HIDUP ITU BAGAIKAN KOPI (pahit, manis, terkadang asam)


Menyesap kopi panas maupun dingin sepertinya telah menjadi bagian hidupku. Kombinasi perpaduan rasanya memberikan kenyamanan di lidah. Aromanya wangi yang menyentak juga dapat menghilangkan kepeningan kepala ini. Walaupun sibuk seharian rasanya akan lebih berwarna jika ditemani dengan secangkir kopi.


HIDUP ITU TAK SEHITAM KOPI.
Sibuk dalam bisnis online dan rumah tangga tanpa adanya asisten membuatku harus berani menerima tantangan ini. Disela kesibukan tersebut tak pelak anak-anak juga butuh perhatianku. Berantakan di setiap sudut rumah menjadi pemandangan yang seru. Wuihh.. mirip perahu pecah, berkeping-keping. Tapi biarlah, bersama mereka adalah hal yang tidak boleh terlewatkan begitu saja. Tetap mendampingi masa keemasan tumbuh berkembangnya. Nah, ketika keduanya telah tertidur pulas, itulah waktu yang paling tepat meninggalkan mereka sejenak untuk mengisi kesibukanku yang lain.

Mata sulit terpejam dan kurang istirahat merupakan hal biasa. Jangan heran, sambil memasak maupun mencuci, aku pun siap melayani para konsumen. Menyela waktu meng-upload foto di internet, membalas berbagai sms juga telepon, membungkus barang, dan mengirimkan kepada jasa kurir. Pernah mendapat protes keras dari konsumen yang salah faham, wah, itu persoalan batin. Disangka lalai mengirim paket, padahal ada kendala di jasa pengiriman. “Mbak, gimana sih? Kok paket saya belum sampai?!!" serunya.

Kuperlakukan semua urusan tersebut dengan bijak, tanpa ikut terbawa emosi. Perlahan tapi pasti memberikan solusi. Sabar, menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Akhirnya pergi ke dapur untuk menghibur diri bahwa hidup itu tidak sehitam kopi yang kubuat. Jadi teringat fenomena maraknya White Coffe. Seperti menumpas pikiran bahwa kini kopi tidaklah lagi hitam, toh ada kopi putih. Begitu juga dengan kehidupan, kadang hitam, kadang putih.

Semua berlalu dan terus dijadikan pelajaran agar aku tetap bertahan di dunia bisnis kecil-kecilan ini. Demi menyokong perekonomian keluarga. Sebagai  ibu dan istri, aku seperti dikejar waktu untuk dapat menyelesaikan segala urusan tetek bengek yang tiada habisnya. Butuh istirahat, namun dienyahkan agar semua dapat diselesaikan dikit demi sedikit pada hari itu juga. Senang rasanya bisa membantu keuangan suami, meskipun aku tetap berada di rumah. Tetap semangat, terus merasa hebat, tak boleh kalah oleh pesimis, toh kopi manis selalu menemani, seperti candu yang merasuki.



ENJOY WITH KOPI DARAT.
Hei, hidup itu membosankan? Tentu tidak, justru menakjubkan!. Aku senang menulis. Segala keluh kesah dan rasa bahagia kutuangkan dalam goresan pena, secarik kertas menjadi tempat mengadu. Selain itu hobi membuat kue dan menghiasnya untuk kedua anakku menjadi hal yang mengasyikan. Melihat binar mata gembira mereka menyambut kue buatanku, meluruhkan kepenatan tubuh ini.

Tak ragu ikut segala kegiatan berbagai komunitas jejaring sosial, di dunia maya maupun bertemu muka, juga dapat membuka wawasan, menghilangkan stress, dan membuat kelapangan batin lho. Tahukah anda? ada beberapa komunitas yang hebat kuikuti, seperti Ibu-Ibu Doyan Nulis, Kumpulan Emak2 Blogger, Recomended Onlineshop, Ibu-Ibu Doyan Bisnis, dan lain-lain. Bukan hanya obrolan kosong, akan tetapi pengalaman suka duka dalam menulis, cara menembus media, tips dan trik agar tulisan kita memikat para juri, bahkan seluk beluk bisnis dapat kita petik di dalamnya. Menjadi sumber inspirasi.

Sengaja menyempatkan diri keluar rumah, jika ada acara-acara yang diselenggarakan oleh komunitas tersebut. Ingin bertemu dengan banyak teman baru, mendapatkan ilmu, mencurahkan asa dan bertukar pikiran secara langsung, itu tujuanku. Istilah kopi darat berlaku disini, karena saat semua pertemuan tersebut itu digelar, ada kopi panas yang selalu ditawarkan. Tersedia dengan tatanan cangkir yang rapi, memanggil untuk dinikmati.  Ah, tahu saja kegemaranku. Ternyata banyak juga lho teman yang senang ngopi. Jadi pantas saja ini disebutnya kopi darat, ketemu sambil mengobrol dan minum kopi.

