Rahasia Awalnya Keluarga Sehat


“Mensana In Corpore Sano, pikiran yang sehat dalam tubuh yang sehat.” (penyair Romawi)
Tubuh yang sehat akan melahirkan pikiran dan mental yang sehat pula. Demikian pula prinsip hidup keluarga kami, kesehatan badan harus diiringi kesehatan jiwa. Untuk mewujudkan hal tersebut aku sebagai ibu sekaligus istri menjadi pionir dalam membangun tradisi kesehatan keluarga. Aku mengadopsi dari sekian banyak ilmu, informasi dan beberapa kebiasaanku kecil dulu dan dipraktekkan ke dalam kehidupan nyata. Kesehatan rohani dan jasmani harus berkesinambungan serta didukung dengan asupan gizi yang baik.
Sehat Jasmani dan Rohani
Sejak aku kecil, kebiasaan baik keluarga besarku adalah bangun pagi. Selesai sholat subuh berjamaa’ah ayah dan ibu melarang kami agar tidak boleh tidur lagi, hmm..padahal enak banget jika tidur lagi, “Eh, udara pagi itu bagus untuk paru-paru,” begitu kata ibu sambil membuka seluruh jendela. Sirkulasi udara yang baik membuat rumah dan isinya menjadi sehat. Jika hari libur mau pun hari Minggu, ayah membiasakan kami untuk beranjak ke halaman depan. Masing-masing diberi tugas, ada yang menyapu halaman, menyiram pohon, dan bersama bercocok tanam. Ayah bilang dua manfaat sekaligus kita dapat, badan sehat dan tanaman pun sehat. Benar saja, alhasil sebagian buah-buahan, cabai, dan sayur bayam dapat dipetik dari hasil tangan kecil kami. Oke, akhirnya kebiasaan itu terus menjadi tradisi awalnya sehat.  
http://lialathifa.blogspot.com/2013/09/rahasia-awalnya-keluarga-sehat.html
Kini tradisi itu menurun kepada keluarga kecilku. Kami menempati rumah mungil dengan banyak jendela agar udara tetap baik. Karena terbukti anakku terbebas dari sesak nafas yang dulu sempat menyerang akibat sirkulasi kamar yang kurang baik. Selain mengajari mereka sholat berjama’ah dan mengaji, kedua anakku suka sekali bermain tanah juga air. Langsung saja kondisi itu kumanfaatkan sebagai gerakan sehat. Kukenalkan bercocok tanam pada kantong-kantong kecil, menyemai bibit, dan menyiramkan dengan selang air. Mereka tak kularang bermain kotor-kotoran, berlari ke sana kemari dibawah guyuran hujan yang tenang, asalkan setelah itu wajib mandi dan membersihkan diri.
http://lialathifa.blogspot.com/2013/09/rahasia-awalnya-keluarga-sehat.htmlTiap sore kini suami dan aku mengajak mereka, Shidqi dan Selma, bersepeda ke kolam renang komplek rumah, sesekali berenang di sana. Bahkan sering bersepeda sampai ke stasiun Bojong Gede yang memang masih terjangkau arahnya. Mereka suka sekali melihat rel dan kereta yang lewat, menghitungi berapa kereta yang lewat ke arah Bogor dan arah sebaliknya, Jakarta, dalam hitungan menit. Shidqi sangat antusias, usianya yang masih 6 tahun menjadi berambisi menjadi masinis. “Masinis yang bisa sholat di dalam kereta, dan nanti jadi masinis di Eropa, supaya bisa melihat salju, “ jawab tegasnya ketika ditanya apa cita-citanya. Amiin, semoga tercapai ya, nak. 
http://lialathifa.blogspot.com/2013/09/rahasia-awalnya-keluarga-sehat.htmlBagiku kesehatan rohani dan jasmani diperoleh sederhana saja. Selalu diberikan kebebasan berekspresi dalam jalur-jalur yang baik. Aku yakin dengan munculnya kegembiraan, dalam otak mereka akan terjadi pelepasan hormon serotonin dan oksitosin yang memberikan dampak positif pada kondisi tubuh, membuat konsentrasi, menghilangkan stress belajar, bahkan membentuk imunitas alami. Dengan imunitas yang baik maka tubuh akan menjadi kuat dan kebal terhadap penyakit, mental mereka pun siap menghadapi kondisi kehidupan ini. Hal itu harus didukung dengan asupan makanan dan minuman yang baik pula.
Sumber Makanan Sehat
                Kini aku ingin bertanya, makanan dan minuman apa yang paling anda cari agar badan kita tetap sehat? Ya, tentu saja, makanan dan minuman yang terbuat dari bahan baku pilihan, segar, alami, dan tidak terlalu banyak zat kimia tambahan seperti penyedap rasa (MSG), pewarna makanan, pemanis buatan, dan sebagainya. Demikian diriku sangat menjaga kedua anakku untuk tidak jajan sembarangan. Bekal sekolah pun kubuat sendiri di pagi hari, karena Shidqi lebih menyenangi masakanku.
Mereka sering bertanya, “kenapa sih Shidqi dan adik tidak boleh makan permen? Kenapa tidak beli kue itu saja? Kenapa bunda tidak beli ayam goreng itu?”. Kenapa, kenapa, dan kenapa. Jawabanku adalah,” supaya kamu tidak gampang sakit, nak. Nanti bunda buatkan sendiri di rumah, pastinya lebih enak dan sehat.”
http://lialathifa.blogspot.com/2013/09/rahasia-awalnya-keluarga-sehat.html
sederhana yang sehat

