November 06, 2013

Kue Ulang Tahun Shidqi

Cerita ini adalah kisah Shidqi yang berulang tahun pada tanggal 22 Oktober kemarin, usianya 7 tahun. Kami memang tidak membiasakan merayakan ulang tahun dengan kue dan tiup lilin. Kami berfikir dengan mengucapkan selamat ulang tahun dan do'a saja itu sudah cukup.

Namun ternyata kami keliru, bayangan kue tart nan cantik sudah membentuk pola fikir Shidqi, sehingga dia menganggap ada yang kurang, "Kuenya mana bunda?". Hihi, untung tidak ditambahi minta balon, badut, segala bingkisan, bahkan kado, hehe..

Tak bisa dipungkiri, sepertinya ulang tahun harus ada kue ya. Padahal tanpa kue, ulang tahun tetap akan berjalan bukan?. Sejak kecil aku juga tidak dibiasakan merayakan ulang tahun. Mendiang ayah dan ibuku sangat anti dengan urusan itu, "yang penting kamu makin pintar, makin cerdas memaknai arti hidupmu," nasihatnya.

Namun zaman berkata lain. Menjawab pertanyaan Shidqi, kami harus bijaksana. "Kak, memangnya harus ada ya kue itu?"
" Yah, bunda.. Tapi kan aa dan dade suka beli kue kalau mereka ulang tahun, " jawab Shidqi yang memang sempat melihat sepupunya demikian. " Shidqi udah lama gak makan kue ulang tahun."

" Kan ayah bunda tidak mengharuskan adanya kue ulang tahun begitu, kak. Itu bukan kewajiban, Rasulullah Nabi Muhammad saja tidak merayakan ulang tahun dengan kue. Tetapi hanya berucap syukur. Sebaiknya kita meniru demikian."
Shidqi terdiam. Mudah-mudahan mengerti apa yang dikarang bundanya ;)
" Tunggu bunda sampai bisa beli bahan kuenya ya, Shidqi harus bersabar!", hiburku.
Dia mengangguk.

Kufikir suasana sudah tenang. Sampai akhirnya sepulang sekolah dia bercerita, "Bunda hari ini teman Shidqi ada juga yang ulang tahun."
" Oyaa..Wah kok bisa sama ya kak?"
" Iya, umurnya juga sama dengan Shidqi. Hari ini kita makan kue ulang tahunnya, tadi dia dirayain di kelas."
Deg!
Seketika hatiku pilu. 
Duh, pas banget siiih..

Apakah anakku ingin dirayakan?
Tidak, anakku hanya ingin kue ulang tahun buatan bunda.
Keinginan yang sederhana.
Ya Allah... maafkan bunda, nak.
" Insyaallah, nanti bunda bikinin ya kak, sekarang rapikan sepatu dan tasmu". Kuusap rambutnya.


Membuat Kue Ulang Tahun

Untuk membuat kue itu aku harus bersusah payah bersepeda mencari bahan coklat blok, mentega putih, dan buah chery, sedangkan bahan-bahan lain sudah ada tersimpan. Namun kali itu aku malah keguyur hujan. (*huwwwaaa... nasiib)

Aduh, ada rasa sedih diantara lelah dan kedinginan karena basah kuyup. Ada ucap yang tergumam di bibir, "Ya Allah, sampai begini rasanya perjuangan dan kasihku sebagai ibu? Mudah-mudahan dia tidak akan melupakan kebaikan kami sebagai orangtuanya". Sudahlah, hari itu gagal membuat kue.

Mungkin anda berfikir, kenapa sampai mau repot mencari bahan kue dan bikin sendiri?. Alasannya aku ingin agar bisa dilihat kedua anakku, dengan maksud: apapun bisa dibuat tanpa harus membeli yang sudah jadi. Tentu rasanya lebih nikmat yang dibuat bundanya dong, hihi.. (kepedeaaan..!! *jitak kepala sendiri)

Menunggu suami pulang tentunya sudah malam. Toko bahan kue sudah pasti tutup. Sampai akhirnya bisa kudapatkan tiga hari sesudahnya. Jangan-jangan sepertinya Shidqi pun nyaris melupakannya. Tapi ternyata dia masih antusias. Saatnya membuat kue di dapur, Selma dan Shidqi pun datang membantu.