Sampai kini aku menjalani hidup dengan santai. Setiap langkah dirasakan bagaikan menikmati lezatnya Caramel Macchiato Starbucks. Perpaduan dari kopi espresso dan krim vanilla, topping busa susu yang lembut, dihiasi saus karamel yang cantik, menambahkan kenikmatan yang tiada tara. Seninya minum kopi rasa manis, pahit, gurih, dan terkadang asam, berbaur bersama dalam lidah, mirip dalam kehidupan. Enjoy with coffe. Hilang kegundahan batin, tetap bahagia menjadi ibu dan istri di rumah. Bagaimana dengan anda? 

tulisanku ini pernah ada di FemaleCircle.com

Trik dan Tips Memotret Produk Sendiri

Sepertinya menampilkan foto-foto dalam dunia internet menjadi suatu kewajiban. Dapat dikatakan, lebih asyik melihat suatu bukti berupa gambar atau foto dibanding harus membaca tulisan. Demikian pula dalam berjualan di media online, hampir 100% media foto lebih banyak ditampilkan ketimbang media ajakan melalui tulisan. Bila kekuatan foto yang biasa saja cukup menarik peminat membeli, bagaimana dengan foto yang cantik dan elegan? Dijamin dapat mendongkrak angka penjualan suatu produk.

Maka inilah yang membuat saya cukup tertarik mengikuti seminar kecil-kecilan bersama Bunda Haifa (penulis buku resep) dan ibu-ibu dari Recommended OnlineShop pada hari Minggu tanggal 7 April 2013 kemarin. Selain bisa kopdar dengan emak-emak ReOs, seperti mak Reren, mak Isti, mak Farida Nurvita, mak Ovi, mak Fazaya, mak Eha, mak Novita Sari, mak-mak lainnya yang ternyata jadi lupa kalau gak liat absen, hehe..
siap-siap yaa..

Ada sedikit ilmu yang disampaikan, antara lain:

Kebutuhan yang diperlukan dalam kegiatan fotografi:
a. Kamera
Tentu saja kamera menjadi andalan utama. Kamera apa saja bisa digunakan, namun jika ingin mendapatkan hasil yang bagus minimal menggunakan kamera pocket. Karena sudah banyak kamera jenis ini yang kwalitasnya baik dan keren. Jangan lupa baca dan pelajari buku manual petunjuk yang ada pada kemasan kamera. Di sanalah rahasia yang terpendam bagaimana cara menggunakan kamera yang baik dan professional, tanpa merasa lugu, ah yang penting motret.

b. Produk yang akan dijual
Siapkan produk yang akan di foto. Jika ingin memotret perhiasan atau aksesoris yang akan diambil dari jarak dekat, gunakan mode MAKRO/close up (biasanya pada kamera disimboli dengan bunga tulip). Jika ingin memotret fashion gunakan manekin (boneka patung), atau lebih baik model orang. Jangan asal digelar dilantai aja toh.

c. Background
Gunakan dinding/latar yang sesuai tema foto. Bisa menggunakan kertas HVS saja untuk benda yang berukuran kecil, atau dukungan alam luar sebagai latar belakang yang menarik

d. Property (pernik pendukung)
Sebagai contoh jika ingin memotret makanan, biasa digunakan sendok, garpu, serbet bahkan strawberry, anggur, dan sebagainya. Jika ingin memotret perlengkapan bayi bisa ditambahkan boneka beruang. Seperti itulah, tinggal ide kreasi kita yang bermain di sana

e. Tripod
Manfaat tripod adalah untuk mengurangi getaran tangan saat memotret sehingga tidak menghasilkan bayangan pada gambar. Tripod itu semacam kaki atau penopang kamera.

f. Software untuk mengedit foto
Biasanya digunakan program photoshop, Flash, Corel Draw, Picture Manager dan sebagainya pada media komputer atau laptop, untuk menambah atau mengurangi hal yang ingin dicapai. Seperti penambahan warna, kecerahan, cropping, ukuran foto, dan lain-lain


Candu Minum Kopi

merangkai kata bersama si dia..secangkir kopi

Meskipun banyak nasihat yang menyatakan bahwa terdapat efek samping yang membahayakan tubuh akibat terlalu sering meminum kopi, namun pada kenyataannya aku malah makin ketagihan minum kopi. Sebagai seorang ibu rumah tangga yang suka menulis, waktu senggang sangatlah sedikit. Ide-ide muncul justru ketika sedang mencuci, memasak, menyapu, mengepel, bahkan saat menemani kedua buah hati belajar dan bermain. Kesempatan menulis jelas hanya bisa tertuang pada malam hari ketika semua telah lelap tertidur. Jujur, rasanya ingin ikut merebahkan diri, menghilangkan lelah dan penat seharian. Tapi apa daya, keinginan terus menulis mendorong jiwaku agar bisa menahan kantuk. Saat itulah secangkir kopi ikut serta menemani.

            Dulu aku pernah meledek seorang sahabat yang hobinya minum kopi. Dia mengaku sanggup minum kopi di pagi, siang, dan malam hari. “Laila, masa perempuan doyan minum kopi kaya supir bus aja?” kelakarku.  “Eeeh, kamu belom coba aja. Nanti suatu saat…sepertinya kamu akan sepertiku. Jadi raja kopi. Kegiatan kita yang sering di depan komputer itu cukup melelahkan lho, paling nikmat ya minum kopi, lihat saja nanti..!”, jawabnya sambil tersenyum penuh makna. Kulihat diri menghilang hendak pergi ke pantry. Tidak sampai beberapa lama, dia datang kembali sambil membawa secangkir kopi susu, tentu dalam keadaan dingin terkena es batu. “Coba deh, kubuatkan khusus untukmu,” ujarnya sambil mengerlingkan mata.

