April 02, 2013

Ini Dia, 6 Keistimewaan Rendang Padang Restu Mande

Pantas saja disebut rendang, ternyata berasal dari kata merandang. Artinya memasak dalam santan kelapa sampai agak mengering, dalam waktu yang lama. Biasanya bisa mencapai 8-10 jam dan menggunakan api dari kayu bakar. Makin lama dimasak, rendang itu makin menimbulkan aroma dan rasa khas yang membuat air liur ini bertambah. Wangi dan sedap, membuat perutku minta diisi.


http://lialathifa.blogspot.com/2013/04/ini-dia-6-keistimewaan-rendang-padang.html
Western Sumatra Caramelized Curry Alias Rendang Padang
(sumber:Restu Mande)
Menurut sejarah memasak rendang melambangkan keutuhan masyarakat atas dasar filosofi kebersamaan dan kesabaran sehingga dapat mencapai hasil mufakat. Asal muasal bumbu rendang itu diadaptasi dari bumbu kari India yang dikembangkan menjadi makanan khas Sumatra Barat, diduga sudah ada sejak abad ke-16. Terjadi karena masyarakat Minang sengaja membuat makanan  yang tahan lama sebagai bekal bagi para perantau. Rendang telah menyebar dan lestari hingga kini, melalui berbagai rumah makan Padang ke seluruh pelosok Indonesia. Tak hanya daging, rendang telah banyak dimodifikasi dengan bahan baku lainnya seperti telor, ayam, belut, udang, kentang, kacang merah, jengkol, singkong, juga daun pakis. 
Oh, Ini Rahasianya
Ibuku pandai membuat rendang sendiri. Beliau memang keturunan Minang, tepatnya dari Batusangkar. Kebiasaannya menyuguhkan rendang membuat nafsu makan kami meningkat. Katanya sih, enak tidaknya rendang itu tergantung dari racikan tangan si pembuat. Buatan ibu memang mantap. Terdapat banyak sekali macam bumbu dan rempah-rempah. Semua dihaluskan dengan tangannya sendiri diatas batu yang besar dan lebar, mengulek sambil duduk diatas bangku kecil yang kami sebut dingklik.
Aku lihat saat itu terdapat bumbu seperti cabai merah keriting, cabai rawit, cabai merah besar, bawang merah, bawang putih, lada, kemiri, ketumbar, asam kandis, kunyit, jahe, lengkoas (laos), jinten yang sudah disangrai, sedikit pala, bunga lawang, cengkeh, kayu manis, daun jeruk, daun kunyit, daun salam, daun sereh, dan ah lainnya sampai agak kulupa. Santan kental dalam wajan yang besar pun sudah siap dipanasi. Tentunya pasti ada garam dan gula sebagai penyedap rasa ya.. *Ya iyalaah.
“Hafalkan semua macam bumbu ini. Caranya dihaluskan dan tumis sampai wangi. Lalu campur dengan santan kental. Ingat ya, jangan pelit ngasih lengkoas (laos) dan pakai santan kental dari kelapa tua, banyaknya santan maka akan semakin gurih nantinya. Aduk-aduk terus sampai santan mengering dan mengeluarkan minyak”, begitu perintahnya ketika beliau mengajariku langsung di dapur. Ciri khas rendang Padang yang tepat menurut ibu adalah daging empuk berlumur bumbu pedas yang meresap dan berwarna coklat gelap mengkilat dan berminyak kemerahan nan gurih. Ooh, jadi ini rahasia enaknya. Tanpa sadar ibu telah mengajariku untuk melestarikan budaya bangsa Indonesia.
Pernah suatu hari aku naik angkutan umum sendirian dengan berani, demi menjalankan tugas dari ibu yang saat itu sedang malas memasak. Membeli rendang Amak Tuo di pasar. Sekaligus memesan sekilo untuk dibawa ke rumah nenek. Bayangkan..Tatkala itu usiaku masih berumur 12 tahun (hmm, ah biasa aja kayanya, hihi). Rendang Padang memang menjadi lauk kegemaran keluarga kami. Merupakan oleh-oleh yang wajib. Walaupun keluarga nenek (dari ayahku) adalah orang sunda, tetapi tetap saja mereka merindukan makanan itu. Buktinya saat kami datang ke sana, nenek menyongsong gembira sambil berkata, “mana nih kedoyanan nini?”. Ih nini, yang disapa duluan malah bungkusan rendang, bukan aku.. hahaha.
Keistimewaan Rendang Padang
Cara pembuatan rendang yang unik dan rasa lezatnya membuat pesona lain dalam lubuk hati, seperti memberikan rasa candu dan rindu yang luar biasa terhadap kampung halaman. Rindu rendang buatan ibu. Jadi kangen ibu deh nih. Kini tak perlu bingung lagi, rindu itu telah terbayar oleh Rendang Padang Restu Mande. Rasanya benar-benar mirip buatan ibu. Enak dan sedap.
Alhasil, terdapat 6 (enam) keistimewaan dari produk ini, menurutku ya.. yaitu:
1. Rasa Lezat Yang Khas.
- Setelah membaca di fanpage Restu Mande, katanya menggunakan 26 macam bumbu dan rempah pilihan, segar dan bukan instan. Tentunya dengan daging yang segar. Pantas saja menghasilkan rasa yang lezat, terasa gurih, dan bukan rasa mecin (MSG). 
- Ada rendang sapi dan ayam rasa original, rasa yang sangat cocok untuk lidah anak-anakku, karena tidak pedas rasanya, dagingnya cukup lembut, dapat disuwir-suwir. Juga ada pilihan rasa spicy yang sangat pas untuk para penggemar pedas, seperti aku dan suami, langsung nyess, benar-benar "ngagetin".. huh..haah.. berkeringat (pedasnya beneran pueddeeess, hati-hati yang punya maag)
http://lialathifa.blogspot.com/2013/04/ini-dia-6-keistimewaan-rendang-padang.html
aaamm..nyam-nyam
- Saat dibuka dari kemasan, langsung dapat dicemil-cemil atau dihangatkan dulu sebentar, lalu campur dengan nasi hangat. Wow bikin lahap, seakan ingin berkata: “Da, tambo ciek yo!”. Sisa bumbunya banyak, pas banget buat remes-remes pada nasi, spagety, bahkan untuk sambal bakso, pernah coba gak? eennaakk..

