NarasiLia.com

be a good life and happy family

Mencoba Panjat Dinding

Panjat dinding adalah olahraga yang sepertinya kurang terekspos oleh media, masyarakat termasuk saya tidak terlalu mengetahui hal tersebut (apa karena saya aja kali yaa yang kuper, hehe). Bagaimana tidak, awalnya saya melihat hal itu hanyalah permainan biasa, permainan para remaja muda untuk terlihat keren. Bukan sesuatu yang fantastis. Namun setelah mencoba merasakan (walau baru coba panjat dinding), wow, ternyata opini saya mulai berubah.

Panjat tebing merupakan olahraga yang memang membutuhkan kekuatan fisik dan mental serta strategi yang bagus untuk mencapai puncak. Melatih keseimbangan koordinasi otak terhadap tangan, kaki, mata, dan keyakinan hati. Jika anda sudah pernah melakukannya, mungkin akan setuju dengan ini. Bagus juga jika dijadikan sebagai filosofi hidup. Butuh kesabaran dan kekuatan untuk mencapai titik puncak kejayaan dan kebahagiaan. Ternyata memang susah lho panjat dinding.

Tak sengaja aku mencobanya saat sedang jalan-jalan pagi di hari Minggu bersama suami dan kedua anakku, Shidqi Selma. Lokasinya di jalan Tegar Beriman, tepatnya di sudut lapangan depan kantor Bupati Kab.Bogor. Wilayah itu lebih dikenal dengan sebutan Pemda Cibinong, karena memang letaknya masih dalam kawasan kecamatan Cibinong. Dulu tempat tersebut menjadi populer karena ada pasar kaget yang cukup komplit dan panjang kawasannya. Bayangkan, hampir sepanjang jalan terisi berbagai pedagang kaki lima, kurang lebih 3 KM panjangnya. Mulai dari pakaian, makanan, minuman, cendramata, cemilan, alat rumah tangga, TV, Motor, Sepeda, perlengkapan bayi,  apa pun yang anda cari, tanpa sengaja pasti ketemu. Walau pun dengan harga yang terbilang tidak terlalu murah, tetapi terlihat selalu ramai.

Saat kami menepi di lapangan, terlihat beberapa anak-anak berlatih panjat dinding (kalau panjat tebing bila berada di alam bebas). Banyak sekali yang gesit. Tap, tap, tap, sepertinya mudah sekali. Dengan rasa penasaran aku bertanya pada salah satu pemandu. Berapa biaya bulanan dan tiap hari apa berlatih? Jawabannya: Rp. 200.000/bulan dengan alokasi jadwal latihan seminggu 2x setiap sore ba’da Ashar. Eh, ternyata di hari MInggu terbuka untuk umum, cukup bayar Rp.5000 saja bagi yang ingin mencoba. Wah, tawaran yang menarik, langsung kami ambil kesempatan itu. Berdua dengan suami menyiapkan diri, pede aja, pengen tahu rasanya bagaimana?

Pertama yang kami gunakan adalah Harnes, alat peyangga tubuh yang dilekatkan pada bagian pinggang hingga bawah panggul dan bokong, menopang badan dengan kuat. Harnes itu tentu saja terhubung dengan tali Karmantel (terbuat dari serat alam) yang dapat ditarik ulur, pastinya berguna untuk menyelamatkan para pendaki jika terpeleset. Dibagian perut tergantung kantong yang berisi tepung anti keringat yang terbuat dari magnesium. Rasanya memang kesat di kulit. Tentu anda tahu kan manfaatnya? Supaya tangan kita tidak licin saat mendaki.

ayah pakai harnes

Setelah semua bersiap, termasuk kedua pemandu yang saling sigap membantu memegang tali saat pendaki naik (digambar atas ya si mbak bercelana merah dan mas yang memasangkan harnes). Saat itu saya hanya bisa bersorak melihat suami jatuh terpeleset saat nyaris sudah mendekati puncak. "Mana semangatmu?? Setelah dia mencoba beberapa kali, akhirnya menyerah dan gantianlah denganku.

Yang pertama kali kurasakan adalah deg-degan, lama-lama ketagihan, penasaran soalnya.. Ingat, yang takut ketinggian jangan suka melongok kebawah ya, seketika semangat anda pasti akan kendur. Pusing ternyata. Hahaha.. Begitu pun aku, memulai strategi menitipkan ujung jari (yang saat itu bukan sepatu khusus panjat dinding tapi benar-benar telanjang kaki) pada batu buatan yang menempel di dinding. Kemudian mengangkat badan dengan kedua tangan ini. Langkah pertama mudah, kemudian cukup mudah, lama-kelamaan semakin tidak mudah, rasanya berat. Nafas jadi tersengal-sengal. Hufft, susah juga ternyata. Benar-benar harus kompak tangan dan kaki.

langkah awal


abis ini bersiap jatuh
Semakin tinggi rasanya bumi makin ingin menarik badan ini. Saya seakan memiliki bobot badan yang mirip tubuh kekarnya si makhluk hijau, Hulk. Apa karena amatir, gak ngerti tekhnik yang bagus, makin ke atas makin sulit mengangkat badan, sungguh berat. Tangan terasa kaku dan nyeri. Kemudian masih mencoba memijakan ujung kaki pada salah satu batu. Tiba-tiba terpeleset, swiiiiinnggg…ringan rasanya badan ini bergantung-gantung dan berayun turun menuju bawah, menuju hamparan tanah. Ini yang paling enak lho. Masih penasaran, ya naik lagi walau tetep gak bisa mencapai puncak. Gak lulus jadi spiderwomen. Senang sih rasanya walau esok harinya tangan dan paha terasa ngilu, ooh akibat tidak pemanasan terlebih dahulu. Ototnya pada kaget kali, maklum atlet dadakan, hehe..

