Nonton Bareng Gala Premier Film 99 Cahaya di Langit Eropa

Melihat undangan masuk ke email membuatku penasaran, atas nama mbak Meta dari Edelman tentang reservasi nonton bareng penayangan perdana film 99 Cahaya di Langit Eropa di Megablitz Grand Indonesia, pastinya keren dong. Gak nyangka bisa sampai diundang nonton juga, padahal awalnya hanya ingin mengetahui seminar Beasiswa kuliah di Eropa dan pameran EHEF saja. Salut kepada mbak Hanum dan mas Rangga, juga kepada manajemen Edelman. Langsung saja daftar daripada tidak, dan Yes, emailku dibalas kembali.. I'm coming on 29 November 2013.



Setelah menitip anak-anak ke rumah mertua, aku segera menuju stasiun Sudirman, dan naik kopaja 66. Acara dimulai pukul 13.30 wib, tepat di sana aku melakukan registrasi ulang serta menerima goodiebag.

Film akan diputar jam 14.00 WIB, sambil menunggu tak lupa dong foto bareng dengan sang penulis, dan melihat-lihat kondisi yang ada. Kemudian mulai deh kami nonton bareng film yang berdurasi 97 menit ini. Diawali dengan Hanum (Acha Septriana) sedang berjalan-jalan sendirian di kota Vienna sampai akhirnya dia merasa bosan dan menemukan selembaran penawaran kursus bahasa Jerman. Di kelas itulah dia kemudian bertemu dengan Fatma Pasha (Raline Shah), dan mulailah berubah suasana dirinya menjadi petualang yang lebih menarik. Sementara suaminya, Rangga sibuk dengan kuliah doktor di suatu salah satu universitas di sana.

pasangan Hanum-Rangga

Ada adegan lucu yang menggambarkan pentingnya bisa berbahasa. Ketika Rangga hendak membeli makanan, tiada satupun mengerti bahasa lawan bicaranya. Rangga terpaksa mengepak-ngepakkan kedua tangannya agar menyerupai ayam. agar sang pelayan mengerti bahwa dia ingin memesan menu ayam. Namun karena keterbatasan bahasa, akhirnya sang pelayan hanya bisa menjawab. “Oh, are you moslem?. Lalu dia menggoyangkan telapak tangannya tanda tidak ada, lalu tiba-tiba dia  menggerok-gerokan suara hidung agar dapat menyerupai dengusan babi. Ya, di sana sedang tidak ada daging ayam, akan tetapi hanya tersedia Pork. Terpaksalah Rangga membeli salad sayur dan buah. Hanya itu yang dianggap halal baginya. Penasaran dengan filmnya? bisa baca resensinya di sini


Pendidikan, Toleransi dan Budaya Ada Dalam Satu Kemasan.
Jika kita sudah membaca novel dan menonton film yang masih berjudul sama, maka satu kemasan lengkap tentang informasi dan kondisi tentang pendidikan akan diperoleh. Suasana yang diambil dari 4 lokasi (Austria, Paris, Spanyol, dan Turki) menggambarkan suasana pendidikan, toleransi beragama dan bertetangga, dan pastinya budaya yang perlahan-lahan terungkap. Banyak makna yang dapat kita petik. Untuk itulah mengapa Uni Eropa untuk Indonesia sangat mendukung hal ini. Di dalamnya seperti mempromosikan bahwa masih banyak peluang untuk dapat menuntut ilmu di Eropa. Sudah hampir 4000 pelajar Indonesia sudah mencicipi pendidikan di sana.

Konfrensi Pers pun dimulai dengan wawancara Duta Besar Uni Eropa Olof Skoog, menyatakan kekagumannya terhadap penggarapan film ini yang melibatkan budaya Islam dan Eropa masih menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Suasana cerah dan hanya beberapa kali hujan pada film ini membuat film bagus dilihat.
sumber: Edelman
Demikian juga komentar para pemain yang cantik dan ganteng. Acha Septriana sangat senang bisa memerankan Hanum, apalagi pengambilan gambar dilakukan di Eropa yang selama ini dia impikan. Berikut juga komentar Dewi Sandra (pemeran Marion) sangat antusias dan begitu mendalami peran yang dia lakoni, apalagi acting menangisnya saat dikenakan jilbab oleh Ayse (bocah kecil penderita kanker, putri Fatma Pasha) yang begitu tulus dan lugu.