2. Harga yang terjangkau. 
Menurut sumber info (Maret 2013): Untuk harga rendang sapi original Rp.67,000 dan sapi spicy (hot) Rp.69,000. Sedangkan harga rendang ayam fillet original Rp. 50,000 dan rendang ayam fillet spicy (hot) Rp. 52,000. Lumayan kan? Harga yang sama seperti kita membeli di warung padang. Tetapi entah yaa untuk harga diluar pulau Jawa.
 3. Kemasan Praktis dan Cantik
http://lialathifa.blogspot.com/2013/04/ini-dia-6-keistimewaan-rendang-padang.html
Kemasan yang Praktis dan Cantik (sumber:Restu Mande)
Berisi 5-6 potong daging pilihan (berat 300 gram) yang dikemas dalam plastik kedap udara, dan alumuniun foil serta kotak karton dengan ukuran yang praktis dan cantik. Dapat dibawa kemana saja. Sangat pantas bila dijadikan oleh-oleh, bekal bagi yang ingin melancong ke luar negeri atau dapat dijadikan pendukung kestabilan pangan di saat darurat (seperti untuk korban musibah dan para pengungsi). Tak terkecuali untuk bekal sekolah, ke kantor, bahkan mudik. Menurutku cocok juga lho jika para santri di pondok pesantren atau siswa-siswi di asrama membeli ini. Di sana kan jarang ada menu rendang. 
4. Alami dan Tahan Lama
Walaupun tanpa pengawet dan MSG tetapi rendang ini dapat disimpan dalam kurun waktu satu tahun, atau setara 459 hari (rendang sapi) dan 294 hari (rendang ayam) terhitung sejak pengemasan. Hal ini dibenarkan oleh hasil analisa Laboratorium Tekhnologi Pangan Universitas di Bandung. Apalagi didukung dengan kebersihan para pekerja yang menggunakan topi serta penutup mulut sehingga dapat meminimalisir kontaminasi bakteri dan kuman saat proses pembuatannya berlangsung. Penasaran cara membuatnya? Lihat di sini
http://lialathifa.blogspot.com/2013/04/ini-dia-6-keistimewaan-rendang-padang.html
(sumber foto: Restu Mande)

5. Mudah di dapat. 
Tersedia di SevenEleven, UKM Corner, Smesco Jakarta, Bandara dan tersebar pada distributor dan agen di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Juga di tiap kota Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lombok, Sumatra Selatan, Lampung, Kalimantan, dan Sulawesi, memudahkan masyarakat sekitar untuk memperoleh rasa nikmatnya rendang khas Restu Mande. Ayo coba!
6. Telah Bersertifikat.
Pastinya produk ini sudah mendapatkan sertifikat halal pada tahun 2011 dari MUI JB (No. 01011056740311) dan mendapat izin dari Dinkes P-IRT (8013273011830). Dan terdapat sertifikat Analisa kadar gizi yang menyatakan rendang ini mengandung 221kal/100gr. Meyakinkan para konsumen bahwa produk ini memang halal dan aman dikonsumsi. Gak percaya? Bisa cek disini
Rendang Padang Menembus Pasar Internasional.
Sudah sepantasnya rendang harus diakui sebagai makanan tradisional khas Indonesia yang dapat dibanggakan sampai ke penjuru dunia. Oya, apalagi ternyata rendang sudah termasuk ke dalam golongan makanan terlezat menurut hasil survey pilihan responden, menduduki nomor satu di dunia. Seperti dilansir oleh CNNgo.com (baca di sini). Dengan hal itu mari terus mendukung keberhasilan rendang sebagai maskot kuliner kebanggaan Indonesia di luar sana. Demikian pula dengan rendang kemasan Restu Mande.

