Rejeki Silaturrahim, Rejeki Luar Biasa


Lathifa termenung. Bingung. Jari lentiknya mengetuk-ngetuk meja kerja, pikirannya buntu, kepalanya terasa pusing. Bagaimana merangkai kata-kata yang baik dan tidak menyinggung perasaan ibu untuk disampaikan nanti. Bagaimana cara menegur ibu yang sering kali memakai telepon untuk menelepon teman-teman beliau. Tagihan telepon rumah akhir-akhir ini terus membengkak. Lathifa agak kesal. Karena gajinya yang seadanya harus menanggung semua biaya kebutuhan rumah. Listrik, telepon, makan sehari-hari, iuran ini itu, belum lagi ongkos ia bekerja tiap hari. Lathifa ingin hidup hemat, setidaknya ia bisa sedikit menabung untuk keperluan hidupnya saat akan berumahtangga nanti. Kedua kakak Lathifa sudah menikah, pisah rumah, namun kehidupan mereka belumlah cukup mapan, sehingga ayah dan ibu pun tak pernah mengganggu meminta ini itu dari mereka.

Ayahnya sudah tidak bekerja, pensiunan swasta, tanpa pesangon, tanpa tunjangan hari tua. Masa tuanya dihabiskan untuk ikut pengajian dan berdakwah di berbagai masjid. Kadang dalam tempo 40 hari ayah tidak pulang. Mungkin ibu kesepian. Sesekali setelah pulang mengajar di majlis ta’lim, ibu segera duduk, memencet angka-angka pada telepon, dan menelepon siapapun yang beliau inginkan. Sore menjelang malam, setiap Lathifa pulang bekerja, sambil ditemani teh hangat, ibu akan langsung bercerita bahwa beliau telah menelepon dan berbicara dengan ibu ini, ibu itu, ibu anu, dan ibu lain-lain. Terlihat raut mukanya gembira. Begitu pun tiap malam selepas sholat Isya, sesekali telepon berdering. Dengan sigap ibu mengangkat gagang telepon, dengan suara ceria membalas setiap obrolan. Ternyata itu dari teman ibu. Pantas saja begitu senang.

Namun lama kelamaan gundah hati Lathifa saat menerima laporan bahwa tagihan telepon mencapai Rp. 150.000. Biaya yang cukup melonjak dari anggaran yang telah diperkirakan sebelumnya oleh Lathifa. Bulan-bulan lalu biasanya hanya sekitar Rp. 80.000 sampai Rp.100.000 saja. Mulutnya berdesis. Hatinya menuntut untuk memberanikan diri bicara kepada ibu. Harus. Ibu harus tahu hal ini. Menjelang isya, Lathifa baru saja tiba di rumah. Letih tubuhnya membuat dirinya semakin gundah. Segera ia masuk kamar mandi dan berbenah diri. Sayup-sayup dari dalam kamar Lathifa mendengar ibunya sedang tertawa terbahak-bahak. Dengan siapa? Kami di rumah ini tinggal berdua saja. Lathifa mengintip dibalik pintu, melihat apa yang terjadi.

Kreasi dari Kertas dan Dus Susu Bekas

kertas resi dijadikan putri (dok.pri)
FROM NOTHING TO SOMETHING


Melihat tumpukan kertas resi JNE bekas mengirim paket barang olshop dan kardus susu yang tidak terpakai lagi membuat saya dan suami galau. Mau dibakar sayang, mau ditumpuk tapi selalu diacak-acak Selma anak batitaku. Apalagi kalau dikilo-in ke tukang loak, aiiih, mana mau kali, hihi.
Akhirnya ada niat membuat sesuatu yang bermanfaat. Iseng-iseng akhirnya jadinya wadah alat tulis seperti di foto.


meja kerja mini yang berantakan (dok.pri)
Awalnya semua kertas digulung menggunakan bantuan besi lurus atau obeng, karena jika digulung hanya mengandalkan tangan malah membentuk kerucut, sulit diatur, maklum jari kami belum terbiasa, masih amatir. Selesai digulung, rekatkan dengan lem kertas. Lalu kumpulan selonsong kertas dapat dibentuk apapun sesuka hati. Kali ini saya membuat kotak pensil berbentuk bulat dan persegi. Sebagai pemanis saya buat bunga warna warni menggunakan kardus susu anakku, dari berbagai merek yang menghasilkan bunga warna kuning, hitam, merah, biru, dan daun berwarna hijau. Tempelkan dengan lem bakar. Praktis. Ada juga yang menggunakan pemanis pita dan bunga, kebetulan baru beli dua minggu lalu


ikut narsis (foto pribadi)
Tidak disangka, ketika saya perlihatkan kepada teman-teman, mereka memberikan kesan dan pesan positif. Daripada kertas resi menganggur lebih baik dijadikan wadah-wadah lucu. Kreatif deh bunda, begitu nilainya. Saya pun diajak bergabung dikomunitas craft karena disana lah bergabung para kreator keren. Jadi jangan buang kardus susu dan kertas apapun ya bu! J