Peran pembantu seperti Marissa Nasution sebagai wanita sedikit menggoda, Nino Fernandez sebagai atheis yang kritis namun menyenangkan, serta Alex Abbad sebagai teman yang tegas, trkesan fundamental dalam berprinsip yang kuat dan damai, bukan sebagai fundamental yang menyerang sangat mendukung kwalitas film ini. Nyaris tanpa konflik, karena memang film pertama ini dibuat sebagai syiar dan pengenalan budaya. Yang akan dilanjutkan pada film kedualah yang akan ada beberapa konflik di dalamnya. Penampilan sejenak Fatin Shidqia Lubis (pemenang X Factor Indonesia) turut ada sebagai pelengkap bahwa dia sedang melakukan shooting video klip lagu terbarunya.

Sutradara Guntur Soeharjo sangat antusias terhadap pembuatan film ini karena dia ingin memiliki satu kesempatan untuk menyiarkan sesuatu yang faktual terhadap toleransi agama. Awalnya novel laris ini tidak ingin difilmkan. Sudah banyak rumah produksi menawarkan, namun akhirnya Maxima Studiolah yang terpilih, karena hanya Maxima yang mau melakukan apapun permintaan penulis. Wow, fantastis!
pemain, kru, dan duta besar


Dewi Sandra (Marion)

Marissa Nasution (Marjaa)

Pemeran Hanum dan Rangga

Alex Abbad (Khan)

Sutradara Guntur Soeharjanto

Jam 5 sore selesailah acara, pulang-pulang ngecek goodiebag, dan hasilnya adalah botol minum O2 dan SPF Wardah, Lipstik, bros pin, sebagai sponsor. Juga kaos ukuran L, buku notes, lumayan deh, hehe. Terimakasih untuk acara hari ini :)

kebetulan lipstik pas habis, hehe

 

Membuat Gula Halus Sendiri

Kebetulan aku menggunakan blender Electrolux, hadiah dari Rinso dan Fira Basuki, hehe.. (baca ceritanya Balada Blender di sini), jadi apapun bereksperimen dengannya.

Sekarang saatnya membuat gula halus, gampaaang banget, mau tahu caranya? 
Tak pelu membeli gula halus kemasan, kita bisa membuatnya sendiri. Asalkan kita mempunyai blender khusus penghancur biji-bijian, yang bentuknya cup kecil itu lho. 

Caranya:
1. Masukkan gula pasir biasa.

http://lialathifa.blogspot.com/2013/11/membuat-gula-halus-sendiri.html
gula pasir biasa

2. Lalu pasang pada badan blender, putar dengan kecepatan perlahan-lahan, kemudian sedang, dan cepat.

http://lialathifa.blogspot.com/2013/11/membuat-gula-halus-sendiri.html
lihat, mulai berubah.




3. Matikan dan periksa. Jika masih ada bongkahan, ulangi giling kembali.

http://lialathifa.blogspot.com/2013/11/membuat-gula-halus-sendiri.html

4. Naah ini hasil akhirnya. Gak kalah keren kan dengan gula halus bermerk.
Selamat mencoba.
http://lialathifa.blogspot.com/2013/11/membuat-gula-halus-sendiri.html



Kue Ulang Tahun Shidqi

Cerita ini adalah kisah Shidqi yang berulang tahun pada tanggal 22 Oktober kemarin, usianya 7 tahun. Kami memang tidak membiasakan merayakan ulang tahun dengan kue dan tiup lilin. Kami berfikir dengan mengucapkan selamat ulang tahun dan do'a saja itu sudah cukup.

Namun ternyata kami keliru, bayangan kue tart nan cantik sudah membentuk pola fikir Shidqi, sehingga dia menganggap ada yang kurang, "Kuenya mana bunda?". Hihi, untung tidak ditambahi minta balon, badut, segala bingkisan, bahkan kado, hehe..

Tak bisa dipungkiri, sepertinya ulang tahun harus ada kue ya. Padahal tanpa kue, ulang tahun tetap akan berjalan bukan?. Sejak kecil aku juga tidak dibiasakan merayakan ulang tahun. Mendiang ayah dan ibuku sangat anti dengan urusan itu, "yang penting kamu makin pintar, makin cerdas memaknai arti hidupmu," nasihatnya.

Namun zaman berkata lain. Menjawab pertanyaan Shidqi, kami harus bijaksana. "Kak, memangnya harus ada ya kue itu?"
" Yah, bunda.. Tapi kan aa dan dade suka beli kue kalau mereka ulang tahun, " jawab Shidqi yang memang sempat melihat sepupunya demikian. " Shidqi udah lama gak makan kue ulang tahun."