http://lialathifa.blogspot.com/2013/04/ini-dia-6-keistimewaan-rendang-padang.html
(sumber: Restu Mande)
Menurut sumber berita, tercetusnya ide membuat rendang kemasan berawal dari banyaknya permintaan pengunjung di rumah makan milik bapak Amril (kelahiran Solok) di Ujungberung Bandung. Mereka minta dibuatkan rendang dalam bentuk kemasan untuk bekal umroh dan haji, atau di saat puasa dan Idul Fitri. Akhirnya dengan percaya diri ia dan istrinya (ibu Nenden Rospiani) berani membuka lahan baru dalam bisnisnya. Dengan mengusung timeline Through The World mereka bertekad dapat menembus pasar dunia dan menjadi nomor satu. 

Langkah yang digunakan adalah mengikuti berbagai kegiatan, guna memperkenalkan dan memasyarakatkan rendang Padang hingga ke dunia Internasional, seperti:
- MIHASS (Malaysia International Halal Showcase) ke-8 di Kuala Lumpur,
- Pestawirausaha 2012,
- Wira Muda Mandiri & Mandiri Young Technopreneur Expo 2013 di JCC,
- Pameran di Asrama Haji, dan lain-lain. 
Menyandang sebagai The Winner BII - Sindo Award 2012, bapak Amril berkeinginan melestarikan budaya melalui masakan berbumbu dan rempah khas Indonesia. Memajukan usahanya yang telah beromzet ratusan juta tiap bulannya, agar dapat menyerap banyak tenaga kerja. Hal ini sepantasnya dimiliki setiap pionir bangsa agar dapat membantu pemerintah dalam rangka menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) target menjadi sekitar 5,8-6,1 persen di tahun 2013.
Walaupun ada sedikit kendala (beberapa negara menolak kiriman paket rendang dengan alasan tertentu), namun produk ini masih tetap dapat dinikmati oleh konsumen di berbagai Negara. Banyak beberapa agen maupun konsumen sengaja membeli dan membawa produk ini sendiri ketika berada di Indonesia dan membawanya ke berbagai negara seperti Arab Saudi, Malaysia, Jepang, Hongkong, China, Thailand, Singapura, Australia, Amerika, dan Jerman. Nah, bagaimana dengan anda? Tertarik mencicipi Randang Padang ini? Nih, aku kasih infonya, hubungi saja ke mas Ono di telp.02270888804 atau 085603166628 ya.



sumber: 
wikipedia
Restu Mande

40 komentar:

  1. kereeeennn bunda
    aku juga pecinta rendang lo, ibuku bukan orang padang tapi pinter bikin rendang juga :D
    aku juga sering bikin rendang (setahun 3-4 kali) haha itu mah jarang ya namanya. tapi rendangnya bukan hanya rendang daging bun, ayam, kentang aku rendang hehe aneh ya, tapi enak loo :D (padahal gak kuat beli daging :p)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe makasih mbak Lita, rendang memang membumi ya, apa krn jadi menu andalan waktu idul fitri.. iya rendang memang yg bikin enak makan krn bumbunya, diremes2 sama nasi juga jadi nafsu makannya

      makasih mbak sudah mampir :)

      Hapus
  2. Emang Rendang Padang atau Randang Padang makanan favorit di seantero jagad. We he he he. Muantapfts deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mas Andi, rendang pengganjal perut ^_^

      Hapus
  3. Mantap infonya. Jadi pengen beli rendang restu mande

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk yak yuuk, itu udah ada no.HPnya ssuai saran Ibu Nenden mbak, hehe

      makasih mbak, setia mampir :)

      Hapus
  4. Tulisannya bagus Mbak. Hm, kok jadi inget ulekan ala padang itu. Batu yang mendatar besar. Dulu mama punya, tapi aku tak bisa memakainya. Maklum ulekannya beda banget sama di daerah Sunda. Sukses ngontesnya ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih banyak mbak Dewi :)

      iya ulekannya sampai susah diangkat kalau mau dicuci, alm. ibu gak suka pakai blender. Ulekannya sekarang udah dimusiumkan, sama saya sekarang juga pakainya yg imut2 aja, hehe..