Tingkah laku kami ditiru Selma yang sejak kecil memang terlihat tomboy dan tidak mengenal rasa takut. Dia sudah berani memanjat walaupun masih seusia 1.5 tahun (masih menggunakan popok). Suka kepergok tau-tau dia sudah bertengger di besi ranjang atau di atas televisi. Melihat itu, saya tidak langsung panik, hanya sekedar bicara; "hati-hati ya dek, jangan sampai jatuh! Turunnya pelan-pelan yaa..". Maka dengan tenang dia menyelesaikannya hingga mendarat di lantai. Ya, jika anak diberi kepercayaan, maka mereka memang benar-benar bisa menyelesaikan perintah. Menandakan bahwa daya tangkap mereka ikut berperan aktif menerima informasi.

manjat teruss

tau-tau udah nyampe ke atas, iiih..
Seketika sang kakak yang kebetulan takut ketinggian ikut meniru, tidak mau ketinggalan, ingin menunjukkan bahwa dia bisa, walau cuma sekedar di kayu ventilasi. Jadilah seperti ini. 

kami bisaaa..

Intinya jangan memandang remeh olahraga apapun, karena memang berat dan perlu latihan yang rutin. Dan yang menjadi poin kami adalah, memberikan contoh kepada anak maka akan tumbuhlah percaya diri dan minat anak terhadap olahraga. Bagaimana dengan anda? 


2 komentar:

  1. Hahaha... asli saya ngakak mba liat fotonya. Anak saya juga hobi panjat2, tapi keknya enggak kayak gitu banget hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe iya gak tau kenapa jd pada agresif

      Hapus

Hallo teman, terimakasih banyak yaa. Dengan senang hati saya persilahkan tulisan ini dikomentari, agar silaturahim terjalin dan saling memberi dukungan dengan baik.

Tapi mohon maaf ya, komentar tetap dimoderasi agar terhindar dari spammer. Jika ingin berdiskusi lebih lanjut, monggo hubungi saya via email di: bunda.shidqi@gmail.com

Follow Narasilia by Email

Labels

keluarga Cerita Tips Solusi anak hebat daya tangkap anak Bahagia Dunia Akhirat produk Kumpulan Emak2 Blogger (KEB) Review bayi Kreasi living fun and healthy lomba menulis CommuterLine jalan-jalan Kesehatan Resep Sehat kehamilan Kegiatan Anak Keajaiban Pendidikan Cara Mendidik Anak dunia bunda imajinasi stasiun Ide bakteri Islami Testimoni makanan melahirkan Cemilan Silaturrahim belanja hemat Stress ayah curhat makan-makan susu cair pertumbuhan #GakMasalahDong Alergi Anmum Essential Jualan Online demam lomba perawatan bayi resep masakan ASI Bekal Masa Depan Buah Lokal Facebook Gadget Ibu-Ibu Doyan Nulis Morinaga Platinum Perencanaan Keuangan #AyahLuarBiasa Busways KRL ekonomi AC Makanan Tradisional Masalah Kulit Restoran baby spa hamil impian pijat habis melahirkan resep tabloid 5Star Skin Protection Film From Womb To World GOJEK Gangguan Pernapasan Generasi Platinum Ibu-Ibu Doyan Bisnis Morinaga Chil-Go! Pampers Referensi buku Kumpulan Emak2 Blogger (KEB) lactobasillus olahraga popok cuci ulang sepeda Android Cerita Unik Koran Lactacyd Moment Tanpa Gula Tambahan Televisi Tuberculosis Ulang Tahun Warung Blogger cerita dongeng daun pisang pijat ibu hamil Anmum Bunda Inspiratif Buka Puasa Bersama Cap Kaki Tiga Anak Frisian Flag Give Away Glucogen Gusi Berdarah Kidzania Jakarta Kosmetik Halal Meja Makan Punya Cerita Mommy n Me Baby Spa Premium Mommy n Me Bogor Nanospray Omron Nebulizer Slimmer Terapi gangguan pernapasan Tupperware Voucher Belanja cosmopolitan cukup satu tetes downline kandungan gizi ikan kardus susu kertas resi muntaber resep ikan pepes tiket #BabyCanLearn #BabyCanread #LawanDiabetes #LombaBlogNUB #Sembuhkan TB #my1stNutripuffs Baby Blues Bayar Pajak Biocell BoboiBoy Cetaphil Cetaphilexperience Cetaphilid Cetaphilindonesia Diabetes Fashion Show Furniture Grand Indonesia Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) JYSK Keluarga Minum Susu Lactacyd White Intime Mamypoko Love Touch Merchant Sodexo One Day One Juz (ODOJ) Parodontax Pepsodent Petite Blossom Philips Disney Post Partum Syndrom Rangking1 Reseller Sabun Anti Kuman Sabun Keluarga Taman Bogor Tempra Theragran-M TransTV Vivalog anyang-anyangan baby spa Bogor baby spa jakarta buah nusantara bumbu pepes elevenia fruit summit 2015 fun bike honor infeksi saluran kemih martabak pepes ikan prive uri-cran radio rujak sabun shower gel testpack voucher MAP