                Membuat kue, makanan, dan minuman apapun di rumah terasa mengasyikan. Aku tahu pasti apa saja yang terkandung pada bahan-bahan yang dibeli. Tahu, tempe, daging, buah-buahan dan sayur mayur segar, gula pasir, telur dan tak lupa minyak goreng Sunco menjadi andalanku. Menggoreng, menumis, dan menjadi bahan dasar masakan kegemaran kami. Tak lupa anak-anak pun ikut menimbang, mengocok adonan, dan terlihat kelucuan mereka bolak-balik ke dapur menunggu hasil. “Sudah jadi ya bunda?”. Oke, mari kita cuci tangan sebelum makan!

Ini dia salah satu resep sehat andalan kami: BROWNIS WORTEL 

Bahan-bahan:
-75 ml minyak goreng Sunco
-125 gram coklat balok, potong-potong kecil
-5 butir telur
-175 gram gula pasir
-1/2 sendok teh Garam
-1/2 sendok teh ovalet sebagai pelembut kue
-125 gram terigu yang sudah diayak
-100 gram wortel parut
-75 ml susu bubuk coklat yang dicairkan
Cara membuat:
1. Cairkan coklat balok bersama minyak goreng Sunco menggunakan api kecil agar tidak gosong dan pahit.
2. Kocok telur, gula, garam, dan ovalet, hingga putih mengembang.
3. Masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit sampai habis lantas aduk rata.
4. Masukkan wortel parut ke dalam adonan, aduk perlahan.
5. Masukan susu cair coklat perlahan-lahan sambil terus diaduk rata, tanpa ada gumpalan.
6. Masukkan adonan tersebut kedalam loyang atau double pan. Panggang/kukus selama 45 menit dengan api sedang. Sedangkan jika menggunakan double pan cukup menggunakan api kecil sekali, masak selama 25 menit.
8. Tambahkan topping jika suka, 5 menit sebelum adonan matang dan diangkat.
 Ini hasilnya, harum dan sedap.
http://lialathifa.blogspot.com/2013/09/rahasia-awalnya-keluarga-sehat.html
kue buatanku sendiri
Minyak Goreng Sunco
Aku memilih Sunco karena kwalitasnya memang tak diragukan lagi. Telah mendapat predikat Superbrands 2010-2011 Indonesia's Choice. Warna minyaknya yang kuning cerah, tidak kusam, dan dapat diminum tidak pekat terasa di tenggorokan memberikan kepercayaanku bahwa minyak goreng Sunco layak jadi pilihan. Minyak goreng Sunco diolah dari biji kelapa sawit pilihan, tak lebih 24 jam setelah dipetik, melalui 5x proses yaitu 3x pemurnian dan 2x penyaringan sehingga menghasilkan minyak goreng yang bening dan tidak mudah membeku. Pada setiap 15 gram atau setara 1  sendok makan Sunco mengandung 135kkal energy, lemak jenuh 6 gram, dan Vitamin A 30% yang cukup untuk kebutuhan gizi.
http://lialathifa.blogspot.com/2013/09/rahasia-awalnya-keluarga-sehat.html