            Seperti diingatkan kembali pada kejadian saat ngantor dulu. Ketika pertama kali aku terbujuk rayuannya dan luluh pada tawaran untuk meminum kopi buatannya. Akhirnya terbukti, aku benar-benar ketagihan. Sebagai indikasi, aku jadi sering tergoda untuk selalu membeli kopi di toko sembako, padahal saat itu niatnya hanya ingin membeli gula dan telur. Ah, kenapa jadi ikut terhitung belanjaan kopi? Hahaha..terjadi pergolakan dalam diri.

Dilema, tapi malah menyakini, ah sudahlah gak sering-sering kok. Cukup minum kopi saat menulis saja, walau akhirnya suka terjadi pelanggaran. Saat anak-anak tidur siang pun, akhirnya kopi tetap hadir di samping meja komputerku. Perjanjian hati yang dilanggar sendiri. Terkadang tersenyum sendiri, aiiih, dapurku penuh koleksi kopi serenceng. Aneka rasa lho, ada kopi susu, kopi rasa kacang, capuchino, mochachino, ataupun white coffe, persis warung kopi. Sttt, tenang…itu bukan semua untukku, tetapi buat persediaan sewaktu-waktu tamu datang..bener deh.. *terkesan pesan terselubung ya?

Kini kebiasaan meminum kopi bukan hanya saat menulis saja. Malah menjadi kebiasaan yang membuat candu dan rindu. Contohnya saat sumpek diperjalanan menunggu kendaraan (umumnya selalu menggunakan kereta), aku selalu melipir ke mini market sekedar membelikan susu kotak untuk kedua anakku dan tak lupa membeli sekotak kopi instan dingin siap minum demi keegoisanku.

Atau di saat-saat aku berkumpul dengan teman-teman komunitas jejaring sosial, kopi selalu menjadi menu pembuka sebagai sarapan pagi. “Kopi atau teh, mbak?” sang pelayan menyapa ingin menuangkan minuman ke dalam cangkir kosongku. “Oh, kopi”, jawabku spontan. Bukti nyata bukan? Kopi menjadi pilihan utama, tanpa melihat kapan dan dimana pun. Menyeruput secangkir kopi menjadi kenikmatan tersendiri.

kumpul bareng Kumpulan Emak-Emak Blogger
Atau pernah pada kejadian dimana perasaan ini sedang labil. Rasa tegar yang selalu ada sebagai penjual online saat itu agak melemah. Perasaan tertekan dari beberapa konsumen yang terkadang tidak mau tahu kondisi kita sebagai penjual, keterlambatan kedatangan pengiriman yang seharusnya bukan salahku, atau ocehan para penawar barang sudah menjadi warna dalam kehidupan perdaganganku.

Semua itu cukup mengusik kesabaranku, namun akhirnya secangkir kopi masih setia menemani. Sambil mengaduk perlahan, aku amati lamat-lamat alur perputarannya. Tenang mengikuti arus putaran. Seakan menghibur, hidup itu tidak sehitam kopi. Tambahi saja suasana putih, maka hitamnya kehidupan akan berubah menjadi warna yang lain.

Walaupun godaan itu sampai kini tetap ada, akan tetapi semangat meminum kopi harus dikurangi. Usia menginjak 35 tahun telah menjadi tolak ukur, aku harus berubah untuk bisa menjaga kondisi tubuh. Jujur, keseringan minum kopi juga membuatku malas makan. Sejak kebanyakan duduk dan sering minum kopi, ternyata membuat pinggang ini terasa sakit sebelah. Nyeri, seperti orang salah urat. Diurut-urut tapi tetap terasa kurang nyaman. Suami langsung menilai dan menghakimi, ”makanya banyakin minum air putih, jangan ngopi melulu! Ginjalnya kena kali tuuh”.

Hiyy, jangan sampai ya Allah, ngeri. Kondisi kami yang apa adanya, tidak berasuransi, haruslah taat menjaga kesehatan. Solusinya? Ya rajin minum air putih. Minimal 1 jam sekali aku harus minum segelas air putih. Bagaimana dengan kopinya? Yaa, sekarang cukup 2x sehari dengan formula yang sedikit lebih sehat. Perbandingan susu:kopi= 2sdm: 1sdm, cukup bagus tidak? He he.. Bagaimana dengan anda?


Mencoba Panjat Dinding

Panjat dinding adalah olahraga yang sepertinya kurang terekspos oleh media, masyarakat termasuk saya tidak terlalu mengetahui hal tersebut (apa karena saya aja kali yaa yang kuper, hehe). Bagaimana tidak, awalnya saya melihat hal itu hanyalah permainan biasa, permainan para remaja muda untuk terlihat keren. Bukan sesuatu yang fantastis. Namun setelah mencoba merasakan (walau baru coba panjat dinding), wow, ternyata opini saya mulai berubah.

