Februari 20, 2013

Balada Blender

Cerita ini bukan hanya cerita biasa, bagi saya ini adalah pembuktian. Pembuktian bahwa keberuntungan sedang berpihak kepada kami. It's All About LUCK.

Hari itu, Senin, kami kebanjiran order pepes ikan mas presto. Ya, total 12 kg pesanannya. Alhamdulillah, di tengah kesempitan keuangan kami ternyata ada aja rejeki yg hadir. Mulai menyicil membeli bawang, cabai, bumbu dapur, daun singkong, daun pisang, daun kemangi, gula dan garam. Sebelum membeli ikan, bumbu harus segera diolah. Tujuannya agar ikan tidak terlalu lama menunggu saat waktunya dibumbui. Jadi tetap dalam keadaan fresh.
Semua mulai lancar, namun tiba-tiba blender Phillip-ku berasap, haduh ada yang terbakar. Gimana nih, tanggung sudah mulai sore, sedikit lagi (padahal masih satu baskom kecil lagi, he he). Blender itu kupaksa tetap menggiling. Tak lama kemudian, pêt!! Mati lampu, blender mati juga.. Listriknya korsleting! Wuaaa, kepanikan mulai melanda. 
Janji pengiriman hari Rabu, harus segera dikerjakan toh. Rencana hari Selasa membeli ikan, menyiangi, malamnya membumbui, membungkus dan proses presto agar segera dimulai. Sepertinya harus ditunda. Apalagi hari Kamis pagi saya harus berangkat ke undangan acara peluncuran buku terbarunya Fira Basuki di Kembang Goela Resto. Janji gak boleh batal mendadak.
Suamiku ikut panik, blender kesayangan yang telah berusia 3th itu teronggok minta dikasihani. Suamiku segera mencari onderdil untuk memperbaiki. Tak banyak pilihan, kenyataannya tidak setiap toko menyediakan sparepart yang dimaksud. Nyaris blender second dia beli, sebelum akhirnya kutolak. Berpikir keuntungan pepes itu tidak sebanding kalau hanya untuk membeli blender yang kwalitasnya belum tentu sebaik yang kita kira. 
“Sudahlah yah kita kerjakan saja pelan-pelan. Bunda sudah pinjam cobek tetangga. Yuk, kita begadang saja!”
Singkat cerita akhirnya kami bisa menyelesaikan semua proses membuat pepes duri lunak. Esok hari siap dikirim oleh suami. Namun tiba-tiba anak kami, Selma, demam. “Ya Allah, ini akibat kami sibuk di dapur mungkin ya? Badannya panas. Bagaimana besok ini? Terpaksa harus dibawa ke acara tersebut. Gak enak kalau tiba-tiba batal,” gumamku dalam hati.
Ayahnya pun tidak banyak bicara, hanya berucap “ memang Selma tetap diajak?”
“Iya, insyaallah gak apa-apalah. Ini kesempatan bunda yah, sayang kalau dilewatkan. Apalagi pesanan pepes kita juga sudah beres kan? Boleh yaa..” ujarku merajuk.
“Ya sudah, berangkat aja. Hati-hati dijalan!”
Keesokan harinya, pagi jam 7, aku dan Selma berangkat menuju Jakarta menggunakan kereta. Turun di stasiun Cawang, dilanjutkan dengan busway sampai di shuttle Semanggi. Dari sana kugendong Selma hingga sampai ke tujuan. Kurang lebih 10 menit berjalan kaki sampai di Kembang Goela Resto, yang letaknya di belakang Plaza Central, dekat juga dengan RS. Jakarta. Kami ikuti acara yang keren itu sampai selesai.
Disinilah “miracle” itu muncul. Ketika sesi tanya jawab, aku hanya seribu bahasa mendengarkan dengan seksama. Selma juga Alhamdulillah anteng, tidak rewel meskipun badannya semakin hangat, sampai akhirnya dia tertidur di pangkuanku. Ketika host Alvin Adam mengajak para undangan untuk bercerita seputar pengalaman “Berani Kotor”, tidak ada satupun yang berebut mengangkat tangan. Suasana justru hening. Tiba-tiba tangan ini spontan mengangkat. Menyusul akhirnya mbak Sumarti Saelan anggota KEB juga ikut menunjuk. Kami berdua berkomentar tentang pengalaman masing-masing tentang mengajak anak berani bermain diluar walau keadaan kotor.

Tak diduga ternyata aku dapat hadiah, didatangi oleh mbak Fira Basuki sendiri untuk menyerahkan kado tersebut. Karena Selma masih tertidur, aku tidak bisa maju ke depan. Kecupan mbak Fira di pipiku dan kilat kamera para wartawan terasa sangat menakjubkan. Iih, Fira Basuki gitu lho! Aku bak pemenang award kali ya? J.. Apalagi hadiahnya cukup tinggi besar lho, apa ya gerangan?

