Daily, Transpulmin, dan Kamillosan untuk acara hari itu. Sukses Selalu!
Bagaimana dengan anda? setujukah dengan semboyan Happy Mommy, Healthy Baby?

*Ulasan dibuat dengan sebenar-benarnya. Dilarang copy paste tanpa izin ya!


13 komentar:

  1. nice sharing. Thank you Mak ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih juga sudah mampir mak ^_^

      Hapus
  2. Jd bnyak dpet ilmu nih..makasih y maakk

    BalasHapus
  3. percaya diri dan di dukung keluarga ya dalam memberikan ASI

    BalasHapus
  4. es buahnya seger yaaaa, enak..heheeee berarti kita ketemu, tapi aku belum paham bener..saliiim

    BalasHapus
    Balasan
    1. eeh emang mbak duduk dimana? hihi saliim jugaa ^_^

      Hapus
  5. iya ya, kalau ingin anak kita ceria dan bahagia, ibunya harus bahagia dulu ya..
    makasih untuk sharingnya mba :)

    BalasHapus
  6. Aku suka diarynya :")
    btw mak, semangat ya makmil harus bahagiaaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya diarynya cakep, bonekanya juga lucuu..
      makasih ya maak.. #kecupbasah

      Hapus
  7. memang jadi ibu harus selalu bahagia, baik itu sejak hamil, menyusui dan seterusnya harus bahagia :) ,,, sehat selalu yaaa :)

    BalasHapus

Hallo teman, terimakasih banyak sudah membaca dan berkunjung ke sini. Tinggalin jejak dong dengan komentarmu, seneng banget rasanya.

Eh iya, tapi mohon maaf, komentarnya tetap dimoderasi agar terhindar dari spammer. Jika ingin berdiskusi lebih lanjut, monggo hubungi saya via email di: bunda.shidqi@gmail.com