Panjat tebing merupakan olahraga yang memang membutuhkan kekuatan fisik dan mental serta strategi yang bagus untuk mencapai puncak. Melatih keseimbangan koordinasi otak terhadap tangan, kaki, mata, dan keyakinan hati. Jika anda sudah pernah melakukannya, mungkin akan setuju dengan ini. Bagus juga jika dijadikan sebagai filosofi hidup. Butuh kesabaran dan kekuatan untuk mencapai titik puncak kejayaan dan kebahagiaan. Ternyata memang susah lho panjat dinding.

Tak sengaja aku mencobanya saat sedang jalan-jalan pagi di hari Minggu bersama suami dan kedua anakku, Shidqi Selma. Lokasinya di jalan Tegar Beriman, tepatnya di sudut lapangan depan kantor Bupati Kab.Bogor. Wilayah itu lebih dikenal dengan sebutan Pemda Cibinong, karena memang letaknya masih dalam kawasan kecamatan Cibinong. Dulu tempat tersebut menjadi populer karena ada pasar kaget yang cukup komplit dan panjang kawasannya. Bayangkan, hampir sepanjang jalan terisi berbagai pedagang kaki lima, kurang lebih 3 KM panjangnya. Mulai dari pakaian, makanan, minuman, cendramata, cemilan, alat rumah tangga, TV, Motor, Sepeda, perlengkapan bayi,  apa pun yang anda cari, tanpa sengaja pasti ketemu. Walau pun dengan harga yang terbilang tidak terlalu murah, tetapi terlihat selalu ramai.

Saat kami menepi di lapangan, terlihat beberapa anak-anak berlatih panjat dinding (kalau panjat tebing bila berada di alam bebas). Banyak sekali yang gesit. Tap, tap, tap, sepertinya mudah sekali. Dengan rasa penasaran aku bertanya pada salah satu pemandu. Berapa biaya bulanan dan tiap hari apa berlatih? Jawabannya: Rp. 200.000/bulan dengan alokasi jadwal latihan seminggu 2x setiap sore ba’da Ashar. Eh, ternyata di hari MInggu terbuka untuk umum, cukup bayar Rp.5000 saja bagi yang ingin mencoba. Wah, tawaran yang menarik, langsung kami ambil kesempatan itu. Berdua dengan suami menyiapkan diri, pede aja, pengen tahu rasanya bagaimana?

Pertama yang kami gunakan adalah Harnes, alat peyangga tubuh yang dilekatkan pada bagian pinggang hingga bawah panggul dan bokong, menopang badan dengan kuat. Harnes itu tentu saja terhubung dengan tali Karmantel (terbuat dari serat alam) yang dapat ditarik ulur, pastinya berguna untuk menyelamatkan para pendaki jika terpeleset. Dibagian perut tergantung kantong yang berisi tepung anti keringat yang terbuat dari magnesium. Rasanya memang kesat di kulit. Tentu anda tahu kan manfaatnya? Supaya tangan kita tidak licin saat mendaki.

ayah pakai harnes

Setelah semua bersiap, termasuk kedua pemandu yang saling sigap membantu memegang tali saat pendaki naik (digambar atas ya si mbak bercelana merah dan mas yang memasangkan harnes). Saat itu saya hanya bisa bersorak melihat suami jatuh terpeleset saat nyaris sudah mendekati puncak. "Mana semangatmu?? Setelah dia mencoba beberapa kali, akhirnya menyerah dan gantianlah denganku.

Yang pertama kali kurasakan adalah deg-degan, lama-lama ketagihan, penasaran soalnya.. Ingat, yang takut ketinggian jangan suka melongok kebawah ya, seketika semangat anda pasti akan kendur. Pusing ternyata. Hahaha.. Begitu pun aku, memulai strategi menitipkan ujung jari (yang saat itu bukan sepatu khusus panjat dinding tapi benar-benar telanjang kaki) pada batu buatan yang menempel di dinding. Kemudian mengangkat badan dengan kedua tangan ini. Langkah pertama mudah, kemudian cukup mudah, lama-kelamaan semakin tidak mudah, rasanya berat. Nafas jadi tersengal-sengal. Hufft, susah juga ternyata. Benar-benar harus kompak tangan dan kaki.

langkah awal


abis ini bersiap jatuh
Semakin tinggi rasanya bumi makin ingin menarik badan ini. Saya seakan memiliki bobot badan yang mirip tubuh kekarnya si makhluk hijau, Hulk. Apa karena amatir, gak ngerti tekhnik yang bagus, makin ke atas makin sulit mengangkat badan, sungguh berat. Tangan terasa kaku dan nyeri. Kemudian masih mencoba memijakan ujung kaki pada salah satu batu. Tiba-tiba terpeleset, swiiiiinnggg…ringan rasanya badan ini bergantung-gantung dan berayun turun menuju bawah, menuju hamparan tanah. Ini yang paling enak lho. Masih penasaran, ya naik lagi walau tetep gak bisa mencapai puncak. Gak lulus jadi spiderwomen. Senang sih rasanya walau esok harinya tangan dan paha terasa ngilu, ooh akibat tidak pemanasan terlebih dahulu. Ototnya pada kaget kali, maklum atlet dadakan, hehe..