Cerita ini diikutsertakan dalam lomba kreasi LOMBA KERAJINAN TANGAN dalam Ibu-Ibu Doyan Bisnis



Ikut Acara Live Rangking 1 bersama DBloggerComm

Perjalanan Bisa Ikut Masuk TransTV
Saat pengasuh Dblogger mbak Ani Berta meminta 5 orang perwakilan KEB (Kumpulan Emak2 Blogger) untuk menjadi anggota tim rangking 1, saya pun langsung meminta izin suami dan mendaftar. Jika masih bisa ikut saya bersyukur, kalau sudah penuh ya sudah berarti bukan kesempatan toh. Tak disangka ternyata saya diterima, hiks, antara senang dan gamang. Iiiiih, nanti masuk tipi, hehehe.. Saya diinstruksikan bahwa hari Rabu 16 Januari 2013 harus standby jam 6 pagi di lobi TransTV, memakai seragam kaos putih dan bercelana jeans. Wow, mari kita bersiap.

Ketika Rabu subuh tiba, saya bersiap menuju stasiun Bojong Gede, setidaknya harus naik kereta maksimal jam 5 pagi. Tapi dasar emak-emak, malah berangkat dari rumah jam 5.00wib, halaah..pake acara ketinggalan ATM lagi. Mampir dulu ke Indomart membeli cemilan buat anak-anak yang dititipkan pada ayahnya, yaa akhirnya tetap saja dapat kereta jam 5.25 WIB, ihiii. Tidak berapa lama membeli tiket, kereta Commuterline segera datang dan saya diberi tempat duduk, lumayan dapat sedikit mengistirahatkan badan dan otak yang kurang tidur, terimakasih pak (sambil senyum manis)...

mejeng dulu di depan gedung TransCorp (dok.pribadi)
 Turun di stasiun Cawang pukul 6 lewat, saya langsung berlari menuju shuttle Cawang Cikokol untuk menaiki busway koridor 9 (Pinangranti-Pluit), jalan sedikit macet, sekitar 20 menit saya turun di shuttle Tegal Parang. Dari sana saya belok ke arah kanan keluar jembatan, sebenarnya bisa jalan kaki menuju TransTV, tapi berhubung sudah sangat mepet akhirnya naik ojek deh, dalam hitungan 3 menit saya sampai, dengan ongkos Rp. 5000, ehehe siapa suruh telat.. Oiya, sebenarnya bisa juga naik bus 45 (jurusan cililitan-blok M), tepat berhenti di depan gedung lho.

Proses Acara Rangking 1
 Instruksi sebelum acara (dok.pribadi)
        Setibanya di lobi saya disambut mbak Asri yang berwajah manis, menyapa sebentar kepada anggota yang lain dan kami segera bergegas berlatih yel yang dipimpin oleh Erfano, dia berbusana beskap Jawa, rupanya itulah maskot kelompok kami.
Tiba pukul 7.00 WIB, kami menaiki panggung outdoor yang persis di depan air mancur. Suasana masih terasa basah dan mendung. Di sana sudah siap beberapa kru dan peralatannya. Kami diberi instruksi peraturan dan cara permainannya. Saya duduk di kotak nomor 45. Hari itu semua kelompok ditemani bintang tamu dari keluarga Annisa Bahar. Penonton yang saya rasa wajahnya itu-itu lagi (suka lihat diberbagai acara tivi) juga sudah bersiap.

Terjadi hal unik, ada satu rombongan kelompok peserta yang sama sekali tidak hadir, akhirnya kekosongan itu diisi oleh 20 orang peserta penonton bayaran. Mereka menamakan dirinya Kelompok FansClub Sarah dan Ruben, hmm, segala sesuatu bisa terjadi. Easy and simple.. 
Menjelang detik-detik acara datang Sarah Sechan, Ruben Onsu, dan prof. Sogi menaiki panggung memimpin acara. Saya memperhatikan bagaimana cara berlangsungnya acara Live, komandan tim layaknya sutradara menginstruksikan bahwa Rangking 1 segera dimulai, berpatokan pada program Insert yang sudah hampir selesai, ada layar besar di dalam gedung utama yang menjadi panduan. “Ya, siap semua ya..semua berdiri dan langsung bertepuk tangan. Tiga..Dua..Satu! “. Pukul 07.30WIB musik khas Rangking 1 berbunyi, kami semua bersorak, yeaaaayyy!...Iih masuk tipi ya? Ehehe..