Selesai acara kami beramah tamah dengan sesama peserta, diselingi makan siang. Hari itu benar-benar membuatku merasa beruntung. Acara keren, makan siang yang nikmat, diwawancarai BChannel untuk memberikan kesan dan pesan acara peluncuran buku ini, untuk tayangan Karena Aku Wanita. Eiya, disapa pula oleh mas Alvin Adam yang ramah banget saat tangan ini menggotong kado dan menuntun Selma, "Selamat ya dapat hadiah," ujarnya, serta dapat tanda tangan dan foto bareng dengan mbak Fira Basuki. Hati ini terasa bernyanyi riang, menghibur kelelahan diriku kemarin.

Sesampainya dirumah, aku langsung abadikan semua bawaan. Ada goodiebag yang isinya kaos, buku baru, kendi kecil, daaan sebuah kotak kado yang tinggi. Jepret!
“Apa ini bunda?,” tanya Shidqi, putra sulungku.
“Yuk kita buka bareng-bareng! Bunda juga gak tau.”
Pelan-pelan kutarik pitanya, kubuka lakban demi lakban, sampai akhirnya terbuka sebagian. Makin tak sabar, niat ingin membuka dengan perlahan akhirnya sampul kado robek sebagian. Penasaran dengan isinya, akhirnya.. Kubaca tulisan di kardusnya: ELECTROLUX Blender.

“Ayaaaaaahhh, Bunda dapat hadiah blendeeerr!!!” teriakku sambil sujud syukur. Suamiku terlihat tertegun. “Beneran?”. Aku mengangguk dan menyodorkan kepadanya.
Terimakasih ya Allah, Engkau Maha Tahu kegundahan kami. Walau seperti anak kecil yang kedapatan balon, tetapi kami merasa inilah berkah sabar dan tidak menyalahi janji, it's our luck, wallahu a’lam bishshowab.

Cerita ini sekaligus untuk disertakan dalam , Wish me Luck!

16 komentar:

  1. Suka sama kisahnya, mak.. Kecup dulu ah. Terharu bacanya. Jadi ingat waktu event Tupperware dulu. Demam tinggi pun masih semangat ikutan. Walau akhirnya terpaksa pulang sebelum acara kelar karena nyaris pingsan. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. kecup balik ah, terimakasih ya mak. Iya, waktu itu kasian banget liat dirimu, pucat, tapi demi janji ya mak, insyaallah sehat selalu yaa.. Skrg gimana kabarnya? dah sembuh tipesnya?

      Hapus
  2. waduh udah kaya ketiban durian yah bunda ini hehe, selamat yah bunda :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan ketiban durian mas, atit, hehe.. terimakasih sudah mampir.

      Hapus
  3. Subhanallah, Semua ada jalannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya cucukakek, terimakasih sudah mampir :-)

      Hapus
  4. Bundaaaaaaaa
    keren dehhh, selamat yaaaa!!1
    ntar saya pinjam Blender nya, blender Philips saya juga dah jadi bangkai tuhh, hehehe!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe ayo sini mbak, eh sama dong, ayah jadi males melayani di Phillip, padahal masih ada garansi.. terimakasih sudah mampir mbak ^_^

      Hapus
  5. waaaahhhhh bundaaaa bacanya sampe terharu....Allah memang Maha Tau segala kebutuhan umatNya yaaah *salam KEB*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam KEB mbak Santi, Subhaanallah pokoknya mbak, setelah kepahitan, pasti akan diberi kemanisan ^_^

      terimakasih sudah mampir mbak

      Hapus
  6. alhamdulillah,,,
    kalo rejeki mah nggak bakal kmana ya mak... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, bener, alhmadulillah, terimakasih sudah mampir nih ^_^

      Hapus
  7. subhanallah...rezeki ngga bakal ketuker ya..
    keren bunda...:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh jadi malu, Allah yang Maha keren mbak Luluk, Dia yang memberikan keindahan itu ^_^

      terimakasih sudah mampir mbak

      Hapus
  8. Hehehe.. Jd inget dulu waktu baru pindah tp isi dapur blom ada apa2, tau2nya pas suami ikutan lomba di acara gathering dpt kompor gas sm rice cooker, desember kmrn dpt kulkas, saat itu emg lg bnyk bgt rejekinya tnpa disangka, blom lg waktu bulan puasa dpt henpon BB di saat hape emg udh rusak, wah, keluarga sm temen pd gak nyangka, bersyukur bgt deh pokoknya, sambil terus berharap rejeki seperti itu ato yg lebih besar datang lg, tp yah kdg kita udah berdo'a dan ngarep eh bgt malah gk dapet.. :D, salam kenal y mbak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf baru balas mbak, terimakasih komentarnya yaa, senang banget ^_^
      Wow itu mah ketiban rejeki nomplok bernomplok mbak, hihi.. Iya ya kadang rejeki yang diharap-harap malah gak datang, pokoknya mah mbak Aisyah subhanallah :)

      Hapus

Hallo teman, terimakasih banyak sudah membaca dan berkunjung ke sini. Tinggalin jejak dong dengan komentarmu, seneng banget rasanya.

Eh iya, tapi mohon maaf, komentarnya tetap dimoderasi agar terhindar dari spammer. Jika ingin berdiskusi lebih lanjut, monggo hubungi saya via email di: bunda.shidqi@gmail.com