Tingkah laku kami ditiru Selma yang sejak kecil memang terlihat tomboy dan tidak mengenal rasa takut. Dia sudah berani memanjat walaupun masih seusia 1.5 tahun (masih menggunakan popok). Suka kepergok tau-tau dia sudah bertengger di besi ranjang atau di atas televisi. Melihat itu, saya tidak langsung panik, hanya sekedar bicara; "hati-hati ya dek, jangan sampai jatuh! Turunnya pelan-pelan yaa..". Maka dengan tenang dia menyelesaikannya hingga mendarat di lantai. Ya, jika anak diberi kepercayaan, maka mereka memang benar-benar bisa menyelesaikan perintah. Menandakan bahwa daya tangkap mereka ikut berperan aktif menerima informasi.

manjat teruss

tau-tau udah nyampe ke atas, iiih..
Seketika sang kakak yang kebetulan takut ketinggian ikut meniru, tidak mau ketinggalan, ingin menunjukkan bahwa dia bisa, walau cuma sekedar di kayu ventilasi. Jadilah seperti ini. 

kami bisaaa..

Intinya jangan memandang remeh olahraga apapun, karena memang berat dan perlu latihan yang rutin. Dan yang menjadi poin kami adalah, memberikan contoh kepada anak maka akan tumbuhlah percaya diri dan minat anak terhadap olahraga. Bagaimana dengan anda? 


Wow... Silahkan Copas Tapi Pakai Izin ya!

Gak sengaja menemukan blognya mas Ricky Pratama yang membahas tentang cara mengetahui bahwa tulisan kita di jiplak tanpa izin dan ternyata bisa dilaporin lho, tau-tau blog kita dihapus, wah.. (Baca disini)

Kesimpulannya yang menurut saya paliiiing gampang, kaya gini:
1. Sorot salah satu judul atau kalimat pada tulisan kita
2. Copy (tekan Ctrl +C)
3. Buka www.google.co.id
4. Masukan dan paste (Ctrl + V) pada kolom pencarian, jangan lupa beri tanda " di awal dan akhir kalimat, seperti contoh ini:

"Cara Menstimulasi Kecerdasan Emosi"

5. Lalu klik google search
6. Hasilnya keluar beberapa link.. liat aja, ada yg mirip2 gak? Kalau hasilnya nihil ya berarti gak ada yang jiplak.
Akhirnya aku mencoba dan hasilnya jadi bikin ketawa...merinding disko.. deg-degan juga.. Bener-bener mentah dijiplak semua (Nama Shidqi dan Selma masih bertengger). 

Saya posting tanggal 16 maret, dan saya mencoba mempublish di vivalog (situs ini tidak sembarang menerbitkan tulisan kita, soalnya ada beberapa tulisanku yang gak lolos), ternyata dia posting di kaskus pada 21 Maret .. contohnya ini: 
http://www.kaskus.co.id/post/515adce08327cf1d0900000e#post515adce08327cf1d0900000e. (maklum orang newbie, jadi pengen postingan instan)

Disitu memang dicantumkan sumber, dari log.viva.co.id, namun jika anda membuka vivalog tersebut, maka tulisan tersebut akan diarahkan kepada blog kita (ini tulisan asli saya disini ), artinya memang itu asli ide saya, mumetnya saya, begadangnya saya, ngantuknya saya. Bahkan mengorbankan waktu saya untuk gak sempet nyuci, masak, tidur, mandi.. *halah, lebay, hehe (beneran saya sampe pernah belum mandi dari pagi sampai malam) ---> Males aja kaleee

Nah intinya, membuat karya itu ternyata dibutuhkan kesabaran sampai berjam-jam, butuh kesabaran pula atas tingkah laku orang yang ingin bekerja instan, doyan copas hanya dalam beberapa menit (tanpa izin!), ambil hikmahnya semoga membuka hidayah dan rejeki saya, hehehe..amin


Ketika saya sedikit berbicara melalui status pribadi di jejaring sosial ternyata mendapat reaksi yang cukup santai: yaa bagus dong, bagi-bagi ilmu..
Mengeluh? Gak suka?  Oh bukan itu.. Bukan., reaksi yang terbangun dalam diri bukanlah saya pelit ilmu, namun ingin membangun jiwa masyarakat Indonesia untuk saling menghargai hasil karya orang lain, minimal melalui kata-kata santun berupa kata izin.

Ya cukup bilang aja pada kolom komentar tulisan kita; nice info, izin copas yaa.. Nah kan enak kalo gitu, kecuali kalau tidak terdapat kolom komentar di blog, lain soal, tapi kan ada fesbuk gitu lho, mampir kek..Siapa tau malah jadi temen yang saling membangun. Ayo, jadilah manusia berani berkarya, minimal karya tulisan berupa curhat *kaya gini, hihi

Oya, sebagai catatan log.viva.co.id itu adalah situs yang diperuntukkan bagi para pengguna blog yang ingin membooster jumlah pengunjung kepada blog kita, seperti kata saya tadi, jika lolos ke dalam urutan tulisan di sana, dengan waktu singkat julah pengunjung kita cukup besar, coba aja!.. silahkan lihat caranya disini

Oke semoga berguna, salam kreatifitas, berikan ilmu sebanyak-banyaknya, tapi jiplaknya pake izin yaaa ^_^

#cari lagi aaah, ada gak yaa tulisan saya dijiplak?