Tapi lupa resepnya nih, mencoba searching di internet lambatnya bukan main. Setelah kuobrak-abrik tabloid masakan, aaahh, ternyata ada resep membuat kue yang mirip kue ulang tahun. Alhamdulillah, mulai dimudahkan Allah SWT.

Begini resepnya yang sudah aku modifikasi:
 Bahan:
- 5 telur
- 150 gr gula pasir
- 1 sdt TBM (pelembut kue)
- 125 gr tepung terigu
- 25 gr tepung maizena
- 1/2 sdt baking powder
- 3 sdm susu bubuk
- 200 gr coklat blok, potong-potong
- 150 gr margarin cair

bahan Toping:
- 150 gr mentega Putih 
- 75 gr gula halus (gula halusnya kublender sendiri, baca caranya disini)
- 4 buah chery
aneka bahan kue

Cara membuat:
1.  Siapkan oven untuk dipanaskan terlebih dahulu.

2. Siapkan loyang yang dioles mentega dan ditabur tepung agar adonan nanti tidak lengket saat diangkat.

3. Panaskan sebentar margarin, lalu campur dengan coklat blok hingga semua ikut mencair rata, sisihkan.

adonan colat dan minyak

4. Campur tepung terigu, tepung maizena, susu bubuk dan baking powder, ayak hingga rata.

5. Kocok telur, gula pasir, dan pelembut kue hingga putih mengembang.

kocok telur, gula, dan pelembut

hasil putih mengembang

6. Masukkan tepung terigu dan perlahan-lahan sambil diaduk rata.

7. Masukkan campuran minyak coklat ke dalam adonan, aduk rata kembali.


8. Tuang ke dalam loyang 22cmx22cmx3cm.


9. Oven selama 45 menit dengan api sedang. Colok bagian kue dengan tusuk gigi menandakan matang tidaknya kue. Jika masih ada yang lengket berarti kue belum matang sempurna.

10. Kemudian angkat dan diamkan 10 menit, balik dengan perlahan dan bisa dihias dengan toping krim.

Cara membuat Toping Hias
1.  Kocok mentega putih dan gula halus dengan mixer sampai lembut, tambahkan pewarna jika suka, aduk.
2. Potong-potong buah ceri seukuran sesuka anda.
3. Hias sesuka hati.
4. Siap dihidangkan.

Taraaa..... kue untuk Shidqi!


Jadilah kue coklat berhiaskan tulisan SS yang berarti Shidqi Selma, karena mereka setia ikut membantu. Hiasannya tak perlu cantik, mereka sudah tak tahan ingin memakannya. Betapa senangnya ketika sebagian kue itu kupotong-potong dan dibagi-bagikan kepada beberapa teman tetangganya. Shidqi sendiri yang mengantarnya.

Shidqi kembali masuk ke dalam rumah melonjak-lonjak tanpa suara, itu tanda kegirangan. Apalagi ketika dia diberi ucapan terimakasih dan selamat ulang tahun. " Shidqi terimakasih ya, kuenya enak."
Lompat-lompatnya semakin cepat.
Demikian hatiku, ikut melonjak penuh haru.
Alhamdulillah, Terimakasih ya Allah :)
Kue sederhana ini sudah menjawab kegundahannya. 


*Catatan 22-25 Oktober 2013, Selamat Ulang Tahun ke 7 anakku, semoga semakin sholeh, patuh dan selalu membahagiakan ayah dan bunda, amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hallo teman, terimakasih banyak sudah membaca dan berkunjung ke sini. Tinggalin jejak dong dengan komentarmu, seneng banget rasanya.

Eh iya, tapi mohon maaf, komentarnya tetap dimoderasi agar terhindar dari spammer. Jika ingin berdiskusi lebih lanjut, monggo hubungi saya via email di: bunda.shidqi@gmail.com