Ternyata kelompok kami mendapat giliran yel dan pertanyaan pertama. Semangat kami bernyanyi setelah komando maskot memulai: Oo lalala..o..o lalala, dst, langsung disambut:
“Satu, satu, blogger doyan ngeblog
Dua, dua, blogger suka kopdar
Tiga, tiga, blogger inet sehat
Satu, dua, tiga, blogger makin narsis” (red. nada syair satu-satu sayang ibu)
Begitulah kehebohan kami, eh ternyata memberikan hasil yang memuaskan. Diakhir acara dua piala langsung disabet untuk kategori maskot dan yel terbaik. Yippii... \(^_^)/

Selamat Ulang Tahun Kumpulan Emak2 Blogger (KEB) yang pertama

Better late than never..
Awal ngeblog itu mulai tahun 2010, namun akhirnya nyaris ditinggalkan begitu saja selama 2 tahun akibat kesibukan saya sebagai Ibu Rumah Tangga yang baru saja melahirkan baby Selma, anak kedua kami. Lagi pula kayanya kurang seru, wong gak punya temen, sepi-sepi aja rasanya. Malah lebih “galak’ posting apapun di fesbuk, lebih nikmat karena langsung diberi komentar apapun dari semua sahabat.

Eh tidak sengaja Awal Desember 2012 mulai lagi menyentuh dunia per-blogan (halah, maksa deh bahasanya, hehe). Ceritanya ada tugas membuat artikel, karena habis mengikuti undangan seminar. Tapi kok terasa masih sepi ya, belum ada yang nengokin “rumah baru nulis” saya, hihi (cuciaaan deh..)
Oiya tapi jadi inget, pernah kenalan dengan mbak Mira Sahid dan mbak Nunik Utami saat kami bertemu di acara latihan untuk mengisi acara Fashion Show dan Flasmob Nova Ladies Fair yang diadakan oleh tabloid Nova tanggal 11 November 2012 lalu. Mereka adalah founder dan kontributor dari Kumpulan Emak-Emak Blogger. Iiiih, kalo gitu gabung aja deeeh.. Alhamdulillah permohonan gabung langsung diterima mbak Sary Melati salah satu makmin (emak admin), dan sejak mengikuti saran dari beberapa kontributor ternyata blog saya langsung mencuat naik ke permukaan, duh senangnya.

Memang saya masih menjadi anggota yang berbau kencur, ihi.. Tapi gak salah dong jika sedikit berbangga bisa masuk komunitas keren begini. Apalagi KEB sekarang kan sering masuk surat kabar, makin tenar doong, hehe.. Untuk para perempuan manapun, yang suka ngeblog tapi belum punya teman, yuk ikut gabung aja di Kumpulan Emak2 Blogger (KEB). Insyaallah banyak manfaat yang didapat. So, terus ngeblog yaa, curahkan aspirasimu agar semua orang tahu bahwa dirimu bisa bermanfaat, walau pun hanya dari tulisan.

Nah, hari ini bertepatan syukuran atas usia perdananya, 18 Januari 2013. Usia lagi lucu-lucunya kali yaa, hehe.. Sama hal dengan gembiranya sang orangtua yang menyambut usia anaknya menginjak 1 tahun. Baru bisa jalan pisan ibaratnya.
Untuk itu pun saya turut mengucapkan Selamat Ulang Tahun yang ke-1, semoga menjadi kumpulan yang makin solid, makin membawa inspirasi para emak-emak semua yang tergabung di dalamnya, menjadi sahabat dalam segala sesuatu yang baik. Happy Birthday KEB, potong kuenya..potong kuenya..nyam, nyam..




Sedapnya Pepes Ikan Yang Kaya Gizi, Bisa Dijadikan Bisnis

Dulu, waktu mulai hamil anakku yang kedua, Selma (saat itu sekitar bulan Desember 2009, dan dilahirkan Agustus 2010), aku doyaaaan banget makan pepes ikan bawal atau ikan mas, dipresto lebih mantap. Bikin sendiri lho, kebetulan punya presto pemberian kakak ipar. Entah kenapa pokoknya aku suka banget pepes ikan yang rasanya gurih pedas. 