" Kan ayah bunda tidak mengharuskan adanya kue ulang tahun begitu, kak. Itu bukan kewajiban, Rasulullah Nabi Muhammad saja tidak merayakan ulang tahun dengan kue. Tetapi hanya berucap syukur. Sebaiknya kita meniru demikian."
Shidqi terdiam. Mudah-mudahan mengerti apa yang dikarang bundanya ;)
" Tunggu bunda sampai bisa beli bahan kuenya ya, Shidqi harus bersabar!", hiburku.
Dia mengangguk.

Kufikir suasana sudah tenang. Sampai akhirnya sepulang sekolah dia bercerita, "Bunda hari ini teman Shidqi ada juga yang ulang tahun."
" Oyaa..Wah kok bisa sama ya kak?"
" Iya, umurnya juga sama dengan Shidqi. Hari ini kita makan kue ulang tahunnya, tadi dia dirayain di kelas."
Deg!
Seketika hatiku pilu. 
Duh, pas banget siiih..

Apakah anakku ingin dirayakan?
Tidak, anakku hanya ingin kue ulang tahun buatan bunda.
Keinginan yang sederhana.
Ya Allah... maafkan bunda, nak.
" Insyaallah, nanti bunda bikinin ya kak, sekarang rapikan sepatu dan tasmu". Kuusap rambutnya.


Membuat Kue Ulang Tahun

Untuk membuat kue itu aku harus bersusah payah bersepeda mencari bahan coklat blok, mentega putih, dan buah chery, sedangkan bahan-bahan lain sudah ada tersimpan. Namun kali itu aku malah keguyur hujan. (*huwwwaaa... nasiib)

Aduh, ada rasa sedih diantara lelah dan kedinginan karena basah kuyup. Ada ucap yang tergumam di bibir, "Ya Allah, sampai begini rasanya perjuangan dan kasihku sebagai ibu? Mudah-mudahan dia tidak akan melupakan kebaikan kami sebagai orangtuanya". Sudahlah, hari itu gagal membuat kue.

Mungkin anda berfikir, kenapa sampai mau repot mencari bahan kue dan bikin sendiri?. Alasannya aku ingin agar bisa dilihat kedua anakku, dengan maksud: apapun bisa dibuat tanpa harus membeli yang sudah jadi. Tentu rasanya lebih nikmat yang dibuat bundanya dong, hihi.. (kepedeaaan..!! *jitak kepala sendiri)

Menunggu suami pulang tentunya sudah malam. Toko bahan kue sudah pasti tutup. Sampai akhirnya bisa kudapatkan tiga hari sesudahnya. Jangan-jangan sepertinya Shidqi pun nyaris melupakannya. Tapi ternyata dia masih antusias. Saatnya membuat kue di dapur, Selma dan Shidqi pun datang membantu.

Tapi lupa resepnya nih, mencoba searching di internet lambatnya bukan main. Setelah kuobrak-abrik tabloid masakan, aaahh, ternyata ada resep membuat kue yang mirip kue ulang tahun. Alhamdulillah, mulai dimudahkan Allah SWT.

Begini resepnya yang sudah aku modifikasi:
 Bahan:
- 5 telur
- 150 gr gula pasir
- 1 sdt TBM (pelembut kue)
- 125 gr tepung terigu
- 25 gr tepung maizena
- 1/2 sdt baking powder
- 3 sdm susu bubuk
- 200 gr coklat blok, potong-potong
- 150 gr margarin cair

bahan Toping:
- 150 gr mentega Putih 
- 75 gr gula halus (gula halusnya kublender sendiri, baca caranya disini)
- 4 buah chery
aneka bahan kue

Cara membuat:
1.  Siapkan oven untuk dipanaskan terlebih dahulu.

2. Siapkan loyang yang dioles mentega dan ditabur tepung agar adonan nanti tidak lengket saat diangkat.

3. Panaskan sebentar margarin, lalu campur dengan coklat blok hingga semua ikut mencair rata, sisihkan.

adonan colat dan minyak

4. Campur tepung terigu, tepung maizena, susu bubuk dan baking powder, ayak hingga rata.

5. Kocok telur, gula pasir, dan pelembut kue hingga putih mengembang.

kocok telur, gula, dan pelembut

hasil putih mengembang

6. Masukkan tepung terigu dan perlahan-lahan sambil diaduk rata.

7. Masukkan campuran minyak coklat ke dalam adonan, aduk rata kembali.


8. Tuang ke dalam loyang 22cmx22cmx3cm.


9. Oven selama 45 menit dengan api sedang. Colok bagian kue dengan tusuk gigi menandakan matang tidaknya kue. Jika masih ada yang lengket berarti kue belum matang sempurna.

