Juni 06, 2013

Mencorat-coret 'langit' Allah dan Italia

Kata sang motivator (lupa yang mana orangnya, saking kebanyakan, haha): apa yang terbersit di pikiranmu (tentunya yg baik-baik ya), mau cita-cita, keinginan, angan-angan, apapunlah, maka tulis saja.

***

Iya tulis saja, dengan alat tulis dan wadah yang bisa dicoret-coret. Kertas, tembok, papan tulis, diary, pasir di tepi pantai, bahkan menulis di hati dan di langit (ini terlalu lebay ya?). Kertas/diary dengan pulpen, dinding dengan cat dan kuas, papan tulis dengan kapur/spidol, pasir dengan jari, hati dengan pikiran, langit dengan menengadahkan wajahmu dan gumamkan keinginanmu. Mengapa saya tulis langit pada judul diatas. Karena saya menganggap bahwa langit adalah 'wadah' yang paling luas dan paling lebar. Setidaknya anda akan lebih puas menuliskan keinginan dan pengharapan. Oiya, tentu kita tidak hanya sekedar menulis akan tetapi terus jalani hidupmu dengan ikhlas, sabar, syukur, belajar dan selalu memperbaiki diri serta taat kepada Allah SWT. Pastinya..

Seperti halnya yang sering diucapkan dalam sholat (QS.Alfatihah: 6-7) "Tunjukilah kami jalan yang lurus. (Yaitu) jalan orang yang Engkau beri nimat kepadanya, bukan yang dimurkai, dan bukan pula jalan yang sesat."
Bermakna, kita boleh selalu meminta diberi petunjuk dan jalan, serta langkah harus kemana. Urusannya tidak perlu kita pikirkan, biar Allah yang menjalankan hambaNya. Allah SWT kan Tuhan langit dan bumi (QS. Ar-Ra'd;16). Makanya jangan lupa sholat, ini perintah Allah SWT lho. Kita dianjurkan sholat dan sabar, dengan demikian Allah yang menjanjikan bahwa Dia dekat. Kalau Allah sudah mendekati kita, apa sih yang gak dikasih.. Seperti orangtua saja, kalau anak baik, apa sih yang gak dikasih buat kamu nak. Ah, bahagianya.

Saya pernah melakukan ini (sebelum ada para motivator). Ceritanya iseng-iseng, menulis rangkaian cita-cita dengan tema: 'mendapatkan tipe suami ideal' pada sebuah buku diary (eh jaman dulu buku diary ada gembok kecilnya lho, ihii)..Rasanya waktu itu saya menuliskan lebih dari 10 kriteria (halah..). Dan ternyata sebagian besar terwujud lho. Artinya?........ (Jawab aja sendiri deh). Kok bisa? saya disini agak bingung, yang jelas sepertinya Allah langsung yang mengenalkan jodoh saya itu, hanya dari sebuah KTP yang tertinggal. Selanjutnya dan selanjutnya yaa akhirnya kami menikah.



Suatu kali lihat tayangan di televisi bahwa salah satu komedian kita -Om Pepeng- sedang sakit. Tiba-tiba hati ini terbersit, aku harus bisa menemuinya, bertemu dengannya, gak tau bagaimana caranya, aku pengen besuk, beliau mirip alm.ayah yang kebiasaannya memakai kaos oblong. Konon manfaatnya menjenguk orang sakit adalah do'a orang sakit itu makbul. Yang terjadi di sana saya justru tidak melihat apa yang dibayangkan. Sakit pada bagian pinggang hingga kaki, beliau sulit bergerak. Tapi jiwanya tidak sakit. Apapun yang terucap dari mulutnya hanyalah kata-kata dorongan semangat. Dibalik tempat tidurnya, disitu beliau bisa menulis, berkarya, dan berbisnis.