Mendapat penghargaan Peduli Gizi karena minyak goreng ini terfortifikasi dengan Vitamin A dari Jerman yang tidak rusak saat dimasak, tetapi hanya berkurang pada saat 3 kali pemakaian. Hal ini dapat menurunkan resiko kanker dan ancaman kolesterol jahat. Kita tahu bahwa Vitamin A bukan hanya untuk kesehatan mata, namun juga bermanfaat untuk kesehatan lapisan permukaan mukosa sehingga dapat membantu penyembuhan luka, mengatasi penyakit kulit, jerawat, bahkan mempertahankan kesehatan mata, gigi, dan rambut. 
Nah banyak sekali manfaatnya selain berguna untuk memasak. Jika yang kita konsumsi sudah baik mengapa kita jadi ragu untuk menjalani hidup sehat. Sehat dari dalam dan luar. Ayo, kita mulai dari sekarang! Bagaimana dengan anda? Coba yuk..


http://minyakgorengsunco.com/lomba-penulisan-blog-resep-sehat.html

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari http://www.resepsehat.com persembahan SunCo Minyak Goreng Yang Baik. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan”

Gaji ratusan kali lipat? Wow..

Apa rasanya jika anda dijanjikan akan diberi gaji 10x lipat bahkan ratusan kali lipat dari gaji anda sekarang oleh seorang konglomerat? Tapi dgn syarat rajin melakukan apa yg diperintahkan dan menjauhi apa yg dilarang?
 

Tentunya anda akan melonjak-lonjak, selalu tersenyum, rajin bekerja, badan terasa ringan tanpa beban, tidur pun tenang, karena telah ada harapan yg menggembirakan selama sebulan ke depan..

Siapa sangka hidup akan jadi orang kaya, kalau sekarang gaji hanya 1 juta, naah berapa gaji sebulan ke depan? Yuk hitung: 1 juta x 10 = 10 juta, atau jika saya semakin rajin, saya akan ditambahi jadi 1 juta x 100 = 100juta, sebulan? Aiiih.. saya mau banget.

Stttt.. nah sekarang posisikan hal itu, bahwa konglomerat itu adalah اَللّهُ Sang Maha Konglomerat.. Siapkah anda?? 


Saya berusaha siap. Karena memang Allah-lah sang Maha Kaya Raya. Jangankan uang segitu, bumi dan langit saja milik-Nya. Apa yg hambaNya mau, pasti akan diberi, asalkan patuh menjalankan apa yg diperintahkan, seperti sholat, puasa, dan lain-lain. Dan menjauhi apa yg dilarangNya, seperti zina, mencuri, dan yg buruk-buruk lah.. 


Sekilas mudah ya teman, tapi kalau sedang ditagih pekerjaan yg diperintahkan sepertinya berat deh, adaaa aja alasannya, "dientar-entar". Tetapi ringan dan berat mengerjakan semua itu kembali kepada urusan iman kita.

Nah, sekarang modal keyakinan dan harapan anda kepada Allah itu SAMA GAK seperti harapan anda kepada manusia? Jangan-jangan harapan kepada manusia > daripada harapan kepada Allah..

Sudahkah anda berharap bahwa Allah-lah yang menggaji anda sebulan ke depan?

Yuk buka-buka lagi diary Allah, yaitu AlQuran, disitu banyak catatan yang belum terkuak.