Musik Itu Memang Bikin Asyik

Pusiiiiing..
Itulah yang terjadi sepanjang hari. Bayangkan, dua tangan ini harus sanggup memanggul “karung tugas” yang harus dilakukan satu persatu, sendirian. Tanpa asisten. Mulai pagi hari selesai sholat subuh aku harus menyiapkan urusan rumah, kerja, mengasuh kedua anakku, serta mengerjakan tetek bengek lainnya. Terus menerus tanpa henti, selalu dibuntuti oleh setumpuk jadwal. Padahal saya hanya dirumah. Full mommy at home. Jika sudah begitu saya butuh hiburan, yang cukup menenangkan yaitu alunan musik. Jika sudah terdengar, seketika pusing dan mumet segera sirna. Musik memang bikin asyik.

Penikmat Musik
Sejak remaja hingga kini aku adalah penikmat musik. Jenis musik slow, instrument, dan pop. Ritme yang mengalun teratur sesuai harmoni hampir menggambarkan kepribadianku. Musik orkestra juga merupakan jenis musik pilihanku. Saat belajar, saat membaca, saat duduk-duduk di dekat jendela kamar, alunan musik seperti inilah yang malah membuat jiwaku bangkit. Dalam keadaan senang, sedih, jengkel, gembira, musiknya tetap sama, musik ringan. Demikian pula di dapur bahkan di sumur, radio kecil atau handphone tetap menjadi teman setiaku. Mengalunkan simphoni kehidupan.

www.joshgroban.com
Jika sudah begitu, siapa pun mereka, jika genre musiknya enak didengar, akan menjadi salah satu koleksi musik favoritku. Josh Groban adalah salah satunya. Tahukah kalian dengannya? Pemuda kelahiran Amerika keturunan Rusia-Norwegia bersuara tenor yang mampu menyanyikan berbagai jenis musik. Jangan anggap suara tenornya hanya untuk menyanyikan lagu-lagu klasik diiringi orkestra yang mungkin membosankan. Lulusan sekolah musik ini malahan piawai menggaet berbagai genre, menciptakan berbagai lagu yang cukup mencengangkan. Sempat dijuluki anak ajaib. Ah, ini hanya sekilas info. Tidak mungkin membahasnya sendirian, jika penasaran bisa kunjungi dia disini

pukul meja sambil nyanyi
Kita beralih dan tinggalkan penjelasan tentang si ganteng itu (walau pun hal tersebut menjadi salah satu bukti bahwa musik itu memang asyik). Jika musik itu sudah menjadi bagianku, mungkin kalau masih dibuat dalam bentuk kaset, pita suaranya akan tipis sekali, saking terlalu sering diulang-ulang. Dengan musik, terkadang membuatku ikut menari. Bahkan sering kali mengepal jari tangan membentuk tinju, dijadikan mikrofon. Bernyanyi, menyipitkan mata, menggangguk-anggukan kepala, seakan-akan sang penyanyi, berubah wujud menjadi diriku. Padahal kalau menyanyi betulan, suaraku kalah nafas, alias selalu 'mencong' kalau mengambil nada tinggi. Dengan musik otomatis membuat kaki ini menyentak-nyentak sesuai melodi, bahkan seringkali memukul-mukul meja mendendangkan lagu seakan diiringi alat musik. Kelakuan itu menurun kepada kedua anakku. 


Pemersatu Sosial dan Budaya
Musik memang adalah sarana pemersatu berbagai ragam sosial dan budaya. Walaupun kita tidak mengerti syair yang diucapkan oleh para penyanyi, tetapi sepertinya membuat jiwa satu sama lain saling terkait. Memberikan kesan manis, cinta, ambisi, hingga menjadi nostalgia, kenangan yang merindu. Contohnya saja, aku akan teringat sosok ayah dan ibu, jika mendengar kembali lagu dari biduan Frank Sinatra, Andi Wiliam, Ebit G.Ade, Chrisye. Atau akan berteriak tertahan jika mendengar lagu-lagu boyband bernama Take That. Grup pemuda yang saat itu memang terlihat ganteng-ganteng dengan tubuh tegapnya, gagah walaupun diiringi tarian, menari dan bernyanyi, dan tentu tidak alay. Hal itu membuat nostalgia, aah itu kan lagu saat aku jatuh cinta, ciee..

