NarasiLia.com

be a good life and happy family

Pulau Seribu Dekat Di Mata Dekat Di Hati.


Menyebut nama Pulau Seribu pikiranku langsung melayang jauh ke belakang. Teringat 22 tahun yang lalu dengan seorang kakak kelas yang bernama Susi, kebetulan satu kamar denganku di sebuah asrama sekolah. Saat itu kulihat dia sedang mempersiapkan beberapa potong pakaian yang dimasukkan ke dalam tas ranselnya. Kami semua memang akan liburan sekolah, akan kembali ke rumah masing-masing.
“Jangan lupa oleh-oleh manisan rumput laut ya, kak”, pintaku saat mendekatinya. Niatnya sih bercanda. Sambil tertawa dia menjawab dan mengajakku, “ Ayo Lia, kapan-kapan ikut ke rumah ya, nanti kakak ajak jalan-jalan ke pantai. Bawa deh tuh rumput laut, banyak. Nanti sekalian kita olah menjadi manisan.”
“Wow, mau dong. Hmm..Tapi jauh ya kak?”
“Enggak, naik speedboat saja dari Ancol. Cepat kok, tidak sampai seharian. Pemandangannya bagus lho. Pasirnya putih, lautnya bening, pokoknya Lia akan betah di sana. Masih sepi, masih sedikit penduduknya,” ujarnya.
Mataku membelalak, pikiran melayang kesana kemari memikirkan dan membayangkan bagaimana Pulau Seribu yang diungkapkan sejenak oleh kak Susi. Sampai di situ kenangan yang sangat berkesan darinya. Kebiasaan dia memberikanku manisan rumput laut memang membuat rindu. Aih, bagaimana kabarnya? Bagaimana pula kabar Pulau Seribu yang digambarkan olehnya? keinginan itu yang belum kesampaian hingga kini. Kasihan..

Tujuan Kepulauan Seribu sebagai Wisata Alternatif
Sebelum menikah, ternyata suamiku sudah pernah berkunjung ke Pulau Kelapa, salah satu pulau di Kepulauan Seribu. Dia menjelaskan panjang lebar, luar biasa indahnya. Saat itu belum termasuk salah satu tempat wisata yang ramai. Mau makan ikan segar? Bisa, asal mau berusaha menangkap saja tanpa harus beli. Lautnya berwarna biru bening sampai-sampai anak ikan pari berenang diantara terumbu karang pun bisa terlihat jelas tanpa batas. Rasanya tak perlu jauh-jauh ke Anyer, Pangandaran, Bali, Lombok, atau bahkan Raja Ampat, Bunaken, dan Bunaken jika ingin melihat keindahan pemandangan laut. Pergi saja ke kepulauan Seribu. Waktu 2-3 hari rasanya belum cukup untuk mememuaskan hasrat menikmati keindahannya. Ah, membayangkannya saja membuat hati bergelora. “Kapan-kapan ajak dong, mas,” rayuku. 
Menghapus rasa penasaran, aku sengaja membuka situs-situ web yang membicarakan tentang keindahan Kepulauan Seribu. Wow, ternyata banyak sekali penawaran dari berbagai penyedia pelayanan wisata khusus ke sana. Perlu diketahui bahwa Kepulauan Seribu adalah termasuk Kabupaten di wilayah Provinsi DKI Jakarta, terletak di sebelah Utara Jakarta. Sesuai Perda No.6 tahun 1999 tentang pembagian wilayah tertera pada Pasal 8  tentang Wilayah Pengembangan (WP) Utara terdiri atas WP Kepulauan Seribu (WP-KS), dengan kebijakan yang diarahkan untuk meningkatkan kegiatan pariwisata, kualitas kehidupan masyarakat nelayan melalui peningkatan budidaya laut dan pemanfaatan sumber daya perikanan dengan konservasi ekosistem terumbu karang dan hutan mangrove. 
Jika melihat peta, pantas saja di sebut Kepulauan Seribu, karena memiliki 106 pulau yang terbagi menjadi 2 kecamatan dengan 16 kelurahan, yaitu Kecamatan Kepulauan Seribu Utara (terdiri dari 81 pulau) dan Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan (terdiri dari 25 pulau). Mari kita lacak pulau-pulau yang menjadi favorit bagi pengunjung.