Mimpiku terwujud ya. Padahal waktu itu hanya sekilas terfikir, gak tahu langkah apa selanjutnya dan ternyata terjadi. Dalam waktu 4 tahun berselang. Kok bisa? iya saya juga gak ngerti, tau-tau saya ketemu komunitas IIDN (ibu-ibu doyan nulis), gabung, ikutan kumpul, tau-tau ada yang ngajakin ke rumah beliau. Nah nah? pastinya izin Allah toh. Yang lebih dasyatnya lagi, beliau menuliskan kalimat yang sangat menggugah pada buku karya istri tercintanya. Lihatlah ----->>



#nah sekarang, mencorat-coret ah:

-naik haji tahun 2014 
-pergi ke Italia Juli 2015, 
-dan lain-lain (rahasia)


Amin Ya Rabbal 'Aalaamiin


-ITALIA-


Selain bermimpi ingin naik Haji, tentu saja saya berangan-angan pergi ke Italia, negara berbendera hijau-putih-merah (ada kesamaan dikit dengan Indonesia ya #maksa), negeri yang terkenal dengan menara miring Pisa, makanan khas Pizza-nya, konon romantisnya, dan pasti gondolanya. Entah bagaimana caranya nanti. Pokoknya tulis keyakinan: Miracle Do Happen. Yakin kepada Allah kan membuat bahagia dunia akhirat.




Entahlah, mungkin saat orang lain ditanya bermimpi kemana? jawabannya: Paris. Tapi kok terbersit di pikiran saya malah ke ITALIA. Apa karena diri ini ada unsur namanya LIA ya, jadi seperti ge-er, inilah jalanku, haha. Eh, dulu ayah juga punya motor scooter, Vespa. Itu motor Italia. Katanya, sejak aku kecil, kami selalu naik motor itu jika pergi kemana-mana. Nyambung lagi kan? ^_^




Yang pasti, pemandangannya eksotik. Allah berfirman dalam AlQuran bahwa kita dianjurkan bepergian ke setiap negeri agar dapat melihat tanda-tanda kebesaranNya. Nah ini juga yang membuatku ingin pergi. Dulu tahu Italia dari melihat peta saja, jika dilihat bentuk negaranya mirip sepatu boot. Nah, kalau sekarang -wow amazing- bisa lihat keindahannya via foto dan internet. Keindahan alamnya, hee..
Semoga Ya Allah, semoga Engkau kabulkan impian ini bersama keluarga kecilku, amin..

Lihat saja deh:





Mari pandangi saja foto-foto ini terlebih dulu.. makin terimpi-impi dan terngiler-ngiler kan (-_-!)'.

Awal mulai 'ngeh'  negara Italia itu saat tidak sengaja saya menonton Piala Dunia 1998. Tugas kuliah sedang banyak-banyaknya, wajar dong begadang. Ya bersyukur ditemani suara khas pertandingan bola, sunyi senyap tapi kemeresek, diselingi suara-suara komentator dan goooolll.. Eh, saya menonton lho, walaupun lebih keseringan mendengar :D.

Soalnya saya menonton bola pas detik-detik mau gol aja. Beneran. Kok gitu? karena, kamera selalu tertuju saat lawan mendekati gawang dan tentu saja KIPER sering terlihat aksinya. Sejak melihat kipernya (Gianluca Pagliuca) kesebelasan Italia, kok yaa enak dilihat, heee.

Disitulah awal mula saya kecanduan nonton bola. Kecanduan kata-kata Italia. Sempet nempelin posternya lagi (halah).. Setia sampai nonton babak Final, Italia melawan Prancis (jagoannya si botak and cool, Zenedine Zidane). Walau kalah tetap aja pantengin televisi. Ditemani ayah dan ibu pula, "mana jagoannya, de?".. 
Tuuh..


Lucu, dulu sempat mengkhayal pengen ketemu kiper ini lho (maklum masih single, imajinasinya ketinggian, eaa..). Alasannya sih dia ganteng dan tinggi banget (duluuu..), sekarang ah biasa aja ya? 
Tapi suami saya juga gak kalah ganteng lho, tinggi lagi, haha.. --->Ini salah satu kriteria yang terwujud dari catatan diary ^_^ 

Kalau pun terjadi, saya harus berkata apa? 
"hallo, sir". 
"Masa Sir sih," 
"Ah gak peduli, kan sedang grogi, hahaha.."  
Just it, cukup, gak perlu basa-basi dan tentunya setelah grogi yaa minta foto, aw..aw.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hallo teman, terimakasih banyak sudah membaca dan berkunjung ke sini. Tinggalin jejak dong dengan komentarmu, seneng banget rasanya.

Eh iya, tapi mohon maaf, komentarnya tetap dimoderasi agar terhindar dari spammer. Jika ingin berdiskusi lebih lanjut, monggo hubungi saya via email di: bunda.shidqi@gmail.com