10. Kemudian angkat dan diamkan 10 menit, balik dengan perlahan dan bisa dihias dengan toping krim.

Cara membuat Toping Hias
1.  Kocok mentega putih dan gula halus dengan mixer sampai lembut, tambahkan pewarna jika suka, aduk.
2. Potong-potong buah ceri seukuran sesuka anda.
3. Hias sesuka hati.
4. Siap dihidangkan.

Taraaa..... kue untuk Shidqi!


Jadilah kue coklat berhiaskan tulisan SS yang berarti Shidqi Selma, karena mereka setia ikut membantu. Hiasannya tak perlu cantik, mereka sudah tak tahan ingin memakannya. Betapa senangnya ketika sebagian kue itu kupotong-potong dan dibagi-bagikan kepada beberapa teman tetangganya. Shidqi sendiri yang mengantarnya.

Shidqi kembali masuk ke dalam rumah melonjak-lonjak tanpa suara, itu tanda kegirangan. Apalagi ketika dia diberi ucapan terimakasih dan selamat ulang tahun. " Shidqi terimakasih ya, kuenya enak."
Lompat-lompatnya semakin cepat.
Demikian hatiku, ikut melonjak penuh haru.
Alhamdulillah, Terimakasih ya Allah :)
Kue sederhana ini sudah menjawab kegundahannya. 


*Catatan 22-25 Oktober 2013, Selamat Ulang Tahun ke 7 anakku, semoga semakin sholeh, patuh dan selalu membahagiakan ayah dan bunda, amin.

Pempek Tanpa Ikan Yang Tetap Nikmat

Siang hari rasanya pengen makan pempek yang segar itu deh. Apalagi melihat abang pempek lewat di depan rumah, rasanya ingin memberhentikannya. Tetapi urung, karena benakku mulai lagi berkata: " huss, jangan jajan. Bikin kayanya gampang deh, rasa kuahnya pasti lebih mantap kan?". Hmm, oke maaf ya bang tidak jadi, ucapku dalam hati.

Kuperiksa perlengkapan dapur, ada sagu, terigu, bumbu penyedap instan, telor, yayaya.. cukup rasanya. Akhirnya kusediakan wadah dan segala bahan dasar. Kusediakan bahan sebagai berikut:

Bahan:
- 100 gr tepung terigu
- 200 gr tepung sagu/tapioka
- 2 butir telur
- 1 bks kaldu bubuk (kaldu bisa diganti dengan air kaldu ayam asli atau air rebusan ikan sebanyak 250ml)
- 250 ml air hangat (tidak diperlukan lagi jika sudah ada air kaldu asli)
- irisan daun bawang atau daun jeruk bila suka secukupnya
- garam secukupnya

 Cara membuat:
1. Yang pertama kulakukan adalah mencampur terigu, kaldu bubuk, garam, dan air hangat, kuaduk-aduk sampai menjadi lengket.

tepung terigu dan air hangat

 2. Kemudian masukkan tepung sagu, irisan daun jeruk (jika suka) dan telor kedalam adonan terigu lengket tadi. Uleni sampai khalis (tidak lengket lagi ditangan. Gulung-gulung, jika masih terasa lengket, berikan sisa tepung sagu.

gulung-gulung adonan

 3. Sambil menggulung, siapkan air dalam panci hingga mendidih. Lalu masukkan potongan pempek satu persatu, tunggu sampai mengambang, kurang lebih 15 - 20 menit. Lalu angkat dan tiriskan.

rebus dalam panci

ditiriskan, tuh mengkilat cantik ya :)

4. Potong-potong sesuai selera, lalu goreng sebentar dalan wajan berisi minyak panas dan api kecil.

goreng sebentar
5. Angkat, tiriskan dan siap santap bersama cukanya. Sajikan selagi hangat


Oiya bumbu cuka sebagai berikut:
- 6 siung bawang putih
- 5 cabai rawit merah atau sesuai selera
- garam secukupnya
- 200 gr gula merah
- 5 sdm gula pasir
- 400 ml air putih
- 1 potong asam jawa
- 3 sdm cuka (jika kurang terasa asam)
Caranya:
1. Rebus air bersama gula merah, asam, gula pasir, dan garam hingga mendidih dan larut lalu matikan kompor.
2. Haluskan bumbu dan  masukkan ke dalam air rebusan tadi, aduk rata, tambahkan cuka.
3. Siap digunakan.

Yes!! tak perlu jajan kan, selamat mencoba, semoga cocok ya... ^_^

siapa mauuu??

Follow Me by Email