Ini Dia, 6 Keistimewaan Rendang Padang Restu Mande

Pantas saja disebut rendang, ternyata berasal dari kata merandang. Artinya memasak dalam santan kelapa sampai agak mengering, dalam waktu yang lama. Biasanya bisa mencapai 8-10 jam dan menggunakan api dari kayu bakar. Makin lama dimasak, rendang itu makin menimbulkan aroma dan rasa khas yang membuat air liur ini bertambah. Wangi dan sedap, membuat perutku minta diisi.


http://lialathifa.blogspot.com/2013/04/ini-dia-6-keistimewaan-rendang-padang.html
Western Sumatra Caramelized Curry Alias Rendang Padang
(sumber:Restu Mande)
Menurut sejarah memasak rendang melambangkan keutuhan masyarakat atas dasar filosofi kebersamaan dan kesabaran sehingga dapat mencapai hasil mufakat. Asal muasal bumbu rendang itu diadaptasi dari bumbu kari India yang dikembangkan menjadi makanan khas Sumatra Barat, diduga sudah ada sejak abad ke-16. Terjadi karena masyarakat Minang sengaja membuat makanan  yang tahan lama sebagai bekal bagi para perantau. Rendang telah menyebar dan lestari hingga kini, melalui berbagai rumah makan Padang ke seluruh pelosok Indonesia. Tak hanya daging, rendang telah banyak dimodifikasi dengan bahan baku lainnya seperti telor, ayam, belut, udang, kentang, kacang merah, jengkol, singkong, juga daun pakis. 
Oh, Ini Rahasianya
Ibuku pandai membuat rendang sendiri. Beliau memang keturunan Minang, tepatnya dari Batusangkar. Kebiasaannya menyuguhkan rendang membuat nafsu makan kami meningkat. Katanya sih, enak tidaknya rendang itu tergantung dari racikan tangan si pembuat. Buatan ibu memang mantap. Terdapat banyak sekali macam bumbu dan rempah-rempah. Semua dihaluskan dengan tangannya sendiri diatas batu yang besar dan lebar, mengulek sambil duduk diatas bangku kecil yang kami sebut dingklik.
Aku lihat saat itu terdapat bumbu seperti cabai merah keriting, cabai rawit, cabai merah besar, bawang merah, bawang putih, lada, kemiri, ketumbar, asam kandis, kunyit, jahe, lengkoas (laos), jinten yang sudah disangrai, sedikit pala, bunga lawang, cengkeh, kayu manis, daun jeruk, daun kunyit, daun salam, daun sereh, dan ah lainnya sampai agak kulupa. Santan kental dalam wajan yang besar pun sudah siap dipanasi. Tentunya pasti ada garam dan gula sebagai penyedap rasa ya.. *Ya iyalaah.
“Hafalkan semua macam bumbu ini. Caranya dihaluskan dan tumis sampai wangi. Lalu campur dengan santan kental. Ingat ya, jangan pelit ngasih lengkoas (laos) dan pakai santan kental dari kelapa tua, banyaknya santan maka akan semakin gurih nantinya. Aduk-aduk terus sampai santan mengering dan mengeluarkan minyak”, begitu perintahnya ketika beliau mengajariku langsung di dapur. Ciri khas rendang Padang yang tepat menurut ibu adalah daging empuk berlumur bumbu pedas yang meresap dan berwarna coklat gelap mengkilat dan berminyak kemerahan nan gurih. Ooh, jadi ini rahasia enaknya. Tanpa sadar ibu telah mengajariku untuk melestarikan budaya bangsa Indonesia.
Pernah suatu hari aku naik angkutan umum sendirian dengan berani, demi menjalankan tugas dari ibu yang saat itu sedang malas memasak. Membeli rendang Amak Tuo di pasar. Sekaligus memesan sekilo untuk dibawa ke rumah nenek. Bayangkan..Tatkala itu usiaku masih berumur 12 tahun (hmm, ah biasa aja kayanya, hihi). Rendang Padang memang menjadi lauk kegemaran keluarga kami. Merupakan oleh-oleh yang wajib. Walaupun keluarga nenek (dari ayahku) adalah orang sunda, tetapi tetap saja mereka merindukan makanan itu. Buktinya saat kami datang ke sana, nenek menyongsong gembira sambil berkata, “mana nih kedoyanan nini?”. Ih nini, yang disapa duluan malah bungkusan rendang, bukan aku.. hahaha.
Keistimewaan Rendang Padang
Cara pembuatan rendang yang unik dan rasa lezatnya membuat pesona lain dalam lubuk hati, seperti memberikan rasa candu dan rindu yang luar biasa terhadap kampung halaman. Rindu rendang buatan ibu. Jadi kangen ibu deh nih. Kini tak perlu bingung lagi, rindu itu telah terbayar oleh Rendang Padang Restu Mande. Rasanya benar-benar mirip buatan ibu. Enak dan sedap.
Alhasil, terdapat 6 (enam) keistimewaan dari produk ini, menurutku ya.. yaitu:
1. Rasa Lezat Yang Khas.
- Setelah membaca di fanpage Restu Mande, katanya menggunakan 26 macam bumbu dan rempah pilihan, segar dan bukan instan. Tentunya dengan daging yang segar. Pantas saja menghasilkan rasa yang lezat, terasa gurih, dan bukan rasa mecin (MSG). 
- Ada rendang sapi dan ayam rasa original, rasa yang sangat cocok untuk lidah anak-anakku, karena tidak pedas rasanya, dagingnya cukup lembut, dapat disuwir-suwir. Juga ada pilihan rasa spicy yang sangat pas untuk para penggemar pedas, seperti aku dan suami, langsung nyess, benar-benar "ngagetin".. huh..haah.. berkeringat (pedasnya beneran pueddeeess, hati-hati yang punya maag)
http://lialathifa.blogspot.com/2013/04/ini-dia-6-keistimewaan-rendang-padang.html
aaamm..nyam-nyam
- Saat dibuka dari kemasan, langsung dapat dicemil-cemil atau dihangatkan dulu sebentar, lalu campur dengan nasi hangat. Wow bikin lahap, seakan ingin berkata: “Da, tambo ciek yo!”. Sisa bumbunya banyak, pas banget buat remes-remes pada nasi, spagety, bahkan untuk sambal bakso, pernah coba gak? eennaakk..