Pun terbukti dengan adanya lomba semacam AFI, Mamamia, Idol, X-Factor, atau berbagai konser musik dari luar negeri maupun dalam negeri. Di sanalah akan terlihat jelas bagaimana gambaran sosial budaya saling tergabung walaupun pertikaian juga kerap kali terjadi. Membidik fenomena tersebut, musik dijadikan ladang bisnis yang tidak pernah sepi dan habis. Menjadi ladang kemakmuran siapa pun yang mampu bertahan diantara para pendatang yang ikut meramaikan. Apalagi sekarang didukung media internet, sudah semakin banyak, dan saling menyuguhkan kemudahan dalam mendengarkan musik. Melalui you tube, situs-situs bertema lagu, bahkan kemudahan mendengarkan radio melalui streaming. Pembajakan pun juga sering terjadi. Tetapi tidak demikian jika kita terkoneksi melalui Langitmusik.com.

Cara Asyik Cari Musik
Situs yang menyuguhkan berita-berita menarik, chart lagu terlaris saat itu, berbagai pilihan dari A  hingga Z. Sesuai slogannya Cara Asyik Cari Musik, langitmusik.com ini memberikan wahana untuk siapapun dalam menggunakan berbagai fasilitasnya. Diklaim sekitar 800.000 lagu lokal maupun internasional bisa diunduh. Tak perlu bingung mencari, cukup tuliskan saja nama penyanyi yang ingin anda dengar di kolom search (cari di Langitmusik.com), tekan enter, seketika keluarlah daftar namanya. Puas deh. Aku sampai menduga, mungkin diberi nama LangitMusik, agar menjadi surganya para pencinta musik.

Tiap kali meng-klik album yg dituju, kita akan disuguhkan tombol Play, untuk mendengarkan lagu sekian detik, menegaskan seperti apa suara dan musiknya?. Di sana disuguhkan juga berbagai pilihan streaming, NSP, dan unduh. Bisa digunakan melalui aplikasi Android, Blackberry, bahkan Windows pada PC/notebook. Untuk pilihan NSP, terdapat pilihan untuk berlangganan dalam periode 7, 14, dan 30 hari dengan biaya yang bervariasi. Sebelum bisa bergabung, kita dihadapkan pilihan jenis member premium atau basic untuk registrasi. Selanjutnya lakukan login sesuai nomor handphone dan gunakan password.

Kamu mengalami kesulitan registrasi? baca panduannya di sini. Masih bingung? Coba simak apa yang pernah kucoba sebagai berikut:
- Pengguna wajib memiliki nomor Telkomsel
- Ketik *323# dan tekan on pada handphone
- Tunggu balasan berupa token yang hanya berlaku dalam waktu 1 jam
- Lakukan registrasi dan pilih paket yang diinginkan melalui pembelian dengan memasukkan nomor HP-mu dan token tadi
- Tunggu balasan dari 6161 berupa petunjuk login no.HP dan password
- Selesai.
Sekedar keterangan saja, jika kita memilih premium akan berlangganan layanan premium membership, dapat menikmati streaming & download musik unlimited senilai Rp.10.000 (+ PPN 10 %) per 30 hari. Atau jika memilih basic, kita akan berlangganan preview streaming Rp.0 per 30 hari. Jika ingin berhenti dari membership tersebut, ketik saja UNREG lalu kirim ke 6161. Membuat bermusik semakin asyik saja. Oya, tentu saja yang perlu aku ingatkan, jangan lupa baca juga syarat dan ketentuan disini, penting!. Mau mencoba? Kunjungi saja dan selamat menikmati musik pilihan anda.


*Tulisan ini dibuat sebagai apresiasi dalam mengikuti lomba di Langitmusik.com dan Kumpulan Emak-emak Blogger.