Makanan berbahan baku ikan ini konon berasal dari sunda, pastinya mengandung zat gizi yang baik untuk perkembangan janin. 
Seperti:
·       Sumber protein yang penting 
·       Omega 3 untuk proses perkembangan otak pada dan penting untuk perkembangan fungsi syaraf dan penghilatan bayi
Fresh banget kaan? (dok.pribadi)
·       Mengandung serat protein yang pendek sehingga mudah di cerna
·       Kaya akan asam amino seperti taurin untuk merangsang pertumbuhan sel otak balita
·       Vitamin A dalam minyak ikan untuk mencegah kebutaan pada anak
·      Vitamin D dalam daging dan tulang ikan untuk pertumbuhan dan kekuatan tulang
·       Vitamin B6 untuk membantu metabolisme asam amino dan lemak serta mencegah anemia dan kerusakan syaraf
·       Vitamin B12 untuk pembentukan sel darah merah, membantu metabolisme lemak, dan melindungi jantung dan kerusakan sel
·       Zat besi yang mudah di serap oleh tubuh
·       Iodium untuk mencegah terjadinya penyakit gondok dan hambatan pertumbuhan anak
·       Selenium untuk membantu metabolisme tubuh dan sebagian  anti oksidan yang melindungi tubuh dari radikal bebas
·       Zink yang membantu kerja enzim dan hormon
·       Flour yang berperan dalam menguatkan dan menyehatkan gigi anak

Sebulan kemudian, tak disangka ayah minta dibuatin banyak buat pesanan guru-guru di sekolahan tempat ayah mengajar. Gak sengaja waktu itu ayah bawa pepes buat bekal, ternyata eh ternyata.
"Guru-guru mau nyobain, siapa tau banyak yang beli", ucapnya.
"Wow, oke deh, coba ya" jawabku

Alhamdulillah ternyata memang banyak yang minta dibuatin lagi, lagi, lagi, lagi (hihihi, lebaayy..). Kebetulan punya langganan tukang ikan di balong, ikan langsung di ambil dari kolamnya. Jadi gak kehabisan stok ikan segar dan bahan bumbu sekalian minta belanjain sama tukang sayur.
Kebayang gak? Pada kehamilan usia 2-6bln, tiap hari menyiangi dan mengolah ikan 5kg, membumbui, menumis, membungkus, menunggui proses presto, sampai membakar. Rasa capeknya pooool, tapi senang, ternyata ada pemasukan yang bisa beli presto baru ukuran 12 liter, hehe.. (masih berasa kipas-kipas lembaran biru, tsaaah..nggayaa!)

Ini perhitungan ketika aku memulai jualan pepes ini;
Pembelian Bahan
-5kg ikan bawal (isi 25 ekor) Rp. 65.000
-Bumbu, plastik dan daun Rp.20.000
-Gas, air Rp. 5.000
--------------------------------------- +
Total modal Rp.90.000
Modal perbungkus Rp. 3600

Penjualan hanya untuk guru-guru teman suami: 


Dijual @Rp. 7000/bungkus
Habis terjual 25 bungkus x Rp. 7000 = Rp. 175.000
Untung Kotor Rp. 175.000/hari
Untung Bersih Rp. 175.000 - modal Rp. 90000 - bensin Rp. 4.500 = Rp. 80.500/hari
Perkiraan untung bersih 20 hari jualan pepes x Rp. 80.500 = 1.610.000

Hmmm, lumayan juga ya? hehe..


sepeda pejuang pepes, hihi (dok)
Suatu ketika motor ayah mogok, nah lho, padahal pesanan pepes udah jadi mau dibawa ke sekolahan. Gimana dong? udah dikutak-katik tetap aja gak bunyi mesinnya. Dag-dig-dug hatiku dan hatinya, hihi
Celingak-celinguk akhirnya, ahhhaaa!! sepeda solusinya. But, 30km menuju jakarta, tepatnya Bojong Gede-Kramat Jati, wataww!!

Karena tidur di boncengan makanya jadi masuk koran hehe..

Mengulang lagi cerita duluuuuu banget.. Asyiknya gowes pada bulan November 2009


Selesai dari merenovasi salah satu bagian rumah, aku dan suamiku ingin menjajal kemampuan kami bersepeda. 
Ini atas desakan suami: mau ikut fun bike di Depok apa enggak? 
"ya udah ikut aja, buat refreshing. Padahal badan masih capeek deh nungguin tukang".
"Oke, besok kita berangkat pagi!" ujar suami.

Minggu pagi, kami berangkat dari rumah di Pusparaya jam 06.00, dengan bekal roti lapis gula, sebotol air teh manis & sebotol air putih, menuju stasiun Bojonggede. Dengan atribut yang Insyaallah cukup safety, kami mempercepat rute mengejar jadwal kereta, melewati jalan pintas kampung yg jalanannya cukup "offroad" alias becek bergunduk-gunduk.
Suami cukup tidak yakin apakah kami akan dapat kereta atau tidak, yaaa fifty-fifty lah, aku cukup yakin. Kalau tidak dapat kereta, yaa gowes aja menuju WALIKOTA DEPOK. Wuih... 10km jaraknya kesitu.