2. Harga yang terjangkau. 
Menurut sumber info (Maret 2013): Untuk harga rendang sapi original Rp.67,000 dan sapi spicy (hot) Rp.69,000. Sedangkan harga rendang ayam fillet original Rp. 50,000 dan rendang ayam fillet spicy (hot) Rp. 52,000. Lumayan kan? Harga yang sama seperti kita membeli di warung padang. Tetapi entah yaa untuk harga diluar pulau Jawa.
 3. Kemasan Praktis dan Cantik
http://lialathifa.blogspot.com/2013/04/ini-dia-6-keistimewaan-rendang-padang.html
Kemasan yang Praktis dan Cantik (sumber:Restu Mande)
Berisi 5-6 potong daging pilihan (berat 300 gram) yang dikemas dalam plastik kedap udara, dan alumuniun foil serta kotak karton dengan ukuran yang praktis dan cantik. Dapat dibawa kemana saja. Sangat pantas bila dijadikan oleh-oleh, bekal bagi yang ingin melancong ke luar negeri atau dapat dijadikan pendukung kestabilan pangan di saat darurat (seperti untuk korban musibah dan para pengungsi). Tak terkecuali untuk bekal sekolah, ke kantor, bahkan mudik. Menurutku cocok juga lho jika para santri di pondok pesantren atau siswa-siswi di asrama membeli ini. Di sana kan jarang ada menu rendang. 
4. Alami dan Tahan Lama
Walaupun tanpa pengawet dan MSG tetapi rendang ini dapat disimpan dalam kurun waktu satu tahun, atau setara 459 hari (rendang sapi) dan 294 hari (rendang ayam) terhitung sejak pengemasan. Hal ini dibenarkan oleh hasil analisa Laboratorium Tekhnologi Pangan Universitas di Bandung. Apalagi didukung dengan kebersihan para pekerja yang menggunakan topi serta penutup mulut sehingga dapat meminimalisir kontaminasi bakteri dan kuman saat proses pembuatannya berlangsung. Penasaran cara membuatnya? Lihat di sini
http://lialathifa.blogspot.com/2013/04/ini-dia-6-keistimewaan-rendang-padang.html
(sumber foto: Restu Mande)

5. Mudah di dapat. 
Tersedia di SevenEleven, UKM Corner, Smesco Jakarta, Bandara dan tersebar pada distributor dan agen di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Juga di tiap kota Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lombok, Sumatra Selatan, Lampung, Kalimantan, dan Sulawesi, memudahkan masyarakat sekitar untuk memperoleh rasa nikmatnya rendang khas Restu Mande. Ayo coba!
6. Telah Bersertifikat.
Pastinya produk ini sudah mendapatkan sertifikat halal pada tahun 2011 dari MUI JB (No. 01011056740311) dan mendapat izin dari Dinkes P-IRT (8013273011830). Dan terdapat sertifikat Analisa kadar gizi yang menyatakan rendang ini mengandung 221kal/100gr. Meyakinkan para konsumen bahwa produk ini memang halal dan aman dikonsumsi. Gak percaya? Bisa cek disini
Rendang Padang Menembus Pasar Internasional.
Sudah sepantasnya rendang harus diakui sebagai makanan tradisional khas Indonesia yang dapat dibanggakan sampai ke penjuru dunia. Oya, apalagi ternyata rendang sudah termasuk ke dalam golongan makanan terlezat menurut hasil survey pilihan responden, menduduki nomor satu di dunia. Seperti dilansir oleh CNNgo.com (baca di sini). Dengan hal itu mari terus mendukung keberhasilan rendang sebagai maskot kuliner kebanggaan Indonesia di luar sana. Demikian pula dengan rendang kemasan Restu Mande.

http://lialathifa.blogspot.com/2013/04/ini-dia-6-keistimewaan-rendang-padang.html
(sumber: Restu Mande)
Menurut sumber berita, tercetusnya ide membuat rendang kemasan berawal dari banyaknya permintaan pengunjung di rumah makan milik bapak Amril (kelahiran Solok) di Ujungberung Bandung. Mereka minta dibuatkan rendang dalam bentuk kemasan untuk bekal umroh dan haji, atau di saat puasa dan Idul Fitri. Akhirnya dengan percaya diri ia dan istrinya (ibu Nenden Rospiani) berani membuka lahan baru dalam bisnisnya. Dengan mengusung timeline Through The World mereka bertekad dapat menembus pasar dunia dan menjadi nomor satu. 