Allah Maha Raja Langit dan Bumi

mungkin selama ini kita hanya menganggap cerita dongeng, bahwa ibu nabi Musa dibisikan oleh Tuhan, agar menghayutkan bayi mungilnya ke sungai, karena sang raja akan membunuh seluruh bayi laki-laki di negerinya. 


Karena terdesak, terpaksa namun yakin karena rasa sayangnya, ibunda tetap melakukan 'ide gila'nya. Tetapi kenapa jalan ceritanya, justru aliran sungai membawa keranjang bayi itu menuju istana, dan ditemukan oleh Fir'aun raja jahat yg justru ingin membunuhnya itu? lalu kenapa pula Musa dipelihara hingga besar? Lalu akhirnya Allah memberi mu'jizat dan tetap selamat.

ITU BUKAN DONGENG, tetapi pelajaran YANG NYATA. Bahwa Allah (Tuhan) menunjukkan, bahwa, inilah kuasa-Ku, kuasa ALLAH MAHA RAJA LANGIT dan BUMI.

pernahkah kita sadari, mungkin, saat kita terdesak, kita pernah diberi 'bisikan yg sama' seperti ibunda nabi Musa. Bisikan agar kita selamat, baik, dan tidak jelek. Tetapi pernahkah kita merasa yakin utk menjalani jalan berduri itu? kepedihan hidup itu? Pernahkah kita merasa Tuhan (Allah SWT) akan memberikan jalan akhir yg bahagia?

Ibu Musa tetap selalu menangisi kepergian bayinya itu, akan tetapi, Allah kemudian memberi jalan, si bayi kelaparan di Istana, dan permaisuri memerintahkan seluruh wanita menyusui utk datang. Apa yg terjadi? bayi yg bernama Musa itu, hanya mau menyusu dari wanita yg terpilih, yaitu Ibunya sendiri.

Dimana letak ketidak-adilan Allah? Allah hanya menguji, sanggupkah kita? Jika belum merasa sanggup, menangislah, menangis dalam sujudmu, dalam tundukmu dihadapan-Nya, mudah-mudahan Allah akan tetap menolong kita dan memberi keajaiban layaknya cerita tersebut diatas.

semangatlah teman... jalan bahagia itu ada di ujung sana, pilihlah arah jalan itu, ikuti bisikan hati nuranimu, jangan khawatir, ucapkan saja: Dengan nama Allah, aku bertawakal, tiada daya, tiada kekuatan kecuali hanya dari Allah.....


*tulisan ini dibuat sambil nungguin demamnya Selma, si cantik mungilku.. Syafakillah nak :)

dicantumkan pula disini
NB: silahkan copas, asal mencantumkan sumbernya ya, semoga bermanfaat, amin


Mencorat-coret 'langit' Allah dan Italia

Kata sang motivator (lupa yang mana orangnya, saking kebanyakan, haha): apa yang terbersit di pikiranmu (tentunya yg baik-baik ya), mau cita-cita, keinginan, angan-angan, apapunlah, maka tulis saja.

***

Iya tulis saja, dengan alat tulis dan wadah yang bisa dicoret-coret. Kertas, tembok, papan tulis, diary, pasir di tepi pantai, bahkan menulis di hati dan di langit (ini terlalu lebay ya?). Kertas/diary dengan pulpen, dinding dengan cat dan kuas, papan tulis dengan kapur/spidol, pasir dengan jari, hati dengan pikiran, langit dengan menengadahkan wajahmu dan gumamkan keinginanmu. Mengapa saya tulis langit pada judul diatas. Karena saya menganggap bahwa langit adalah 'wadah' yang paling luas dan paling lebar. Setidaknya anda akan lebih puas menuliskan keinginan dan pengharapan. Oiya, tentu kita tidak hanya sekedar menulis akan tetapi terus jalani hidupmu dengan ikhlas, sabar, syukur, belajar dan selalu memperbaiki diri serta taat kepada Allah SWT. Pastinya..