a. Pulau Harapan, Pulau penuh warna.
Panorama dan kekayaan alam di pulau ini menjadi harapan masyarakat sekitarnya. Sektor pariwisata, penangkaran penyu, produksi ikan asin, kerupuk ikan, manisan rumput laut, produksi khas pesisir, serta sentra pembuatan kapal tradisional dapat kita temui di pulau ini. Karakteristik budaya Betawi dan Banten sangat dominan. Demikian pula di Pulau Sabira, budaya Bugis begitu terasa.

b. Pulau Kelapa, Pulau Miniatur Indonesia.
Luas pulau ini mencapai 13,09 hektar dan dianggap sebagai miniatur Indonesia, karena jumlah penduduknya semakin bertambah dari berbagai pelosok seperti Betawi, Sumatra, Jawa, Madura, Kalimantan, Sulawesi, bahkan Papua. Sehingga sarana dan prasarana mulai dikembangkan oleh pemerintah kelurahan seperti sekolah, taman interaktif, dermaga penumpang, dan kantor kelurahan.

c. Pulau Panggang, miliki tempat bersejarah.
Pulau ini memiliki luas kurang lebih 9 hektar. Untuk dapat menuju pulau ini kita dapat menggunakan perahu atau kapal ojek dari dermaga Muara Angke. Di sini terdapat pengembangan rumah panggung sebagai upaya mengatasi kepadatan penduduk dan terdapat bangunan bersejarah yang perlu dilestarikan yaitu makam-makam para kerabat kesultanan Banten, bangunan kantor bekas asisten residen Duizen Eilanden dan Tanjung Cina. Sehingga pulau ini sering menjadi wisata religi.

d. Pulau Pari
 Pulau ini menjadi salah satu tujuan wisata karena pasir putihnya sangat menawan yang dikenal dengan nama pasir perawan. Menjadi tujuan para peneliti dari LIPI dan pelajar untuk mempelajari biota laut, budidaya rumput laut, dan area tanam bakau.
Pantai Pasir Perawan
e. Pulau Tidung
Pulau yang menjadi tempat wisata yang banyak diadakan pagelaran seperti Seni Budaya, lomba memancing, bersepeda dengan jalur-jalur yang menantang, bahkan banyak yang menggunakan Jembatan Cinta untuk mengadu nyali melompat setinggi 5-6 m langsung ke perairan pantai tanpa pengaman.  Jembatan ini menghubungkan antara Tidung besar dan Tidung kecil sepanjang 800m. Disini pula wisata diving, snorkling, dan budidaya mangrove.

Jembatan Cinta


f. Pulau lainnya, seperti Pulau Macan, Pulau Bidadari, Pulau Pramuka, Pulau Ayer, Pulau Pantara, Pulau Pelangi, Pulau Alam Kotok, Pulau Sepa, Pulau Bira.

Bisa Sampai ke Pulau Seribu
Untuk sampai ke pulau-pulau ini menurut sumber dapat dilalui menggunakan kapal kayu di pelabuhan Muara Angke pada jam 07.00 WIB, sedangkan KM Lumba-lumba dan kapal kerapu bisa didapati di pelabuhan Kali Adem atau melalui dermaga Marina Ancol menuju Pulau Bidadari. Untuk transportasi ini kita mengeluarkan kocek mulai Rp. 40.000.

Jika ingin dapat berwisata menggunakan penginapan mungkin kita harus menyediakan dana mulai Rp. 400.000 bahkan hingga kurang lebih sampai 3 jutaan. Silahkan pilih saja sesuai kantong kita. Tak perlu khawatir sekarang Pulau Seribu telah menerima sertifikat anti Malaria. Aih, jikalau saja bisa ke sana, apalagi jika bertemu Riyanni Jangkaru, puass. Pulau Seribu, We are coming.




sumber:
http://kanppekabseribu.com
http://wisatapulauseribu.co.id

- by.Lia Lathifa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hallo teman, terimakasih banyak sudah membaca dan berkunjung ke sini. Tinggalin jejak dong dengan komentarmu, seneng banget rasanya.

Eh iya, tapi mohon maaf, komentarnya tetap dimoderasi agar terhindar dari spammer. Jika ingin berdiskusi lebih lanjut, monggo hubungi saya via email di: bunda.shidqi@gmail.com

Author

Foto saya

Supermom, blogger, publisher, pengelola onlineshop, lulusan bidang nutrisi, mencintai kehidupan sederhana dan harmonis, suka naik kereta, makan rujak, dan penikmat musik klasik. Contact Person: bunda.shidqi@gmail.com

Follow This Blog