Langkah yang digunakan adalah mengikuti berbagai kegiatan, guna memperkenalkan dan memasyarakatkan rendang Padang hingga ke dunia Internasional, seperti:
- MIHASS (Malaysia International Halal Showcase) ke-8 di Kuala Lumpur,
- Pestawirausaha 2012,
- Wira Muda Mandiri & Mandiri Young Technopreneur Expo 2013 di JCC,
- Pameran di Asrama Haji, dan lain-lain. 
Menyandang sebagai The Winner BII - Sindo Award 2012, bapak Amril berkeinginan melestarikan budaya melalui masakan berbumbu dan rempah khas Indonesia. Memajukan usahanya yang telah beromzet ratusan juta tiap bulannya, agar dapat menyerap banyak tenaga kerja. Hal ini sepantasnya dimiliki setiap pionir bangsa agar dapat membantu pemerintah dalam rangka menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) target menjadi sekitar 5,8-6,1 persen di tahun 2013.
Walaupun ada sedikit kendala (beberapa negara menolak kiriman paket rendang dengan alasan tertentu), namun produk ini masih tetap dapat dinikmati oleh konsumen di berbagai Negara. Banyak beberapa agen maupun konsumen sengaja membeli dan membawa produk ini sendiri ketika berada di Indonesia dan membawanya ke berbagai negara seperti Arab Saudi, Malaysia, Jepang, Hongkong, China, Thailand, Singapura, Australia, Amerika, dan Jerman. Nah, bagaimana dengan anda? Tertarik mencicipi Randang Padang ini? Nih, aku kasih infonya, hubungi saja ke mas Ono di telp.02270888804 atau 085603166628 ya.



sumber: 
wikipedia
Restu Mande

lomba Menulis dan Kontes SEO 2013 - Konsumen Cerdas

Ada lomba Menulis dan Kontes SEO 2013, mengenai KONSUMEN CERDAS dari Direktorat Jenderal Standarisasi dan Perlindungan Konsumen, berikut ketentuan yang saya kutip dari hkn2013


Syarat dan aturan kategori Non SEO:
-Peserta berdomisili di wilayah Indonesia. Pendaftaran tidak dipungut biaya dan terbuka umum
-Peserta boleh mendaftarkan lebih dari 1 domain/blog, dengan syarat nama, alamat dan email peserta harus sama (tidak boleh berbeda) dan jika menang hanya berhak atas 1 (satu) hadiah saja.
-Peserta bebas menggunakan web domain sendiri maupun blog umum. Setiap domain yang terdaftar hanya membuat satu artikel “Lomba Menulis & Kontes SEO 2013 – Konsumen Cerdas
-Lomba berlangsung mulai pada hari Selasa, 5 Maret - 15 April 2013.
-Pemenang akan diumumkan pada Peringatan Hari Konsumen Nasional 2013  sekaligus penyerahan hadiah (yang rencananya pada 23 April 2013)
-Peserta diwajibkan mengisi form pendaftaran online yang tersedia di www.hkn2013.com dengan jelas dan benar.
-Peserta wajib memasukkan link http://ditjenspk.kemendag.go.id/ ke dalam konten pada web page yang dilombakan.
-Setiap entry peserta harus memasang backlink ke linkhttp://ditjenspk.kemendag.go.id/
-Peserta wajib memasang banner / logo lomba “Lomba Menulis & Kontes SEO 2013 – Konsumen Cerdas di blog / website yang didaftarkan. (Logo wajib dimasukkan link http://ditjenspk.kemendag.go.id/)
-Peserta wajib membuat artikel sebanyak minimal 2.500 karakter tanpa spasi (word count).
-Dilarang mengisi content dengan kata kunci/judul/gambar produk yang bersifat SARA, Pornografi atau tindakan yang melanggar hukum dan tidak sesuai dengan tema lomba.
-Setiap Peserta  wajib menempatkan entry URL pada halaman sebenarnya yang dilombakan (Entry URL diisi dalam formulir pendaftaran online).
-Peserta dibebaskan membuat sebuah artikel yang berkaitan dengan tema lomba karya tulis “Lomba Menulis & Kontes SEO 2013 – Konsumen Cerdas”
-Peserta boleh memanfaatkan materi – materi cerita / berita / informasi yang terdapat pada www.hkn2013.com atau berdasarkan pengalaman dan pengetahuan sendiri.
-Setiap konten bebas ditulis dengan judul menarik yang tidak bertentangan dengan unsur SARA dan pornografi.
-Pelanggaran atas semua Peraturan Teknis ini akan dikenakan sanksi berupa pembatalan keikutsertaan peserta.
-Dewan juri akan menilai pemenang  “Lomba Menulis & Kontes SEO 2013 – Konsumen Cerdas” berdasarkan kualitas karya tulis yang paling baik dan tepat dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat luas tentang manfaat kecerdasan konsumen. Juri memiliki wewenang mutlak atas para pemenang.

selamat mencoba :)