Seperti halnya yang sering diucapkan dalam sholat (QS.Alfatihah: 6-7) "Tunjukilah kami jalan yang lurus. (Yaitu) jalan orang yang Engkau beri nimat kepadanya, bukan yang dimurkai, dan bukan pula jalan yang sesat."
Bermakna, kita boleh selalu meminta diberi petunjuk dan jalan, serta langkah harus kemana. Urusannya tidak perlu kita pikirkan, biar Allah yang menjalankan hambaNya. Allah SWT kan Tuhan langit dan bumi (QS. Ar-Ra'd;16). Makanya jangan lupa sholat, ini perintah Allah SWT lho. Kita dianjurkan sholat dan sabar, dengan demikian Allah yang menjanjikan bahwa Dia dekat. Kalau Allah sudah mendekati kita, apa sih yang gak dikasih.. Seperti orangtua saja, kalau anak baik, apa sih yang gak dikasih buat kamu nak. Ah, bahagianya.

Saya pernah melakukan ini (sebelum ada para motivator). Ceritanya iseng-iseng, menulis rangkaian cita-cita dengan tema: 'mendapatkan tipe suami ideal' pada sebuah buku diary (eh jaman dulu buku diary ada gembok kecilnya lho, ihii)..Rasanya waktu itu saya menuliskan lebih dari 10 kriteria (halah..). Dan ternyata sebagian besar terwujud lho. Artinya?........ (Jawab aja sendiri deh). Kok bisa? saya disini agak bingung, yang jelas sepertinya Allah langsung yang mengenalkan jodoh saya itu, hanya dari sebuah KTP yang tertinggal. Selanjutnya dan selanjutnya yaa akhirnya kami menikah.



Suatu kali lihat tayangan di televisi bahwa salah satu komedian kita -Om Pepeng- sedang sakit. Tiba-tiba hati ini terbersit, aku harus bisa menemuinya, bertemu dengannya, gak tau bagaimana caranya, aku pengen besuk, beliau mirip alm.ayah yang kebiasaannya memakai kaos oblong. Konon manfaatnya menjenguk orang sakit adalah do'a orang sakit itu makbul. Yang terjadi di sana saya justru tidak melihat apa yang dibayangkan. Sakit pada bagian pinggang hingga kaki, beliau sulit bergerak. Tapi jiwanya tidak sakit. Apapun yang terucap dari mulutnya hanyalah kata-kata dorongan semangat. Dibalik tempat tidurnya, disitu beliau bisa menulis, berkarya, dan berbisnis.

Mimpiku terwujud ya. Padahal waktu itu hanya sekilas terfikir, gak tahu langkah apa selanjutnya dan ternyata terjadi. Dalam waktu 4 tahun berselang. Kok bisa? iya saya juga gak ngerti, tau-tau saya ketemu komunitas IIDN (ibu-ibu doyan nulis), gabung, ikutan kumpul, tau-tau ada yang ngajakin ke rumah beliau. Nah nah? pastinya izin Allah toh. Yang lebih dasyatnya lagi, beliau menuliskan kalimat yang sangat menggugah pada buku karya istri tercintanya. Lihatlah ----->>



#nah sekarang, mencorat-coret ah:

-naik haji tahun 2014 
-pergi ke Italia Juli 2015, 
-dan lain-lain (rahasia)


Amin Ya Rabbal 'Aalaamiin


-ITALIA-


Selain bermimpi ingin naik Haji, tentu saja saya berangan-angan pergi ke Italia, negara berbendera hijau-putih-merah (ada kesamaan dikit dengan Indonesia ya #maksa), negeri yang terkenal dengan menara miring Pisa, makanan khas Pizza-nya, konon romantisnya, dan pasti gondolanya. Entah bagaimana caranya nanti. Pokoknya tulis keyakinan: Miracle Do Happen. Yakin kepada Allah kan membuat bahagia dunia akhirat.