      Hapus
  5. wow...ini keren deh mba:) lengkap boo.....

    kalu pas ied aku biasa bikin rendang sendiri mba:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih sudah mampir mbak, iya ya mmg rendang jadi ciri khas menu pake ketupat dan gulai labu (aiiih tambah ngiler, hihi).. Wah hebat, mbak pinter masak rendang, siiip :)

      Hapus
  6. jadi laper baca tulisan tentang rendang, ok bagus banget tulisannya. ntar aku cari deh di seven eleven.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe.. belinya yang banyak ya bu Dosen, buat oleh-oleh kalo aku mampir ke sana :)

      Terimakasih sudah mampir

      Hapus
  7. ngelap iler...wkwkwkwk

    BalasHapus
  8. Hidup Rendang padang
    Hidup Rendang Telur (mklum saya penjual Rendang telur) hehehe
    Salam kenal dari Batam mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hidup makan enak :)

      salam kenal juga mbak, terimakasih sudah mampir, ooh jualan Rendang Telur juga ya, hmm..kebayang makan telur sekarang :D

      Hapus
  9. Aih, lengkap banget, Bun. Sukses2 untuk lombanya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. lagi ada passion kali mbak, jadi semangat nulisnya, hehe.. makasih do'anya ya

      Hapus
  10. Tulisan mba Lita membuat semua orang ingin selalu mencicipi rendang, dan membuat rendang tetap eksis...dan semoga cara pembuatannyapun terus diregenerasikan...kalau saya pribadi belum pernah membuat rendang pasti nungguin mama saya yang membuatnya..nanti saya akan belajar....
    Mba Lita makasi sudah mengingatkan perihal rendang Minang ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks mbak, ayo coba bikin, tanpa nunggu mama, atau beli juga banyak ya :)

      btw, namaku Lia.. salam kenal ^_^

      Hapus
  11. Sukses ya bun... :)

    http://topmomy.blogspot.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih mbak Rauhiyatul, sukses juga ya :)

      Hapus
  12. Walllahhh..baca postingan ini jadi ngiler nih. Jadi laper, soalnya rendang memang enak banget! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. haduh maaf mas, malah bikin ngiler :D.. terimakasih sudah berkunjung

      Hapus
  13. Wah, artikelnya mantap Bun!
    jempol jempol dah :D

    izin jadi follower blognya yah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mbak Sansan Sensen, monggo ditampi, silahkan dengan senang hati :)

      Hapus
  14. Artikelnya mantap ya, banyak referensi....moga sukses, makasih sudah mampir ke blog saya...:) salam buat klg.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama mbak Yenny, salam untuk keluarga disana juga ya..:)

      Hapus
  15. wah mantap nih postingannya...
    harus bangga nih jadi orang Indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih sudah berkunjung kemari mas Dawud, iya sepantasnya kita punya identitas bangsa, rendang salah satunya :)

      Hapus
  16. Wah lengkap bener mbak..
    Aku juga ikutan ngontes, jadi minder liat tulisan ini. he e
    Salam kenal mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aduh, jangan minder mas Ibnu, saya hanya sedang mood, kebetulan seperti mengenang alm.ibu, jadi seperti gitu deh nulisnya.. good luck juga ya, terimakasih sudah berkunjung :)

      Hapus
  17. Wah, saya kelupaan mau ikutan lomba nulisnya. Tahu2 udah pengumuman pemenang, hiks... Tapi gpp, berarti belum rejeki saya. Buat Mbak, selamat yach... :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih Dwi Wahyudi, semoga ada kesempatan i lain wkt ya..

      Hapus
  18. isinya menarik ya..
    kalau ada waktu silahkan berkunjung kesini ya
    http://distrobantalsilikon.blogspot.com

    BalasHapus
  19. artikel yg sangat2 bermanfaat..
    apalagi berwisata sambil belajar membuat rendang pastinya lebih mengasyikkan.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih infonya Cooking trip, meluncuur :)

      Hapus
  20. Rendangnya bisa buat buka nanti ini, mak :D Hihi

    BalasHapus
  21. Rendang Restu Mande emang mantap banget :D hehe. pengalaman beli yang bumbu langsugn saya coba bikin sendiri dan hasilnya bener bener mantap :D hehe, selain singkat waktu, dan pastinya ga capek walaupun bikin rendang yang terkenal lama :D

    BalasHapus

Hallo teman, terimakasih banyak sudah membaca dan berkunjung ke sini. Tinggalin jejak dong dengan komentarmu, seneng banget rasanya.

Eh iya, tapi mohon maaf, komentarnya tetap dimoderasi agar terhindar dari spammer. Jika ingin berdiskusi lebih lanjut, monggo hubungi saya via email di: bunda.shidqi@gmail.com