Alhamdulillaah, saat kami tiba, ada pengumuman bahwa kereta api ekonomi AC akan tiba, wow..beli tiket sampai terbirit-birit. Di lokomotif, terlihat masinis mau menunggu kami (padahal lonceng peringatan yang bunyinya: ning-nung itu sudah berbunyi, tapi kereta belom mau berangkat), berlari-lari kami menuju kereta, hap..naik semua. Alhamdulillah pula, ternyata ada yg berlari menuju kami dan mengatakan: bu, ini tiketnya jatuh!
Aahh, saking terburu-burunya, 2 tiket jatuh. Sedangkan aku hanya membawa 2 tiket lainnya (kami belikan tiket untuk sepeda juga lho). Total tiket: 4 lembar @Rp.5,500

Terimakasih pak, mau mengambilkan tiket kami yang jatuh. Terimakasih pak masinis yang mau menunggu kami sampai naik ke kereta, dan terimakasih mas (yang membawa burung dalam sangkar) membantu kami menaiki sepeda kedalam kereta yg cukup tinggi.

15 menit perjalanan di kereta. Angin AC cukup membuat keringat pagi kami berhenti. Akhirnya sampai juga di stasiun Depok Baru. Melalui ITC Depok, kami menunggu satpam yang baru membuka gerbang belakang. Swiiing..kami melaju lagi menuju Walikota Depok. Akhirnya....tiba juga, tidak terlambat.

Jam 07.00 start akan dimulai. Rute Fun Bike yang diselenggarakan oleh Jurnal Depok adalah: lapangan walikota Depok, Jalan Raya Margonda, Perumahan Grand City Depok dan kembali lagi menuju lapangan walikota Depok. Ya cukup melelahkan, walau masih katagori rute dekat. Tanjakannya itu lho..banyak.

Foto Shidqi bobo nih di koran, eh di sepeda (dok.pribadi)
Angin sepoi-sepoi pun membuat Shidqi anak kami tertidur di boncengan sepeda ayahnya. Memang jadi unik, semua yang melewati kami cuma tersenyum-senyum sambil menyapa: anaknya tidur tuh paak.. Ini juga yang membuat wartawan Jurnal Depok mengabadikannya di koran edisi Senin, 23 November 2009. Tapi jadi ketawa sendiri, kok munculnya di kolom asal jeplak ya? Judulnya juga gak nyambung, hihihihi...






Ini dia hasil editanku, nyenyaknyaa sambil meluk boneka beruang bundanya, hehe:

Selesai acara suami mengajak pulang: gowes aja yaa, gak usah naik kereta. 
"Waduh kan jauh yah." protesku.
"Yaa, coba aja. Santai aja kok."
"Tapi nanti mampir-mampir yaa.., eh udah azan zuhur. Sholat aja dulu, biar tenang."
"Oke."

Satu jam kami melaju dengan sepeda (bayangin yuk, naik sepeda 1 jam, capek gak? hihi), tiba di Citayam. Gak lupa, mampir dulu di RM Pondok Baru, makan menu Padang. Wow, kebayang juga kan lapernya. Lahaaaap makannya, termasuk Shidqi. Habis itu ealaaah, hobinya orang sini, ngantuukk.. walau mata di krejep2in nonton lihat ceramahnya Yusuf Mansur tentang Naik Haji di TvOne, tetep aja ngantuk, hehe. Tapi Ya, Allah beri kesempatan naik haji untuk kami, aamiin.

Akhir cerita, abis makan yaa melaju lagi menuju rumah. Tiba sekitar pukul dua siang. Beneran deh, capeeeek, ngantuuuuk. Esoknya saya terkapar, jadi doyan tiduuur.. ^_^

Bijak Konsumsi Gula, Maksimalkan Konsentrasi Anak

main di pinggir kali Ciliwung (dok)
Memiliki buah hati yang cerdas dan terampil adalah dambaan setiap orangtua. Salah satu upaya agar harapan tersebut tercapai adalah dengan membimbing dan mendidik mereka sejak kecil. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk menstimulasi perkembangan otak dan kejiwaan mereka. Memupuk kemandirian, etika sopan santun, taat beragama, dan yang paling penting adalah bagaimana menciptakan konsentrasi pikiran mereka dalam menyerap berbagai ilmu yang diterima.