Entahlah, mungkin saat orang lain ditanya bermimpi kemana? jawabannya: Paris. Tapi kok terbersit di pikiran saya malah ke ITALIA. Apa karena diri ini ada unsur namanya LIA ya, jadi seperti ge-er, inilah jalanku, haha. Eh, dulu ayah juga punya motor scooter, Vespa. Itu motor Italia. Katanya, sejak aku kecil, kami selalu naik motor itu jika pergi kemana-mana. Nyambung lagi kan? ^_^




Yang pasti, pemandangannya eksotik. Allah berfirman dalam AlQuran bahwa kita dianjurkan bepergian ke setiap negeri agar dapat melihat tanda-tanda kebesaranNya. Nah ini juga yang membuatku ingin pergi. Dulu tahu Italia dari melihat peta saja, jika dilihat bentuk negaranya mirip sepatu boot. Nah, kalau sekarang -wow amazing- bisa lihat keindahannya via foto dan internet. Keindahan alamnya, hee..
Semoga Ya Allah, semoga Engkau kabulkan impian ini bersama keluarga kecilku, amin..

Lihat saja deh:





Mari pandangi saja foto-foto ini terlebih dulu.. makin terimpi-impi dan terngiler-ngiler kan (-_-!)'.

Awal mulai 'ngeh'  negara Italia itu saat tidak sengaja saya menonton Piala Dunia 1998. Tugas kuliah sedang banyak-banyaknya, wajar dong begadang. Ya bersyukur ditemani suara khas pertandingan bola, sunyi senyap tapi kemeresek, diselingi suara-suara komentator dan goooolll.. Eh, saya menonton lho, walaupun lebih keseringan mendengar :D.

Soalnya saya menonton bola pas detik-detik mau gol aja. Beneran. Kok gitu? karena, kamera selalu tertuju saat lawan mendekati gawang dan tentu saja KIPER sering terlihat aksinya. Sejak melihat kipernya (Gianluca Pagliuca) kesebelasan Italia, kok yaa enak dilihat, heee.

Disitulah awal mula saya kecanduan nonton bola. Kecanduan kata-kata Italia. Sempet nempelin posternya lagi (halah).. Setia sampai nonton babak Final, Italia melawan Prancis (jagoannya si botak and cool, Zenedine Zidane). Walau kalah tetap aja pantengin televisi. Ditemani ayah dan ibu pula, "mana jagoannya, de?".. 
Tuuh..


Lucu, dulu sempat mengkhayal pengen ketemu kiper ini lho (maklum masih single, imajinasinya ketinggian, eaa..). Alasannya sih dia ganteng dan tinggi banget (duluuu..), sekarang ah biasa aja ya? 
Tapi suami saya juga gak kalah ganteng lho, tinggi lagi, haha.. --->Ini salah satu kriteria yang terwujud dari catatan diary ^_^ 

Kalau pun terjadi, saya harus berkata apa? 
"hallo, sir". 
"Masa Sir sih," 
"Ah gak peduli, kan sedang grogi, hahaha.."  
Just it, cukup, gak perlu basa-basi dan tentunya setelah grogi yaa minta foto, aw..aw.

Jalani Hidupmu, Kawan.

Status di fesbuk:
tiba-tiba jd kangen sama anak-anak imut spesial yg sesekali masuk ke ruangan berkaca itu, bergerombol saling berebut menanti giliran, menenteng buku nilai dan Qiroati, kemudian duduk manis bersila di hadapan diri ini. Bagaimana kabar kalian nak yg cantik dan ganteng? Sandjaya D AlwiansyahElmodio MaldiniFariz Abirafdi,Fajar Putra NugrahaOlin SetyoraniErvinda RahmaAnnisaa KaruniaUlfah Deizi,Hilma Idzni NadhilahAida Salsabila, @Paramitha (gak semuanya bisa dipanggil, mulai lupa hehe).. Semoga kalian dan semuanya menjadi anak yg sukses ya..

****

Itulah yang terjadi saat itu, spontan. Memang tiba-tiba saja saya sangat merindukan masa-masa itu. Masa-masa berkumpul dengan mereka, yang intinya memang belajar dan mengajarkan Qiroati (panjang pendek, ikhfa, idgham, dll), tapi kebanyakan malah ngobrol dengan mereka. Kangen, apalagi saat kuintip-intip foto-foto mereka melalui fesbuk.. hihi lucu-lucu, kalau dihitung-hitung pertumbuhan mereka 12 tahun sudah, wow. Memang sih tidak semua anak muridku di mention, alhasil tidak diduga ada seorang anak yang tidak disebut namanya seperti protes, bukan maksud pilih kasih, tapi.... dan selanjutnya menjadi ajang obrolan sebagai pelepas rindu :

Alvin Yudistyo Hmmm itu doank nii bun yg di inget..
Hahaha
Apa kabar bun ?

