Juli 05, 2014

Bertemu Ayah



Ayah...

Tadi pagi aku bermimpi berjumpa denganmu, 

Sebentar saja, hanya sekejap.

Tapi menyisakan rasa bahagia luar biasa.

Mungkin jika kuceritakan kepada semua orang, 

tak banyak yang faham bagaimana rasanya.


Rasanya seperti jatuh cinta pada pandangan pertama

Seperti berseminya hati seorang gadis 

yang merindu bertemu kekasihnya.

Ingin jumpa dan jumpa lagi.


Tiba-tiba engkau datang dengan jubah dan sorban-mu

yang tak pernah lepas menjelang hari kematianmu.

Kulihat tangan kurusmu merentang lebar menyambutku.

 

Sontak kubalas dengan rentangan tangan ini, 

berlari dan segera merangkul dirimu, ayah.

Kita berpelukan erat, eraaaat sekali. 

Seperti tak ingin lepas lagi.


Lalu kau menatapku dalam bisu,

Senyum  itu membuatku bahagia.

Kita berputar-putar kegirangan seperti terbang,

Ringan sekali.


Rasanya seperti nyata, 

sampai akhirnya aku membuka mata,

Perlahan-lahan,

Ahh, kenapa ini hanya mimpi?


Ayah, ada apa?

Aku sudah lama sekali merindu.

Apa karena aku menulis tentang perihnya ditinggal olehmu, 

menjelang persalinanku?


Iya ayah, aku sangat kehilangan dirimu.

Kehilangan nasihat bijakmu.

Kehilangan sun yang biasa mendarat di kedua pipiku.

Kehilangan cerita-cerita cintamu kepada ibu.

Kehilangan masa kita mendengarkan musik klasik.

Kehilangan tempat curhatku.

Kehilangan semuanya...


Aku kangen dirimu, ayaaahh...

Kapan engkau akan hadir lagi?

 

Semoga engkau bahagia di alam sana  bersama ibu.

Di taman surga-Nya




Dengarlah, lagu ini seperti mewakili hatiku

FOR ALWAYS


video


#menangis di pojokan

6 Ramadhan 1435 H


2 komentar:

Hallo teman, terimakasih banyak sudah membaca dan berkunjung ke sini. Tinggalin jejak dong dengan komentarmu, seneng banget rasanya.

Eh iya, tapi mohon maaf, komentarnya tetap dimoderasi agar terhindar dari spammer. Jika ingin berdiskusi lebih lanjut, monggo hubungi saya via email di: bunda.shidqi@gmail.com