Shidqi, Sharah (sepupu), Selma
Ayah dan bunda adalah guru pertama bagi anak-anak. Pertama kalinya mereka melihat, mendengar, merasakan dunia adalah melalui tuntunan orangtua. Di masa inilah kesempatan kami sebagai orangtua untuk mengajarkan segala hal. Pelajaran yang anak-anak terima adalah merasakan alam ciptaan Tuhan. Sejak usia batita, mereka diajak ke kebun binatang, ke hutan pinus mengumpulkan rontokan bunga kering, ke pinggir sungai penuh bebatuan dekat rumah kami di Bogor, atau membolehkan mereka bergembira kala mandi hujan. Saat itulah mereka diperkenalkan berbagai nama, warna, aroma, bentuk, jenis, besar kecilnya, dan sekaligus menghitungnya. Dengan kalimat sederhana, sesuai dengan daya tangkap mereka, kadang sambil bernyanyi dan menari.

ini menara, bunda.. (dok.pribadi)
Rumah kami mirip ruangan taman kanak-kanak. Setiap benda ditempeli potongan karton yang bertuliskan namanya masing-masing, seperti kulkas, meja, pintu, jendela, galon, lemari, toilet, dan sebagainya. Sekaligus dalam kosakata Indonesia-Inggris-Arab. Tujuannya agar mereka belajar secara visual dan terpola dalam otak. Setiap melewati tulisan tersebut, saya sebagai ibu pun membacanya dengan kencang, agar mereka ikut membaca dan mendengar. Selain itu dengan memberikan kertas kosong membuat mereka berani menuangkan imajinasi untuk belajar melukis dan menulis. Bahkan mengajak Shidqi menyusun balok-balok dan menemani selma bermain puzzle ukuran besar sungguh mengasyikan, karena dapat melatih konsentrasi mereka lebih terarah.

Dinding kamar juga ditempeli berbagai macam gambar dan poster buah, sayur, jenis kendaraan, huruf, angka, hijaiyyah, dan urutan makanan 4 sehat 5 sempurna. Sangat perlu mengajarkan pentingnya makanan sehat terutama susu, mengenalkan makanan minuman rendah gula dan manfaatnya. Pada prakteknya, saya memberikan jus buah dan susu tanpa gula tambahan seperti Anmum Essential 4, sebagai upaya mencegah kelebihan gula yang diterima tubuh dari berbagai makanan lainnya.

beli susu  (dok.pribadi)
Sebab jika konsumsi gula berlebih, produksi buang air kecil meningkat sehingga anak akan sering pipis bahkan mengompol. Gula juga menyebabkan karies gigi pada anak-anak, obesitas, diabetes. Membuat insulin bekerja ekstra menetralkan kadar gula dalam darah, sehingga jatah untuk kebutuhan syaraf otak menjadi berkurang, inilah yang menyebabkan konsentrasi otak menjadi terganggu.

Setiap berbelanja kami selalu memperhatikan komposisi nilai gizi pada setiap kemasan, agar dapat mengatur kadar kebutuhan gula setiap hari. Jajanan kami batasi agar mereka tahu bahwa makanan buatan rumah tak kalah nikmat, lebih sehat dan bersih. Mereka dilibatkan ikut membantu di dapur. Senang rasanya melihat mereka selalu lahap makan buah dan sayur. Mungkin, pembiasaan makan dan minum dengan asupan gula yang rendah, dapat membangun pola pikir mereka bahwa makanan yang kurang manis itu juga adalah makanan enak.

Puzzlenya bisa jadi tikar (dok.pribadi)
Semua yang kami lakukan berdampak positif. Ketika anak kami yang pertama memasuki sekolah, ternyata dia mampu menjawab pertanyaan sang guru, dapat membedakan warna, berhitung dengan cepat, dan bisa membaca beberapa kalimat dengan baik. Begitu pula adiknya yang masih berusia batita, sering ketagihan bermain Educational Giant Floor Puzzle hadiah dari susu Anmum Essential. Dari sinilah kami menilai bahwa mengoptimalkan konsentrasi anak bukan hanya tercipta dengan duduk rapi dan tertib di bangku belajar. Akan tetapi dengan suasana santai dan gembira justru membuat anak mudah berkonsetrasi belajar. Untuk itu, mari biasakan hidup cerdas dan sehat tanpa gula berlebih!


Tulisan ini dibuat untuk diikutsertakan dalam  lomba :
WRITING COMPETITION ANMUM BUNDA INSPIRATIF bersama Ibu Ibu Doyan Nulis
Selma dengan buku antologi Curhat Bisnis nih (dok.pribadi)




Bagaimana mengetahui anda hamil dan kapan melahirkan?


