Langsung ke konten utama

Karena tidur di boncengan makanya jadi masuk koran hehe..

Mengulang lagi cerita duluuuuu banget.. Asyiknya gowes pada bulan November 2009


Selesai dari merenovasi salah satu bagian rumah, aku dan suamiku ingin menjajal kemampuan kami bersepeda. 
Ini atas desakan suami: mau ikut fun bike di Depok apa enggak? 
"ya udah ikut aja, buat refreshing. Padahal badan masih capeek deh nungguin tukang".
"Oke, besok kita berangkat pagi!" ujar suami.

Minggu pagi, kami berangkat dari rumah di Pusparaya jam 06.00, dengan bekal roti lapis gula, sebotol air teh manis & sebotol air putih, menuju stasiun Bojonggede. Dengan atribut yang Insyaallah cukup safety, kami mempercepat rute mengejar jadwal kereta, melewati jalan pintas kampung yg jalanannya cukup "offroad" alias becek bergunduk-gunduk.
Suami cukup tidak yakin apakah kami akan dapat kereta atau tidak, yaaa fifty-fifty lah, aku cukup yakin. Kalau tidak dapat kereta, yaa gowes aja menuju WALIKOTA DEPOK. Wuih... 10km jaraknya kesitu.

Alhamdulillaah, saat kami tiba, ada pengumuman bahwa kereta api ekonomi AC akan tiba, wow..beli tiket sampai terbirit-birit. Di lokomotif, terlihat masinis mau menunggu kami (padahal lonceng peringatan yang bunyinya: ning-nung itu sudah berbunyi, tapi kereta belom mau berangkat), berlari-lari kami menuju kereta, hap..naik semua. Alhamdulillah pula, ternyata ada yg berlari menuju kami dan mengatakan: bu, ini tiketnya jatuh!
Aahh, saking terburu-burunya, 2 tiket jatuh. Sedangkan aku hanya membawa 2 tiket lainnya (kami belikan tiket untuk sepeda juga lho). Total tiket: 4 lembar @Rp.5,500

Terimakasih pak, mau mengambilkan tiket kami yang jatuh. Terimakasih pak masinis yang mau menunggu kami sampai naik ke kereta, dan terimakasih mas (yang membawa burung dalam sangkar) membantu kami menaiki sepeda kedalam kereta yg cukup tinggi.

15 menit perjalanan di kereta. Angin AC cukup membuat keringat pagi kami berhenti. Akhirnya sampai juga di stasiun Depok Baru. Melalui ITC Depok, kami menunggu satpam yang baru membuka gerbang belakang. Swiiing..kami melaju lagi menuju Walikota Depok. Akhirnya....tiba juga, tidak terlambat.

Jam 07.00 start akan dimulai. Rute Fun Bike yang diselenggarakan oleh Jurnal Depok adalah: lapangan walikota Depok, Jalan Raya Margonda, Perumahan Grand City Depok dan kembali lagi menuju lapangan walikota Depok. Ya cukup melelahkan, walau masih katagori rute dekat. Tanjakannya itu lho..banyak.

Foto Shidqi bobo nih di koran, eh di sepeda (dok.pribadi)
Angin sepoi-sepoi pun membuat Shidqi anak kami tertidur di boncengan sepeda ayahnya. Memang jadi unik, semua yang melewati kami cuma tersenyum-senyum sambil menyapa: anaknya tidur tuh paak.. Ini juga yang membuat wartawan Jurnal Depok mengabadikannya di koran edisi Senin, 23 November 2009. Tapi jadi ketawa sendiri, kok munculnya di kolom asal jeplak ya? Judulnya juga gak nyambung, hihihihi...






Ini dia hasil editanku, nyenyaknyaa sambil meluk boneka beruang bundanya, hehe:

Selesai acara suami mengajak pulang: gowes aja yaa, gak usah naik kereta. 
"Waduh kan jauh yah." protesku.
"Yaa, coba aja. Santai aja kok."
"Tapi nanti mampir-mampir yaa.., eh udah azan zuhur. Sholat aja dulu, biar tenang."
"Oke."

Satu jam kami melaju dengan sepeda (bayangin yuk, naik sepeda 1 jam, capek gak? hihi), tiba di Citayam. Gak lupa, mampir dulu di RM Pondok Baru, makan menu Padang. Wow, kebayang juga kan lapernya. Lahaaaap makannya, termasuk Shidqi. Habis itu ealaaah, hobinya orang sini, ngantuukk.. walau mata di krejep2in nonton lihat ceramahnya Yusuf Mansur tentang Naik Haji di TvOne, tetep aja ngantuk, hehe. Tapi Ya, Allah beri kesempatan naik haji untuk kami, aamiin.

Akhir cerita, abis makan yaa melaju lagi menuju rumah. Tiba sekitar pukul dua siang. Beneran deh, capeeeek, ngantuuuuk. Esoknya saya terkapar, jadi doyan tiduuur.. ^_^

Komentar

Pos populer dari blog ini

Terapi Uap di Rumah Saja

Shidqi itu anak yang paling sering terserang penyakit. Kadang batuk, muntaber, pilek, lama-lama sesak nafas, dahaknya terdengar becek namun sulit keluar, akhirnya keluar dengan sering disertai muntah. Sebalnya jika ini bersamaan ketika dia sedang makan. Setiap makan, batuk, lalu muntah. Sedih dan gregetan melihat badannya makin kurus saja, nafasnya juga tersengal-sengal diiringi demam. 
Sudah tiga hari Shidqi demam tinggi, batuk, pilek berat, dan keliatan sesak nafas. Perut, dada, lehernya kembang kempis, terlihat cekung dalam dan naik turun. Tak tega lihatnya.
"Anak ibu terkena asma", jawab seorang dokter ketika kami membawa Shidqi berobat ke dokter anak.
Ahhh, semudah itukah anakku dibilang asma?
Kaget, bingung, dan penasaran. "Kan cuma batuk pilek, dok. Kayanya gak ada keturunan asma deh", sanggahku.
"Asma bisa jadi karena alergi debu, dingin, dan kuman", kata dokter sambil menuliskan surat rujukan pada secarik kertas dan memberikannya kepada suster. "…

Mari Belanja di Koperasi Pabrik Khong Guan

Jika anda pernah tinggal di kawasan Cibubur-Ciracas Jakarta Timur, pasti tahu kan pabrik Khong Guan yang bertempat di jalan Raya Bogor km.26, posisinya persis di samping swalayan Naga. Di halaman depan terpasang baliho berbentuk kaleng biskuit yang fenomenal.

Setiap melewatinya pada sore hari, pasti tercium aroma biskuit yang harum dan manis semerbak keluar dari sana. Pertanda biskuit sedang diproduksi. Cukup membuat kenyang walaupun perut masih keroncongan.

Seingatku, tahun 80-an dan aku belum bersekolah, pabrik itu sudah ada. Jika pulang kantor, Ayah sering membawa oleh-oleh berupa biskuit remahan di dalam kaleng besar, isinya banyak. Katanya beli di koperasi pabrik Khog Guan. Kenapa disebut remahan? karena di dalamnya terdapat aneka biskuit yang sudah patah, remuk, tidak layak bentuknya, dikumpulkan dan dijual kembali dengan harga cukup terjangkau.



Namanya anak-anak, meskipun bentuk biskuitnya jelek, tetapi tetap senang makan biskuit. Campuran antara remahan biskuit dan krimnya te…