Sandjaya D Alwiansyah assalamu'alaikum bu lia..,,^_^
ntr kapan2 ajarin qiro'ati lagi yaahh..

Olin Setyorani aamiin,smg ibu dan keluarga jg semakin sukses dan sehat selalu. alhamdulillah baik bu

ida Salsabila Amiin, sukses selalu juga buat ibuuu._.

Ulfah Deizi alhamdulillah baik bu.. jadi lucu kalo di inget masa-masa sd 

Jujur, saat itu memang ada rasa bahagia, rasa rindu, rasa pesona, aiih..saya punya banyak anak. Yang sekarang (6thn berlalu) sudah menjadi para remaja-remaji yang wajah imutnya berubah menjadi ganteng dan cantik, menghadapi masa depannya masing-masing.

Lalu hubungannya apa? hmm..begini, yang saya ingin jelaskan di sini adalah, saya adalah lulusan gizi yang saat itu 'terpaksa' menuruti perintah ibu. "Sambil nunggu lowongan kerja yaa gak salah kan ikut ngajar Qiroati dulu." begitu anjuran beliau. Ada sih rasa enggan, wong udah lama menanti-menanti kerja di RS atau institusi kesehatan, eh kok malah disuruh ngajar. Tapi yaa apa salahnya dicoba anjuran ibu. Walah, singkat cerita akhirnya memang terjeblos hingga nyaris 6 tahun di dunia mengajar di sebuah yayasan pendidikan. Sama sekali lupa mau kerja di tempat lain, hingga akhirnya saya memang resign dari sana dengan alasan ikut suami (kebetulan baru nikah 2bln, hihi).

Awalnya mengajar TPA (taman pendidikan alqur'an) bukan TPA yang lain (tempat penitipan anak, hehe) utk usia TK, tidak lama berselang ternyata diangkat menjadi administrasi umum di yayasan itu. Kemudian, tahun demi tahun, diangkat menjadi administrasi khusus SDIT (sekolah dasar islam terpadu), lama-lama khusus nemenin kepala sekolah, lama-lama jadi penerima tamu (khususnya orangtua siswa baru), lama-lama khusus mengajar Qiroati tingkat atas (jilid 6-Ghorib), lama-lama suka bantuin ekskul Pramuka, lama-lama suka jadi pawang anak-anak yg kabur karena takut disuntik imunisasi. Apa aja dikerjain dan semuaaa akhirnya menjadi nostalgia.

Dan lama-lama (halah) jadi merenung.. lulusan gizi yang harusnya ketemu para pasien (sakit atau ingin diet), eh jadinya malah ketemu pasien tipe lain (pasien butuh diajarin).. Melenceng kalo orang-orang bilang mah, "ngapain kuliah gizi, kok malah kerjanya di sekolahan?". Kuping panas, hati dongkol. Tapi ah jalani aja, tetap bersyukur, toh jadi punya sedikit ilmu tentang dunia anak dan cara mengendalikan mereka. Terbantu juga ternyata lho saat kini, saat mempunyai dua anak sekarang ini. Kalau saat itu saya menentang keinginan ibu, mungkin lain lagi ceritanya ya.

Kalau menengok masa lalu hingga sekarang. Rasanya tak mungkin, tapi yang terjadi adalah MUNGKIN dan TERJADI. Pastinya ini atas izin Allah SWT, setidaknya saya sudah memberikan kelegaan hati ibu saya (kini sudah wafat) yang mau menjadi pengajar, walau mungkin saat itu beliau gak tahu kelanjutan masa depanku seperti apa. Kini, semua kembali kubangun asa yang lain, yang lebih matang, yang lebih sensasional. Menjalani saja langkah hidup kita sebaik-baiknya, pada akhirnya akan ada madu manis yang terasa walau saat itu mungkin terasa pahit saat menjalaninya.

So kawan, selamat meniti jalanmu! :)


Follow Me by Email