A. Bingung Anda hamil atau tidak ?
Misalkan bulan 15 November anda masih mengalami haid, namun menginjak tanggal 15 Desember anda terlambat haid, wah berarti kemungkinan tanggal 22 Januari 2012 anda mengalami usia kehamilan 1 bulan. Baru bisa anda tes urine pagi hari dengan menggunakan testpack. 
Karena pada saat ini muncul hormon yang sering disebut dengan hormon kehamilan ini yaitu HCG (human chorionic gonadotropin) dalam tubuh, bisa di check pada usia 14 hari setelah masa ovulasi atau sekitar saat anda tidak mendapatkan haid melalui urin. HCG diproduksi oleh plasenta dan hormon ini ada dalam tubuh ketika sel telur yang telah dibuahi menempel ke rahim. Hal ini terjadi sekitar enam hari setelah hubungan seksual, walau tidak bisa dipukul rata. Pada kenyataannya kadar HCG akan meningkat secara drastis seiring dengan bertumbuhnya janin.

Caranya:
1. Tampung urine pertama pagi hari anda pada wadah kecil. Sebelumnya siapkan saat menjelang tidur malam
2. Lalu celupkan tespack sebatas garis yang disarankan
3. Tunggu hasil garis merah yang menunjukkan hasil negatif atau positifnya kehamilan anda. Baca petunjuk pada kemasan testpack, jika garis 1 merah berarti anda negatif hamil, demikian pula jika menunjukkan 2 garis merah anda hamil. Selamat! 
4. Periksa kehamilan anda ke dokter SpOG

B. Bagaimana Cara menghitung perkiraan kelahiran?
Dengan cara menghitung Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT), dan menggunakan Rumus Neagele:
yaitu:
tanggal haid  - bulan  - thn terakhir haid
       +               -                  +
       7               3            1 / (9bln)              =
tanggal lahir   bulan lahir   tahun lahir bayi 
catatan: untuk bulan yang tidak bisa dikurangi Januari, Februari, Maret. Maka tahun terakhir hanya ditambah 9 bulan.

contoh:
misalnya 2 bulan lalu anda haid pada tanggal 15 November 2012. Namun ternyata pada tanggal 8 atau 15 Desember 2012 anda tidak haid lagi, naah maka tanggal 15 November 2012 itu yg disebut  Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT). 

Jadi mari kita hitung sbb:
a. 15 ditambah 7
    (7 berarti perhitungan 7 hari)

b. November adalah bulan 11, dikurangi 3
    (3 berarti 3 bulan, anggapan usia kehamilan adalah 9 bulan dari 12 bulan)

c. 12 ditambah 1
    (anggapan periode setahun kedepan)

jadi enaknya gini:
15 -  11 -  12
 +      -     +
 7      3     1  =
22     8    13

nah kemungkinan di calon dede lahirnya tanggal; 22 Agustus 2013 (atau mungkin tanggalnya maju 1-2 minggu, bisa tanggal 7-15 Agustus 2013)

C. Rumus diambil dari berbagai sumber dan saya menghitung sesuai perkiraan dan dugaan pribadi pada pengalaman anak pertama dan kedua.
ketika saya menghitung dengan metode ini untuk kedua anak saya, yup, ternyata mereka lahir sesuai dengan hitungan, alhamdulillah
contoh 1 : (ANAK PERTAMA)
tanggal 25 Januri 2006 itu saya mengalami Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT). 

Hitungannya gini:
25 -  01 -  06
 +      -     +
 7      3     9bln  =
 2     11    06


nah kemungkinan di calon dede lahirnya tanggal; 2 November 2006 (atau mungkin tanggalnya maju 1-2 minggu, bisa tanggal 15-24 Oktober 2006)
Daaaann...ternyata maju 1 minggu, Shidqi lahir pada tanggal 22 Oktober 2006.

contoh 2 : (ANAK KEDUA) 
tanggal 15 November 2009 itu saya mengalami Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT). 
Hitungannya gini:
15 -  11 -  09
 +      -     +
 7      3     1th  =
22     8    10

nah kemungkinan di calon dede lahirnya tanggal; 22 Agustus 2010 (atau mungkin tanggalnya maju 1-2 minggu, bisa tanggal 7-15 Agustus 2010)
Daaaann...ternyata Selma lahir pada tanggal 14-8-2010.

Allah Maha Kuasa, Subhanallah



doc.pribadi


Saat Anak Muntaber, Berikan Bakteri Baik!

Ini cerita kejadian pada bulan September 2009, kenangan manis. Semoga bisa diambil pelajaran agar tidak lekas panik saat anak muntaber.



Makan sedikit tiba-tiba muntah. Lalu dia berlari-lari terburu-buru membuka celana dan masuk ke WC. Brott.. mencret seperti bubur.
Itu yg dialami Shidqi anakku. Mulai terasa mual saat dia bilang kepada sang ayah: "Siqi mau untah."
Terpaksa mereka meninggalkan barisan jama'ah yg sedang mendengarkan ceramah usai sholat Idul adha. Dan dia pun muntah dikejauhan.

Mulai saat itulah, kejadian yang membuat kami ikut lemas melihat Shidqi bolak balik WC hanya untuk muntah & BAB, minum saja membuat dia muntah. Bila tak sempat, kasur jadi tempat pembuangan. Seprei selalu ganti, mesin cuci sibuk mencuci.

Makan tak mau, karena dia merasa akan muntah lagi. Rayuan kami berikan padanya. Dia hanya menjawab :
“Siqi mau bobo aja.”
“Bunda, Siqi mau imung air anget.”
Saya pilu melihat kesabaran & kepasrahannya. Apalagi jadi menyesal saat teringat saya sempat memarahinya dan membentak agar jangan muntah di kasur. Tapi subhaanallah, yang membuat kami bersemangat kembali, melihat sosoknya yang mulai ringkih tapi dia pandai (Allah SWT lah yang mengajari dia).

Tahukah kawan? dia mengerti, dia meminta sholat dalam keadaan duduk. Anak usia 3 tahun, tapi mengerti bagaimana cara dia sholat dalam keadaan duduk. Kami terperangah. Bagaimana mungkin? 
Aah, sepertinya saat dia melihat saya tertatih-tatih dalam gerakan sujud. Lutut saya melendung tersiram air panas dan selama hampir sebulan saya melakukan sholat fardhu, sunnah, dan tarawih dalam keadaan duduk. Tapi inilah hikmahnya, kami jadi terharu, tanpa diajari ternyata anak langsung belajar dengan melihat contoh.

Masya Allah, ini bukti kekuasaan Allah.
Dalam Q.S Al 'Alaq: 5 Allah SWT berfirman "Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."
Ini hari keenam dia masih menderita, kami pun tak henti-hentinya berusaha. Tetap memberikan makanan lunak & air putih serta minuman pengganti ion tubuh. Saya tak ingin membawanya ke dokter. Kenapa? tega? aahh..lebih tega jika memberi dia obat antibiotik & macamnya itu. Alasanya sejak kecil dia sudah terlalu sering diberi obat-obatan, karena memang dia sering sakit. Apalagi BABnya tidak ada indikasi darah, sehingga tak perlu obat antibiotik pencegah infeksi. Mungkin ini hanya gejala syndrom pergantian cuaca yang tak menentu.  

Dan pernah saya baca di salah satu buku panduan, jika anak mengalami muntah & mencret itu merupakan aksi tubuh menolak kuman dan racun dalam tubuh, dan dikeluarkan melalui muntah ataupun mencret.
Saya pasrah, sabar dan berusaha tenang, hanya Allah SWT yang akan menyembuhkannya. Tetap memperlakukan Shidqi dengan baik.

Tak diduga, petunjuk pun datang. Awalnya ada keinginan hati menelepon teman lama, Dina namanya. Dia seorang dokter. Padahal saya hanya ingin menyampaikan ada reuni untuk angkatan kami. Ternyata dia menanyakan kabar Shidqi. Tahu keadaan Shidqi sekarang, dia menyarankan untuk memberi Lacto-B, dijual bebas di apotik.

Aduh.. tak terpikir sama sekali, kenapa tidak memberi dia pengobatan alami? dengan memberi bakteri baik untuk melawan bakteri jahat di saluran pencernaannya. Bakteri Lactobasillus. Biasanya terdapat dalam produk youghurt, keju & Yakult. Baca aja di sini.

Bergegas kami belikan Lacto-B. Sekalian Imboost sebagai penambah kekebalan tubuhnya. Saya juga menduga dalam kedua produk tersebut mengandung salah satu mineral yaitu Zink.

Alhamdulillaah. Ternyata sedikit ada perubahan. Saat ke 3 (tiga) kali minum, muntah dan mencretnya seperti di rem. MAMPET!!! dan sudah mau makan. Dan Shidqi sudah bisa bernyanyi lagi dan tertawa-tawa. Subhanallaah.
Lucunya lagi, "Shidqi sholatnya berdiri ya, udah sehat? udah gak lemes?", tanyaku.  
"Iya udah cehat, gak emes lagi".
Terimakasih kawan, terimakasih ya Allah.
Hadiahnya kami ajak dia berwisata ke Taman Mekarsari, biar semakin tahu makan buah-buahan itu perlu, agar pencernaannya pun sehat selalu.

Saat Anak Muntaber, Berikan Bakteri Baik!






Follow Me by Email